
"SIALANNNN"
"Suuuttt jangan keras keras.dia sedang ada disekitar sini." bisik ayahandanya yang sudah tau kalau ada yang diam diam mengikuti kaisar Zhu mo Lian yang masuk kedalam kediaman putra ketujunya ia ingin ikut masuk tapi bertepatan mu San datang memasuki ruangan itu kembali.
"Apa kita tetap diam saja ayah."
"bagaimana kalau gadis itu sampai merayu ibunda untuk menjadikan ia adik perempuan kita.sedangkan ibunda sangat ingin memiliki seorang putri." ujar Mu San dengan sedikit takut akan orang yang memanfaatkan kebaikan dan keinginannya.
"Itu tak akan terjadi.karena kakak perempuanmu telah kembali.ibumu tau bagaimana perasaan seorang anak perempuan yang merasa diduakan atas kedatangan orang lain.jiejiemu akan melakukannya ." ucap Zhu mo Lian dengan wajah tersenyum penuh kelicikan yang dulu tak pernah ada dalam hidup sekarang telah menjadi salah satu sifatnya karena penghianatan dahulu.
Disisi lain lorong itu.
"Sial sampai kaisar bodoh itu keluar dari sana.hamba tak mendapatkan petunjuk apapun untuk keluar dari dimensi ini." gumam gadis kecil itu dan dengan mengeluarkan pisau tajam kecilnya ia melukai pergelangan lengannya dan lari dengan cepat menuju tempat nyonya rumah disana.
"Hanya Permaisuri sialan itu yang akan bisa menolongku karena bodoh dan baik." batin gadis kecil itu sembari berlari terbirit birit hingga ia kelelahan dan sampai didepan kediaman nyonya kediaman.
Kedua pengawal dengan sigap menghadang gadis itu masuk dengan paksa.
"Hamba harus bertemu dengan nyonya karena ini tentang putri palsunya itu." teriak mini si gadis itu.
Dari dalam terdengar suara seseorang bergema.
"Biarkan dia masuk" ucap suara wanita itu.
"Baik nyonya." ucap kedua pengawal wanita tersebut dan memberikan mini masuk.
"Awas saja kau ,Setelah hamba keluar dari sini kalian akan hanya tinggal nama."batin mini dengan banga bahwa ia akan berhasil membuat nyonya percaya dia akan menjadi anak angkatnya.
Setelah masuk.ia melihat nyonya rumah yang sedang duduk melakukan tugasnya sebagai nyonya.
Dengan pura pura merasakan sakit dan darah menetes keluar melalui hanfunya ia berjalan mendekat didepan nyonya rumah.
"nyonya,hamba tak bisa melawan wanita yang mengaku menjadi putri anda.karena itu hamba terluka." ucap mini langsung ke intinya.
"Ya ,kenapa tidak langsung kau obati saja." tanya nyonya tanpa melihat gadis kecil didepannya.
"Karena hamba bukan lawannya nona.mungkin dia utusan kekaisaran Zhu atau kekaisaran Lang nona untuk menghancurkan keluarga ini." ucap mini langsung tanpa basa basi lagi seperti dulu.
"Benarkah itu"ucap nyonya yang masih fokus dengan berkas berkas nya.
"Sialan wanita tua ini "batin mini dengan sedikit geram.
__ADS_1
"Nyonya,hamba sampai terluka tapi tak ada para perajurit yang menolong hamba karena hamba hanya seorang pelayan kecil.hamba merasa teraniyaya nyonya,padahal hamba pelayan pribadi nyonya besar." ucap mini dengan menagis yang ia lakukan agar musuhnya iba.
"Benarkah itu.saya akan menghukum prajurit itu dengan peraturan disini." ujar nyonya rumah dengan melihat wajah gadis kecil itu tapi tak ada mimik Wajak kasihan atau tersentuh sama sekali.
"Nyonya ,bukankah lebih baik menjadikan hamba keluarga agar hamba tak merepotkan nyonya terus menerus untuk melindungiku " ucap mini yang mulai bicara niat awalnya.
"Tidak,karena semua keselamatan bawahan ialah tanggung jawab nyonya,tuan dirumah ini jadi itu tak merepotkan.sedangkan mengangkat seorang anak angkat.itu wewenang suami saya bukan wewenang saya." ucap nyonya rumah dan kembali fokus kepada berkasnya kembali.
"Kenapa nyonya tak ingin memiliki seorang putri." ucap mini yang tak ingin penolakan.
Dengan berat hati nyonya rumah kembali melihat gadis kecil itu dan dengan sekali nafas ia berkata.
"Seharusnya anda bersyukur ,ditampung disini sebagai pelayan kecil.jangan meminta lebih karena itu tak akan terjadi.dan anak perempuan.saya sudah memilikinya dengan tuan ia saya sembunyikan karena kami belum menikah.kau bukannya kemarin sudah menyapanya " ucap nyonya dan kembali mengerjakan tugasnya.
"Kalau tak ada yang ingin anda bicarakan kembali.keluarlah obati lukamu sendiri." tambah nyonya tapa melihat gadis kecil itu.
"Sialan kau wanita tua " batin mini dengan geram dan keluar dengan tanpa sadar ia tak meminta izin pamit atau sopan santunnya hilang.
Setelah gadis itu keluar.
"Lihatlah ,terlihat jelas kepura-puraan dan kesetiaan itu." ucap nyonya dengan tersenyum simpul.
"Ya ibunda ,hamba melihatnya sendiri." ucap mo Yun dengan duduk disamping sang ibunda karena dari tadi ia lelah harus sembunyi di bawah rak buku sang ibu.
"Hemmm,ibunda tak sebodoh itu sayang.dari dulu ibunda tak akan gampang mempercayai orang lain.terutama cinta ayahandamu dulu." ucap nyonya dengan mengelus rambut sang putri.
"Lalu kapan putri ibu menikah." tanya sang ibunda kepada anaknya.
"Belum ada yang cocok ibu.lagian baru sehari hamba menjadi perempuan seutuhnya bukan berpura pura menjadi pria kembali." jawab Mo Yun dan dapat pelukan sang ibu .
"Putriku yang baik .pergilah istirahatlah "ucap nyonya rumah dan kembali fokus kepada pekerjaannya.
Di tempat lain tepatnya kediaman belakang khusus para pelayan.
"AHHHHHHKKKKKKK"teriak mini dengan kencang dan semua barangnya pecah berhamburan dilantai.
"SIALANNNN"Teriaknya kembali.
"Kenapa sesusah ini ingin pergi dari dimensi ini.sedangkan jalan satu satunya hanya di keluarga sialan ini." gumam mini dengan prustasinya.
"Apa saya harus menelusuri satu satu kediaman ini dan menemukan jalan rahasia menuju istanah kekaisaran neraka dan menemukan jalan pulang." batin mini dengan mondar mandir kesana kemari seperti setrika .
__ADS_1
"tapi kata penjual lain tanpa melewati atau izin pemilik lorong kita akan mati terpanggang di api neraka milik kekaisaran neraka .lalu siapa pemilik lorong dikediaman ini " batin mini yang berusaha mencari jalan kalau dia bisa keluar dari dimensi ini selanjutnya ia akan dengan leluasa keluar masuk dikekaisaran neraka ini.
"Bagaimana menyakinkan wanita tua itu agar menjadikanku anak angkatnya." batin kembali mini dengan pusing nya.
Tanpa mini sadari seseorang dari tadi mendengar gumaman dan rencana rencananya yang ia ingin lakukan .
"Yang mulia jendral muda Lian xen.bukankah anda ingin menemui tuan muda mo San " ucap bawahan jendral itu.
"Ya,ternyata ada hama didalam kediaman sahabat imutku."ucap jendral Lian xen dan ia menoleh ke samping dan pergi dari sana.
Sebelum pergi ia memerintahkan anak buahnya untuk membunuh hama itu.
"Kalian urus hama itu.jangan biarkan dia selamat,Saya ingin ia mati dengan cepat dan mengerikan" perintah jendral Lian xen dan pergi kesisi lain.
BRAKKKK
"Siapa kalian" teriak mini dengan sedikit waspada.
"Semuanya serang dan Bunuh" teriak satunya dan mereka maju bersamaan dengan brutal lalu membunuh mini tanpa ampun dan tinggallah nafas terakhir yang ia tinggalkan.
"Siapa kalian" tanya mini dengan tersengal sengal.
"utusan dari istanah membasmi hama disetiap kediaman" ucap mereka dan pergi dari sana.
Sedangkan mini sudah menghembuskan nafas terakhir dan kembali kewujud semulanya yang tak lain wanita dewasa sendiri.
Disaat yang bersamaan.
BRUKKKK
"Kalau anda melangkah itu pakai mata tuan jangan hanya kaki saja " ucap seorang wanita yang dengan sakitnya berusaha bangun karena ditabrak benda yang menurutnya keras seperti baja.
"Siapa kau." tanya pria itu tanpa minta maaf malah bertanya.
"Hamba putri nyonya dan tuan kediaman ini.kakak tuan muda mu San " ucap wanita itu dengan jujur.
"ohhh,minggir" ucap pria itu melewati wanita cantik itu dengan angkuh sedangkan sang wanita dengan geram melepas sepatu nya dan........
Plukkkkkkkkk
Mendarat tepat ditengkuk leher sang pria.
__ADS_1
"BEDEBAH "