
" BRUKKKK"
Tapi dengan rasa yang berbeda .suara sesuatu jatuh menimpa lantai kamarnya yang tak lain seseorang jatuh dari atap kamar yang ia tempati .
"Siapa itu"
Kaisar Langling melihat seorang wanita berambut panjang hitam legam jatuh tepat didepan matanya,dengan menggunakan handuk serba hitam berpaduan merah darah.
Setelah dirasa sudah stabil wanita itu mulai bangkit dan menampakkan wajahnya.
"Kauuu..." kaisar Langling melihat siapa wanita yang terjatuh itu ,yang tak lain ialah wanita bertopeng sialan yang selama ini menganggu tidur nyenyaknya.
Dengan tampang yang kaisar Langling pun tak bisa melihat cengiran wanita bertopeng itu berkata.
"Maaf ,tadi saya hanya lewat .Tapi atapnya kurang kokoh jadi saya terjatuh disini" katanya yang membuat alasan yang sangat simpel,orang tak akan tau dari tadi dia mendengarkan dari balik atap ruangan itu,mengintai sesuatu.
"Ya,lebih baik sekarang kau pergi dari hadapanku.sebelum Zen berubah pikiran." kata kaisar Langling yang memberitahu statusnya ialah seorang kaisar.
"Baiklah " tanpa pikir panjang wanita bertopeng itu pergi dengan cepat melewati jendela kamar itu.
Tanpa sadar menjatuhkan sesuatu yang akan mempengaruhi identitasnya.
"Hai,kau menjatuhkan barangmu" teriak kaisar Langling yang sudah tak bisa didengar wanita bertopeng tersebut.
Karena penasaran dia memungutnya dan mengamati benda itu,yang berupa giok tanda pengenal.
"Ma Mulan" gumam kaisar Langling sambil berfikir mencerna maksud dari giok tanda pengenal identitas seseorang .
Setelah mengerti kaisar Langling menggelengkan kepala ,serta tersenyum miring .
"Jadi,kau dan wanita sialan itu orang yang sama" gumam kaisar Langling ,setelah ia menyembunyikan giok itu dibalik hanfunya yang dimana disitu ada ruang penyimpanan .
Disisi lain .
"Huhh ,selamat" kata wanita itu dengan nafas memburu karena terlalu cepat mengeluarkan kekuatannya untuk melarikan diri.
Setelah itu ia melepas topengnya ya ,wajah cantik ma Mulan menghiasi wajah wanita bertopeng yang tak lain ma Mulan sendiri.
"Serasa dikejar anjing gila" gumamnya lalu ia kembali melakukan perjalanan menuju istanah hitam milik ayahandanya .
__ADS_1
Sesampai dikediamannya ,ia membersihkan diri,memakai handuk,serta memasang aksesorisnya tapi ia baru menyadari sesuatu hilang darinya.Setelah pelayan pribadinya menanyakan barang itu.
"Tuan putri,diamana giok anda" tanya pelayan tersebut.
"Giok apa?,semua giok ada ditempatnya." jawab Mulan didepan cermin.
"Giok ,tanda pengenal putri yang tidak ada." ucap pelayan itu dengan jelas
"Apa ,tidak ada ."
"Coba cari kembali diaemua tempat" tambahnya.
"Tak ada ,putri.Hamba sudah mencarinya dari tadi."
"Maafkan hamba putri,coba anda ingin diman terakhir anda pergi .pasti terjatuh di tempat itu" tambah sang pelayan pribadi itu.
"Jatuh," gumam Mulan dan ia mengingat dimana ia terakhir kemarin.
"Apa mungkin ,terjatuh ditempat kaisar gila itu.Matilah aku,dia pasti sudah tau siapa aku" batinnya dan bergidik ngeri memikirkan apa yang akan dilakukan kaisar itu setelah mengetahui siapa wanita bertopeng ,yang menjadi musuhnya selama ini.
"Dimana ,tuan putri menjatuhkannya" tanya kembali pelayan tersebut
"Baik lah ,hamba akan meminta seseorang membuatkan giok pengenal anda yang baru .yang lama akan dinyatakan hilang "kata pelayan itu dan diangguki oleh Mulan dengan wajah yang letih dan lesunya.
Prok prok prok
Suara tepuk tangan tiba tiba menggema dikamar pribadi Putri ma Mulan.
Kedua wanita berbeda status itu menoleh bersamaan dimana mereka mendengar suara tepuk tangan tersebut.
"Sedang apa ,yang mulia kaisar lang Ling disini." kata Mulan dengan nada sedikit arogant .
Kaisar Langling hanya tersenyum dan menjawab pertanyaan Mulan dengan sangat lembut yang membuat Mulan sedikit takut .
"Sedang,melihat pertunjukan yang sangat menarik" .
"Kau mencari ini," tambahnya dan memperlihatkan giok pengenal Mulan ditangannya.
"Kembalikan benda itu" kata Mulan dan dengan berseri ia merebut miliknya,tapi karena ia kurang tinggi dari kaisar Langling yang tinggi melebihi nya ia menjadi sulit menggapai benda itu saat kaisar menjauhkannya lebih tinggi .
__ADS_1
"kembalikan "
"tak bisa".
"kembalikan cepat'?"
"tidak akan"
Mereka berdebat saling merebut dan mempertahankan sampai mereka berhenti setelah mendengarkan suara ketukan pintu.
Tok tok tok
Kaisar Langling berhenti tanpa sadar menurunkan tangannya,dengan sigap Mulan merebut benda miliknya saat kaisar Langling lengah.
"Kau"
"Cepat pergi".
Sebelum kaisar Langling kembali berucap ,Mulan menimpali perkataannya kembali.
"Aku akan menjelaskannya"
"Cepat kau pergi dulu"
Sambil mendorong kaisar Langling sampai di depan jendela kamarnya.
"Baiklah ,ku tunggu penjelasanmu" kata kaisar Langling dengan cepat dia mengecup pipi Mulan lalu pergi dengan cepat.sebelum sang wanita itu marah marah kembali.
"Jangan dipikirkan dulu" batin Mulan dan berusaha menetralkan dirinya sebelum menyuruh pelayan pribadinya mbuka pintu.
" Sekarang buka pintunya" titahnya.
"Baik,tuan putri."
Pelayan membuka pintu ,dan disana tepat didepan seseorang yang telah lama di benci Mulan memperlihatkan batang hidungnya.
"Untuk apa kau berada di sini,menemuiku."
"Hamba hanya ingin memberi salam kepada tuan Putri ma Mulan" ucapnya sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1