
"Tidak akan pernah! Langkahi dulu mayat kami!" umpat Ratu Zain, ia membunyikan siulan hingga semua prajurit Sgàil Shìthiche langsung merubungi Alaric dan Zerrin untuk sebuah perlindungan.
'Lindungi, Alaric dan Zerrin dengan nyawa kalian!" teriak Ratu Zain.
"Baik Ratu!" balas para elf.
Semua elf sudah mencabut pedang ingin menyerang musuh mereka, semua elf mulai bertempur dengan para penunggang naga Gorian.
"Apa yang mereka lakukan?" tanya Alaric bingung, ia sama sekali tidak bisa bergerak keluar dari perlindungan para elf yang merubungi mereka.
Seakan para elf sengaja membuat dirinya dan Zerrin tak bisa bergerak ke luar dari perlindungan yang mereka buat. Zerrin masih mengepakkan sayap di angkasa hanya mengambang.
"Mereka berusaha untuk melindungi kita tapi, aku sendiri malah tidak bisa bergerak untuk menolong mereka Alaric. Apa yang harus kita lakukan?" jawab Zerrin, ia sama bingungnya dengan Alaric.
"Ooh, begitu! Hm," batin Alaric, ia berusaha untuk mencari celah agar bisa menyerang musuh dan melindungi para elf yang mulai jatuh satu demi satu.
Duar! Duar!
Bola api mulai melesat, naga Gorian mulai menukik melayang menyerang dengan cepat ke arah Ratu Zain dan semua Elf, membuat Alaric semakin tak ingin ada elf yang tewas.
Ratu Zain melesat menebaskan pedang ke arah naga Gorian sehingga penunggang naga ksatria Gorian langsung melesat untuk menyelamatkan naganya.
"Sialan, kau Ratu Zain! Aku akan membunuh dirimu!" teriak ksatria penunggang naga Gorian murka.
Ksatria tersebut langsung menyerang ke arah ratu Zain dengan ilmu sihir dan pedang. Akan tetapi, Ratu Zain pun langsung menangkis serangan demi serangan ksatria penunggang hingga mereka berdua melayang di angkasa dengan pedang juga kekuatan sihir.
"Zerrin, kita harus menolong mereka! Lihat, Ratu Zain dikeroyok naga dan ksatria Gorian. Apalagi, para elf ternyata tidak bisa berperang dengan naga?" ujar Alaric bingung.
"Para elf merasa jika naga adalah adik mereka, sehingga mereka tidak bisa membunuh adik mereka," balas Zerrin, ia pernah membaca silsilah aneh tersebut jika ada ratu elf yang menikah dengan naga.
"Apa? Tapi, lihat saja, tidak demikian dengan naga!" ucap Alaric bingung.
"Naga Gorian sudah disihir, Alaric. Sehingga mereka tidak bisa lepas dari sihir kecuali kematian," balas Zerrin.
__ADS_1
"Calder Hall biadab! Ayo, terbang sedikit tinggi dan semburkan apimu untuk menyerang mereka!" ujar Alaric.
Zerrin melakukannya dan langsung menyemburkan api pada naga membuat para naga semakin menyerang ke arah Zerrin.
Akan tetapi mereka berhasil menjauhkan para elf dari naga dan penunggang Gorian, "Teruslah, Zerrin! Aku akan menyerang mereka!" ucap Alaric, ia langsung mencabut pedangnya dan melesat ke arah penunggang naga yang ingin membunuh salah satu prajurit elf yang lengah.
Trang!
Pedang bergema Alaric langsung menendang musuh dengan cepat dan kembali bersalto dan memukul mundur musuh hingga jatuh ke tanah.
Alaric sudah berada di tanah melawan penunggang Gorian, sedangkan Zerrin berada di angkasa saling cakar dan menyemburkan api pada musuh untuk menyelamatkan penunggang mereka masing-masing.
"Menyerahlah, kau naga betina! Kau masih muda, kau tidak tahu apa pun. Lebih baik kau ikut dengan kami. Kau tahu, Tuan Calder Hall 'kan memberimu makanan yang lezat yaitu : para klan manusia.
"Mereka adalah sekumpulan domba yang layak untuk dimakan," ujar salah saru naga bersisik hitam.
"Cih, menjijikkan! Aku rasa kau tidak pernah belajar mengenai sejarah naga itu sendiri. Apakah kau tahu, jika manusia adalah makhluk yang sempurna?
"Mereka memiliki akal dan budi pekerti. Jika kau ingin memakan manusia, mengapa kau tidak memakan Calder Hall? Bukankah dia manusia juga?" umpat Zerrin, ia jijik melihat naga Gorian.
Zerrin menukik di angkasa melesat menghindari semburan api naga hitam tersebut dengan kelincahan yang luar biasa.
"Aku bersyukur, kekuatan Alaric yang mengerikan membuatku mudah terbang dan menguasai banyak hal," batin Zerrin, ia menyadari kekuatan mengerikan milik Alaric.
Sehingga ia tumbuh dengan cepat dan memiliki kekuatan lebih besar dibandingkan umurnya dan para naga dewasa yang sudah berumur ribuan tahun.
"Bajingan Kau!" teriak naga hitam kala sayapnya telah terbakar semburan api dari Zerrin.
Naga hitam mulai sedikit oleng, Zerrin tidak menyia-nyiakan kesempatan langsung mencakar wajah naga hitam dan menancapkan taring tajam miliknya ke ekor naga hitam.
"Aaa!" teriakkan naga hitam kesakitan dan tak bisa lagi mengendalikan dirinya untuk tidak jatuh ke bumi.
Sementara si pemilik naga sedikit murka melihat sayap naga hitamnya terbakar hingga, gedebam! Suara naga hitam jatuh ke tanah.
__ADS_1
Zerrin angsung menyemburkan apinya membakar naga hitam tersebut. Si penunggang naga hitam langsung murka, ia pun melesat secepatnya dengan pedang terhunus ke arah Zerrin.
"Beraninya kau membunuh nagaku!" teriak ksatria penunggang naga hitam.
Ia melesat seakan menaiki tangga tak kasat mata di udara menuju ke arah Zerrin yang masih melawan naga lain beserta penunggangnya. Para elf membantu Zerrin.
"Bajingan! Jangan kau bunuh putriku!" teriak Alaric, ia melesat dengan kekuatan tenaga dalamnya.
"Zerrin, waspada!" teriak Alaric, ia pun melesat bak angin menuju ke arah Zerrin yang masih membelakangi ksatria penunggang Gorian yang ingin membunuhnya.
Alaric tak lagi berusaha untuk menahan atau mengendalikan tenaganya dengan secepat kilat Alaric melesat naik ke arah si penunggang Gorian.
Trang!
Alaric langsung menangkis pedang musuh, ia berdiri tepat di antara Zerrin dan si ksatria Gorian.
"Jangan mencoba untuk melukai Zerrin! Kau langkahi dulu mayatku!" ujar Alaric menirukan ucapan ratu Zain.
"Minggir! Dia telah membunuh nagaku! Dia harus menjadi milikku!" umpat ksatria Gorian.
"Tidak akan pernah!" balas Alaric tegas, "Zerrin bukan barang yang harus diperjualbelikan," ujarnya.
Alaric langsung menebaskan pedang pada si penunggang dengan kekuatan yang luar biasa. Serangan demi serangan tak ada yang berhasil melukai Alaric.
"Bajingan! Ternyata penunggang baru dan muda ini sangat hebat!" batin penunggang naga Gorian, ia langsung memutar tubuh untuk menghindari tebasan pedang Alaric.
Ia tak menyangka jika Alaric telah tiba di depannya dengan mengambang bahkan, tubuhnya dipenuhi dengan pendar cahaya merah dan perak yang menggulung tubuhnya hingga ke mata pedang merah delima.
"Pedang merah delima?! Bukankah itu milik … Filain? Apa hubungan pemuda ini dengannya?" batin si penunggang penasaran.
Namun, ia tak bisa berpikir cepat karena tebasan pedang mengerikan Alaric sudah membelah tubuhnya hingga tewas tanpa disangka olehnya.
Ratu Zain dan semua elf terperangah menatap semua itu. Mereka tak menyangka jika kekuatan Alaric sungguh luar biasa hebat dan kuat.
__ADS_1
"Ilmu sihir dan tenaga dalam darah campuran ini, luar biasa hebat!" batin mereka mengagumi Alaric.