
sesaat kedamaian itu sirna setelah ia merasakan seseorang duduk disampingnya.
tanpa melihat ia hanya berkata
"pelayan,tolong kau jangan terlalu brisik ." ucapnya tanpa melihat lawan bicaranya.
"apakah saya mengganggumu tuan putri." ucap seseorang dengan suara terdengar seperti seorang pria.dengan sekejam ia menoleh
"KKAUUU"
"ya"
jawab pria yang tiba tiba duduk disampingnya dan dengan cepat membungkam mulutnya dengan sapu tangan Yang ada di hanfu nya.
dengan geram Dhi Wai mengambil saputangan itu dan melemparnya ke arah pria itu.
"sedang apa kau kesini." tanya Dhi Wai kepada pria itu.
"menagih janjimu ,yang akan datang sore nanti diruang kerjaku." ucap pria itu dengan tersenyum mengejek gadis dihadapannya
mendengar ruang kerja pria itu,membuat rona pipi di wajahnya seperti tomat .
melihat wajah gadis itu membuat pria itu tertawa didalam hatinya.
"saya tau,kau masih mengingat kejadian semalam dengan jelas,putri Dhi wai.kau pura pura lupa.padahal saya tak mengunakan mantra penghilang ingatan." bisik pria itu menyeringai
"kau,pangeran Luhan .jaga bicara anda." ucap Dhi Wai dengan tegas.
"heh ,benarkah.bagaimana.apa kau ingin datang sendiri diruang kerjaku atau langsung saja kubawah langsung." ucap pria itu yang tak lain Long luhan.
dengan geram Dhi Wai menggerakkan giginya karena marah.
"dasar bedebah.pergi kau.kau jangan semena mena pada ku.aku bukan bonekamu yang bisa kau atur dan kau inginkan.dengan kasarnya kau menamparku dipagi hari .sekarang kau ingin aku pergi bersamamu .dalam mimpimu saja sayabtak Sudi." ucap Dhi Wai dengan tegas dan penuh penekanan .
"kau tak mau ikut denganku meskipun hanya sebentar." tanya kembali Luhan kepada gadis itu.
"tidak akan."ucap gadis itu tanpa rasa ragu ragu.
"baiklah ,sepertinya melakukan kegiatan semalam didalam kereta ini sangat menyenangkan."ucapnya dan kegiatan semalam pun terjadi kembali didalam kereta kuda meskipun berteriak minta tolong dan guncangan sangat keras Dhi Wai lakukan didalam keretanya.tapi apa semua seakan seperti tuli dan buta disana.karena ia tak tau bahwa dari awal kereta yang ia tumpangi sudah penuh dengan mantra ilusi di kereta yang ia targetkan dari luar mereka hanya melihat kereta berjalan seperti biasa.
setelah sampai digerbang perbatasan didalam kereta Dhi Wai.
sang pemilik sudah menjadi korban seseorang dengan buas didalam sana.
dengan riasan rambut yang sudah tak rapi kembali.baju yang telah sobek sobek.
__ADS_1
pokoknya seperti gembel yang tak memiliki baju ganti karena Ian hanya menutupi tubuhnya dengan jubah besar seorang pria dewasa.
"pakailah ini,saya akan kembali malam nanti." bisiknya dan pergi menghilang entah kemana.
"dasar sialan."maki Dhi Wai dengan keras.
"hik hik hik" tangis Dhi WAI dengan menyembunyikan wajahnya dikedua kakinya.
"kenapa disaat aku telah membencimu kau datang seperti ini .apa salahku " ucap Dhi Wai dengan menangis sesegukan..
"putri,putri anda telah sampai dipintu kediaman putri .apa putri tak mau turun" tanya pelayannya itu.
dan tibalah Dhi Wai menyibak tirai dan turun dari keretanya dengan menutupi bagian tubuhnya agar tak dilihat oleh pengawal sedangkan mereka melihat junjungannya masih mengenakan pakaian yang tadi ia gunakan.
"baiklah ,pelayan kau istirahatlah hari sudah sedikit aja. berganti malam.saya akan langsung tidur setelah mandi nanti." ucap Dhi Wai disetiap lorong yang ia lewati.dia melewati lorong itu serasa ada seseorang ada disekitarnya.
"siapa disana" teriak dan melangkah mengikuti arah sumber dan membuka ****** itu ia melihat pelayan dan penjaganya melakukan hal itu didalam tamannya.
"apa maksud kalian mengotori tamanmu." ucap Dhi Wai dengan tenang dan hawa ketegasannya.
"maafkan hamba putri.hqmba sudah tak tahan karena selama dua menit tadi hamba merasakan hal aneh setelah keluar dari ruangan anda tuan putri" ucap pelayan itu yang melakukan disemak taman.
"emmm,ruanganku.mana ada obat seperti itu " sanggah atas fakta itu.
dengan bar barnya Dhi Wai menghancurka. lilin lilin aroma terapi disana.tapi ia lupa apa yang dikatakannya.
"sialan,pria berengsek itu benar benar." ucap Dhi Wai dengan kesal.
"ehhmm,bagaiman dengan saya tadi .putri Dhi Wai." ucap pria itu dengan tersenyum.
"entah kau dari kamarku." teriak serasa merayu sang pemilik kamar.
"sayang,kau begitu Galak dengan suamimu sendiri.
"dasar sialan siapa istrimu."teriak dhi Wai dengan kerasnya.
"kau,saya sudah meminta izin pada ayahmu.karena masalah kekaisaran ." ucap Luhan dengan tersenyum penuh arti..
"lalu ,untuk apa kau kemari." tanyanya
"istirahat karena bermain didalam kereta kuda itu rasanya lelah.aku akan berbaring disini." ucap pria itu dengan berbaring di atas ranjang perempuan itu.
"apa kau memiliki rumah.apa kau orang yang tak tau malu ya." teriak dhi wan dengan gerang.
"kau menganggu mood tidur ku saja.hubh.
__ADS_1
pangeran luhan. berdiri dan berkata "kau menggodaku ," ucap Luhan denga. berdiri menghampiri Dhi wai.
"jangan mendekat atau aja. memangil ayahku 'ucaonya dengan terbata
"silahkan." ucap pangeran Luhan langsung saja menerjang gadis itu dengan sedikit kasar dan brutal.
iya saudara sila itu memang memiliki hal yang sangat privasi entah apa yang ia pikirkan. dan niku.
setelah puas ia berbaring di ranjang seorang putri dengan tanpa serba dosa.
sedangkan sang pemilik kamar sudah tak tau entah kemana ..
"kau tidur dengan begitu nyenyak ya .aku menyukaimu sendari dulu.tapi aku tak tau harus bagaimana.kaisar Dhi memang sedikit ceroboh mengizinkan pria sepertiku bermalam disebelah kamar putrinya." gumam pangeran Luhan tersenyum kembali.
"kau istriku,sampai kapanpun tetap istriku." gumamnya dan memandang giok kecil yang mereka berdua miliki.
MASA LALU GIOK
"hik hik hik hik" suara seseorang menangis.
seorang gadis kecil usia tiga tahun menghampiri bocahnlaki laki usia 10 THN.
"Gege,kenapa kau menangis" tanya gadis itu.
"kata teman saya sangat jelek.tak ada yang mau menjadi istri ku kelak." ucap bocah laki laki itu dengan sedih.
"Gege,aku akan menjadi istrimu .ayo kita kekuil disana .disana ada ayah,ibu serta sahabat ayah.mereka akan menjadi saksi pernikahan kita." ucap gadis kecil itu berlari menarik tangan bocah sepeluluh tahun itu.
sesampai didepan kaisar Dhi serta keluarga dan jangan lupa orang tua bocah sepuluh tahun itu.
"ayah ,ibu aku ingin menikah dengan dia hati ini juga dikuil ini." ucap gadis itu dengan polos.
"putriku umurmu belum bisa menikah." ucap ibunda Dhi Wai.
perkataan dan rengekan gadis kecil itu mengundang perhatian pendeta disana.mereka menghampiri dan berkata.
"biarkan mereka berdua menikah dikuil ini.kalau memang jodoh kelak dewasa ia akan memutuskan apa yang mereka inginkan.mari kita ganti bajumu dengan baju pernikahan."ucap biksu wanita disana dengan sekejam mereka berdua telah memakai pakaian pengantin tak lupa mereka pun mengikuti upacara pernikahan dan mengikuti sumpah dan kehormatan untuk langit dan bumi.mereka berdua pun memiliki giok pasangan dengan ukiran nama mereka berdua. setelah acara selesai .Dhi Wai dibawah kembali oleh kedua orang tuanya.tapi naas diperjalanan mereka dihadang bandit .meskipun mereka menang tapi sang putri telah terkena benturan keras dikepalanya oleh benda tumpul dan merupakan kenangan masa kecilnya.yang ia ingat dia sudah menikah tapi dengan siapa ia tak ingat.hanya giok putih itu sebagai simbolnya.
kembali ke cerita.
Luhan tak salah meminta hak nya sebagai suami.tapi dengan cara yang sangat salah karena memaksa sang wanitanya itu yang salah.
"saya akan memberikan giok ini kekaisar Dhi .agar mereka segera membatalkan pertunangan Dhi WAI dengan pangeran ketiga Zhu hua.secepatnya." setelah itu ia tidur dengan damai disisi wanita yang sudah dari ia umur 10 THN menjadi istri kecilnya.
.
__ADS_1