Penguasa Alam

Penguasa Alam
043.JENDRAL PERANG SU XIN


__ADS_3

"ini bukan cinta tapi ini hanya keinginan besar untuk memiliki."gumam Du Linzi menyadari bahwa ini salah ,ini bukan cinta sejati ini hanya ketertarikan karena mengagumi saja.sampai ia harus berdandan menor selama 3thn setelah mengagumi seseorang,yang ternyata putra kandung tuan Su dan seorang jendral muda bukan sastrawan yang ia impikan.


setelah sadar nona Du Linzi tak lagi mengikuti jendral Xin kembali dan berbelok arah pergi meninggalkan jendral Xin serta meru berdua saja.


"ada apa dengan gadis menor itu."


"ayo ,Xin gege.kita ketempat kedua Gegeku." ucap meru dengan menarik narik kecil langkah jendral Xin.


mereka berdua berjalan menuju kehalaman belakang dengan berlari kecil.


sesampai disana sudah ada kedua saudara yang duduk di kursi batu serta meja batu dihalaman belakang istanah.


mereka hanya mengobrol tentang masa lalu mereka berdua dan obrolan itu selesai setelah melihat kedua orang berbeda tubuh beserta umur menghampiri mereka berdua.


"Hay,bagaimana kabar kalian ." tanya jendral Xin menepuk pundak Luhan dengan sedikit keras.


"ini orang kebiasaan untung saja namamu seperti namaku dikehidupan dulu." batin Luhan dengan jengkel karena kebiasaan sahabatnya itu.


"Hay,adik baixu .bagaimana kapan kau akan menikah dengan wanita angkuh itu.hahahahahaha" ucap jendral Xin mengejek baixu yang ia tak tau bahwa ia sudah tak bertunangan dengan gadis angkuh.


"apa Xin Gege tak mendengar bahwa pertunangannya dengan wanita jahat itu telah batal serta berakhir." ucap meru menjawab pertanyaan jendral xin.sedangkan baixu hanya diam dan tersenyum mengejek bahwa ia sudah terlepas dari seorang wanita.


"sedangkan kau teman.kapan kau akan menikah lihat umurmu yang melebihi ku 5thn."


jleb


"kau sudah tua,apa kau tidak laku"


jleb


"apa kau tak tertarik dengan wanita,apa kau penyuka sesama jenis"


jleb


"yang terpenting kau jangan menyukai ku.sukailah baixu saja "


jleb

__ADS_1


"tidak han Gege ,saya masih suka wanita.bukan seperti dia.mungkin ia sudah terkena penyakit tak bisa berdiri tegak."


jleb


setiap kata yang terlontar dari mulut kedua saudara itu menembus langsung renung hati jendral muda Xin .dengan dongkolnya ia diejek kedua sahabatnya itu.


tapi dia tersenyum karena adik kedua sahabatnya yang tiba tiba membela nya.


"bukan tak ada yang suka dengan Xin Gege .tadi saja ada nona Du Linzi yang mengekor dibelakang Xin gege.tapi mungkin perkataan terakhir Luhan Gege ada benarnya .bahwa Xin Gege bukan suka dengan wanita tapi sesama pria..benarkan perkataan meru ,Xin gege."ucap meru dengan polosnya memandang wajah jendral Xin yang telah masam menahan kesalnya.


"hahahahahahahahahahhaha,benar yang dikatakan adik meru. Xin Gege,kau harus secepatnya menikah agar tak diejek oleh kami .serta kau lihat adik meru saja yang tak tau apa apa bisa berkata begitu." ucap Luhan dengan berdiri merangkul jendral Xin sahabatnya itu.


siapa yang tidak kenal dengan tiga pemuda tampan yang setiap saat diam diam kerestoran cepat saji kekaisaran Zhu tiap akhir pekan.


"huhh,kalian selalu saja membicarakan masalah pernikahan.kau tau sendiri ayahku belum ingin mencari menantu.dia hanya ingin menghabiskan waktu bersamaku.dia ingin merasakan kasih sayang dariku yang terlimpah untuk ibundaku saja.kau taukan masalahnya bagaimana ayah serta ibundaku berpisah karena apa.karena kaisar Zhu lauxi itu dengan licik memberikan selirnya serta anaknya untuk ayahanda dan memata matai pergerakan ayahanda.jadi kami hanya berpisah dan tinggal di kediaman kakek .orang tua dari ibunda." jawab jendral Xin dengan tegas dan sedih.


"apa kau tak tertarik dengan wanita sama sekali." tanya baixu kepada sahabatnya itu.


"hemm,tertarik .tapi hanya dengan gadis kecil yang slalu mengantar Meimei kita.setiap pulang dari danau bersama adiknya."jawab jendral Xin dengan memandang kedepan membayangkan gadis cantik lebih tua dari adik kedua sahabatnya .


"maksud ,Xin Gege. kakak perempuannya sahabat kecil memei kami.nona Wanwai ."ucap mereka berdua dan menganggukan kepala tersenyum cekikikan karena yang disukai sahabatnya ialah nona yang baru saja ia tolak kehadirannya.


"kau kangen dengannya." tanya Luhan dengan hati hati.


"ya,tapi saya rasa dia sudah ada disekitarku.selama beberapa hari.dada ini selalu berdetak tiba tiba.tapi tak pernah aku melihatnya." jawab jendral Xin dengan memegang dadanya yang selalu berdetak akhir akhir ini.


"apa kau sudah lupa dengannya." tanya lagi Luhan dengan penasaran.


"hehh,kalau bertemu pasti akan mengenalinya karena ia memiliki tanda lahir berupa tahilalat di bawah dagunya." Jawab jendral Xin dengan yakin.


"bagaimana kau begitu yakin.kau tak pernah dekat dengannya " tanya baixu dengan penasaran.


"karena dulu aku yang membantunya mengambil mangga .waktu dia mendongak dengan jelas melihat tanda itu." jawabnya kembali.


"mungkin memang wanita yang kau sukai ada disekitarmu.tapi dia sedang menutupi wajah aslinya." jelas baixu dengan terpaksa memberi tau sahabatnya.


"kau tau marga sahabat kecil Meimei kami."ucap Luhan dengan antusias

__ADS_1


"siapa" tanya jendral Xin penasaran karena ia tak berfikir kenapa tak mencari marganya.


"marga nya ialah Du.karena ia putri bungsu jendral kekaisaran Zhu .jendral tua Du lan.bernama Du Wanwai.anak dari istri sah kedua dan sekarang nyonya Fing.dan kau tau siapa gadis cantik yang kau sukai."ucap Luhan sengaja diputus agar jendral Xin sendiri yang mengucapnya.


"putri sulung,nona pertama Du linzi dari mendiang istri pertama." ucap jendral Xin yang dengan jelas diwajahnya bahwa ia menyesal menolak cinta gadis kecilnya.


"betapa bodoh saya.pasti gadis kecilku sangat marah dan kecewa dengan apa yang saya perbuat." batin jendral Xin dengan wajah ditekuknya.


"sebelum kau menyesal lebih dalam.lebih baik kau datang kesisinya.mumpung dia masih diistanah hitam bersama jendral Du." ucap Luhan menepuk pundak jendral Xin.


dengan tanpa permisi jendral Xin memutar balik badannya dan pergi dengan cepat menuju tempat istirahat keluarga jendral Du.


"lihatlah orang yang lagi jatuh cinta." Luhan


"seperti kaisar Lanling " baixu.


"seperti siapa" tanya seseorang yang datang dari belakang mereka.


"haaahhh".


jendral muda Xin


berlari dengan cepat .tanpa menoleh atau menjawab siapa pun yang berpapasan dengannya termasuk ayahnya sendiri serta jendra Du yang masih gencar merayu sahabatnya dengan berbagai cara.


"heh anak nakal.kau tak ada tata Krama hari ini." teriak tuan Su dengan geram.


"maaf ayah ini sangat penting demi masa depan" jawab jendral Xin dengan berteriak disaat ia berlari .


"kau lihat putraku ,apa kau tetap ingin ia menjadi menantumu." ucap tuan Su dengan nada pasrahnya .


"itu tak masalah sahabatku.kau tak tau dulu saya seperti apa." ucap jendral Du dengan tersenyum.


"demi putriku satu satunya.kalau putriku sedih bisa bisa fing marah dan tak mau memaafkanku."batin jendral Du dengan tetap semangat membuat putrinya bahagia.


sedangkan jendral muda Xin sudah sampai depan kamar yang diperuntukan oleh tamu tepatnya ruangan keluarga Du.


dengan keras ia menendang pintu kamar itu.

__ADS_1


Brakkk


"KAU DENGAN LANCANG MENENDANG KAMAR PUTRIKU"


__ADS_2