
"Maafkan aku, Sayang. Aku tidak bisa menjaga kamu dengan baik," ucap Tuan Muda Lee sembari fokus menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Tuan Muda Lee merasa bersalah atas penculikan Kei. Apalagi wanita itu sedang hamil anaknya. Rasanya tidak tega jika harus diapa-apakan oleh penjahat. Pikiran Tuan Muda Lee berkecambuk waktu itu.
"Lebih baik aku ikuti GPS yang ada di anting Kei. Untung saja aku memasangnya." Tuan Muda Lee memang secara diam-diam memantau Kei melalui GPS yang terselip di antingnya.
Semakin di ikuti semakin ke mengarah ke Bogor dan tempatnya pun tergolong sepi. "Ya Allah, bagaimana dengan nasib istriku itu," ungkap Tuan Muda Lee menunjukkan keresahannya.
Tuan Muda Lee juga membagi share lokasi keberadaan Kei saat ini pada Arsa dan polisi. Supaya saat Tuan Muda Lee sampai di sana. Bantuan langusung datang.
******
Sementara itu, di sebuah villa yang nampak kosong tidak berpenghuni lagi. Kei disekap disana. Kei disimpan mulutnya menggunakan kain.
Tangan Kei diikat ke belakang kursi. Kondisinya mengenaskan. Kei kehausan karena ia berteriak-teriak terus sebelum disumpal tadi. "Diam kamu! Jangan berteriak-teriak terus!" seru penjahat itu. Kei pun menatap penjahat itu dengan tatapan tajam.
Mulutnya memang tidak mampu berkata. Jadi, ia hanya bisa menatap dan berusaha memberontak. "Sayang, apa kamu bisa menemukan aku nantinya. Aku khawatir dengan bayiku ini," batin Kei menahan air matanya.
Tidak berselang lama, ada dua orang. Satu pria dan satu wanita. Ternyata Kei tahu orang itu siapa. "Athena!" batin Kei dalam hati. Ia hanya bisa merespon dengan sorot matanya yang kaget.
Bisa dipastikan bahwa yang di samping Athena adalah Bram. Ya! Itu memang Bram. Athena pun menghampiri Kei. "Bodoh! Wanita bodoh tidak seharusnya kamu bersanding dengan Lee! Dia tidak pantas untukmu. Dan aku harus melakukan ini karena aku juga terlanjur benci pada Lee karena ia sudah mencemarkan nama baikku!" seru Athena.
Athena play victim saat itu. Jelas-jelas dia yang salah. Tapi, ia malah menyalahkan Tuan Muda Lee atas kesalahannya. Sorot mata Kei seperti mengejek. Dan pastinya Athena tidak suka diejek.
"Kurang ajar kamu berani mengejekku!" seru Athena sembari melayangkan tamparan keras di pipi Kei.
Plak!
Kei pun menerima tamparan itu. Tidak hanya sekali tapi dua kali. Bram yang melihat itu pun tertawa penuh kemenangan. "Rasakan kamu!"
Sementara itu, Tuan Muda Lee sudah sampai di lokasi. Terdapat banyak mobil di villa itu. Kemungkinan banyak penjagaan disana. Jadi, Tuan Muda Lee agak menaruh mobilnya di kejauhan.
Tuan Muda Lee langsung menuju ke villa itu. Tapi sebelum masuk villa itu, ada penjaga berjumlah empat. Tuan Muda Lee harus menghadapinya dulu.
__ADS_1
Tuan Muda Lee dengan gampang melumpuhkam empat penjaga itu. Sehingga, ia langsung masuk ke dalam villa itu. Ternyata penjaga masih ada dua.
Tuan Muda Lee menhajarnya habis-habisan. Hingga kedua penjaga itu pingsan seketika. Ia langsung masuk ke dalam villa itu. Tampal Kei yang sedang ditampar berulang kali.
Melihat kejadian itu, Tuan Muda Lee langsung berteriak. "Kei! Keilla! Jangan sakiti istriku!" seru Tuan Muda Lee dengan nada yang begitu menggelegar.
Seketika itu, Athena menghentikan tamparan itu. Kei sudah babak belur. Sudut bibirnya sudah mengeluarkan darah segar. "Oh jadi ini suaminya?" tanya Athena sok pura-pura drama.
"J*l*ng! Lepaskan istriku!" seru Tuan Muda Lee. Tanpa berlama-lama, Tuan Muda Lee yang sudah marah besar langsung mengeluarkan batu yang besarnya se genggamannya itu. Ia langsung melemparkan ke Athena dengan kekuatan penuh.
Ya! Walaupun batu hanya seukuran telapak tangan Tuan Muda Lee tapi jika dilempar dengan kekuatan penuh bisa membuat Athena berdarah.
Benar saja, lemparan itu tepat mengenai kening Athena dan membuat kening itu sedikit berdarah.
"Bajing*n! Serang dia!" seru Athena. Bram pun juga langsung menghajar Tuan Muda Lee dan lima penjaga lainnya. Mereka pun mengeroyok Tuan Muda Lee.
Awalnya memang Tuan Muda Lee terus mengalahkan keenam orang itu. Tapi ada masa saat Tuan Muda Lee juga lelah. Ia langsung menerima bogeman bertubi-tubi dari enam orang itu.
Tuan Muda Lee berteriak. "Jangan sentuh istriku, bajing*n!" seru Tuan Muda Lee kepada Athena. Tapi masa bodo. Athena justru menjambak rambut Kei dengan kuat.
Hingga pertolongan pun langsung tiba. Arsa dan sepuluh bodyguard Tuan Muda Lee langsung menghajar enam orang dan juga Athena.
Athena langsung diikat dan Kei dilepaskan. Polisi juga langsung meringkus semua penjahat itu. Athena dan Bram akan dijatuhi hukuman dengan pasal berlapis.
Kei pun sudah lemas dan darah merembes di sela-sela pahanya. Tuan Muda Lee yang sudah babak belur pun tidak peduli dengan dirinya. Ia langsung menggendong Kei dan langsung membawa ke rumah sakit.
"Honey!" pekik Tuan Muda Lee. Ia ke rumah sakit bersama Arsa. "Bertahanlah Honey." Tuan Muda Lee duduk di belakang sementara Arsa yang menyetir dengan kecepatan tinggi.
*******
"Selamatkan istri saya, Dok!" seru Tuan Muda Lee yang sudah meneteskan air matanya. Dan ternyata, Kei harus lahiran sekarang. Itu membuat Tuan Muda Lee sedih.
Arsa juga mengabari Angela dan Aaron serta Akash dan Jane. Semua dikabari agar ke rumah sakit.
__ADS_1
Tuan Muda Lee cemas menatikan operasi caesar itu. Setelah beberapa jam, akhirnya dokter langsung keluar. "Bagaimana dengan kondisi istri dan anak saya, Dok?" tanya Tuan Muda Lee.
"Kondisi pasien masih lemah tapi nanti akan ada pemulihan. Sedangkan untuk bayinya.... "
Dokter menggantung perkataannya. "Ada apa katakan!"
"Bayi anda prematur dan harus di rawat di rumah sakit paling sedikit 2 bulan. Tapi Tuan tenang saja, bayi anda termasuk yang beruntung. Fisiknya sudah bagus."
******
Satu hari kemudian...
"Mas, bayiku mana?" tanya Kei cemas. Tuan Muda Lee tersenyum tipis. "Bayi kita ada kok, masih di inkubator. Dia prematur, Honey." Kei yang mendengar hal itu langsung menangis.
"Ya Allah, aku mau lihat bayiku," rengek Kei. Tuan Muda Lee menyanggupi.
"Ayo, tapi sebentar, aku harus tanya Dokter." Tuan Muda Lee bertanya ternyata belum boleh.
"Sayang, jangan banyak gerak dulu. Kamu harus sehat dulu baru melihat anak kamu. Kondisimu terlalu lemah," ucap Mom Angela.
*****
2 bulan kemudian, Tuan Muda Lee dan Kei sudah bisa menggendong bayinya. Dia sangat cantik. Mereka menamai Emely Anderson.
"Halo Lili, Sayang. Cantik banget kamu, Nak." Kei menciumi Lili hingga Lili menggeliat. Mereka pun bahagia.
Demikian pula dengan Akash. Akash dan Jane sudah lamaran. Mereka akan menyelenggarakan pernikahan dua minggu lagi. Mom Angela dan Daddy Aaron pun bahagia menimang cucunya.
"Duh, cucu Oma Opa cantik banget sih. Siapa sih namanya siapa sih." Mom Angela gemas dengan baby Lili. Tapi baby Lili seolah paham, ia tersenyum mendengar perkataan Omanya. Semuanya tergelak tawa.
...END...
...Terimakasih untuk semua readers ku yang sudah baca cerita ini dari awal hingga akhir tanpa kalian apalah arti author. Salam hangat dari author....
__ADS_1