
setelah keterkejutan selir agung kaisar zhu.semua bubar dari ruangan itu dan menyisakan kedua pasangan suami istri .
di lain tempat.
taman kekaisaran Dhi .
"hik hik hik hik hikk"
"kenapa,harus orang yang sama dan selalu orang yang salah" gumam Mu Silin dengan menangis tersendu sendu.
karena ia salah telah menaruh nama yang salah dalam hatinya.
" kukira cintaku tak akan bertepuk sebelah tangan .tetapi memang cintaku terhadap Pangeran Luhan hanya kesalahan yang nyata.karena mencintai suami sahabatku sendiri." batinnya dan menyeka air mata serta berusaha tegar kembali.
tanpa sadar terdengar seseorang tepuk tangan berjalan menghampirinya.
prok
prok.
prok
berjalanlah seorang gadis yang dengan angkuhnya berjalan menghampiri Mu Silin.
"hai,bagaimana kabar anda mantan Putri ketiga kekaisaran Zhu." ucap seorang gadis itu dengan nada mengejek.
"hehh,kabar saya baik sekali nona Dhi Bin." jawab Mu Silin dengan sedikit tegas karena entah kemana kesedihannya patah hatinya yang tiba tiba hilang lenyap.
"hahahahahahahaa,saya tau bahwa anda sedang patah hati karena ternyata orang yang anda cintai sudah menjadi milik Dhi Wai In wanita ****** itu." ucap Dhi Bin dengan nada mencemohnya sedangkan Mu Silin hanya diam melihat dan mendengar apa yang dikatakan gadis didepannya itu.
"bagaimana ,kita bekerja sama untuk menghancurkan kebahagian wanita ****** itu dan merebut pangeran Luhan oh bukan kaisar Luhan dari sisinya bagaimana." ucap Dhi Bin dengan nada rayunya yang maut memanas manasi kobara bara api yang memanas.
"ide bagus." jawab Mu Silin dengan tersenyum liciknya.
__ADS_1
"hahahahahahahahaha,dasar kau mantan Putri kekaisaran Zhu yang bodoh.mau saja kau kujadikan alat supaya bisa mendapatkan kaisar itu menjadi milikku" batin Dhi Bin dengan puas akan jawaban Mu Silin barusan.sedangkan ia dalam hati tertawa tapi entah hari esok ia akan bisa tertawa kembali.
"baiklah,kita mulai bekerja sama.kita akan bertemu lagi secepatnya agar bisa memulai rencana kita" ucap Dhi Bin dengan berjabat tangan dan pergi dari sana begitu saja.
tanpa mereka sadari percakapannya didengar oleh seseorang.
"hahahahahahahaa,kau benar benar licik meimei.apa benar kau akan menerima tawaran nona Dhi Bin begitu saja.pasti ada sesuatu yang kau rencanakan." ucap pemuda itu yang tak lain Mu Mai dan disamping nya ada temannya Ma Baixu.
"apa benar kau patah hati Lin'er dengan Luhan gege.seingatku kau gadis yang keras kepala dan sekeras batu hatimu." ucap baixu dengan nada dinginnya.
"dasar kau ya.siapa yang patah hati dengan kebahagian sahabatku.hari ini ialah hari suka cita bagiku.camkan itu putra mahkota sialan." jawab Silin dengan sedikit geramnya.
"kau itu tiap bertemu dengan meimeiku seperti kucing dan tikus bertengkar saja." ucap Mu Mai menengahi percecokan antara kedua manusia yang tak pernah akur.
"apa rencana mu meimei." tanya Mu Mai yang sudah tak sabar dengan rencana adiknya itu.
"mudah saja.saya akan berperan menjadi wanita patah hati yang menghalalkan segala cara untuk menjebak wanita sialan barusan dengan jebakannya sendiri.saya yakin pasti dia akan melakukan hal yang akan merugikan sahabat ku." ucap Silin dengan wajah liciknya.
"kau dasar pria sialan.pergi kau dari hadapanku."teriak Mu Silin dengan pergi berkacak pinggang dan tanpa sadar air matanya mengalir dengan sendirinya.
"kau memang tak peka Xu.Aku sangat mencintaimu patahati terbesarku karena perkataanmu barusan"batin Mu Silin dengan berjalan menyeka air matanya yang meluncur dengan sendiri.
"dasar air mata sialan.berhenti kau sialan." guru kembali Mu Silin dengan kembali memasuki kamar yang telah disediakan oleh pihak kaisar Dhi.
sedangkan putra mahkota Ma Baixu hanya memandang kepergian Silin dengan diam.
"dasar gadis tak pernah peka.siapa yang Sudi bersaing dengan ku mendapatkan dirimu"batin Baixu dan pergi begitu saja meninggalkan Mu Mai sendirian begitu saja tanpa sepatah dua patah kata pun.
"kalian berdua benar benar ya."gumam Mu Mai dengan geramnya.
sedangkan disisi lain tepatnya disebuah ruangan sepasang suami istri yang baru saja status mereka dipublikasikan didepan orang yang membuat keributan dipagi hari.
"saya,ingin memberi tahu anda yang mulia kaisar Long Luhan.hamba tak Sudi menerima anda menjadi suami hamba.apapun itu alasannya anda sudah sangat mengecewakan hamba kemarin."ucap Dhi Wai dengan nada tegasnya.
__ADS_1
"benarkah kau tak Sudi menjadi istri zen.hemm" tanya Luhan dengan nada manisnya dan mengejeknya barusan.
"sudahlah,disini hamba akan berbicara sebagai seorang jendral besar dikekaisaran Dhi .apa yang akan anda diskusikan dengan hamba.sudah tiga kali anda mengirimkan surat kepada hamba.dan baru saja akan hamba bahas hari ini." ucap Dhi Wai dengan tegas ala jendral ya.
"bagaimana kalau masalah internal kita bicarakan nanti saja.bagaimana kalau sekarang kita membicarakan masalah tentang hubungan kita ini."ucap Luhan dengan masih tersenyum menggoda.
"jangan kau mengalihkan pembicaraan internal dengan masalah pribadi yang mulia.hamba tak menyukai itu sama sekali."jawab Dhi Wai dengan nada sedikit emosi karena pria didepannya ini begitu tak tau malunya.
"bukankah kita berada didalam kediaman pribadi .bukan diruang kerja.untuk apa membahas tentang masalah kekaisaran disini.lebih baik kita membicarakan berapa banyak putra serta putri yang akan kita buat.heemmm" ucap Luhan dengan tak tau malunya.
membuat rona diwajah Dhi Wai meronah karena malu bercampur marah .
"lebih baik anda kembali keruangan anda saja yang mulia.hamba akan istirahat." ucap Dhi Wai dengan nada sedikit dibuat lembut agar kekesalannya tak terlihat.
"ya ,kita akan istirahat didalam saja." ucap Luhan dengan santainya.
"apa kita.maaf yang mulia hamba tak bisa karena hamba tak terbiasa tidur atau istirahat yang didalamnya ada orang asing ." jawab Dhi Wai dengan sedikit kesal.
"Zen bukan orang lain.melainkan suami anda sendiri permaisuriku." ucap Luhan dengan santai memasuki ruangan yang didalam ada ranjang besar disana.
"disini itu pemiliknya anda atau saya sich." ucap sinis dan menyindir pria dihadapannya.
sedangkan yang disindir hanya acuh tak acuh berbaring diranjang tersebut dengan santainya.
"benar benar orang tak tau malu." batin Dhi Wai dengan sedikit marah karena ia tak bisa mengusir pria sialan itu yang acuh tak acuh didepannya waktu itu.membuat ia menjadi bahan Bullyan dan sindiran keponakan jauh banget entah ada hubungan keluarga atau tidak.dengan ayahandanya .
tapi Dhi Bin datang dengan membawah giok pamannya.tapi ia dan sahabatnya pernah mengunjungi pamannya itu yang ternyata kehilangan gioknya 1thn yang lalu dan ia berkata tak pernah memiliki seorang putri karena sang istri hanya bisa melahirkan seorang putra saja.dan ia pun berkata tak pernah memiliki seorang selir atau bermain wanita lain selain dengan sang istri sahnya.
kecurigaan itu akan terjawab setelah sahabatnya Silin berhasil melabui gadis penipu itu.
"tok tok tok" suara seseorang yang menirukan bunyi ketukan pintu dibawah jendela yang disana ia duduk didekat jendela.
"ada apa.bagaimana."
__ADS_1