Penguasa Alam

Penguasa Alam
079.


__ADS_3

Pelayan membuka pintu ,dan disana tepat didepan seseorang yang telah lama di benci Mulan memperlihatkan batang hidungnya.


"Untuk apa kau berada di sini,menemuiku."


"Hamba hanya ingin memberi salam kepada tuan Putri ma Mulan" ucapnya sambil tersenyum mengejek.


"Ngapain ulat bulu kesini" gumam ma Mulan dengan sedikit mengerutkan alisnya.


Melihat majikannya hanya diam,membuat pelayan itu merasa bersalah karena merasa mereka mengganggu waktu istirahat tun putri.


"Yang mulia putri,mohon maafkan hamba.Telah lancang mengajak tamu ini masuk" kata pelayan itu dengan wajah tertekuk melihat bawah tepatnya menunduk karena dia benar benar sangat bersalah.


Dengan terpaksa Mulan harus berkata yang membuang buang tenaga saja.


"Ya,kau keluarlah terlebih dahulu,siapkan teh juga camilannya."


"Baik, yang mulia putri" jawab pelayan itu dan ia kembali beranjak memutar badannya melangkah keluar jangan lupa dia masih menunduk.


Selang berapa menit saja,Mulan dengan enggan bertanya.


"Mengapa kau datang kemari,kalau tak ada urusan lebih baik kau pergi"

__ADS_1


"Yo Yo Yo ,memang tidak ada urusan yang mendesak.Tapi,aku hanya ingin mengejekmu saja."


"Bagaimana bahagianya ,melihatmu menikah dengan pria yang sangat jelek." katanya dengan nada mencemoh jangan lupa dengan berkacak pinggang.


"Yang terpenting,aku seorang putri kaisar.bukan sepertimu yang hanya keluarga cabang kecil dari keluarga di kecamatan." ucappan ma Mulan menusuk langsung ulu hati ma tangye karena hatinya yang iri ,ingin menjadi putri mahkota ,tapi nasibnya hanya sebagai anak keluarga cabang kecil ,lebihnya ia hanya anak seorang selir kecil.


"Kauu,sangat sombong." kata ma tangye dengan kemarahannya.


"Ya,kalau tidak sombong harus bagaimana?,keluarga cabang hidup dengan layak karena bantuan kami" kata ma Mulan yang lebih tepatnya lagi menusuk ulu hati ma tangye kembali.


Karena sudah terlalu mendidih menahan kemarahannya ,mang tangye berbalik pergi dengan sangat kesal,niatnya ingin mengolok malah dia yang diolok olok,sungguh berbeda dengan 5 tahun lalu,diaasih menang saat menindas Mulan itu.


"Aku harus cepat pulang,sebelum orang tua sialan itu menyadariku pergi kemana" batin ma tangye dengan sedikit cemas karena hari makin sore.


Setelah kepergian ma tengyu ,ma Mulan kembali berfikir.


"Wanita seperti tangye itu sungguh merepotkan,aku merasa ada bau bau bibit bibit pelakor di dalam dirinya" batin Mulan dengan mendengus kesal karena hari ini sangatlah sial baginya.


Pertama dia yang terpleset dari atas genteng mendarat ditempat pribadi kaisar Langling,kedua dia ketahuan identitasnya oleh kaisar Langling sendiri,ketiga dia diancam,ke empat dia harus bertemu dengan ulat bulu yang dari dulu tak ia sukai yaitu ma tangye,putri paman ke 15 dari cabang kecamatan paman kedua putra tuan besar ketua cabang kecamatan.


Merasa dia sedikit lelah hari ini,membuatnya langsung tertidur tanpa menunggu perang dan makan malam pun harus dia lewatkan.

__ADS_1


Sedangkan dilain tempat


Seseorang sangat marah karena hari ini ,dia gagal menyelakai seseorang karena drencananya digagalkan oleh seorang wanita bertopeng ,berjubah hitam dan merah .


"Sialan,ini tidak bisa dibiarkan"


"Maafkan hamba ,yang mulia


hamba berjanji akan menemukan wanita sialan itu tuan"


"Janji janji saja yang kau ucapkan,sudah berapa kali kau meminta pengampunan dan kesempatan tapi sama sekali tak membuahkan hasil"


"tapi tuan....."


Sebelum lawan bicaranya melanjutkan perkataannya sesuatu memotong leher orang itu.


"Kau urus ini,da kau,gantikan dia melakukan tugas.jangan ada kata gagal lagi."


perintahnya lalu pergi dari sana tanpa berkata lagi.


"Nasibku telah datang" gumam seseorang bawahan yang mengantikan tugas bawahanyang lain yang selalu gagal terus.

__ADS_1


__ADS_2