
"Hamba putri nyonya dan tuan kediaman ini.kakak tuan muda mu San " ucap wanita itu dengan jujur.
"ohhh,minggir" ucap pria itu melewati wanita cantik itu dengan angkuh sedangkan sang wanita dengan geram melepas sepatu nya dan........
Plukkkkkkkkk
Mendarat tepat ditengkuk leher sang pria.
"BEDEBAH "
"KAU YANG BEDEBAH" teriak wanita itu yang tak lain mo Yun.
"KAUUUU" Tunjuk pria itu dengan arogantnya dan jangan lupa dengan marah ia mengeluarkan sedikit kultivasinya agar wanita itu lemas dan tunduk minta maaf padanya.
Tapi apa yang ia lihat wanita itu malah dengan biasanya berdiri masih berkacak pinggang memelototinya.
"Anda kira hanya dengan mengeluarkan hawa kultivasimu bisa menundukkan hamba.asal anda ingat tuan sombong.sebelum hamba datang kemari hamba sudah 17thn menjadi kaisar Zhu lauxi palsu hanya dengan kultivasi saja itu tak cukup menggoyahkan hamba."ucap Mo Yun dengan sombongnya sambil tersenyum sinis.
"wanita ini sombong serta arogant ternyata kultivasinua juga tak main main.tapi dia belum tau.hamba lebih bisa dari ini." batin pria itu dan langsung pergi meninggalkan wanita itu tanpa melanjutkan pertengkaran karena itu akan membuat ia mengulur waktu terlalu banyak untuk bertemu sahabatnya Mu San karena ia ingin membicarakan sesuatu dengan sahabat kecilnya itu.
"Pria arogant yang tak tau malu."geram Mo Yun dan kembali melanjutkan menuju taman yang disana sudah ada sang ayah menunggunya.
Skip
Ditempat lain
Tepatnya Pasar ke kekaisaran Zhu ,ketiga saudara itu berjalan beriringan dengan santainya berbincang dan bergurau tanpa beban yang mereka pikul.
"Meimei bentar lagi kau akan menikah.apa kau bahagia." tanya Luhan dengan menatap serius netra adik perempuannya tanpa berkedip.
"Heemm,ya Luhan GE.saya akan menikah dan kurasa itu pilihan terbaik dari lainnya ." jawab Mulan dengan menoleh mebalas tatapan Luhan sendiri.
"tapi jiejie apa itu tak membuatmu keberatan akan semua ini.kita disini hanya jiwa kita bertransmigrasi tapi tubuh ini milik jiwa seseorang apakah pemilik tubuh ini senang akan keputusan kita." tanya Baixu sedikit tak tenang akan semua ini.
"Mungkin ini sudah takdir kita.atau mungkin ini tubuh masalalu kita" jawab Luhan yang sudah nyaman dengan semua ini apalagi ia telah memiliki seorang istri kecil nan cantik didunia antah berantah ini sendiri.
"Apa yang dikatakan Gege benar" tamba Mulan yang setuju atas pemikiran Gege nya.
"Hemm kalian memang ya...baiklah aku akan mengikuti kalian saja.toh kita juga sudah meninggal didunia itu."ucap Baixu yang setuju dengan pemikiran tersebut.
"Apa kalian tak menyadari ,sepertinya didunia ini tak akan sesederhana mungkin.apalagi kekaisaran Zhu dan kaisar Zhu lauxinya itu.Sepertinya tak sesederhana mungkin." ucap Luhan dengan berjalan beriringan bertiga.
"Menurut pengamatanku.ada sesuatu atau seseorang yang mendukung kaisar sialan itu." tambah Mulan dengan menerka neraka.
__ADS_1
"Kau merasakannya " tanya Luhan kembali.
"Ya ," jawab Mulan dengan singkat dan mereka memutuskan untuk tak berbicara kembali karena mereka sudah sampai dipasar kekaisaran Zhu.
"Apa kau ingin membeli sesuatu." tanya Luhan kembali kepada adik perempuannya .
"Heem,kita makan saja diRestoran biasa ." jawab Mulan dan diangguki kedua saudara laki lakinya itu.
Mereka sekarang menuju Restoran dimana akan makan siang disana.
Sesampainya didepan Restoran mereka berdua berpapasan dengan seseorang yang membuat mood mereka tak kembali baik lagi.
"Yooo,bukankah ini kaisar Long dan putri mahkota Mulan serta pangeran mahkota Lang."Senang bertemu dengan anda disini yang mulia." ucap pria itu yang tak lain ialah pangeran ketiga Zhu Hua.
"Siapa Hua Gege,tampan sekali"tanya putri ketujuh Zhu .
""Jangan kau terpana dengan ketampanannya karena dia sudah memiliki seorang permaisuri dan kekaisaran mereka tak menerima selir/gundik seorang pun." ucap pangeran ketiga Zhu Hua dengan lantang karena memang benar daripada ia berurusan dengan kaisar kejam itu lebih baik ia tak pernah menuruti ibunya yang seorang selir agung itu untuk meraih kesuksesan agar ia menjadi kaisar Zhu masa depan.
"Tapi,hamba tak akan menyerah mendekati adiknya gege.sepertinya putra mahkota Lang juga tak masalah .dia juga tampan.dan calon kaisar masa depan." Batin putri ketujuh dengan tersenyum penuh rencana licik.
"Apa kami boleh bergabung."tanya putri ketujuh dengan nada manjanya.
"Maaf,kami tak berniat menambah anggota meja."jawab Mulan dengan sekali tanpa melihat kedua mereka.
"Tapi kan gue,hamba tak ingin pergi dari sini" ucap gadis itu dengan kekeh nya.
"Diam dan ikut saja " ucap pangeran ketiga Zhu Hua dengan ancaman menyeret tangan adiknya itu.
"tapi ge,hamba ingin bersama dengan putra mahkota Baixu" ucap gadis itu dengan lantang.
"Jangan bodoh kita tak sederajat dengan mereka." ucapnya dan masih menyeret adiknya itu.
"Tapi ,hamba akan berusaha sederajat dengan mereka apapun caranya" batin putri ketujuh Zhu dengan sedikit merencanakan hal kotor yang ada dikepalanya itu.
Kepergian kedua manusia zhurut itu membuat ketiga bersaudara bernafas lega .
Karena mereka tak mau senafas dengan kedua orang itu dalam satu ruangan/pun restoran.
"Syukurlah mereka tak berusaha semeja dengan kita" ucap Baixu dengan sedikit keras dan rasa bersyukur nya tambah berkali lipat.
"Kau memang manusia peka adik" ucap Mulan dengan menepuk pundak adiknya itu.
"Siapa yang tak peka dengan tatapan menjijikan itu kak.wanita uler itu selamanya akan menjadi uler sampai keturunannya kalau memiliki anak perempuan." ucap Baixu dengan sedikit keras dan dengan pemikirannya yang terlalu blak blakan membuat ia memiliki julukan pria tampan dengan mulut pedasnya.
__ADS_1
"mulutmu sangat pedas" ujar Luhan dengan tersenyum sedikit karena tingkah adik laki lakinya yang terbilang dari dulu sampai sekarang sama saja.
Mulutnya itu seperti harimau.yang sangat galak dan sangatlah tampan.
Setelah sampai dilantai tiga mereka duduk di dekat jendela dan melihat pemandangan jalan jalan diatas sana dengan jelas.
"Apa kau ingin pesan sesuatu tuan" tanya pelayan disana.
"Menu seperti biasanya.dan jangan lupa manisan atau kue untuk meimeiku" ucap Luhan dengan masih tetap memandang luar jendela
"Baik,tuan,nona ,hamba undur diri menyiapkan pesanan anda " ucap pelayan itu menunduk dan pergi dari sana menuju dapur.
Beberapa menit kemudian,
"Permisi tuan,ini menu yang anda pesan dan kue kue kering maupun basah ada disini" ucap pelayan itu menata makanan pesanan itu.
"Selamat menikmati tuan,nona " ucap pelayan itu
"Ya ,pergilah" ucap Luhan dan memberi tips kepada pelayan itu .
"terimakasih tuan" ucap terimakasih kepada yang memberikan tips berupa dua keping koin perak kepadanya .
"Benar benar tuan baik hati." ucap pelayan itu yang tak lain uang upah ia bekerja direstoran itu hanya 50 keping perunggu saja.dia mendapatkan 2 keping perak setara ia mendapatkan 200 keping perunggu hari ini.
"Gege itu terlalu banyak" ucap Baixu yang tak terima sang kakak menghabiskan 2 keping perak begitu saja.
"Biarkanlah,anggap saja kau membantunya ." ucap Luhan yang membuat Baixu sedikit cemberut karena ia memang terkenal perhitungan klau tentang yang namanya money.
"Sudahlah ,makan saja ada gulali kesukaanmu disini" ucap Luhan yang membuat Baixu menatap meja dan disana tak ada gulali sama sekali.
"Anda menipu saya tuan" ucap Baixu dengan nada sedikit dingin dan formal.
"Hahahahahahahahahahahahahhahhaa "
"Kalian sangat lucu"
"DIAMMMM"
"DIAMMMMM"
ucap mereka berdua secara bersamaan membuat yang tertawa diam dan meneruskan makan siangnya.
"Huhhhh"
__ADS_1