Penguasa Alam

Penguasa Alam
044.KEMARAHAN NYONYA FING


__ADS_3

sedangkan jendral muda Xin sudah sampai depan kamar yang diperuntukan oleh tamu tepatnya ruangan keluarga Du.


dengan keras ia menendang pintu kamar itu.


Brakkk


"KAU DENGAN LANCANG MENENDANG KAMAR PUTRIKU"


teriak nyonya Fing yang sudah berdiri berkacak pinggang karena kaget dengan dobrakan pintu dikamar putrinya.


sedangkan putri kesayangannya baru saja keluar dari pemandian hanya menggunakan hanfu dalam putih polos. siapa yang menyangka keadaan putrinya yang selesai mandi serta rambut yang masih basah akan dilihat oleh seorang pria yang bukan suaminya.ibu mana yang akan terima.


"keluar kau.pemuda mesum tak tau tata krama.ini kamar seorang gadis bukan kamar istrimu." omel nyonya Fing dengan memukuli badan jendral Xin dengan brutal dan ala Mak Mak bar bar menggunakan sepatu sutra nya yang lembut.


"pergi kau dari kamar putriku." omel nyonya Fing kembali,nyonya Fing tak tau siapa pemuda itu sebenarnya karena kedatangannya paling lambat dari keluarga tuan Su dan tuan Mu Hau.


"au au sakit nyonya,saya minta maaf karena masuk dengan tak sopannya." ucap jendral Xin dengan menyembunyikan wajahnya takut kena tipu kan sepatu mahal nyonya Fing.


sedangkan nona pertama Du Linzi sudah memakai hanfu luarnya dan mengeringkan rambutnya mengunakan sihir anginnya ,karena ia memiliki sihir angin.


"ibu,sudahlah kasian dia." ucap Du Linzi memegang lengan tangan sang ibu.


"putriku,dia sudah terlalu kurang ajar." geram nyonya Fing karena kemarahan nyonya Fing sudah sampai ujung kepala.kalau sudah menyangkut putri sulungnya.


sedangkan diluar sudah banyak pelayan serta pengawal yang datang melihat kehebohan didalam kamar tamu istanah.


"ada apa ini istriku."tanya jendral Du yang telah sampai keruangan itu dengan wajah yang binggung karena pintu kamar yang sudah tak layak.sak istri yang memukuli pemuda yang sedikit familiar menurutnya.


"hanfu itu,tuan Du Lan selamatkan putraku dari amukan istri anda nyonya Fing" ucap tuan Su dengan nada penuh kasihan kepada anaknya.


"istriku,sudahlah tolong kau berhenti" perintah tuan Du dengan berjalan menghampiri sang istri serta pemuda itu.


sedangkan kaisar Ma sendiri yang baru datang dengan seluruh anggota keluarga pun hanya diam serta menjadi saksi.setelah ada titik terang serta musyawarah batu ia akan menjadi penengah sebagai tuan rumah.

__ADS_1


"apa,kau suruh aku diam .suamiku kau tau dia dengan tidak sopannya mendobrak pintu kamar putri kita.sedangkan putri kita baru saja keluar dari pemandian dan kau tau putri kita hanya memakai hanfu dalamnya saja dan rambutnya masih basah.huhuhuhuhu dia telah mencoreng nama baik putri kita.dia sudah melecehkan putri kita.siapa yang mau menikahi putri kita menjadi istri sah nya.hik hik hik kasihan putri kita .kau hanya suruh aku diam dan menyudahi kemarahanku.itu tidak akan mungkin."ucap nyonya Fing dengan menangih tersedu sedu.


sedangkan nyonya Mu Tin hanya diam mengelap air matanya karena melihat sang putra dipukuli pakai sepatu dengan tidak elitnya.


nyonya Mu Tin berjalan menghampiri putranya dengan dipapah sang suami tuan Su.


"nyonya ,saya akan bertanggung jawab.kami akan menikahkan putri anda dengan putra kami.benarkan suamiku." ucap nyonya Mu Tin dan ia bertanya kepada tuan Su juga.


"benar nyonya,tolong maafkan putra kami." ucap tuan su dengan menepuk pundak sang istri agar tak sampai histeris.


"mungkin saat ini ,kami belum bisa melangsungkan pernikahan.bagaimana dengan bertunangan terdahulu agar putra kami serta putri anda bisa mengenal lebih jauh serta tumbuh cinta diantara mereka berdua."tambah nyonya Mu Tin dengan menambahkan usulan.


sedangkan nyonya Fing masih dengan nafas yang mengebu gebu serta merendahkan emosinya ketitik nol.


"baiklah,saya akan menanyakan pendapat putri saya terlebih dahulu."


"bagaimana ,anakku apa kau mau menerima pertunangan ini."tanya nyonya Fing dengan lembut menatap putrinya penuh cinta.siapa yang disana tak tau bahwa nona Du Linzi serta nyonya Fing ialah anak tiri serta ibu tiri.mereka pasti yang gak tau ini lah ibu anak sesungguhnya.


"bagaimana denganmu tuan jendral muda Xin." tanya jendral tua Du dengan tegas.ia tak mau anaknya menderita karena cinta hanya sepihak.


"saya menerima pertunangan ini .tuan jendral Du .dengan senang hati bertunangan dengan nona pertama Du linzi." ucap jendral Xin dengan tersenyum dan dengan nada tegasnya menerima.


"bagaimana yang mulia kaisar Ma ,selaku tuan rumah dikekaisaran hitam.apa anda akan menyetujuinya"ucap jendral Mu Hau dengan nada tegasnya.


"baiklah,Zen serta keluarga Zen pun akan menjadi saksi atas perjanjian ini." ucap kaisar Ma dengan tersenyum .


"baiklah semua bubar.buatlah ruangan untuk kedua keluarga berdiskusi ."titah kaisar Ma pergi meninggalkan ruangan itu diikuti bubarnya semua yang hadir menyaksikan kehebohan itu.


Diruangan itu.


nyonya Fing masih memasang wajah marahnya.


"hai,anak muda jangan kau mentang mentang sekarang tunangannya .seenaknya masuk kekamar putriku lagi.jangan sampai kau ulangi kejadian itu lagi.kalau sampai terulang kembali.jangan sebut namaku Fing." ucap nyonya Fing memberi tahu bahwa meskipun sebagai tunangan harus menjaga sikap dan saling menghormati jangan ada yang namanya sebelum menikah sudah berzina itu maksud dari perkataan nyonya Fing kepada kedua anak muda .

__ADS_1


"baik nyonya,saya akan mengingat pesan anda.dan saya berjanji akan menjaganya sampai kami menikah."jawab jendral Xin dengan mantap.


"huhh,saya pegang janjimu " ucap nyonya fing yang masih belum suka dengan jendral muda Xin.


inilah tantangan beratnya menaklukan hati calon ibu mertua yang terlalu over protektif terhadap putrinya.


setelah itu kedua keluarga itu berdiskusi tanggal tunangan dan tanggal pernikahan dengan sangat baik dan hari yang paling bagus.


tapi entah kenapa jendral Xin melihat bahwa tak ada tatapan memuja kembali Dimata gadis kecilnya itu.


"apa mungkin ia kecewa karena penolakanmu waktu itu.serta hari ini"batin jendral Xin dengan menatap wajah nona Du Linzi tanpa berkedip.


"maaf ,jendral muda xin.apa ada yang salah dengan wajah saya." tanya Du Linzi yang sadar akan ia yang dipandang dari tadi.


"bukan,kau lebih cantik tanpa polesan make up yang tiap hari kau pakai.nona "jawab jendral Xin dengan tersenyum lembut.


"ya terimakasih pujiannya.jendral muda Xn" ucap nona di Linzi dengan tersenyum simpul dan kembali memandang kedua orang tuanya.


"apa kau sudah tak menyukai saya lagi.nona Du Linzi." tanya jendral Du dengan penasaran.


"entahlah tuan jendral.saya tak tau tentang perasaan saya.karena ini baru pertama saya mengenal seorang pria." jawab nona Du Linzi dengan santai dan fokus dihadapannya.


" klau begitu ,kita berdua sama nona." ucap jendral Xin dengan masih menatap nona Du Linzi sendari tadi.


"sama bagaimana tuan jendral" tanyanya dengan penasara.


"heemm,sama sama ini baru pertama saya mengenal seorang gadis." jawab jendral Du dengan antusias.


"jangan banyak omong kau.diam jangan ratu putri kami.kau itu memang ya." ucap nyonya Fing kembali mendengar percakapan mereka berdua.


"maaf calon ibu mertua" ucap minta maaf kepada nyonya Fing.


"APA ,CALON IBU MERTUA.KAPAN"

__ADS_1


__ADS_2