Penguasa Alam

Penguasa Alam
074.RATU PENGUASA ALAM


__ADS_3

Dengan anggun gadis itu keluar dari kediaman menyusuri lorong lorong yang menuju aula istanah .


"Salam hormat yang mulia putri mahkota Mulan"ucap serempak kedua pelayan yang tiba tiba masuk kedalam ruangan gadis bertopeng tadi.


"Ya,salammu ku terima.pergilah saya tak membutuhkan bantuan kalian saat ini." jawab gadis bertopeng itu yang tak lain ialah Ma Mulan.


Calon permaisuri kaisar Lanling/Raja neraka itu sendiri.


"Baik yang mulia tuan putri hamba berdua pamit undur diri." ucap salah satu dari mereka yang menjadi wakil meminta izin.


Mereka berdua pergi meninggalkan ruangan itu dengan pelan dan menutup kembali pintu kediaman tersebut.


"Huhhhh,untung saja yang mulia ratu identitas anda belum terbongkar saat ini .kita belum tau mana musik dan mana teman." ucap seseorang dari dimensi lain yang tak lain dimensi ma Mulan.


"Kalau pun saja ketahuan oleh mereka berdua tinggal menyuruh Anda membakarnya." jawab Mulan dengan dingin serta acuh tak acuh .


Sedangkan didimensinya para penghuni hanya diam melonggo dan jangan lupa expresi mereka yang bergidik nyeri kalau saja mereka tak menjadi hewan kontrak tuannya saat ini pasti suatu saat mereka bisa saja menjadi musuh.mereka bersyukur,meskipun tuannya yang sekarang acuh tak acuh pada mereka .tapi sejatinya tuannya memiliki belah asih yang begitu luas seluas samudera dan ia tutupi dengan keangkuhan dan acuh tak acuh ya itu.


Serasa hari mulai malam.para penghuni istanah pun satu persatu kembali kekediaman mereka untuk beristirahat memulihkan tenaga untuk besok.


Sedangkan Mulan melakukan kultivasi kembali kedimensi yang berada ditubuh nya.


BOOM


BOOM


BOOM


Terdengar ledakan empat kali.bertanda ada seseorang yang sudah penerobosan kultivasi ketahap yang LBH tinggi karena ledakan itu sampai terasa diluar dimensi atau dia alam alam lain terasa ledakan dahsyat dengan pecahnya api membentuk lambang burung Phoenix dilangit malam.


BOOM


BOOM


BOOM


Ledakan pun terjadi kembali dan dengan rute yang sama dan ditempat yang sama dimana tak ada yang tau .hanya author dan Mulan saja yang mengetahui tempat itu.


KEKAISARAN NERAKA

__ADS_1


Seorang jendral dengan tidak elitnya dan berwibawa ya lari dari gerbang istanah sampai pintu aula istanah.


Dengan masih ngos ngosan ia mengatur nafasnya sebelum memberi salam.


"Salam Hormat yang mulia kaisar." ucap jendral itu dengan nada yang tegas seperti ia yang berperan dalam aspirasi besar menjadi seorang jendral.


"Ada apa jendral Lian xen.sampai anda seperti itu." tanya kaisar Lanling yang berdiri sendiri dengan anteng di tempat yang tersembunyi.


"Begini yang mulia.yang mulia harus waspada Ratu penguasa alam ,melakukan terobosan begitu besar dan tambah kuat.hamba hanya khawatir dia tau siapa calon istri yang mulia,tuan putri ma Mulan akan dalam bahaya setiap saat." jawab jendral Lian xen dengan jelas padat dan mudah dicermati.


"Heemmm,anda Zen perintahkan Anda diam diam melindungi keselamatan calon permaisuriku" titah kaisar Lanling dan jendral Lian xen menjawab dan menerima .


Selama berjam jam mereka membahas masalah masalah yang ada tibalah jendral xen mengundurkan diri untuk menjalankan tugas barunya dari kaisar untuk melindungi calon permaisuri masa depan kaisar neraka.


"Yang mulia kaisar,hamba meminta izin undur diri dan menjalankan titah yang mulia." ucap jendral Lian xen dengan membungkukkan badan sedikit.


" Pergilah.semoga kau tidak mengecewakan Zen." ucap kaisar Lanling .


Mendapat perintah menjaga calon permaisuri langsung membuat jendral Lian xen bersemangat kembali kekediamannya untuk bersiap siap karena besok pagi ia harus bergegas pergi menjalankan tugasnya.


Dengan menunggangi seekor kuda coklat kesayangannya ,jendral Lian xen sampai kediaman Lian dengan cepat dan tanpa melepas senyuman indah dibibirnya.


Saat memasuki halaman kediaman lian.tak sengaja ia berpapasan dengan tuan perdana Mentri Lian yaitu ayah kandung jendral Lian.


"Tuan apa mungkin xen'er sedang jatuh cinta dengan seorang gadis." jawab asal tebak selir satu satunya kediaman Lian meskipun nyonya atau istri sah ibu kandung Lian xen meninggal dunia tapi hanya dia yang wanita penghuni kediaman Lian xen dan merawat Lian dari Lian xen masih bayi yang baru lahir.


"Selir,kalau itu terjadi orang tua ini akan sangat bahagia." ucap perdana Mentri Lian.


"Semoga saja" batin selir Lian dengan tersenyum penuh harapan.


"Tuan,putri kita sudah dewasa kapan dia akan menikahkan mereka " tanya selir takut takut karena putrinya mencintai pemuda dari kalangan rendah anak penjual mantau dikekaisaran ini.


"Entah lah.orang tua ini tak bisa memikirkannya." jawab perdana Mentri Lian dengan wajah penuh kecewa .


Memiliki seorang putri yang dimana kekaisaran neraka hanya melahirkan putra putra saja.dab dia dijunjung tinggi karena memiliki seorang putri untuk bisa dijodohkan dengan salah satu putra para Mentri dikekaisaran neraka tetapi lambat lain putrinya lebih memilih mencintai orang biasa.


"Tuan ,nanti hamba akan bicara dengan Xen'er agar mau menasehati Meimeinya untuk tidak salah mengambil keputusan.karena hamba merasa pemuda itu memiliki tujuan lain dan memanfaatkan Xiu'er" ucap selir dengan menenangkan suaminya yang wajahnya penuh kerutan kekecewaan.


Hari semakin menjelang sore dan makan malam telah selesai.

__ADS_1


Tok


tok


tok


"Siapa" tanya suara dari dalam ruangan .


"Ini ibu nak xen." jawab orang yang mengetuk pintu itu.


Tanpa menunggu lama pintu dibuka oleh jendral Lian xen.


"Masuklah ibu,diluar sangat dingin nanti anda sakit." ucap jendral xen dengan lembut dan tak setegas dengan ia biasanya.


Setelah masuk selir Lian duduk disalah satu kursi dekat jendela.


"xen,apa kau sendang jatuh cinta nak.dari pulang kau senyum bahagia." tanya selir Lian langsung tanpa basa basi.


"tidak ibu.hamba tersenyum senang karena mendapat titah dari kaisar langsung untuk melindungi calon permaisuri." jawab jendral Lian xen dengan langsung tanpa berbelit.


"Kapan berangkatnya nak." tanya kembali selir Lian dengan enggan melepas putranya bertugas diluar kekaisaran.


"Besok pagi ibu." jawab jendral Lian.


"Nak,ibu minta tolong jaga diri dengan baik disana.jangan lupa makan,dan istirahat.jangan sampai sakit.ibu disini menunggu kepulangan mu"ucap selir Lian dengan menangis tak rela putra yang ia besarkan dengan kasih sayang sekarang tumbuh besar menjadi seorang jendral muda kekaisaran yang mereka tempati.


"Ibu jangan banyak pikiran.hamba bukan pergi dimedan perang." jawab jendral Lian xen dengan asal asalan.taoi membuat ibu nya menangis tersedu sedu .


"Haduhhh,,baiklah xen, akan selalu ingat pesan ibu dimana pun Ken berada .apa ibu tak mau oleh oleh dari kekaisaran hitam ," ucap jendral Lian xen merayu sang ibu agar tak sedih lagi.


"ibu tak menginginkan apa apa.asal putraku pulang dengan selamat dan tak kekurangan apapun.tapiibu sangat kecewa dengan meimeimu.yang selalu membangkang itu."ucap selir Lian.


"Akan xen beritahu kalau masih seperti itu lebih baik kita bertindak tegas." jawab jendral Lian xen serius.


"terserah kalian para laki laki.ibu hanya bisa mengikuti saja keputusan kalian." ucap selir Lian dan setelah mendapat rengekan manja dari putranya yang ingin bermanja manja dengan sang ibu.dengan ditemani di tepi ranjang.sudar tertidur dengan pulas.


"Kenapa lama sekali tak kunjung kembali."ucap perdana Mentri Lian yang sudah sampai depan pintu kamar putranya.


"suuuttttt,Pelan pelan" jawab selir Lian.

__ADS_1


Melihat itu perdana Mentri Lian menjadi jengah.


"Anak ini." batin perdana Mentri Lian geram .


__ADS_2