
"Apa disini ada dapur dan tempat mandi.apa mata air dekat .kalau semua disini ada dan dekat.hamba akan tinggal disini saja.dan tak akan pernah kembali.toh mendiang jiejie lie tak bersama dikediaman itu lagi." ucap Tiu dengan menerawang jauh .
BRAKKKKKK
"Dasar tidak bejus dan tidak bisa diandalkaniya disana " ucap pengawal itu yang membenarkan laporan orang yang ia sewa.
Sedangkan pangeran Zhu Han yang mendapatkan laporan bahwa suruhan putri Riu gagal dan Tiu tak lagi berada di samping pelayan penghianat itu pun membuat Zhu Han hanya tersenyum simpul.
"Semua saudariku,yang polos hanya kau .kau berhak bahagia dan aman." batin Han yang hanya merasa bahwa Tiu saat ini aman.
"Kau cari seseorang hancurkan reputasi Riu seperti apa yang ia rencanakan kepada saudari kandungnya sendiri." perintah pangeran Zhu Han dengan lantang dan kejam.
Setelah mendapatkan perintah itu.pengawal Han mulai mencari seorang penjahat untuk menjebak Riu dan menghancurkan reputasi wanita itu yang dengan tega akan merusak masa depan adik kandungnya sendiri sesama ibu .
"Huhh,dasar ya,buat apa hamba membayar mahal mahal kalau kerjaannya tak becus " ucap Riu dengan jengkel sembari berjalan dengan anggun menyusuri jalan pasar kota untuk mencari adik sialannya itu.
"dimana ****** kecil itu " batin Riu dengan jengkel ,tanpa disadari ia mengatai ibunya sendiri yang seorang Gundik karena bagaimanapun ia yang melahirkan adiknya dan ia yang tak lain anak ******.
Tanpa disadari ia jauh melangkah dari pelayan pribadinya dan pengawal pribadinya ,tibalah ia pingsan karena hidungnya dibekap kain yang sudah terdapat obat bius dan obat lainnya.
Seseorang itu membawahnya kesuatu tempat penginapan murah yang hanya seorang rakyat jelata yang hanya bisa memesannya.
Setelah sampai....
Skip
BLA
BLA
BLA
Semua orang dan rakyat bergegas menghampiri penginapan itu.yang dimana tersebar rumor bahwa penginapan itu ada seorang putri kaisar yang melakukan zina disana.
Semua mendobrak dan melihat baju berserakan dan melihat tubuh polos Riu yang penuh dengan ****** merah diseluruh tubuhnya dan disana masih berantakan dan tak mendapati bercak darah merah yang berarti putri Riu sudah pernah melakukan itu sebelumya.disana masih dengan wajah mesumnya Riu membelai belai seluruh badannya yang polos tanpa sehelai benang.
Melihat banyak orang disana Riu hanya melihat para tuan muda yang ikut melihat pertunjukan yang tak lain live show adegan wanita yang lagi nafsu besar.
__ADS_1
"Sungguh perempuan yang tak tau malu."ucap tuan muda Song yang memang ia sangat tidak suka dengan wanita seperti itu.
"Semua mari kita bubar" ucap tuan muda lainnya mengajak para nona muda lainnya dan para rakyat keluar dari sana.
Sedangkan Mentri gendut yang memang suka pergi kerumah cinta pun ikut pergi meskipun ia sayang meninggalkan pemandangan bagus .
Setelah kepergian para rakyat yang berbondong bondong.orang suruhan itu pun kembali meloncat dari jendela itu dan mengunci kembali ruangan itu tak terkecuali ia membawah kedua temannya itu untuk menikmati sesuatu yang gratis.dan dengan wanita yang berstatus tinggi .
skip
Di lain tempat.
"Madan Gege,apa ini tidak kebanyakan" tanya Tiu sudah selesai mencuci ikan hasil tangkapan Madan.
"Tidak,karena itu untuk para penduduk disini yang lagi sakit tak bisa mencari makanan." jawab Madan dan diangguki oleh Tiu.
"Baiklah,hamba akan membakar semuanya." ucap Tiu dan kembali kedapur untuk menyalakan api dan memasak semua bahan yang didapat Madan dari berburu.dan semya hidangan sudah matang dan tertata rapi untuknya dan gegenya itu .sedangkan daging dan ikan yang masih utuh dan hanya diasapi sudah masuk kekranjang yang akan mereka bawah untuk para penduduk desa yang Madan pimpin sebagai kepala desa .
"Gege,hidangannya sudah siap.mari kita makan siang." ucap Tiu yang dengan manis tersenyum didepan Madan.
"baiklah,hamba akan mencicipi masakan mantan seorang putri ke enam." ucap Madan menggoda Tiu sedangkan Tiu hanya malu malu menanggapinya.
"Ada,yaitu janji tak pernah membuat penduduk disini menderita." jawab Madan dengan tersenyum simpul.
"Baiklah,hamba berjanji Gege."ucap Tiu dan mereka menyudahi obrolannya dan kembali ketopik dimana mereka berdua akan makan siang .
Setelah berkutat selama menikmati makan siang mereka.
Mereka bergegas membereskan semua perabotan disana dan mereka berdua bergegas keluar rumah tak lupa membawah keranjang yang berisi daging asap yang sudah dipotong potong sesuai jumlah penduduk dan rumah mereka tak lupa diselingi ikan yang sudah diasap dan dikeringkan sejumlahnya.
"para penduduk semuanya berkumpul di lapangan" teriak seseorang yang diutus mengumpulkan semua warga pun sudah sebagian melakukan tugasnya dari tadi.
Semua warga sudah berkumpul dan menunggu Madan dan seorang wanita yang sudah membawah 10 keranjang yang berisi bahan makanan dan mereka sampai disana dibantu 10 pemuda disana.
"Silahkan dibagikan" ucap Madan dan ia hanya melihat para warga menerima apa yang dibagikan seluruh pemuda itu .
"terimakasi tuan,nona" ucap para warga yang senang menerima daging dan ikan yang mereka memang selama 4hari tak berburu karena para suami mereka terkena penyakit yang entah tak tau kapan itu terjadi.
__ADS_1
"ya" ucap Madan dan semua bubar kembali kerumah mereka masing masing.
"Gege,hamba rasa warga disini seperti bukan manusia.kenapa mereka hanya makan daging tak ada sayur ataupun lainnya." tanya Tiu yang memang merasa penasaran sendari tadi.
"Mereka istimewa " jawab Madan hanya begitu saja dan membuat Tiu tak bisa berkata serta tanya lebih lanjut lagi.
"Mari kita jalan jalan di dalam sana.siapa tahu kita dapat buruhan lebih banyak disana." ucap Madan.
"Apa Gege ingin hamba ikut berburu ." tanya Tiu dengan tersenyum simpul.
Mereka bergegas memasuki hutan dan mencari buruan mereka.
Ditempat lain tepatnya
penginapan yang terdapat putri Riu itu.
Dengan marah perajurit yang diutus oleh kaisar Zhu lauxi sudah membawah putri ke lima dengan menyeretnya dari sana.tanpa mereka temukan seorang pria sama sekali.
"Auuukkk,Sakit kalian bisa pelan pelan tidak .hamba akan meeksekusi kalian karena lancang dengan ku." teriak Riu dengan lantang.
"Hahahahaha mimpi saja kau." teriak para prajurit itu.
"Apa kalian berani." ucap Riu dengan lantang .
Tanpa mendengarkan semua yang mereka tak ingin mendengar suara cempreng wanita itu .
mereka menyeret putri kaisar dengan kasar karena atas perintah kaisar sendiri.
Sesampai didalam istanah ,
Riu dilempar para perajurit dan langsung disambut oleh kaisar Zhu lauxi dengan cabukan dan jangan lupa gundik ibu Riu sudah tergeletak pingsan dengan luka cambukan disekitar tubuhnya banyak darah yang mengotori hanfunya.
Sedangkan pelayan setia gundik gia menangis dengan diam karena nona nya yang baik hati nan cantik meskipun hanya anak saudagar kaya tapi gia tak pernah terkena kekerasan fisik maupun batin dari kedua orang tuanya.
"Nona,setelah ini hamba akan membawah anda keluar dari istanah ini dan kembali keasal anda saja.secara nona Tiu sudah mengirim surat bahwa ia baik baik saja dan aman."batin pelayan setia itu agseumuran dengan gia.
cetar cetar
__ADS_1
cetar