Penguasa Alam

Penguasa Alam
042.BERKUMPUL


__ADS_3

"nak Xin apa kau sudah memiliki tunangan atau istri" tanya jendral Du langsung ke intinya.


"hamba tak berniat memiliki kekasih maupun istri.karena saya ingin membahagiakan ayahanda serta ibunda terlebih dahulu.masalah pendamping biar ayahanda yang menentukan " ucap Xin yang memandang ayahnya berusaha untuk memberitahu bahwa apapun ayah harus menolaknya tuan Su pun tau apa yang diinginkan putra kutubnya itu.


sedangkan jendral Du melihat tuan Su dengan mata berbinar.


"saya belum ingin memiliki menantu." ucapnya dengan lantang.


"Haaa"


sedangkan sang putra menepuk jidatnya akan jawaban ayahnya yang spontan dengan tiba tiba dan lantang.


"bukan begitu juga ayahanda ,menolaknya." batin jendral Xin dan tangannya diraih sang ibu dan menepuk nepuknya.


"itu bukan alasan sayang,memang itu keinginan ayahmu Xin .ia belum puas menghabiskan waktu bersamamu" bisik sang ibu kepada putra disampingnya.


Du Linzi tak putus asa,memohon ke ayahnya agar bisa mengubah keputusan tuan Su .ia sangat menyukai dan tertarik dengan seorang pria untuk pertama kalinya.


"ayah harus membujuk tuan Su agar mau melamar Zizi." rengek sang putri dilengan ayahnya jendral Du Lan.


"tuan Su,mohon lamar lah putriku menjadikan menantumu." ucap jendral Du memohon kepada sahabatnya itu.


"saya,gak mau punya menantu.kasih sayang putraku akan terbagi .jadi saya serta istri saya tak akan mau punya menantu." jawab panjang lebar tuan Su kepada jendral du.sedangkan yang lain hanya geleng kepala.


"jendral Mu," ucap jendral Du menoleh serta menampilkan mimik wajah kasihannya meminta tolong ke sahabat satunya lagi.


melihat itu Mu Hau hanya bisa tersenyum


"maaf,saya tak bisa membujuk serta menentang keputusan kakak ipar karena kakak ipar berpendirian teguh." jawab Mu Hau dengan sedih menepuk pundak sahabatnya agar tetap sabar .


"nak Zizi kau jangan menyerah berusahalah bagaimana caranya kau bisa mencairkan hati seorang jendral perang." bisik Li rong rong kepada memberi semangat kepada putri mendiang sahabatnya.


"iya,bibi. Zizi akan slalu berusaha." ucapnya dengan mantap.


"tuan Su,...." ucapan jendral Du terputus setelah ia dapat tarikan kecil dilengan hanfunya.


"ayah,jangan seperti itu. Zizi akan berusaha sendiri mendapatkan hati jendral Xin serta hati ayah serta ibu mertua terlebih dahulu." bisik Du Linzi yang hanya didengar oleh jendral Du saja.

__ADS_1


"baiklah ,lupakan masalah pribadi masing masing.kita kembali ke rencana awal.kapan kita akan kekediaman Ma, Long ." tanya jendral Du kepada mereka berdua.


"kita sekeluarga akan kesana.sekalian berkunjung." jawab tuan Su dengan santai.


"ayahanda,bolehkah hamba ikut berkunjung.hamba sangat merindukan mu Meimei serta kedua sahabatku." ucap jendral Xin dengan sedikit tersenyum.


sedangkan nona Du Linzi hanya diam serta cemberut karena ada wanita lain yang dirindukan pujaan hatinya.ia tak tau hubungan Mulan serta jendral Xin hanya antara kakak serta adik saja.


"ternyata dia menyukai Lan Meimei." gumam Du Linzi dengan sedih.


sedangkan jendral Du melihat putrinya bersedih membuat ia tak tega dengan itu ia akan berusaha membuat tuan Su mau menginginkan menantu seperti putrinya.


setelah mereka berkumpul membicarakan rencana mereka serta mereka akan mengunjungi istanah hitam tiga hari setelah


hari ini.


Tiga hari.


Diistanah hitam.


"hormat hamba yang mulia kaisar.diluar gerbang utama ada segerombolan tamu yang ingin berkunjung diistanah yang mulia.mereka mengatakan dari kediaman jendral Mu Hau dikekaisaran Bai." ucap pengawal itu dengan membungkuk.


"laksanakan yang mulia." jawab pengawal itu dengan sedikit membungkuk berdiri serta berjalan pergi menuju gerbang utama .


setelah kepergian pengawal itu .


mereka pun telah berkumpul dengan semua keluarga istanah tak kecuali anggota baru mereka yang belum resmi yaitu Kaisar Lanling.


selang berapa menit,tamu mereka memasuki aula istanah.


"hormat kami yang mulia kaisar Ma." ucap mereka serentak dengan bersamaan .


"tak usah formal.disini hanya ada keluarga kita saja." jawab kaisar ma dengan santainya.


setelah mereka semua sudah tak berbicara dengan formal mereka membahas rencana rencana jangka panjang yang akan mereka diskusikan.


sedangkan para anak anak mereka sibuk dengan dunianya .

__ADS_1


ditaman istanah hitam.


"kau,jangan selalu mengekor dibelakangku." ucap pemuda itu dengan dingin kepada gadis cantik yang sudah tiga hari mengekor dibelakangnya.


"hai,Xin gege.senang bertemu denganmu." ucap meru menyapa pemuda itu yang tak lain jendral Xin.


"senang juga bertemu denganmu adik meru."jawab jendral Xin dan meraih tubuh gembul bocah berumur 10thn itu.


"kau sekarang tambah gendut ya."kata jendral Xin yang telah mencubit pipi gembul meru.


"kau tau Xin Gege,meru bentar lagi tak akan menjadi adik saja,tapi akan menjadi Gege."ucap meru spontan dengan nada manjanya.yang membuat gadis dibelakang jendral Xin merasa geram karena ia tak dianggap dan diabaikan begitu saja bagai remah renginang yang telah rak kriuk lagi.


"benarkah " tanya kembali jendral Xin kepada bocah laki laki itu.


"benar ,karena ibunda Zhi sedang mengandung adik dari Luhan Gege ." ucapnya dengan gembira.


"heemm,baiklah sekarang dimana kedua Gege serta jiejie ."tanya kembali jendral Xin kepada meru dan masih mengabaikan gadis cantik yang mengekorinya.


"ditaman belakang .tapi kalau Lan jiejie sedang pergi entah kemana dengan calon kakak ipar." jawab meru dengan memanyunkan bibirnya karena kakak perempuannya akan menikah dan tak tinggal disini kembali.


"ohh...jangan sedih kan masih ada Han Gege,baixu Gege, serta Xin Gege." jawab jendral Xin sembari menenangkan meru agar tersenyum kembali.


setelah meru kembali bahagia mereka berjalan menuju kehalaman belakang untuk menemui sahabatnya yang lain.


jujur saja,jendral Xin merasa jengah dan risi karena diekori oleh nona Du Linzi dari kemarin marin.sampai para prajurit serta teman sesama jendral serta komandon salah paham atas hubungannya dengan nona Du Linzi,membuat ia tambah risi dan tambah tidak menyukai sifat nona Du Linzi yang terlalu kekanak kanakan .


"aku akan membicarakan hal ini kepada ayah.nona ini terlalu membuat aku risi dan tambah tak menyukainya.dia sama saja dengan wanita lain .dasar para wanita." gumam jendral Xin dengan masih mengandeng meru disampingnya.


sebelum sampai dihalaman belakang meru melepas gandengan jendral Xin .dan menyuruh nona Du Linzi untuk membungkuk dan berkata


"ehh jiejie cantik.kalau jiejie suka sama Xin Gege jangan seperti itu.harus jual mahal pasti Xin Gege tertarik." bisik meru kepada Du Linzi .


setelah mendengar bisikan meru.baru Du Linzi menyadari bahwa ia telah dibutakan oleh keinginannya yang terlalu besar .


"ini bukan cinta tapi ini hanya keinginan besar untuk memiliki."gumam Du Linzi menyadari bahwa ini salah ,ini bukan cinta sejati ini hanya ketertarikan karena mengagumi saja.sampai ia harus berdandan menor selama 3thn setelah mengagumi seseorang,yang ternyata putra kandung tuan Su dan seorang jendral muda bukan sastrawan yang ia impikan.


setelah sadar nona Du Linzi tak lagi mengikuti jendral Xin kembali dan berbelok arah pergi meninggalkan jendral Xin serta meru berdua saja.

__ADS_1


"ada apa dengan gadis menor itu."


__ADS_2