Penguasa Alam

Penguasa Alam
069.IKAN LEGENDARIS BESERTA KEISTIMEWAANNYA.


__ADS_3

"Sudah setahun lebih tak melihat ikan itu keluar"


"Iya,"


"Inilah yang kami tuju melihat ikan legenda " batin mereka bertiga dengan memandang kolam mata air hijau itu.


Plukk


plukk


Seekor ikan berenang dikolam kecil dengan berlengak lengok kesana kemari.


"Biarkan ,hamba yang memberikan dia sesuatu agar ikan tersebut memberikan sesuatu yang dicari seseorang " ucap kepala tetua desa giok hijau tersebut .


Sebuah makanan yang ia dapat dari hutan tadi ia masukan ke dalam kolam itu dan dimakan seekor ikan cantik itu.


Tibalah dimana cahaya hijau muncul dan terdapat sebuah kristal hijau disana.


Kepala desa itu pun mengambil nya dan memberikannya kepada Mulan .


"Maaf tuan putri ini hanyalah sesuatu hadiah kenangan dari desa giok hijau.mohon diterima hadiah yang tak seberapa ini." ucap kepala desa itu yang memberikan kristal itu ke tangan Mulan.


"Baiklah,akan hamba simpan untuk kenang kenangan tuan ." jawab Mulan dan menaruh kristal itu kedalam dimensinya yang dimana semua orang tau kristal itu ditaruh di saku hanfu nya.


"Mari hamba jamu dengan minuman manis sebagai tanda penghilang dahaga ."ucap kepala desa itu .


Mereka berempat berjalan kesuatu arah dimana disana hanya dikelilingi bambu hijau.


Sesampai didalam bambu itu terdapat sebuah Gasebo sederhana yang terbuat dari bambu dengan atap terbuat dari anyaman rotan.


Didalam Gasebo itu sudah tersaji sesuatu minuman yang dimana sudah didalam gelas bambu disana.


Mereka bertiga duduk ditempat masing masing yang disana sudah tersaji minuman.


Mulan yang merasa haus pun menyesap pertama minuman itu.


Terasa manis alami yang ia rasakan dan segar setelah meminum minuman hijau itu.


"Apa ini air tebu" tanya Mulan kepada kepala desa tersebut.


"Benar ,putri.itu perasan tebu hijau disini.karena disini begitu subur tanaman tebu ditanah ini" jawab kepala desa tersebut dan sembari ikut menyesap gelasnya sedikit demi sedikit.


Mereka berbincang dan menghabiskan sesapan terakhir.

__ADS_1


Setelah Berjam jam berbincang mereka pun akan kembali kekediaman mereka karena hari sudah ingin gelap.


"Tuan ,kami bertiga meminta izin kembali kekaisaran hitam.karena hari sudah mulai gelap." ucap Baixu dengan sopan.


"Baiklah,kalau kalian akan kembali secepat ini biarkan kalian diantar sampai tujuan dengan selamat.mari" ucap kepala desa itu dan mereka berempat berjalan kembali kekolam hijau.


"Ikan baik,tolong bawah mereka bertiga kembali kekaisaran secepatnya." ucap kepala desa itu dipinggir kolam.


Tak berselang lama cahaya hijau menyelimuti seluruh tubuh ketiga bersaudara itu dan wusss mereka hilang kembali ketempat yang mereka tujuh langsung dengan keistimewaan ikan legendaris itu yang dimana bisa membawa manusia sebanyak apapun berteleportasi kembali keasalnya..


Di istanah hitam.


Wusss


Mereka bertiga kembali kekediaman mereka masing masing dengan perasaan kagum dan terpesona.


"Benar benar istimewa." batin mereka bertiga sebelum melakukan kegiatan mereka masing masing yang dimana salah satu dari mereka harus kembali kekaisaran Long untuk memimpin kekaisaran dan memiliki seorang istri yang menunggunya.


Istanah Long.


Seorang wanita berjalan seperti sebuah setrika yang sedang bekerja merapikan baju.


Dengan bolak balik kesana kemari memikirkan sesuatu yang begitu serius.


"Wai ,apa anda tidak pusing berjalan kesana kemari.zen pusing melihatmu saja " ucap orang itu membuat wanita yang dipanggil namanya pun menoleh dan menghampiri orang itu.


"Yang mulia kaisar Luhan.hamba hanya sedang binggung dan bimbang.apa benar hamba tak sepantasnya menjadi permaisuri yang mulia." ucap wanita itu yang tak lain permaisuri Wei In.


"Siapa yang berkata anda tak layak menjadi permaisuri Zen"tanya Luhan kepada sang istri.


"Seorang putri dari Mentri kiri kekaisaran zhu.bahwa hamba tak sepantasnya menjadi permaisuri kekaisaran Long.karena bagaimanapun hamba hanyalah seorang jendral dari kekaisaran terrendah " jawab permaisuri Wei In dengan tersenyum kecut.


"Mereka hanya iri dengan kebahagiaan anda permaisuri" ucap kaisar Luhan dan berdiri lalu pergi dari sana sebelum sampai dipintu keluar.


"Zen akan keruangan kerja.istirahatlah jangan pikirkan apa kata orang lain yang tak memiliki hubungan sama sekali" ucap Luhan dan pergi dari sana menuju ruang kerjanya.


Setelah kepergian Luhan permaisuri Wei In istirahat dan memejamkan matanya lalu dalam hitungan detik ia sudah ke alam mimpi karena daritadi ia sudah lelah karena berfikir.


Ditempat lain.


Prang


cetar

__ADS_1


Brak


"Ini ialah hukuman kecil untuk anda nona dan keluarga anda karena mengusik ketenangan permaisuri kaisar kami."ucap lelaki berpakaian lengkap seperti seorang jendral.


"Pasti ini semua ulah wanita ****** itu kan" teriak nona itu yang masih tak tau atas kesalahannya.


"Bukan.ini semua atas perintah kaisar langsung.untuk memporak porandakan kediaman kalian karena telah menyinggung dan menghina permaisuri."ucap salah satunya dan membawah gulungan dari kaisar tersebut


lalu memperlihatkan kepada kedua orang tua nona itu dan mereka tau bahwa itu stempel langsung dari kaisar.


"Mohon ampuni kami.kami tak masalah ia dibunuh atau dipenjara tapi mohon ampuni kami karena bagaimanapun putri dan putra kami yang lain tak terlibat dengan kelakuan dan kelancangan dia." ucap seorang pria paru baya itu dan menunjuk nona itu.


"Ayah" ucap nona itu dengan pelan.


"Jangan panggil hamba ayah.kalau anda hanya menambah masalah dikeluarga ini." ucap pria paru baya itu dengan lantang.


"Sesuai perkataan anda tuan .kami akan mengampuni keluarga anda yang lain dan...." sebelum salah satu mereka meneruskan ucapannya.


Sebuah kepala terlepas dari badannya dengan kejam tanpa belas kasih.


"Kami akan membunuh mereka yang bersalah." ucap jendral muda itu yang telah menebas kepala nona itu dengan pedangnya dan disarungkan kembali ke tempatnya setelah dibersihkan dengan kain yang berada dibalik lengannya.


Semua yang berada disana bergidik nyeri melihat kekejaman itu yang tak pernah mereka sadari bahwa selain kaisar Lanling yang kejam .kaisar long pun juga orang yang kejam.


"Benar benar kejam" batin salah satu mereka yang sudah terkencing kencing karena dengan matanya sendiri ia menyaksikan kepala kakak perempuannya terlepas dari tubuh dengan tanpa aba aba.


Yang dimana orang yang dipenggal masih bersikeras membantah dan ingin berdebat lebih lama lagi.tapi mereka yang diutus tak ingin berlama lama.


"Kami permisi karena urusan dan tugas kami telah selesai." ucap salah satu orang itu dan mereka berdua menghilang dari sana dengan sekejab.


Setelah kepergian kedua tamu tak diundang membawah petaka itu mereka semua berdiri dan menetralkan hati dan jantung mereka sebelum membereskan kekacauan dikediaman mereka.


"Kalian urus jasat anak sialan itu.entah kalian bakar atau kalian buang terserah.ingat kalian jangan coba coba kembali memiliki masalah dengan pihak kekaisaran long maupun kekaisaran lain.kalau tak ingin bernasib sama seperti dia." ucap pria parubaya itu dan kembali masuk kekediamannya tanpa bersedih atas kematian putrinya.


"Suamiku,istirahatlah.jantungmu sakit kalau marah marah seperti itu.untung saja kedua orang itu memaafkan kita dan yang lain kalau tidak pasti semua keturunan kita akan punah" ucap wanita parubaya itu yang tak lain ibu kandung wanita yang dipenggal itu .


"Benar kata mu.untung saja." tambahnya dengan bernafas lega.


"Mari hamba antar kembali kekamar.biarkan jasad itu diurus pelayan dan pengawal dikediaman ini." ucap wanita parubaya itu dan mereka berdua kembali menuju kekamar.


Sedangkan dihalaman itu.


"Hahahahahahaa,Sekarang orang yang sering menindas dan menjadikan hamba seorang yang tak berguna telah tiada.terimakasih yang mulia kaisar long telah mengabulkan doa hamba.untuk menyingkirkan dia.memang orang jahat itu selalu mendapat balasan yang begitu tragis.semoga saja hamba dijauhkan dari sifat itu " ucap salah satu nona yang ada dikediaman itu dengan senang hati bahagia atas kematian itu.

__ADS_1


__ADS_2