Penguasa Alam

Penguasa Alam
047.KECEWA


__ADS_3

setelah menerima gulungan itu,pangeran Luhan membukanya dan membaca isi gulungan itu dengan mengerutkan kedua alisnya menyatu didahi.


"APA APA INI."


Brakkk


gulungan surat itu terlempar begitu saja dimeja kerjanya.


"bawa surat ini ke putri mahkota Ma Mulan,dan tukar suratnya kembali." ucap pangeran Luhan dengan nada tegasnya dan kerasnya.


"semoga saja sila belum membaca surat itu.dikehidupan pertama tak bisa melindungi kalian.kehidupan ini.aku harus berusaha."batin pangeran Luhan dengan semangatnya.


beberapa menit telah berlalu


Brakkk


pintu ruangan kerja Luhan ditendang langsung oleh Mulan dengan keras.


brakkk


lempar gulungan surat yang ia baca dari sahabatnya dikehidupan kedua ini.


"Gege ,aku sangat kecewa denganmu." ucap Mulan dan pergi begitu saja dari sana tanpa penjelasan .


MULAN PROV


setelah acara diaula istanah,


ia kembali kekediamannya dan ia mendapat tamu dari putri sang jendral kekaisaran Bai.


mereka meminum teh dan berbincang bincang.


"putri,kau tau tadi diperjalanan ,hamba bertemu dengan kakak anda.pangeran Luhan.kau tau apa.kakak anda memanggil hamba dengan sebutan apa sayang.dan ingin meminta bantuanku bersandiwara didepan putri Dhi wai.ia putri Dhi Wai."ucap perempuan itu dengan antusias dan tersenyum.


"apa itu benar.kaubtak berbohong." tanya Mulan kembali.


"buat apa hamba membohongi putri.dan lagi hamba sudah bersuami.untung saja suami hamba tak tau.kalau tidak perceraian akan jadi jalannya.sungguh tak bisa dibayangkan bagaimana nasib anak dalam kandunganku."ucap kembali wanita itu yang memang sedang hamil anak pertama.


"hemm ,baiklah" ucap Mulan dan mereka mengobrol sampai tiba tiba pelayan istanah yang ditugaskan menjadi pelayan sahabatnya datang dengan membawah surat.sebelum surat diterima dan akan diraih.tibalah dimana pengawal sang kakak membawah surat lain.dan katanya surat itu tertukar.


"maaf yang mulia putri,ini surat yang asli untuk anda.surat ini telah tertukar." ucap pengawal setia sang kakak dan Mulan meraihnya serta membaca setiap kata yang tertulis disana.dengan dahi mengkerut ia melipat kembali surat itu.

__ADS_1


"apa dia sudah membaca surat ini." tanya Mulan kepada pengawal.


"sudah putri " jawab pengawal.


"bagaimana reaksi nya"tanya kembali.


"hanya biasa saja dan membuang surat itu." jawab jujur pengawal itu yang tak tau apa isi surat itu.


"apa kau tau isi surat ini."tanya kembali.


"tidak putri." jawab dengan singkat.


"baiklah antar saya kesana.,maaf nyonya saya pergi dulu."ucap Mulan dan pergi dari sana.


sedangkan sang tamu hanya diam menunggu saja.


diperjalanan


dengan cepat Mulan melangkah seperti kesetanan menyusuri lorong lorong sesampai dipintu kerja sang kakak ia menendang pintu dengan kencang.


Brakkkkk


setelah terbuka ia masuk dan melempar gulungan itu tepat mengenai meja kerja kakaknya.


ia tak lagi menuju taman halaman.ia langsung kembali kekamarnya sebelum itu ia memerintahkan pelayan mengabari tamunya untuk datang besok kembali karena ia sangat lelah.


sesampai didalam kamar ia menangis karena kekecewaannya.


"aku tak bermaksud begitu,aku hanya ingin Gege tak salah memilih.dan kalau Gege tak mau setidaknya minta maaf.bukan tiap pertemuan membuat sahabatku menanggung malu demi keinginanku.yang sangat egois.hik hik hik,maafkan aku wai.maaf.aku tak pernah bisa menjaga sahabat sahabat ku." gumamnya dan menangis sesegukan dibawah bantal nya.


sedangkan sang calon suami .sedang melihat calon istrinya menangis kecewa karena sang kakak.


"kau kecewa untuk kedua kalinya,permaisuriku" ucap kaisar Lanling yang sudah berada disamping ranjang Mulan dengan cepat.


"bukan urusanmu" jawab Mulan masih menyembunyikan wajahnya.


"maafkan , Zen yang tak tau rencana jahat kaisar Zhu lauxi serta keluarganya.zen sudah tau dan mendukung sepenuhnya ayah mertua.apa kau mau memaafkan Zen. "ucap kaisar Lanling dengan masih berdiri disana.


"ia saja orang luar tau aku sangat kecewa.sedangkan Gege apa .ia tak tau sama sekali." batin Mulan merutuki nasibnya yang mempunyai Gege tak peka .


"andai Gege peka kek nih orang pasti tak pernah kecewa dari dulu."batin Mulan kembali.

__ADS_1


"sudahlah.ayo bersiaplah.iku aku menenangkan pikiran " ucap kaisar Lanling dan diangguki oleh Mulan mereka pergi dari sana berdua entah kemana.yang penting ia tak sedih kembali.


disisi lain


setelah kepergian Mulan .pangeran Luhan hanya diam dan belum peka sama sekali bahwa sang adik benar benar kecewa besar .


"pengawal apa maksudnya meimeiku


" tanya nya dengan pengawal setia nya .


"maksudnya putri sedang kecewa dengan tuan karena....." ucapan belum terselesaikan sudah dipotong.


"sudah cukup,kita kembali urusan tadi biarkan dia seperti itu .toh dia pasti besok akan lupa " ucap pangeran Luhan tak ada rasa penyesalan sama sekali karena tidak peka.


"dasar tak peka punya majikan kek gini lama lama ikut gila ." batin pengawal itu dan kembali memberikan gulungan yang benar dan ia baca dengan sesama."ohh ternyata pemasuk senjata kekaisaran Dhi .kita akan mendiskusikan ini kepada jendral perang kekaisaran dhi.siapa jendral muda yang hebat itu."tanya kembali


"dia seorang jendral perempuan pangeran.dengan nama jendral Wai ." ucap pengawal itu dan diteruskan dalam batin "jendral yang kau sakiti hatinya beberapa menit yang lalu tuan.apa kau sanggup berdiskusi dengannya.ingat tuan dendam yang ia ucapkan." batin pengawal itu dengan wajah menderita .


"atur pertemuan ku dengan jendral Wai itu." perintah pangeran Luhan dengan mutlak dan membuat pengawal itu menjadi bertambah pekerjaannya yaitu memohon jendral Wai bertemu dengan junjungannya.


"punya majikan begini.lama lama hamba bukan mati dalam Medan perang tapi dalam masalah pribadi majikan sendiri.dewa lindungilah hamba" batinnya berdoa juga memohon pertolongan.


sedangkan disisi lain jendral Xin dengan gencar mendekati nona Du Linzi sang tabib dengan berbagai cara.


"linzi,setelah pulang dari kekaisaran Lang ,kita makan direstoran yang biasa saya ,serta dua sahabat saya kesana." ucapnya dengan antusias.


"terserah anda saja tuan Xin." jawab Linzi dengan tanpa menoleh kepada jendral Xin.


"kau mau apa nanti akan saya belikan .bagaimana dengan giok putih atau perhiasan yang indah." tanya jendral Xin .


"terserah anda tuan Xin." jawab kembali linzi dengan singkat dan sama.


"betapa susahnya membuat ia berbicara banyak.apa dia masih marah dengan waktu itu."batin jendral Xin dengan memasang wajah ketakutannya karena tak mau linzinya pergi dari sisinya .


"bagaimana kita jalan jalan keluar istanah lang.katanya diluar -sana sangat indah." ucap jendral Xin kembali.


"ide bagus.saya juga lagi bosan tuan." ucapnya dan berjalan terlebih dahulu.


"tunggu dulu linzi." teriak jendral Xin


dan

__ADS_1


BRUKK


ia terjatuh tak terhormat seperti setatusnyabyang terhormat.


__ADS_2