Penunggang Naga Terakhir

Penunggang Naga Terakhir
Golden kerajaan para Goblin


__ADS_3

"Ya, gunung hanya terlihat dekat tetapi sangat jauh jika didatangi,"ujar Tara tersenyum, ia selalu tersenyum bahagia.


Keduanya selalu malu-malu jika saling pandang, mereka mengingat setiap rasa dari ciuman bibir mereka yang telah dilewati tadi malam. Zerrin hanya mendengus bahagia, ia merasa jika Alaric dan Tara tak lagi menganggap jika dia ada.


"Memang enak dikacangi! Sebentar lagi aku akan menjual kacang di tempat ini," keluh Zerrin. 


Namun, percuma Zerrin untuk mengeluh karena dirinya tahu jika pasangan di depannya tak akan mendengarkan semua keluh kesahnya yang merana.


"Andaikan ada naga jantan yang seusia diriku? Paling tidak usianya tidak terlalu tua seperti Zubair yang cocoknya dipanggil resi!" batin Zerrin, ia belum pernah menemukan seekor naga yang bisa membuatnya jatuh cinta hingga tak ingin hidup jika tak bersama dengan kekasih hatinya tersebut.


Selama 2 hari 2 malam mereka baru tiba di Gunung Romundur di sebuah batu cadas yang besar mereka berhenti. Mereka berhenti hanya untuk makan dan istirahat sejenak, itu pun tidak disia-siakan pasangan tersbut untuk memadu kasih.


Elang menukik terbang rendah ke arah Tara, yang langsung memberikan lengan, di mana elang langsung mendarat. Keduanya seakan berbicara. Tara memberikan suatu makanan untuk elang yang langsung terbang tinggi.


"Ayo, ikuti aku!" ujar Tara langsung memacu kuda secepat mungkin ke sebuah bukit.


"Zerrin dari sini kita akan menunggangimu. Aku harap kamu tidak keberatan membawa kita ke lereng Romundur di bagian itu!" tunjuk Tara ke sebuah batu yang menonjol dan terjal.


"Baiklah!" jawab Zerrin, ia langsung mendarat di antara storm dan Sorrow.


Alaric melesat naik diikuti oleh Bana-phrionnsa Tara Dale, Zerrin langsung mengepakkan sayap terbang ke arah lereng yang cukup tinggi dan berkabut yang ditunjuk oleh Tara.


Tara mengumandangkan bahasa Gaelik kuno, sebuah pintu terbuka menganga. 


"Selamat datang, Bana-phrionnsa Tara Dale putri dari sepuh Tarnak Dale Yang Agung," ujar seorang Goblin dengan pakaian pandai besi berwarna coklat susu dan martil di pinggangnya.


"Oh, Garey Yang Hebat, yang telah menyambut kami. Ini adalah suatu kehormatan bagi kami. Kenalkan ini adalah Dragon Rider Alaric West dari West dan Dragon Zerrin," ucap Tara memperkenalkan keduanya.

__ADS_1


"Selamat datang, suatu kehormatan bagi kerajaan Golden dengan kedatangan penunggang naga dan naganya begitu juga dengan Anda Bana-phrionnsa Tara," ujar Garey tersenyum menyilangkan kedua tangan mungilnya di dada.


"Terima kasih, Yang Hebat Tuan Garey," ujar Alaric, ia pun melakukan hal yang sama.


Zerrin membungkukkan sedikit kepala dan kaki depannya, sebagai penghormatan seorang putri naga yang mulia penuh dengan tata krama yang Alaric sendiri pun tidak menyadari semua perubahan Zerrin.


"Silakan masuk, Dragon Rider Alaric, Dragon Zerrin, dan Bana-phrionnsa Tara!" ajak Garey, ia berjalan paling depan dan diikuti ketiganya dan di belakang mereka bermunculan Goblin lain yang menyanyikan suatu yel-yel yang aneh.


Alaric dan Zerrin terpengaruh takjub melihat keindahan kota di dalam perut bumi, mereka tak menyangka akan semua itu. Dinding gua terbuat dari emas, sehingga nama kerajaan Goblin di sebut Golden yaitu emas yang berkilau.


Mereka memasuki lorong-lorong dengan sebuah rel kereta api, mereka masuk ke sebuah kotak yang disebut roli di mana setiap kotak yang berjalan dengan roda di rel kereta tersebut biasanya digunakan untuk mengangkut bahan tambang.


Di sepanjang perut gunung yang luas tersebut, mereka melihat banyaknya gantungan-ganringan rek kereta api yang akan membawa semua orang dan bahan tambang ke sana kemari bak lintasan kereta.


Alaric dan Zerrin melihat jika setiap kotak bisa mengangkut 7 hingga 29 Goblin mungil. Zerrin terbang rendah mengikuti roli yang dinaiki oleh Alaric, Tara, dan Garey yang mengemudikannya. 


Roli yang membawa Alaric dan Tara berbeda dengan roli yang simpang siur di sekeliling mereka ke sana kemari bak sebuah kendaraan sehingga mereka tidak butuh waktu yang lama untuk naik turun ke mana pun.


Roli berhenti di sebuah pintu emas, semua orang turun dan Zerin pun berhenti di sana bersama ketiganya memasuki sebuah pintu tebak yang terbuat dari emas.


"Wah, istana Anda sangat cantik, Tuan Garey! Luar biasa!" puji Alaric takjub.


"Ya, kami tidak pernah keluar dari perut gunung ini hingga ya, kami menggunakan semua kepintaran kami untuk menciptakan sesuatu yang luar biasa Tuan Dragon Rider," balas Garey bangga.


Mereka tiba di sebuah ruangan yang sama yaitu : terbuat dari emas mulia yang berkilau dengan cahaya obor di sana-sini.


"Salam Yang Mulia Raja Gorra Yang Agung!" ujar Bana-phrionnsa Tara dengan menyilangkan kedua tangan di dada.

__ADS_1


Alaric dan Zerrin pun melakukan penghormatan kepada raja Goblin yang sama persis dengan Garey hanya berbeda di mahkota dan baju juga kumisnya.


"Selamat datang di Kerajaan Golden! Kami bangga bisa menyambut kedatangan Dragon Rider Alaric, Dragon Zerrin, dan Bana-phrionnsa Tara Dale Yang Agung. Silakan duduk!" ucap Raja Gorra.


Semua orang duduk termasuk Tara, Alaric, dan Zerrin. Begitu juga dengan petinggi kerjaan Golden dengan jubah berwarna hitam dan hijau.


"Bana-phrionnsa Tara, apakah kedatangan kalian kemari karena perjanjian antar klan untuk memberikan pengetahuannya kepada Dragon Rider yang terakhir?" tanya Raja Gorra.


"Iya, Yang Mulia Raja. Sesuai dengan perjanjian kita 17 tahun yang silam. Kini, penunggang naga terakhir telah siap untuk mengemban semua tugasnya untuk menghancurkan Calder Hall dan sekutunya di Gorian.


"Apakah Yang Mulia tidak keberatan untuk memberikan kepintaran hebat Anda?" tanya Bana-phrionnsa Tara Dale.


"Hahaha, tentu saja tidak, Bana-phrionnsa. Aku sudah berjanji maka aku akan mengajari kepandaian para Goblin untuk menempah pedang milik Dragon Rider dan pelana juga baju zirah untuk Dragon Zerrin.


"Hm, Anda sangat mirip dengan kedua orang tua Anda, Tuan Dragon Rider!" tegas Rasa Gorra, ia melihat ke arah Alaric.


"Terima kasih, Yang Mulia Raja," balas Alaric, ia sendiri tidak tahu lagi akan banyak hal.


"Siapakah sebenarnya kedua orang tuaku?" batin Alaric bingung.


"Yang Mulia Raja, apakah Anda juga sudah menyiapkan segala sesuatunya? Maksud saya, apakah Yang Mulia juga sudah menyusun kekuatan dari klan para Goblin yang hebat?" tanya Tara, ia tahu jika para Goblin selalu menganggap diri mereka pintar walaupun tubuh mereka sangat kecil.


Namun, mereka bersyukur karena Sang Pencipta telah memberikan kepintaran yang sangat luar biasa kepada mereka sebagai orang yang terlalu mini di antara para klan lainnya.


"Tentu saja! Aku sudah menyiapkan banyak kekuatan untuk menghancurkan Gorian, aku harap kerja sama kita kali ini berhasil.


"Aku sudah muak dengan tingkah lagi para Gorian dan Calder Hall," geram Raja Gorra.

__ADS_1


"Terima kasih Yang Mulia Raja. Apakah Alaric sudah bisa memulai belajarnya esok hari? Masalahnya kami sama sekali tak sepintar Anda di dalam menyepuh senjata.


"Selain itu, para klan manusia sudah mulai terdesak dengan kekacauan yang semakin merajalela akibat munculnya Penunggang Naga terakhir yang membuat Calder ketakutan jika ramalan itu benar adanya!" papar Bana-phrionnsa Tara Dale.


__ADS_2