
"Akan xen beritahu kalau masih seperti itu lebih baik kita bertindak tegas." jawab jendral Lian xen serius.
"terserah kalian para laki laki.ibu hanya bisa mengikuti saja keputusan kalian." ucap selir Lian dan setelah mendapat rengekan manja dari putranya yang ingin bermanja manja dengan sang ibu.dengan ditemani di tepi ranjang.sudar tertidur dengan pulas.
"Kenapa lama sekali tak kunjung kembali."ucap perdana Mentri Lian yang sudah sampai depan pintu kamar putranya.
"suuuttttt,Pelan pelan" jawab selir Lian.
Melihat itu perdana Mentri Lian menjadi jengah.
"Anak ini." batin perdana Mentri Lian geram .
"Sudahlah suamiku,Xen'er dari dulu seperti ini .apa salahnya toh hamba bahagia di menerima hamba sebagai ibunya.meskipun hanya ibu sambung hamba sangat bahagia." ucap selir Lian dengan sedikit tersenyum bahagia.
"istriku,jangan lupa kita memiliki seorang putri juga .pikirkanlah dia jangan selalu mendahulukan Xen'er terus terusan." ucap pedana Mentri yang mengingatkannya kalau mereka harus bisa membujuk anak gadis mereka.
"Huhhh, hamba sudah lelah menasehati putriku sendiri.terserah kalian mau berbuat apa memutuskan solusi ini hamba mengikuti saja.tohh Xiu'er sudah tak seperti dulu lagi seperti 2tahun yang lalu yang masih patuh dan penurut lagi." jawab selir Lian yang sudah sangat lelah dengan putrinya selama 2 tahun ini selalu membangkang.
"Sudahlah kapan dia akan kembali.ini sudah sangatlah petang." ujar perdana Mentri Lian dengan nada khawatirnya.
Sedangkan nona Lian xiu sedang mendengarkan pembicaraan seseorang yang ia kenal dengan seorang gadis digang sempit .
karena ujung gang yang gelap membuat kedua manusia berbeda jenis tak mengetahui bahwa diujung dekat mereka ada seseorang yang sedang diam mematung karena melihat pria yang dicintai berdua digang sempit dengan gadis lain.
"Katanya anda hanya mencintaiku,nyatanya anda berjalan bersama tiap hari dengan nona Lian itu." rengek gadis itu dengan manja kepada pria tersebut.
"Tenanglah sayang,setelah masuk menjadi menantu perdana Mentri Lian ,secepatnya akan meminangmu menjadi selir.serelah kita masuk dalam kediaman mereka.kita singkirkan keluarga perdana Mentri itu satu persatu.yang terakhir nona Lian itu.setelahnya kau akan menjadi istri sah satu satunya dikediaman ku." ucap Pria tersebut dengan tersenyum meremehkan kebodohan nona Lian itu.
"Tapi sampai kapan.sampai anak yang hamba kandung lahir.sayang." ucap gadis itu dengan mengelus perutnya.
"Sabarlah.sekarang nikmati saja uang yang nona Lian itu berikan kepada ku." jawab pria itu dengan lembut.
"Apa anda tak mencintai nona Lian." tanya gadis itu memastikan.
"Percaya lah hanya kau satu satunya yang ada dalam hati ini." ucap pria itu dan langsung mencumbu gadis tersebut dengan mesra.
__ADS_1
Sedangkan Lian xiu yang mendengarnya itu.geram,marah,meradang,serta kecewa.jangan lupa penyesalannya karena membangkang kedua orang tuanya hanya karena membela pria brengsek seperti itu.
Tak ingin melihat kemesraan yang terlalu jauh .Lian xiu pergi dari sana dengan perasaan marah dan kecewa.tempat satu satunya yang ia tuju ialah kediaman keluarganya.
Pintu terbuka lebar oleh para pengawal yang berjaga dipintu gerbang .
"Selamat malam ,nona muda ." ucap pengawal itu serempak bersamaan.
"Ya," ucapnya tanpa lanjutan kembali.
Sesampai dihalaman utama ia dikejutkan oleh Kasim kepercayaan ayahnya.
"Nona muda,hamba diberi perintah untuk menyampaikan pesan.kalau nona muda sudah kembali kekediaman.bahwa nona muda diperintahkan tuan dan nyonya untuk pergi menghadap kekediaman pribadi tuan dan nyonya.setelah sampai rumah." ucap kasim itu panjang lebar tanpa putus kata katanya.
"Heemm," hanya itu jawaban yang keluar dari mulut nona muda mereka.
Membuat Kasim itu hanya menghela pasrah .
Sampainya didepan pintu ruangan kedua orang tua nya.
tok
tok
"Masuk"Ucap suara bariton yang ada dalam ruangan itu.
"Salam ayahanda ,salam ibunda." ucap Lian xiu dengan sedikit nada rendah karena merasa menyesal bercampur takut orang tuanya mencoret ia dari silsilah keluarga Lian.
"Ya," ucap perdana Mentri Lian dengan sedikit datar tak seperti kemarin.
"Tumben anda sudah pulang kekediaman Lian nona xui." ucap sang ibu tanpa rasa sayang seperti dulu.
"Hamba menjawab.karena mendengar Gege xen ada di kediaman." ucap Lian xiu dengan tersenyum terpaksa.
"Hemmm,langsung ke intinya saja.kapan kau akan menikah dengan anak penjual mantau itu."tanya perdana menteri Lian dengan datar dan menatap putrinya dingin.
__ADS_1
"Maafkan hamba ,untuk menikah hamba belum memastikannya dan hamba tak berniat menikah dengan pria itu."ucap Lian xiu dengan tatapan mata penuh kejujuran dan tanpa ada intrik kebohongan yang akan ia sandiwarakan seperti dulu.
"Hemmm,lalu rencananya apa." tanya perdana Mentri Lian kembali.
"Rencana hamba hanya satu ingin ikut Gege xen pergi kekaisaran hitam.karena hamba ingin berkunjung kesana sudah dari dulu." ucapnya dengan sungguh sungguh.
"Baiklah ,besok pagi gegemu akan berangkat.tidurlah lebih awal jangan lupa bersiaplah .kalau butuh sesuatu mintalah uang kepada gegemu saja.kau tak diizinkan membawah uang sendiri." ucap perdana Mentri Lian dengan tegas tak ada nada toleransi seperti dulu .
"baik,ayahanda dan ibunda hamba pamit undur diri " ucap Lian xiu dengan pergi berlahan meninggalkan kediaman kedua orang tuanya.
"Dia, Kenapa" ucap nyonya Lian yang merasa itu putrinya yang dari dulu dan yang dua tahun kemarin bukan putrinya seperti ada siluman yang merasuki tubuhnya.
"Xiu'er hamba sudah kembali " batin perdana menteri Lian dengan tersenyum dalam hati tapi mukanya garang diluar.
"Baiklah ,mari kita istirahat agar saat mengantarkan kedua anak kita bisa tepat waktu." ucap nyonya Lian dan mereka berdua beranjak dalam ranjang dan terlelap langsung menuju alam mimpi.
Sinar mentari menyongsong diufuk timur memancarkan cahayanya yang masih samar samar kemerahan belum muncul sempurna .
"Huhhh,lelahnya." Lian xiu bangun menuju pemandian dan nembmngenajan hanfu sedeenan setelah selesai melakukan runtis mandinya .
"Selamat pagi " ucap Lian xiu setelah sampai diruang makan untuk sarapan bersama keluarga besarnya.
"Xiu'er Paman gak setuju kau masih berhubungan dengan pria itu." ucap paman kedua yang tak lain ialah adik kandung ayahandan.
"Benar kata pamanmu sayang.pria itu tidak baik untuk gadis cantik dan baik hati sepertimu" ucap bibinya itu dengan sedikit senyum.
"Hemmm,baiklah" hanya itu ucapan tanpa berdebatan yang panjang lebar.
Setelah acara sarapan bersama mereka mengantarkan jendral xen dan mereka juga melihat dalam kereta ada nona muda di sana.
"Keponakanku mau kemana itu " tentu kelakuan itu membuat paman keduanya berfikir.sedangkan paman ketiganya hanya diam bukan berarti membenci hanya saja.ia takut putri kakak mu itu .
Seluruh rombongan yang dibawah jendral xen serta nona muda Lian xiu sangatlah banyak.membuat para pejalan kaki yang kunihv .
.
__ADS_1