Penguasa Alam

Penguasa Alam
048.MENCELAKAI DHI WAI.


__ADS_3

"ide bagus.saya juga lagi bosan tuan." ucapnya dan berjalan terlebih dahulu.


"tunggu dulu linzi." teriak jendral Xin


dan


BRUKK


ia terjatuh tak terhormat seperti setatus nya yang terhormat.


jendral Xin jatuh tepat diatas tubuh nona linzi dengan jarak wajah sekitar tiga cm.membuat jantung kedua insan itu berdetak sesuai irama aroma aroma cinta keduanya.


tanpa sadar jendral Xin mendekat dan ia menempelkan bibirnya .


sedangkan Linzi memelototkan netra ya dengan tajam.


"ciuman pertama ku." batinnya yang sangat syok.


"dasar mesum,lepaskan." ucap linzi setelah jendral Xin melepaskan dirinya.


"maaf saya tidak sengaja. nona Du " ucap jendral Xin dengan wajah merah merona karena malu.


mereka berdua menjadi canggung dan pergi meninggalkan tempat itu masing masing.


dilain tempat.tepatnya disebuah ruangan .


lenguhan lenguhan kenikmatan menggema disetiap ruangan itu.


"uhh,," ucapnya yang tanpa dia pikirkan sama sekali dengan sangat lihai pria itu mempermain kan seorang gadis yang dengan mudah ia dapatkan .sedangkan gadis itu sudah sangat berantakan tanpa sehelai benang pun sedangkan sang pria masih dengan pakaian utuh dan lengkapnya.


sebelum kejadian diruangan itu.


"kau ,memang gadis tak tau diri.kau mengejarku bukan karena kau menyukaiku tapi karena permintaan meimei.aku sudah tau itu dari dulu.kau membuatku menjadi sangat tidak berperasaan." gumamnya marah dengan apa yang terngiang ngiang tulisan tulisa tinta yang ia baca disurat itu.


"pengawal,kau sampaikan titahku.suruh gadis yang menulis surat itu datang kemari menghadap keruangan kerjaku."perintah pria itu dengan sedikit arogant dan penuh penekanan berbeda dari sifatnya yang lembut dan baik diluar sana.dia ialah karakter pemaksa dan mendapatkan apa yang ia mau.


pengawal itu pergi keruangan gadis itu yang sudah disiapkan pihak kekaisaran.


tok


tok


tok


"putri,ada seseorang ingin bertemu." ucap pelayan dengan mengetuk pintu.


"ya,tunggu sebentar."ucap seseorang didalam sana dan tibalah pintu kamar terbuka.


"ohh,kau pengawal pria brengseng itu.ada apa mencariku." tanya putri tersebut tanpa basa basi karena ia sudah sangat marah dengan majikan pengawal itu.


"mohon maaf putri Dhi wai.hamba disini hanya ingin menyampaikan .bahwa anda disuruh menghadap kepada junjungan hamba diruangan kerjanya." ucap pengawal itu .


"baiklah,antar saya kesana." jawab putri itu yang tak lain Dhi Wai .mengikuti kemana pengawal itu melangkah.


Sesampai dipintu ruangan yang sangat besar.


tok


tok


tok


"yang mulia,hamba sudah membawah putri Dhi Wai kemari."ucap pengawal itu dengan nada gemetar.


"suruh dia masuk,dan kau jangan ikut masuk." ucap pria yang didalam sana denga telepati.


karena ia sudah memasang segel pelindung dikediamannya.

__ADS_1


"putri masuklah,yang mulia sudah menunggumu." ucap pengawal itu dengan sedikit penasaran.


"ada apa dengan yang mulia.kemarin ia dengan kejamnya mengusir putri dhi.sekatang mencarinya..


dengan tanpa waspada ia masuk dan melihat suasana ruangan kerja itu yang sangat mewah dan jangann lupa ada ranjang besar disebelah kiri ruangan kerja tersebut dan di sebelah kanan banyak rak rak arak .dan dibelakang meja kerja yang disana ada seseorang yang mencarinya ada rak buku tersusun rapi.


"duduklah putri Dhi" ucap pemuda itu dengan nada dinginnya.


tanpa disuruh dua kali .ia duduk didepan pemuda itu yang masih fokus dengan kertasnya.


"apa kau tau ,untuk apa kau kusurun kemari." tanya pemuda itu.


"mana ,hamba tau yang mulia." ucap putri Dhi Wai dengan sedikit mencibir pria yang ia benci itu.


"hehh,kau tau apa kesalahanmu." tanya pemuda itu dan hanya dianggap bualan oleh putri dhi sendiri.


"sialan,ia mengira saya berbual.lihat saja apa yang akan kau lakukan setelah ini."batin pemuda itu.


"apa kau bisa minum arak." tanya pemuda itu


"maaf,saya tak pernah meminumnya." ucapnya dan dengan cepat ia keluar dan membawah nampan berisi minuman.


"ini minumlah,ini dari pengawal tadi dia mempersiapka. tamu." ucap pria itu dengan sangat berkuas.


"baiklah ,hamba akan meminumnya." ucap putri Dhi Wai dan meminum dengan sekali teguk.tapii tanpa disadari putri Dhi seringai licik tersuging dibibir pria itu.


tanpa ada suara,dan mereka berdua hanya diam saja.bukan diam pria itu tapi menunggu sesuatu yang akan membuat ia puas sekali.


"kenapa setelah meminum minuman ini,tubuhku terasa panas dan sedikit pusing." batin Dhi Wai dengan mengerjab ngerjab netra indahnya.


"apa anda merasa tidak nyaman putri Dhi Wai." tanya pria itu dengan masih duduk didepannya.


"tak apa." ucap putri Dhi singkat


tepat beberapa menit satu persatu hanfu putri Dhi berantakan karena ia merasa panas sekali suhu tubuhnya.


"sangat panas.dan ini musim panas kah." gumam Dhi Wai yang masih didengar pria itu.


"mari ikut denganku,pasti kau akan suka" ucap pria itu meraih lengan putri Dhi dan membawahnya kesisi sudut kiri ruangan itu yang terdapat ranjang begitu besar .


setelah sampai pria itu menghempaskan tubuh Dhi WAI dengan kasarnya.


"auuu sakit." ucap Dhi Wai meringis karena pinggangnya yang sakit.


"itu tak kan sakit,lebih sakit lagi ternyata kau mempermainkan ku selama ini Wai."ucap pria itu yang menaruh telapak tangannya dipipi dhi wai yang merah merona karena obat yang dicampurkan pria itu diteh yang dia minum.


"aku akan memilikimu seutuhnya tanpa kau mengetahuinya."ucap pria itu dan dengan cekatan ia sudah mencium bibir Dhi WAI


dan melakukan sesuatu ditubuh gadis itu tanpa gadis itu sadari sendiri.


"aset berhargamu sangat pas dan terlalu besar untuk ukuran seorang gadis." bisik ditelinga Dhi WAI.


dengan lihainya pria itu menservis Dhi WAI dengan gaya zaman modern bukan kuno yang langsung gas poll.


setiap sentuhan bibir pria itu dan permainan tangan pria itu membuat gadis tersebut melenguh karena merasa puas akan semua yang dilakukan pria itu tanpa ia sadari.


lenguhan lenguhan kenikmatan menggema disetiap ruangan itu.


"uhh,," ucapnya yang tanpa dia pikirkan sama sekali dengan sangat lihai pria itu mempermain kan seorang gadis yang dengan mudah ia dapatkan .sedangkan gadis itu sudah sangat berantakan tanpa sehelai benang pun sedangkan sang pria masih dengan pakaian utuh dan lengkapnya.


setelah selesai dengan permainannya giliran pria itu melepas seluruh hanfu nya dan melakukan penyatuan .


"hehh,kau ternyata bukan seorang ****** rupanya.tak masalah.aku orang pertama memilikimu." ucapnya dan meneruskan kegiatan yang ia lakukan.sampai beberapa gaya yang ada di zamannya dulu.


setelah puas ia kembali lagi dan lagi.


tanpa mereka tau.gadis yang berada diruangannya dan menjadi pemuas ranjangnya telah menjadi pencarian oleh keluarga kekaisaran Dhi.

__ADS_1


pagi hari


tok


tok


tok


"yang mulia pangeran Luhan.mohon maaf diluar para tamu kekaisaran Dhi mencari putri mereka .apa pangeran tadi malam melihat putri Dhi ada dimana."tanya prajurit yang ikut mencari putri Dhi .


"tidak,pergilah jangan menganggu pekerjaanku."ucap pria itu yang tak lain pangeran Luhan.


pangeran Luhan ialah sosok Gege yang baik,penyayang dan kuat.


tapi ia tidak akan terima kalau ia dipermainkan atau dibuat menjadi mainan seseorang.


setelah menjawab pertanyaan pengawal yang ada diluar ia kembali melihat gadis yang tadi malam menghabiskan malam bersamanya terkulai lemas dibalik selimut itu.


"sembilan kali,hehehhh" gumamnya dan tersenyum mengerikan disudut bibirnya.


"pengawal," ucap pangeran Luhan memanggil pengawal setianya lewat telepati dalam sekejam ia dihadapan junjungannya.


"kau ,pergilah ketempat kaisar Dhi dan keluarganya.bilang bahwa putrinya bersamaku.pergi kesuatu tempat." ucap pangeran Luhan da. dianguki oleh pengawlnya dan pergi dari sana.


setelah kepergian pengawal dia menuju pemandian dan berendam di kolam dan dengan cepat memakai hanfu barunya dan cepat melakukan sihir memakaikan pakaian baru ketubuh Dhi WAI dalam sekejab berpakaian lengkap dan ruangan sudah seperti semula.


perlahan Dhi WAI sadar dan mengerjakan netra indahnya melihat sekeliling.


"dimana aku." ucapnya


"kau ada diruangan kerja saya.kau lupa kau pingsan sangat merepotkan." ucap dan jawab dengan ketus pangeran Luhan.


"heh, terimakasih pangeran luhan.kau menolongku.tapi lebih baik kau biarkan hamba tidur dilantai .itu lebih baik." ucap Dhi Wai dengan dinginnya tak mau kalah.


"kalau begitu saya pamit undur diri." ucap Dhi Wai dengan pergi menuju pintu keluar.


"sore nanti kau kembalilah kemari.karena kau pingsan jadi pembicaraan kita belum usai." ucap nya penuh printah.


"ya."


dan pergi dengan membanting pintu dengan kerasnya.


"heh,kau memang sangat unik dari dulu.dengan menghilangkan memori kejadian semalam.ia telah melupakan hal yang terjadi.tapi dia akan histeris setelah melihat bekas kepemilikanku disetiap kulitnya " batin pangeran Luhan dengan seringai iblisnya.


diruangan tamu khusus untuk kaisar Dhi dengan keluarganya.


"putriku,darimana saja kau sayang." ucap ibundanya dan memeluk sang putri tapi insting seorang ibu mencium aroma putrinya yang penuh dengan wangi Cendana khas seorang pria yang berkuasa.


"ceritakan sayang" ucap ibundanya dengan penasarannya.


"entahlah ibu,saya tak mengingatnya sama sekali.kepalaku sangatlah pusing dan sakit.kata pangeran Luhan semalam saya pingsan sampai pagi.dan tubuhku terasa remuk dan hancur .saya akan istirahat terlebih dahulu ibu saya mandinya nanti saja." ucapnya berlalu pergi dengan lelahnya sesampai di dalam kamar ia langsung berbaring dengan pulasnya.sedangkan ia tak tau sang ibu telah melihat tanda merah disetiap leher jenjangnya .dan jangan lupa ibunya pun dengan tanpa menunggu putrinya.ia melepas hanfu putrinya dan betapa syoknya ia melihat kulit putrinya yang sudah seperti macan tutul.


lalu sang ibu kembali memakaikan hanfunya kembali.karena pulas sang putri tak merasakan apa apa


"apa yang telah terjadi.ia tak ingat sama sekali." batin ibundanya penasaran dan pergi dari sana.dan ia tetap merahasiakan semua itu sampai tau siapa pelakunya tapi ia akan membicarakannya dengan suaminya saja.


dikamar mereka.


"AAAPPAAA"


"KITA HARUS MEMBAWAH PUTRI KITA PULANG SAJA .DISINI SANGAT MENGERIKAN SUAMI." ucapnya dengan tegas dan nada amarah serta tinggi.


"suamiku,sekarang pun kita harus meminta izin pulang lebih awal.kalau sampai ditunda hari ini .putri kita akan dilecehkan seperti wanita penghibur selama disini." ucap permaisuri Dhi dengan menangis sesegukan.ia telah menceritakan apa yang ia lihat dan cium dari tubuh putrinya.


"iya ini masih pagi.jadi kita langsung pulang saja.dan meminta izin yang mulia kaisar ma secepatnya.ayo kita ke ruangan kaisar Ma."ajak kaisar Dhi dan sang istri ikut membuntuti suaminya.


disetiap lorong mereka hanya fokus menuju tempat kerja kaisar Ma.

__ADS_1


BRAKKKKK


"BAANGUN."


__ADS_2