Penunggang Naga Terakhir

Penunggang Naga Terakhir
Wilayah Lùchairt Dragon


__ADS_3

"Salam Yang Mulia Raja Crùbagan Teine dan semua klan naga, saya Alaric dan ini Zerrin. Ada sekumpulan Bagshot menyerang kami dan klan manusia,"ujar Alaric, ia berkata apa adanya dan sejujurnya.


"Hm, jadi kalian penunggang dan naga dari bukit Jarome. Bagshot … jadi, mereka sudah menyerang hingga kemari?" ujar Crùbagan Teine, ia termenung sejenak.


Crùbagan Teine semakin khawatir dengan semua yang akan terjadi, jika Bagshot sudah mulai memasuki gurun pasir di dekat Lùchairt Dragon sehingga ia merasa jika pertahanan mereka harus semakin ditingkatkan.


Namun, semua itu tidak akan berhasil karena Crùbagan Teine dan para klan naga tahu jika pertahanan dan kekuatan mereka sama sekali tidak ada artinya karena Bagshot begitu luar biasa kuat dan tak terlihat. 


Mereka sama sekali tidak bisa menyerang Bagshot dan mengetahui keberadaan mereka di mana pun mereka berada. Crùbagan Teine semakin resah dan khawatir, ia takut jika klan naga akan saling membunuh dan menghabisi semua manusia karena pengaruh Bagshot yang akan menangkap mereka dan menjadikan mereka budak bagai pasukan Gorian.


Desas-desus sudah sering terdengar dan Crùbagan Teine sudah mengutus mata-mata untuk menyelidiki kebenaran demi kebenaran jika Calder Hall telah membuat banyak pasukan Bagshot untuk menculik para klan naga dan raksasa yang ingin memihak kepada persekutuan para ras.


"Baiklah, mari bawa semua manusia ke Lùchairt Dragon. Kita harus mengobati mereka jika tidak mereka akan tidur selamanya dan tidak akan pernah bangun lagi, itu akan sangat mengerikan. Crock, perintahkan para kawanan untuk membawa para manusia itu!" ucap Crùbagan Teine.


Semua manusia dibawa oleh klan naga dengan menggunakan cakar, diletakkan di punggung, atau mulut mereka.


"Hm, kalian … ikutlah dengan kami. Bukankah kalian ingin ke Lùchairt Dragon?" tanya Crùbagan Teine, ia menatap ke arah Zerrin dan Alaric bergantian dengan mata keemasannya.


"Benar Yang Mulia Raja," balas Zerrin dan Alaric.


Alaric langsung melesat naik ke punggung Zerrin dan terbang mengikuti kawanan naga yang terlebih dulu terbang menuju bukit tandus di depan mereka.


"Zerrin, apakah itu Lùchairt Dragon? Inda sekali! Mengapa semuanya seakan seperti baru cadas?" tanya Alaric penasaran.


Semua kawanan naga mendengar setiap ucapan dari kedua orang yang berlainan jenis seakan mereka bicara dengan santai.


"Ya, karena kami klan naga Alaric. Kami bisa menyesuaikan tubuh dengan setiap iklim dan suhu. Jadi kami tidak butuh terlalu tertutup atau pun ya, seperti klan manusia, elf, dan Goblin." Zerrin memberitahukan semua itu dengan terkekeh geli.


"Lalu, bagaimana kalian tidur apakah seperti di Zedin (Sgàil Shìthiche)?" tanya Alaric penasaran. 


"Aku tidak tahu, 'kan aku belum pernah pulang kampung. Bagaimana sih? Aduh, kamu ini semakin pikun saja jika jauh dari Bana-phrionnsa Tara!"ketus Zerrin.


"Cih, mentang-mentang pulang kampung. Awas, jangan main mata dan kegenitan dengan naga muda apalagi yang tua Zerrin! Ingat kamu masih anak-anak, tubuh kamu saja yang besar. 


"Aku tidak ingin mereka mengambil keuntungan dari gadis kecilku! Aku akan mematahkan sayap mereka jika Mereka macam-macam dengan kamu!" Ancam Alaric.


"Ya, ampun! Aku bukan anak-anak aku memiliki kebebasan untuk berteman dengan naga pria mana pun!" umpat Zerrin.


"Aku bukan membatasi kamu berteman dengan siapa pun. Hanya saja, please deh, jangan menikah dulu. Itu mengerikan Zerrin! Paham nggak sih?" ucap Alaric.


"Iya! Iya! Tapi, aku masih ingin berteman dengan semua orang Ayah!" ujar Zerrin, ia cemberut.


"Ya, ampun! Aku sudah bilang kamu boleh berteman dengan siapa saja. Aku tidak melarang, hanya saja … aku mohon jangan punya anak dulu, aku … belum bisa memberikan dunia yang baik untuk cucu dan anakku Zerrin, itu yang aku takutkan … 


"Memang kamu mau anak-anakmu lahir di saat Calder masih berkuasa?" lirih Alaric, "aku ngeri membayangkan anak-anak calvala, elf, goblin, dan naga … itu mengerikan ekali Zerrin.


"Aku tidak ingin lagi melihat kematian di mana pun karena ulah Calder," ujarnya.


Raja Crùbagan Teine dan pengawal tertinggi kerajaan Lùchairt Dragon terdiam mencerna apa yang mereka bicarakan, semua hanya diam dan mendengarkan juga merasa sedikit bahagia walaupun kesedihan melanda hati mereka.


Sesampainya di Lùchairt Dragon para naga membaringkan klan manusia di sebuah batu pipih dan mengendus-endus wajah mereka dengan tembang yang aneh. Zerin mengikuti alunan itu, Alaric hanya diam, ia tak mengerti bahasa klan para naga.


Hingga satu demi satu para manusia terbangun dan terpesona dengan para naga.

__ADS_1


"Yang Mulia Crùbagan Teine! Terima kasih, telah menolong kami," ujar seseorang di sana dan semua orang pun melakukan hal yang sama mengucapkan terima kasih kepada Crùbagan Teine dan semua klan naga.


"Apakah para Bagshot menyerang lagi?" tanya Crùbagan Teine, ia merasa sedih.


"Iya, Yang Mulia! Sekarang mereka menyerang setiap rembang senja, kami tidak bisa berkutik dan menyelamatkan diri kami," ujar wanita tersebut.


"Maafkan aku … aku tidak bisa menolong kalian, karena … aku pun sama butanya dengan klan manusia dan raksasa," balas Crùbagan Teine.


Raja Crùbagan Teine terdiam menatap ke angkasa di mana cahaya bulan dan bintang masih menerangi mayapada.


"Tapi, Yang Mulia telah menolong kami!" ucap salah seorang pria di antara banyaknya orang.


"Bukan aku yang menolong kalian! Kami hanya menyembuhkan kalian saja. Penolong kalian adalah pria dan naga kecil itu!" tunjuk Crùbagan Teine pada Alaric dan Zerrin yang masih berada di barisan paling belakang para manusia.


"Oh, benarkah?! Siapa pun yang telah menolong kami. Kami ucapkan ribuan terima kasih pada Tuan dan klan naga yang selama ini berusaha untuk melindungi kami," ujar seorang pria yang cukup arif dan bijaksana.


"Eh, kami … hanya kebetulan saja bisa menolong kalian Pak Tua! Kami … tidak melakukan apa pun," lirih Alaric bingung.


"Anak yang sangat rendah hati dan luar biasa baik. Ramalan itu benar adanya jika akan lahir penunggang baru. Tapi, aku melihat dia … apakah dia seperti Calder? Berdarah campuran?" batin Crùbagan Teine.


Crùbagan Teine mengamati Alaric yang tersenyum dan tertawa kepada para naga dan manusia berbicara dengan sopan dan mudah bergaul.


"Apakah dia tidak akan sama dengan Calder Hall yang mengerikan? Apakah tidak salah meletakkan kepercayaan kepada dasha campuran?" batin Crùbagan Teine curiga kepada Alaric.


Crùbagan Teine masih terus mengamati Alaric bak sesuatu yang perlu diteliti dengan cermat, ia merasa jika Calder dan Alaric berbeda. Ia mengingat kisah perih dari perjuangan sepasang kekasih dari elf dan manusia sang penunggang.


Crùbagan Teine menghela napas, ia tak tahu harus bahagia Ara sedih mendapati kenyataan di depan mata jika putra sang penunggang itu tepat di depan mata dengan kebaikan dan kekuatan yang dimiliki kedua orang tuanya yang agung.


"Um, dia setengah elf dan manusia … apakah dia tahu?" batin Crùbagan Teine, "Nona Muda, siapa namamu?" tanya Crùbagan Teine pada Zerrin di dalam telepati mereka dengan menggunakan bahasa naga.


Namun, ia tak tahu harus bertanya kepada siapa sedangkan Hayden ayah Alaric telah tewas demi menyelamatkannya.


"Hm, Nona Zerrin. Apakah Alaric berdarah campuran?" tanya Crùbagan Teine, ia ingin mempertegas pandangannya.


"Ya, Yang Mulia. Tapi, dia sama sekali tidak mengetahuinya. Ratu Zarina dan Bana-phrionnsa Tara memintaku untuk merahasiakan semua ini hingga tiba waktunya," ujar Zerrin.


"Mengapa?" tanya Crùbagan Teine curiga, "apakah dia sangat egois dan arogan?" lanjutnya.


"Tidak, Yang Mulia. Malah sebaliknya, Alaric memiliki jiwa yang luar biasa baik," balas Zerrin, ia memperlihatkan semua kenangan perjuangan Alaric menyelamatkan bertarung pertama kali hingga mengorbankan dirinya demi kebaikan semua orang dari semua klan.


"Oh, berarti dia adalah anak yang diselamatkan oleh Bana-phrionnsa Tara? Hm, jika melihat kedua orang tuanya … mereka adalah pasangan yang baik, aku berharap putra mereka ini pun tidak berbeda dengan kedua orang tuanya," batin Crùbagan Teine.


Sang Raja tersenyum, ia sedikit lega menerima Alaric di Lùchairt Dragon. Crùbagan Teine tidak merasa takut maupun ngeri lagi membayangkan hal itu.


"Baiklah, kalau begitu! Jika kalian lelah istirahatlah," ujar Crùbagan Teine.


Crùbagan Teine hanya menatap pada semua orang yang sedang berbicara banyak hal dan tentang kejahatan dari para klan Gorian yang keji dan kejam. Crùbagan Teine masih mendengarkan obrolan Alaric dan semua orang.


"Jadi, kalian penduduk gurun ini?" tanya Alaric, ia tak menyangka jika di gurun pasir tandus itu memiliki penghuni sebangsa manusia. 


Alaric mengira jika penghuni Lùchairt Dragon hanyalah para klan naga, "Ternyata mereka di bawah perlindungan dari Raja Crùbagan Teine," batin Alaric, ia menoleh kepada raja Crùbagan Teine yang melihat ke arahnya dengan tajam seakan sedang menyelidikinya.


"Ya, kami suku gurun pasir yang tinggal di bawah gurun atau bebatuan. Akan tetapi, badai selalu menutup rumah kami tapi kami selalu saja bisa keluar. 

__ADS_1


"Namun, para Bagshot selalu saja bisa mencium aroma manusia, naga, dan raksasa. Raja Crùbagan Teine sudah berusaha untuk melindungi kami tapi, selalu saja tidak berhasil, Bagshot sangat mengerikan!" ujar sepuh yang sudah tua.


"Oh, begitu! Hm, karena Bagshot memang mahkluk yang …," balas Alaric, ia ingin meneruskan ucapannya tetapi ia merasa itu akan membuat ketakutan bagi semua orang hingga dirinya menahan semua itu.


"Apakah Tuan Alaric bisa melihatnya?" tanya salah satu penduduk.


"Ya, aku … aku juga tidak tahu. Mengapa aku bisa melihatnya?" balas Alaric, ia hanya diam.


Alaric sendiri pun merasa heran dengan semua itu. Akan tetapi, ia masih mencari jawaban atas segala hal yang sedang dialaminya.


"Aku hanya mendengar jika yang bisa melihat hanyalah kaum elf, goblin, dan penyihir manusia tingkat tinggi. Apakah Anda salah satu dari suku itu Tuan?" tanya sepuh penduduk gurun.


"Eh, aku … aku bukan salah satunya, hehehe aku … hanyalah manusia biasa Paman," jawab Alaric bingung, "aku bukan salah satunya tapi, aku … apakah benar jika aku adalah darah campuran? 


"Apakah mungkin aku setengah elf mengingat rambut perak dan kupingku yang panjang?" batin Alaric, ia terdiam dan masih terus berpikir.


Alaric ingin memegang daun telinga dan melihat rambut perak yang diikatnya. Ia merasa sejak di Sgàil Shìthiche ia merasa bagian dari para elf dan jika berada di antara manusia ia pun merasa bagian dari mereka.


Raja Crùbagan Teine turun dari batu besar yang terbuat dari pahatan dengan lapisan bebatuan bercahaya topaz yang indah bercampur aquarium. 


Alaric merasa jika para jagalah yang melakukan itu dengan semburan sihir hebat mereka. Crùbagan Teine menghampiri para klan manusia dan Alaric.


"Berhubung sudah hampir pagi, sebaiknya kalian bersiaplah untuk pulang dan bekerja, ingat nyalakan api terus jika malam tiba. jangan sampai lengah!" pesan Crùbagan Teine pada semua klan manusia.


"Terima kasih, Yang Mulia Raja Crùbagan Teine! Kami akan ingat pesan Anda," jawab semua penduduk tersenyum.


"Baiklah, Yang Mulia, kami akan undur diri!" ucap salah satu sepuh dari klan manusia suku gurun.


"Berhati-hatilah Tuan Drake! Ingat pesanku, aku tidak bisa menolong kalian. Aku minta maaf!" ucap Crùbagan Teine pada Drake si sepuh suku gurun.


"Jangan menghukum dirimu, Yang Mulia. Semua ini, takdir Yang Maha Kuasa, semoga Zeus selalu bersama kita," balas Sepuh Drake.


Sepuh Drake menyentuh sisik kaki Crùbagan Teine yang menjulang tinggi, mengelus dan menciumnya begitu juga dengan semua manusia lainnya.


"Kami undur diri dulu Yang Mulia! Kami akan mengingat pesan Yang Mulia," ucap Sepuh Drake.


Crùbagan Teine hanya menganggukan kepala melepas kepergian para klan manusia yang diantar oleh Panglima naga Crock.


Para klan manusia meninggalkan Lùchairt Dragon, kini hanya tertinggal hanyalah Alaric dan para klan naga yang masih saling diam.


"Silakan duduk Alaric dan Zerrin. Apakah kalian khusus datang kemari atau apakah kalian ingin mengajakku bergabung bersama persekutuan?" tanya Crùbagan Teine, ia sedikit melunak.


"Eh, kami hanya-" Alaric melirik ke arah Zerrin, ia bingung harus menjawab apa.


"Hamba yang mengajak Alaric untuk melihat kampung halaman dan asal usul hamba sebagai klan naga. Raja Jolla dan yang lainnya tidak mengatakan apa pun," balas Zerrin, ia berusaha untuk berhati-hati agar Crùbagan Teine tidak mengetahui maksud mereka berdua.


"Oh, hm … aku tahu, aku mengingkari janjiku sendiri untuk membantu persekutuan, aku dan Raja Dorba … kami … kami bukan tidak mau membantu atau mengingkari semua itu.


"Akan tetapi, kalian lihat sendiri jika Bagshot telah muncul beberapa tahun belakangan ini. Sekarang mereka lebih banyak lagi dan seakan lebih berbuat nekat untuk membunuh dan menangkap naga, raksasa, dan manusia yang dijadikan Bagshot.


"Itu artinya akan sulit bagi klan naga dan raksasa juga manusia, aku tidak ingin jika musuh semakin membuat kami kehilangan arah karena kami buta sama sekali dengan Bagshot," ujarnya.


"Jadi, Bagshot itu asal muasalnya dari manusia? Aku hanya melihat jika tubuh mereka tertutup jerami hitam dan … dengan mata merah. Dari balik jerami mereka memiliki banyak senjata seakan mereka gudang senjata. 

__ADS_1


"Mereka membawa jaring untuk menangkap manusia dan naga," balas Alaric termenung.


"Yang pernah menghancurkan Bagshot hanya sepuh Tarnak dari Sgàil Shìthiche dan penyihir putih Humaric, berpuluh tahun lalu …," balas Crùbagan Teine, ia mengenang masa kegelapan dan kehancuran yang pernah mendera klan manusia dan naga.


__ADS_2