
Sisi lain
Tuk
tuk
tuk
tuk
Seseorang mengetu ngetukan jarinya ke meja kayu Cendana diruang kerjanya.
"Apa kalian sudah tau .siapa yang mengirim surat kepada nyonya." tanya pria itu yang tak lain jendral Lu. yang ternyata sudah direndam dekat desa terakhir sekitar perbatasan.
"Kami sudah mengetahuinya yang mulia jendral.yang mengirim surat untuk nyonya ialah kaisar Zhu lauxi dari kekaisaran Zhu." jawab bawahan itu yang mengunakan seluruh baju berwarna hitam.
"Zhu lauxi pria brengsek itu lagi." ucap jendral Lu dengan sedikit marah karena bagaimanapun Zhu lauxi dulu ialah pria yang pernah menghianati adiknya dengan wanita lain saat mereka masih bertunangan belum membatalkannya.
"Lalu bagaimana hubungan adik kaisar dengan kaisar itu." tanya kembali sang jendral kepada bawahannya yang melihat atau mencari informa dari seluruh kekaisaran.
"Hubungan yang mulia kaisar Lanling dengan kaisar Zhu lauxi sangat lah tidak baik karena sudah berkali kali kaisar itu ingin mencelakai keluarga calon permaisuri yang mulia kaisar Lanling itu sendiri.jadi hubungan mereka seperti langit dan bumi tak akan pernah bersatu." jawab bawahan itu dengan membawa semua informasi dari berbagai kekaisaran.
"Siapa nama calon adik ipar nyonya." tanya kembali jendral dengan penasaran.
"menjawab jendral.dia ialah putri mahkota kekaisaran Lang yaitu tuan putri mahkota Ma Mulan." jawab bawahan itu dengan membawah lukisan calon permaisuri kekaisaran neraka.
"Sangat cantik perbaduan yang sangat sempurna dari kedua sahabatku ." batin jendral lu dan ia menggulung lukisan itu dan menaruhnya dipeti yang sangat cantik.
"Bawah lukisan ini untuk kaisar lanling.hadiah kedatangan saya kepusat kekaisaran." ucap jendral itu dan menyuruh bawahan itu kembali kekaisaran neraka untuk menjalankan perintah dari atasannya.
DiKekaisaran Zhu.
Tepatnya tempat dimana semua wanita disana licik dan serakah.
Terutama Para selir kaisar Zhu lauxi serta para putri putrinya.
__ADS_1
Seorang wanita yang berdandan terlalu menor layaknya seorang badut.karena begitu tebalnya make up-nya.
Didepan cermin ia menatap pantulan dirinya dengan bangga dan sombong.
"Sangat cantik dan menawan.siap untuk pergi ke restoran itu."ucap wanita itu berbangga diri.
Ia berjalan berlengak lenggok dengan pakaian yang sangat terbuka karena terlalu rendah belahan dadanya sampai mengembik keluar karena terlalu sempit.
"Salam Hua Gege." ucap wanita itu dengan sedikit membungkukkan kepalanya.
Sedangkan yang diberi salam berhenti dari ia melangkah dan diam disana menatap wanita itu dengan sedikit tak terjelaskan.
"Mau kemana kau nona tiu." tanya pangeran ketiga Zhu Hua dengan dingin karena ia memang tak suka dengan putri seorang Gundik itu.
"Hamba akan pergi ke restoran pusat kota." jawab Zhu Tiu dengan manja dan mimik imut dibuat buat.
"Hamba kira anda akan kerumah bordir karena dandanan dan pakaian anda persis dengan wanita penghibur disana." ucap pangeran ketiga dengan tajam dan tanpa melihat disekeliling banyak pengawal dan pelayan disana ia mencemoh adik perempuannya yang berbeda ibu .
"Huhh" geram Tiu dan pergi dari sana dengan wajah merah merona karena malu dan marah.
Sedangkan tanpa Tiu sadari saudari kandungnya sendiri merencanakan jahat kepada Tiu karena merasa Tiu sangat cantik kalau saja Tiu tak bodoh dan mau saja dibodohi dan disuruh dandan seperti itu.
"Hehhh,harimu yang sangat menyenangkan akan berubah menjadi penghancuran reputasinya dikatakan publik."gumam wanita itu yang tak lain Zhu Riu.kakak kandung sesama ibu dengan Tiu.
Sedangkan pangeran ketiga Zhu Hua tanpa sadar mendengar gumaman kecil itu.
"Dasar wanita ular " batin Zhu Hua dan ia membisikan sesuatu kepada salah satu pengawalnya .
pengawal itu pun melesat pergi setelah mendapatkan bisikan serta izin undur diri menjalankan tugas yang semua orang tak pernah tau.
"Lihat saja,kau yang akan mendapat buah dari kelakuanmu itu sendiri." batin Hua dan pergi dari sana begitu saja.
Di tengah pasar .
Zhu Tiu sedang berjalan riang menikmati apa yang ia lihat dan semua orang disana diam diam mengamati dan mehina karena dandanan dan pakaian Zhu Tiu.
__ADS_1
Ditengah jalan seseorang menabraknya dan tiba tiba semua kerumunan mengelilingi Zhu Tiu dan membuat pelayan itu tak bisa melihat putri Zhu Tiu.
Selang beberapa menit pun kerumunan itu hilang dan ia kehilangan jejak putri Zhu Tiu dan rencananya akan gagal kalau tak bisa menemukan putri bodoh itu.
Sedangkan seorang yang berniat menculik Zhu Tiu pun juga binggung mencari gadis yang diberitahu warna baju dan dandanan sitarget yang akan ia nodai dan rusak reputasinya.
"Dimana gadis yang seperti orang itu beritahu seharusnya ia sudah berada disekitar sini."Gumam penculik itu dengan mencari kesana kemari seperti pelayan penghianat itu.
Dan tambah lagi pengawal yang ditugaskan Zhu Hua untuk mengawasi gerak gerik semua orang yang mencurigakan kehilangan jejak tanpa ia sadari ia juga kehilangan jejak putri Zhu Tiu.
Ditempat lain tepatnya gubuk pinggir hutan .
"Pangeran putra mahkota,untuk apa hamba dibawah kemari." tanya Zhu Tiu dengan sedikit penasaran karena tanpa ia bertanya ia langsung diseret kesuatu tempat oleh orang yang ia tabrak.
"Panggil saja hamba Madan karena hamba tak menjadi putra mahkota kekaisaran Zhu lagi." ucap pria itu yang tak lain Madan .
"Baiklah bagaimana hamba panggil Madan Gege saja."tanya Zhu Tiu dengan tersenyum manis.
"Ya ,itu lebih baik."jawab Madan dengan sedikit dingin.
"Gege,tinggal disini." tanya Zhu Tiu dengan penasaran dan ingin tau.
"Ya,apa anda ingin tinggal disini denganku.disana akan menderita.segarusnya anda tau semuanya.jangan berpura pura jadi bodoh dihadapan ku." ucap Madan dengan dingin.
"Huhhh,baiklah kau menang ."ucap Tiu dengan berjalan menghampiri gentong yang berisi air yang terdapat pancuran dibawahnya.ia pun menghapus semua riasan menornya itu dan terpampang wajah natura. yang imut dan cantik khas seusianya.
"Kenapa anda menolong hamba " tanya Tiu kembali setelah ia merasa bersih dan segar karena ia juga minum air dari gentong itu.
"Karena anda juga pernah menolong lie."ucap Madan dengan dingin kembali.
"Itu sudah kewajiban hamba sebagai adik nya meskipun kami berbeda ibu tapi satu ayah." jawab Tiu dan ia kembali duduk diranjang dari anyaman bambu itu.
"Apa disini ada dapur dan tempat mandi.apa mata air dekat .kalau semua disini ada dan dekat.hamba akan tinggal disini saja.dan tak akan pernah kembali.toh mendiang jiejie lie tak bersama dikediaman itu lagi." ucap Tiu dengan menerawang jauh .
BRAKKKKKK
__ADS_1
"Dasar tidak bejus dan tidak bisa diandalkan."