Penguasa Alam

Penguasa Alam
041.SEKUTU


__ADS_3

mendengar penuturan adiknya kaisar ma menganggukan kepalanya dan menyuruh pengawal itu pergi.


"pergilah."


"baik yang mulia kaisar ma.hamba pamit undur diri." jawab pengawal itu dengan singkatnya.


DUK


DUK


DUK


ada penyusup yang mengikuti gulungan surat itu.


tanpa mereka sadari


"bagaimana penawaran hamba yang mulia "


suara seorang wanita itu membuat mereka mendongak keatas atap ruang kerja kaisar ma.


mereka berdua melihat seorang wanita bersurai hijau yang dikuncir kuda dengan tinggi bermahkota bunga,dengan telinga runcing seta sayap yang begitu indah berwarna hijau.


"permaisuri Muizi ." ucap mereka dengan bersamaan .wanita itu turun kebawah dan menginjak lantai kayu ruangan itu.


"saya bukan permaisuri muizi.saya Ratu Muizi dari bangsa ras Elf .saya datang kemari ingin menawarkan kerja sama itu seperti ada pada surat yang anda baca .bagaimana yang mulia." ucap wanita itu yang tak lain Ratu Muizi.


"itu bukan urusan kami , Ratu Muizi. siapapun kaisar Zhu yang terpenting tak ada peperangan diantara berbagai kekaisaran." ucap jendral long dengan tegas.


"hahahahahahahaa kalian belum tau.baiklah akan saya perlihatkan rencana kaisar Zhu lauxi setelah berhasil membunuh jendral Mu Hau dan saya.ia akan dengan mudah menyerang kekaisaran Bai.karena ia tidak akan mati kalau bukan saya yang melukainya.setelah menguasai kekaisaran Bai jangan lupa putra mahkota serta putri pertama mengincar posisi menjadi selir kekaisaran neraka,setelah ia masuk keistanah ia akan membunuh permaisuri kekaisaran neraka yang tak lain putri anda sendiri.setelah menduduki posisi permaisuri ia akan menjalankan rencananya membunuh kaisar Lanling dan membuat putra mahkota Zhu Madan naik posisi menjadi kaisar kekaisaran neraka.bukan hanya saya yang tau rencana itu.kaisar Lanling sendiri mengetahuinya.bagaimana apa kau akan tetap diam saja seperti dulu yang mulia kaisar ma.ingat sahabat anda jendral Mu Hau,tuan Su ,jendral Du. apa anda akan tetap diam sedangkan mereka susah payah merencanakan sesuatu untuk kedamaian ini." ucap Muizi panjang lebar dengan jelas akan rencana mereka serempak.


setelah menimbang semuanya mereka berdua saling berbisik dan menganggukan kepala.karena ini menyangkut keselamatan putrinya sendiri.


"baik kami setuju dengan kerja sama ini."jawab kaisar ma dan diangguki jendral long.


"long ,kau balas pesan jendral Mu Hau bahwa kita menyetujuinya. " perintah kaisar Ma kepada adiknya untuk membuat surat balasan yang sudah ditunggu oleh seseorang yang telah lama ia abaikan.


"baiklah saya pergi dulu.sampai jumpa kembali." ucap wanita itu dan terbang menghilang dari ruangan kerja kaisar Ma.

__ADS_1


"suratku,pergilah kekediaman jendral Mu Hau dikekaisaran Bai." ucap jendral long dan surat itu menghilang begitu saja dengan asap hitam yang mengepul keluar.


kekaisaran Bai


kediaman jendral Mu Hau.


"bagaimana sahabatku Mu apa jendral ma serta jendral long menerima tawaran kita.saya tak yakin karena dulu ia mengabaikan kita begitu saja." ucap tuan Su yang merasa was was atas semua ini.


"saya tak tau Su,entah akan seperti dulu atau akan berubah.karena waktu akan menjawab semua itu." jawab jendral Mu Hau mereka berdua duduk diruang utama hanya ingin membahas semua ini.


"Gege,semoga saja mereka bersaudara menyetujui kerja sama yang dikirim suamiku.saya takut ." ucap Li Rong rong kepada tuan Su.


sedangkan tuan Su hanya melihat raut wajah khawatir sang istri yang didampingi putranya Su Xin


"hormat hamba yang mulia jendral.hamba kemari hanya ingin mengabari bahwa diluar kedatangan jendral Du beserta putrinya.dari kekaisaran Zhu" ucap pengawal dari gerbang utama kediaman mengabarkan kunjungan dari kediaman jendral Du .


"bukalah gerbangnya ,dan sambut kedatangannya dengan sopan." jawab jendral Mu Hau dengan tegasnya.


sedangkan kakak iparnya hanya diam mencerna ada maksud apa Du datang kemari.


tepat setelah pengawal itu keluar dan kembali dengan jendral Du beserta putri Du linzi yang kaget karena pria yang ia sukai dan selama ia kagumi karena buku buku yang ia buat.


"Gege sepertinya wanita dingin itu menyukai kutup es ." bisik Silin kepada sang Gege dan diangguki oleh gegenya.


"untuk apa kau kemari jendral Du LAN yang terhormat." ucap tuan Su yang masih saja marah dengan sahabatnya itu .


"itu tak ada hubungannya denganmu Tuan Su Kon." jawab Du Lan dengan ketusnya juga. sedangkan jendral Mu Hau hanya geleng kepala melihat mereka selalu seperti anak kecil yang kalau bertemu slalu berdebat beda pendapat.


perdebatan mereka berhenti saat melihat Mu Hau membaca gulungan surat entah dari siapa .


melihat Mu Hau tersenyum membuat mereka berdua diam dan penasaran.


"kita akan bersatu seperti dulu." ucap Mu Hau tiba tiba dan membuat mereka binggung.


"sahabat kita Lang Ma serta Lang Long menyetujui kerjasamanya. " kata Mu Hau dengan tersenyum simpul dan kau tau kakak ipar ,jendral Du.kedua sahabat kita juga telah menggenggam kelemahan kaisar Zhu lauxi.yaitu dia telah bersekutu dengan bangsa ras Elf tepatnya Ratu Muizi,mantan permaisuri kaisar Zhu lauxi sendiri." jelasnya panjang lebar dan mereka tersenyum.


"kapan kita akan berkumpul melakukan rencana tersebut.kita harus pasang startegi baru." ucap jendral Du karena ia bersama sahabat sahabatnya tak akan terpisah dan hancur berantakan kembali.

__ADS_1


sedangkan para orang tua sibuk menyusun rencana kapan mereka berkunjung ke kediaman kedua sahabatnya itu .


"ayah,saya ingin meminta pria itu menjadi suamiku." bisik Du linzi kepada ayahnya sedangkan ayahnya melihat mata putrinya yang selalu melihat kearah depan.dan ia melihat putrinya menatap penuh cinta kepada pemuda yang berdiri disamping wanita paru baya dipojok sana.


"baiklah ,ayah akan mengabulkan permintaanmu.siapapun pemuda itu entah Kasim,pengawal,ataupun ia anak selir.ayah akan mendapatkannya untuk mu putriku" batin jendral Du dengan antusias karena ia pikir putrinya itu tak mau menikah selamanya.atau ia tak menyukai seorang pria.


"baik ayah akan usahakan ankku." bisik jendral Du.


"mohon maaf, siapa pemuda yang berdiri disamping nyonya itu sahabatku." tanya jendral Du dengan menepuk pelan tuan Su dan mereka semua menoleh melihat pemuda tampan itu.


"dia jendral raja perang kekaisaran Bai." jawab jendral Mu Hau dengan lantang karena ia sangat bangga dengan putra kakak iparnya.


"bukan kah ia sastrawan " tanya nona Du linzi dengan mantap.


"sastrawan,hahahahahhahaa,dia memang seorang jendral sejati.tapi ia juga sangat ahli dalam bidang yang kau maksud itu.nona Du linzi .dia multitalenta."jawab jendral Mu Hau dengan tambah bangganya.sedangkan ayah pemuda itu hanya diam saja.


"apa dia sudah memiliki pendamping" tanya jendral Du.


"maksud kau apa Du Lan,tanya begitu tentang putra ku." tanya Su Kon yang dari tadi hanya diam menyimak pembicaraan mengarah kemana.


"hohohi,tuan Su,kau bercanda pemuda gagah ,tampan dan tinggi itu putramu.sedangkan kau lihat tinggi sih sama,Gagh pun sama tapi kau begitu garang dengan kumismu yang seperti kumis naga hahahahahahaa" ucap jendral Du yang belum sadar bahwa ucapannya begitu salah.


"ya memang saya tak setampan putraku tapi lihatlah wanita yang duduk disamping pemuda itu.betapa cantik parasnya itu." ucap tuan Su yang memuja istrinya penuh cinta dan manja.membuat putranya sendiri senyum sebentar tanpa dilihat seorang pun.


"inilah yang aku inginkan dari dulu.melihat ayah serta ibu berkumpul bukan hanya ayah yang diam diam menemui ibu hanya beberapa Minggu saja." batin Su Xin dengan terharu akan cinta kedua orang tuanya.karena ia sudah tau bahwa dihati ayahnya hanya terukir nama sang ibu.


" jendral muda siapa nama mu." tanya jendral Du yang masih tak percaya akan pengakuan sahabat nya itu.


"menjawab jendral Du .nama saya Su Xin putra kandung tuan Su Kon dengan nyonya Mu tin .pangil saja jendral muda Xin/jendral perang saja." jawab Su Xin dengan tegas dan lantang yang membuat sang ayah serta ibunya bangga akan ketegasan putra nya.


"nak Xin apa kau sudah memiliki tunangan atau istri" tanya jendral Du langsung ke intinya.


"hamba tak berniat memiliki kekasih maupun istri.karena saya ingin membahagiakan ayahanda serta ibunda terlebih dahulu.masalah pendamping biar ayahanda yang menentukan " ucap Xin yang memandang ayahnya berusaha untuk memberitahu bahwa apapun ayah harus menolaknya tuan Su pun tau apa yang diinginkan putra kutubnya itu.


sedangkan jendral Du melihat tuan Su dengan mata berbinar.


"saya belum ingin memiliki menantu." ucapnya dengan lantang.

__ADS_1


"Haaa"


__ADS_2