Penguasa Alam

Penguasa Alam
058.KEBENARAN


__ADS_3

"SIIIIIAAAALLLLAAAANNNNN"


teriak Su Kina dengan geram karena perkataan Pria tua itu kepadanya.


"lalu dimana tua Bangka itu berada.sekarang." tanya Su Kina kepada dirinya sendiri.


"bentar tadi pria tua itu bilang apa.pergi ketempat dimana ia seharusnya berada.tapi di mana.?" tanya Su Kina kembali dalam gumamnya.


"apa saya harus bertanya kembali kepada pria tua itu.siapq yang Sudi pasti itu hanya rencana licik pria tua itu yang membuat kebohongan menjadi kebenaran agar saya percaya .permainan tua itu tak akan berpengaruh bagi saya yang pintar ini.hahahahahaha dasar pria tua sialan itu ." ucap Su kina yang menyakini bahwa dia tetap nona besar keluarga Su.


3hari setelah kejadian itu.


tiga pemuda tampan berjalan jalan mengunjungi restoran kesukaan mereka berempat yang berkunjung dikekaisaran Zhu hanya untuk menikmati secangkir jahe hangat bercampur madu yang menjadi minuman khas dari restoran itu.


"Luhan ,anda ikut kemari .saya kira anda akan terus bersama dengan permaisuri anda dikekaisaran Dhi" tanya salah satu dari ketiga pemuda itu.


"Benar Xin.saya kira dia benar benar tak akan datang kemari padahal sebelumnya sudah ada janji" ucap pemuda disebelah jendral Xin itu.


"diamlah kalian berdua.Mai bagaimana dengan persiapanmu menjadi putra mahkota kekaisaran Zhu kelak." tanya Luhan dengan masih berjalan menuju restoran itu dengan menggunakan kipas menutupi wajah tampannya jangan lupa mereka menyamar menjadi tuan muda dari keluarga bangsawan lain.


ya mereka bertiga ialah Luhan,Su Xin ,serta Mu Mai dan dimanakah satunya lagi.


ketiga pemuda itu berjalan kaki dengan Santai menuju restoran yang ada didepan mereka sebelum mereka berhenti karena teriakan seorang pemuda yang mereka kenal melambaikan tangan didepan pintu masuk restoran itu.


"cepatlah.saya sudah menunggu kalian dari tadi ." teriak pemuda tampan didepan mereka dengan sedikit keras.


"baixu ,kukira kau tak datang.malah kau datang lebih awal dari kami bertiga." ucap Xin dengan nada sedikit dingin karena mereka tak tau bahwa mereka terlambat lebih sedikit dari satu bocah itu.


"jangan berdebat disini.ayo kita masuk dan memesan minuman serta makanan disini."ucap Luhan dan mereka berempat masuk dan disambut dengan hangat oleh pelayan disana.


sedangkan dilantai pertama seorang wanita melihat keempat pria tampan memasuki restoran itu dan ingin berjalan dan pura pura jatuh tapi diurungkan karena ia kira mereka berempat akan dilantai satu .ternyata malah menaiki tangga menuju lantai atas .


dengan tergesa gesa ia memanggil pelayan itu.


"pelayan."ucap wanita itu


"siapa mereka." tanya wanita itu setelah pelayan yang menjaga pintu datang menghampirinya.


"ohh mereka berempat ialah pelanggan kehormatan restoran kami ini nona." jawab nona pelayan itu.


"di lantai mana ia akan duduk."tanya kembali wanita itu.


"maaf nona Su tapi kami tidak diizinkan membocorkan privasi pelanggan terhormat kepada semua pelanggan dilantai satu maupun lantai dua." jawab pelayan itu dengan tegas dan pergi dari sana.


dengan bergumam pelayan itu berkata


"siapa yang tidak tau tentang anda nona su kina.kau akan mencoreng nama restoran kami kalau ada yang tidak nyaman bagi pelanggan setia kami.huhh" gumam pelayan pintu itu dan kembali ke meja kerjanya didepan pintu masuk itu.


"dasar pelayan tak tau diri." gumam wanita itu yang tak lain Su kina dengan geram dan pergi dari sana tanpa meminum dan memakan apapun karena ia tak memesan apapun disitu.ia hanya numpang duduk dan akan mengaid pemuda kaya yang tak mengenalnya.


dilantai tiga


tepatnya diruangan yang sudah diskat antara ruangan satu dan ruangan ruangan lainnya.


"Xin dimana pesanan yang saya minta anda bawahkan kemarin." tanya Luhan dengan santai dan menyesap minuman yang ia pesan.

__ADS_1


"sebentar." ucap jendral Xin dan merogoh saku dalam hanfunya dan mencari sesuatu didalam sana.


PLAKKK


dengan kasar ia menepuk dahinya karena ia lupa bahwa pesanan itu berada dirompi kuda hitamnya itu.


"maaf ,saya lupa membawahnya.benda itu tertinggal di saku rompi kuda saya.akan saya ambil terlebih dahulu.permisi" ucap Xin dan pergi keluar ruangan itu dan bergegas menuruni anak tangga melewati lantai dua dan terakhir lantai dasar yaitu lantai satu.


seorang pelayan bergegas menghampirinya.


"ada yang bisa hamba bantu tuan" ucap pelayan itu.


"tidak ada." lalu berjalan keluar menuju luar restoran itu dan berjalan ingin menuju tempat dimana kuda mereka bertiga titipkan tadi .


masih didepan restoran seorang wanita tiba tiba jatuh tersungkur didepannya dengan muka lotus putihnya memasang air mata pura puranya dan dengan hanfu yang sedikit memperlihatkan depan dadanya.


"aauughhh" ringisnya dengan mata berkaca kaca ingin menangis.


sedangkan pria tampan didepannya hanya memasang wajah dingin melihat sekilas wanita yang tiba tiba terjatuh didepannya dan kembali melihat kedepan dan saat melihat didepan ia tersenyum penuh cinta.


sedangkan wanita yang jatuh dibawahnya merasa bangga karena salah satu pria yang diincarnya direstoran itu tersenyum kepadanya penuh cinta.


"hehh,siapa yang sanggup menolak pesona seorang nona Su kina." batinnya penuh kemenangan.


dan ia berkata.


"tolong bantu aku " ucapnya lemah sembari berkaca kaca.tapi pria yang ia mintai pertolongan hanya diam saja menatap seseorang didepannya.


"sayang ,sedang apa anda kemari." tanya pemuda itu kepada gadis yang berada dibelakang su kina terjatuh.


sedangkan gadis itu hanya memandang su kina dengan tatapan marah dan jijik.karena dari awal ia sudah melihat calon suaminya keluar dan dengan sengajanya Wanita yang ia benci jatuh didepan jendral Xin dengan sedikit memperlihatkan dadanya.


"minum teh jahe bersama keempat sahabatku.ingin bergabung" ucap jendral Xin mengulur tangannya dan disambut senang hati oleh Du Linzi.membuat wanita dibawah mereka mengepalkan tangannya karena merasa tak dihiraukan.


"tuan muda ,apa anda tak berniat membantu hamba berdiri" ucap su kina dengan nada lembut yang ia buat buat dan mendongakkan kepalanya dan melihat pemuda tampan itu bergandengan dengan nona besar Du Linzi .


"siapa dia."tanya Du Linzi kepada Xin.


"saya tak mengenalnya ia jatuh sendiri dan akan berdiri sendiri .jangan pedulikan wanita lain.karena saya tak akan pernah peduli dengan perempuan lain selain kau Linzi."ucap Xin dengan menekan kata tidak akan pernah.


kata kata itu membuat su kina menahan rasa malu setengah mati.ingin rasanya ia menggali lubang untuk sembunyi dari para rakyat dan orang orang yang berlalu lalang melihatnya tadi dari awal sampai akhir.


"kau dengar nona Su kina." ucap Du linzi dengan nada mencemohnya.


"jangan panggil dia dengan nama keluarga besar Su karena dia bukan darah daging ayah saya Linzi" ucap Xin dengan tegas dan dinginnya.


"ohh maaf Xin gege.aku tak akan menyebut dia dengan marga keluarga anda."ucap Du Linzi dan menoleh serta berjongkok dihadapan Su kina yang masih belum berdiri karena melihat pasangan yang begitu cantik dan tampan didepannya.


"kau dengar itu nona Kina.ahli waris keluarga utama Su saja tak ingin kau memakai gelarnya karena kau bukan putri kandung tuan Su Kon dari kediaman utama keluarga Su.kau tau siapa pemuda yang akan kaucelakai ini.dia ialah jendral perang Xin dari kekaisaran Bai.dia ialah jendral muda Su Xin putra semata wayang keluarga Su di kediaman utama keluarga Su.dia putra kandung tuan besar Su Kon.yang kau akui sebagai ayah kandungmu tapi ternyata ia ditipu ibumu .huhhh benar benar rubah licik yang sangat kejam.tapi tuan Su hanya mengikuti permainan ibumu saja.setelah ia tak menginginkannya ia akan meninggalkanmu.karena kau bukan darah dagingnya.bersyukurlah karena selama ini kau dibesarkannya yang begitu baik hati." ucap Du Linzi dengan mencibir su kina yang berada dibawahnya.


"ayo Linzi jangan kau buang tenaganya dengan percuma.saya muak melihat wanita seperti ini.benar benar MURAHAN SEKALI" ucap jendral Xin dengan dingin dan kejamnya.


"ayo ikut denganku mengambil benda di penitipan kuda." ucap jendral Xin mengandeng linzi dengan penuh cinta pergi menjauh dari wanita yang masih terduduk dengan hati dan perasaan yang hancur.


"jadi yang dikatakan pria tua itu benar .bahwa tuan Su bukan ayah kandung saya.lalu pemuda itu ialah jendral Xin dan dia putra tuan Su sesungguhnya." gumam Su kina dengan mengelengkan kepalanya berkali kali kekanan dan kekiri.

__ADS_1


"ini tidak mungkin,tidak mungkin,pasti tidak mungkin"


"TIDAAAAKKKKK MMMUUUUNNGGGKKKIIIIINNN"


"DIA AYAHKU BUKAN AYAHMU JENDRAL XIN" teriak su kina dengan marah dan yang diteriaki tak mendengarnya kalau mendengarnya pasti su kina akan ditendang sampai ajal menjemputnya.


"saya akan merebut apa yang seharusnya menjadi milikku .terutama pengakuan tuan Su bahwa saya putri kandungnya bukan orang lain." batin Su kina mengepalkan tangannya dengan geram dan penuh amarah .


dia sangat sangat egois untuk hal ini.


dia benar benar tak menerima kenyataannya bahwa ia sebatang kara selama ini.kalau bukan kemurahan hati tuan Su .dia masih menganggap tuan Su sebagai ayahnya setelah ditinggalkan tuan su 6bln lalu membuat ia tau kehadiran orang tua itu berpengaruh besar di hidupnya.


setelah ia lelah berteriak ia berdiri dan berjalan cepat menuju kediaman tua yang selama ini ia tinggali dan disana ada ladang yang sekarang tak ada tanaman sedikitpun tumbuh hijau.karena tak ada yang menanam sayuran lagi disana.


sesampai didalam kediaman itu.


PRAKKKK


TIARRRRRR


PRANGGG


DUUKKKKKK


BRRUUUUKKKKK


BYAAARRRRRRRR


"SEMUA CEPAT KELUARKAN BARANG BARANG ROSOKAN ITU DARI KEDIAMAN INI."teriak wanita tua yang memakai pakaian kepala pelayan menyuruh prajurit membuang semua barang barang Su kina dengan asal dan kasar .


"TIDAK ,JANGAN ,SIAPA KALIAN SEMUA." teriak su kina marah marah karena ada orang lancang yang membuang barangnya dari kediamannya sendiri.


"SIAPA KAMI HAHAHAHAHAHAHAHAH,YANG HARUSNYA TANYA ITU KAMI .SIAPA ANDA NONA KECIL."teriak wanita tua itu.


"bibi pengasuh ,ini semua sudah bersih dan sudah dikeluarkan semua dari ruangan ini" ucap pengawal itu dengan membungkuk.


"kau nona kecil.bawah barang rosokanmu itu pergi dari sini secepatnya.karena nyonya besar tak ingin ada lintah yang masih tinggal disalah satu properti milik suami nyonya besar." ucap wanita tua itu dengan dingin dan sadis tanpa sopan santun.


"dasar wanita tua kau mengusirku dari tempat ayahku sendiri." ucap Su kina dengan marah dan geram.


"SIAPA ...YANG KAU SEBUT AYAHMU"ucap seseorang wanita berjalan keluar dari halaman belakang yang ada disana.


wanita paru baya itu sangat cantik meskipun sudah tak muda lagi.


"nyonya besar,gadis itu ialah nona Su kina."ucap wanita tua tadi.


"ibu pengasuh,saya tau ."jawab wanita itu dengan dingin dan tatapan tajam menelisik dari atas sampai bawah tubuh su kina.


"suamiku sejak kapan kau memiliki putri kandung sejelek ini." tanya wanita parubaya itu kepada seseorang yang berjalan dibelakangnya.


"dia bukan putri kandungku.dia anak yang dikandung wanita itu sebelum ia menikah menjadi seorang selir dikediaman ini." ucap pria parubaya yang sudah terlihat wajahnya didepan Su kina.


"ayah di mana saja.anda selama ini.dan siapa wanita sialan ini." tanya Su kina dengan geramnya.


"dia istri sah saya .dan anda bukan putri kandung saya .bibi pengasuh .usir dia dari sini secepatnya.karena bangunan ini akan direnovasi dan akan ditinggali oleh kami dan menantu kami kelak." ucap tuan Su Kon dengan tegas.

__ADS_1


lalu prajurit bergegas menyeret su kina keluar dari sana atas instruksi pengasuh tua itu.sedangkan Tuan dan nyonya nya pergi dari sana menaiki kereta kuda mewah dan meninggalkan su kina yang hanya menatap kereta kuda itu berjalan menjauh.


"lalu siapa ayah kandung saya." gumamnya dan baru kali ini ia menangis dengan sungguh sungguh tanpa air mata ke pura puraannya.


__ADS_2