Penunggang Naga Terakhir

Penunggang Naga Terakhir
Cermin Ajaib


__ADS_3

"Aku tidak boleh mengacaukan kerja sama yang sudah dilakukan oleh para klan. Aku harus bersabar! Siapa tahu, para Goblin lebih lunak soal darah (hewan) daripada para elf," batin Zerrin.


Zerrin sedikit ngeri membayangkan jika dirinya harus makan dengan buah-buahan dan sayuran. 


"Masa naga harus makan tumbuhan? Aduh, mengerikan! Jika sekali-kali bolehlah tapi, jika tiap hari ngeri juga," batin Zerrin.


Zerrin mulai masuk ke dalam sebuah kolam air hangat dan mandi dengan cepat hanya mengepak-ngepakkan sayap dan berkumur juga berenang dengan santai.


Zerrin menyudahi mandinya dan langsung pergi ke ruang tengah dari kerajaan Golden, di mana Bana-phrionnsa Tara dan Alaric sudah berada di sana beserta seluruh goblin dan petinggi kerajaan termasuk Raja Gorra.


"Mari, makan Dragon Zerrin!" ucap Raja Gorra, ia telah menyuguhkan buah dan sayuran untuk Bana-phrionnsa Tara aneka hidangan lezat hewan dan jamur untuk Alaric dan rusa gemuk untuk Zerrin.


"Wah, menu yang luar biasa!" ujar Zerrin, ia langsung menyapukan lidah bercabangnya di sekitar giginya membuat semua Goblin tertawa kecuali Zork yang merasa jijik.


"Jika terus-terusan begini aku bisa gemuk. Terus bagaimana dengan latihannya?" tanya Zerrin bingung.


"Jangan khawatir Tuan Dragon, Anda hanya mengingat dan membantu Tuan Dragon Rider saja," ujar Gorra.


"Yang Mulia, tolong panggil saya Alaric saja. Saya lebih senang dengan nama itu," lirih Alaric, ia sedikit berjengit jika ada yang memanggilnya demikian ia merasa tak pantas untuk mendapatkan hak istimewa tersebut.


"Ah, Anda terlalu merendah! Kami sudah mendengar segala kehebatan Anda Tuan Dragon Rider," ungkap Gorra tersenyum.


"Cih, najis! Dasar, orang-orang rendahan!" umpat batin Zork, ia tak menyukai semua hal, ia sedikit tak sudi jika harus semeja dengan ketiga klan tersebut.


Semua orang makan dengan lahap tanpa bicara apa pun, setelah selesai makan Zerin dan Alaric dibawa oleh Tuan Garey untuk berlatih menyepuh pedang membuat pelana dan baju zirah untuk Zerrin.


"Anda, hebat sekali Dragon Rider?" puji Garey karena Alaric begitu luar biasa di dalam menyepuh pedangnya menjadi berkilau dan luar biasa hebat. 


"Karena ayahku seorang pandai besi, Tuan! Tapi, tidak sehebat kalian, kalian luar biasa … bisa membuat semua kemajuan ini," puji Alaric menatap ke arah dinding.


"Anda dan klan Anda begitu pintar. Goblin luar biasa … dulu aku tak pernah menyangka akan pernah bertemu dengan naga, elf, dan Goblin … kalian luar biasa hebat!" puji Alaric, ia bersyukur bisa bertemu dengan mereka semua.


"Hahaha, itu hanya kebetulan! Kami tidak pernah keluar dari Romundur sehingga selalu melakukan aktivitas setiap harinya sehingga, ya … beginilah hasilnya," balas Tuan Garey merendah, mereka berdua masih menempa pedang dan baju zirah untuk Zerrin.


Suara ketukan di pedang dan tombak membahana, Zerrin tersenyum bahagia kala para Goblin mulai mengukur tubuhnya, ia tertawa geli membuat para goblin yang naik ke tubuhnya tertawa bahagia.


Anak-anak main seluncuran di tubuhnya, "Hati-hati! Sisikku sedikit tajam. Nanti jika para ayah kalian telah membuat baju istimewa untukku kalian main lagi," ujar Zerrin.


Anak-anak goblin bersorak gembira, mereka tertawa bahagia, bahkan ada yang menarik-narik sulur Zerrin. Akan tetapi, Zerrin sama sekali tak marah.


Brash! 


"Awas!" teriak Alaric menutupi tubuh Garey dengan jubahnya.

__ADS_1


Mereka tidak menduga jika aliran magma yang biasanya hanya menetes sedikit demi sedikit yang mereka gunakan untuk menempah  harus tertumpah dari bendungan yang dibuat oleh para goblin.


Magma panas tersebut membuat seluruh kubangan di penuhi lahar menyala yang panas.


"Anak-anak! Cepat naik ke punggungku!" teriak Zerrin, ia melesat ke anjungan menyelamatkan anak-anak yang ketakutan.


Zerrin kembali terbang ke bawah mengitari magma dan mencari Alaric dan Garey, "Alaric! Tuan Garey!" teriak Zerrin, ia langsung menyemburkan air dari mulutnya untuk menahan aliran magma.


Zerrin langsung menarik tubuh keduanya dengan cakar miliknya dan membawa mereka terbang untuk menghindari magma tersebut.


Semua orang heboh para goblin, tidak menyangka akan hal itu. Secepatnya Zerrin langsung mendarat ke sebuah plang pembatas.


"Tuan Garey! Tuan Garey?" panggil Alaric, di anjungan titian.


Zerrin kembali menyemburkan air dari mulutnya untuk memadamkan api yang masih melekat di jubah Alaric. Suatu keajaiban, jubah tidak terbakar. Alaric dan Tara juga seorang tabib goblin, langsung memeriksa tubuh Garey


"Uhuk! Uhuk!" Garey terbatuk, ia mencoba untuk duduk. 


Semuanya bernapas lega kala Garey terbatuk, "Syukurlah! Bagaimana keadaan Anda Tuan?" tanya Bana-phrionnsa Tara, ia memberikan minuman dari gucci di selipan pinggang.


"Minumlah!" ujar Tara, ia menuangkan minuman ke mulut Garey.


Suatu keajaiban terjadi tubuh Garey berputar sesaat hingga ia kembali tenang, semua goblin  terperanjat ngeri melihatnya.


Raja Gorra langsung melayang ke arah tengah magma dan mengangkat tangan kemudian magma berhenti dan kembali ke dalam kubangan magma.


Semua orang terperanjat tidak menyangka jika sihir dari raja mereka sangat kuat biasa. Dari dasar penempahan terlihat pedang batu delima berkepala naga milik Alaric dan tombak milik Garey tergeletak beserta mayat Zio.


"Tuan Zio!?" teriak semua orang, mereka tak menyangka jika seharian Zio tak terlihat karena Zio telah meninggal.


"Siapa yang telah membunuh Zio? Jika klan lain maka mayat Zio tidak akan utuh kecuali yang membunuhnya adalah sesama goblin sendiri," batin Gorra.


Raja Gorra menahan amarah dan murka, ia melesat dengan cepat ke arah mayat Zio dan kedua benda tersebut.


Raja Gorra berlutut di sana, "Zork?!" lirih Gorra, ia melihat bayangan Zork di mata Zio kala Gorra membacakan mantra.


"Bajingan itu, benar-benar pengkhianat!" batinnya, "maafkan aku Zio! Aku pasti memberikan keadilan padamu!" ucapnya, ia memejamkan mata Zio.


"Beristirahatlah dengan damai, sahabatku!" lirihnya.


Gorra langsung mengangkat tangan, hingga mayat Zio, pedang, dan tombak Garey pun melayang ke anjungan.


"Maafkan ketidaknyaman ini Dragon Rider dan Garey, aku tidak menyangka jika Zio dibunuh!" ujar Gorra.

__ADS_1


"Apa?" teriak semua orang terperanjat, untuk pertama kalinya ada pembunuhan di Golden.


Para goblin, terperangah mereka tidak menyangka jika akan terjadi pembunuhan yang tidak pernah terjadi di Golden selama ini.


"Sudah aku katakan, jika para leluhur goblin tidak akan menyukai kerja sama ini! Tapi, kalian tidak pernah mau percayainya!" teriak Zork, ia berdiri di anjungan lain.


"Sial! Mengapa aku tidak bisa membunuh Garey dan pemuda itu? Tuan Calder Hall pasti akan marah! Sial! Padahal, sedikit lagi aku berhasil mengambil pedang batu delima itu?" batin Zork, ia menatap dengan benci ke arah mereka.


"Tuan Zork! Tidak ada sangkut pautnya dengan kematian Zio dengan kerja sama antar klan. Aku sangat yakin, jika ada yang berusaha untuk berkhianat!" tegas Gorra marah, ia menatap ke arah Zork dengan murka.


"Seseorang?! Hahaha, Anda terlalu berhalusinasi Yang Mulia Raja! Selama ini keadaan Golden selalu aman. 


"Sejak mereka bertiga datang segalanya semakin kacau! Aku sangat yakin, jika salah satunya pasti telah membunuh Saudara Zio! 


"Bukankah aku tadi malam bertemu dengan Anda Dragon Rider? Aku sangat yakin, jika Andalah yang telah membunuh Saudara Zio!" tuduh Zork.


"Apa?! Bukankah Anda sendiri tahu jika aku keluar kamar dan bertemu Anda di luar kamarku? Aku hanya ingin bertanya soal tawa yang mengerikan itu?! 


"Tapi, Anda bilang hanya aku yang berhalusinasi, bukankah begitu? Aku sangat yakin jika tawa itu adalah Calder Hall si penguasa Gorian!" balas Alaric.


"Hah! Selama ini tidak pernah ada tawa! Apa? Calder Hall? Kau telelau mengada-ada. Aku yakin kau hanya ingin menakut-nakuti klan Goblin, bukan?" ketus Zork.


"Anda … benar-benar mengerikan!" balas Alaric, ia ingin mengutuknya tetapi, ia tak ingin kerja sama antar klan hancur.


Apalagi dirinya membawa nama Sgàil Shìthiche dan tas manusia juga naga bersama dirinya.


"Tuan Zule, bawa mayat Zio kepada cermin kebenaran! Aku tidak mengizinkan seorang pun untuk kabur dari sini!" perintahnya.


Tuan Zule seorang Goblin tua dengan janggut putihnya langsung mengangkat tangan membuat jenazah Zio mengambang di udara sebatas lututnya mengikuti ke mana dia melangkah.


Semua orang pergi ke sebuah ruangan perak dengan suasana dingin. Zule mengambangkan jenazah Zio tepat di sebuah cermin yang tertutup kain sutra putih.


Zule langusng mengangkat tangan dan tirai cermin terbuka, mereka melihat jika bayangan cermin ajaib begitu tenang.


"Wahai, Cermin kebenaran! Tunjukkan siapa pembunuh Zio!" teriak Zule, ia melantunkan mantra di dalam bahasa Goblin.


Cermin langsung berputar dan cahaya perak menyinari tubuh Zule, bayangan Zule menemukan Zork dan membawanya ke pusat bendungan magma dan mendorongnya di sana.


"Ooh! Tuan Zork!" teriak semua Goblin.


Mereka tidak mempercayai hal itu tetapi, bayangan cermin kebenaran telah melakukannya. 


"Tangkap Zork, sekarang juga!" teriak Gorra, semua prajutit Goblin langsung bergerak ingin menangkap Zork. 

__ADS_1


__ADS_2