Penunggang Naga Terakhir

Penunggang Naga Terakhir
Kaburnya ksatria Gorian


__ADS_3

Alaric masih mengambang di angkasa dengan pedang di tangan di sisinya Zerrin mengepakkan sayap menatap ke arah penunggang naga ksatria Gorian yang masih berusaha untuk menyerang kembali pada pasukan elf maupun Alaric.


Zerrin menyeringai murka dan kebencian terlihat di wajahnya seakan ia tak lagi ingin bertemu dengan klan naga Gorian.


"Menyerahlah kalian! Apakah kalian tidak takut jika Kaisar Calder Hall akan menyerang kemari?" ujar salah satu ksatria Gorian.


"Tidak akan pernah, kami menyerah! Sampai kapan pun kami akan mempertahankan harga diri kami agar tidak diperbudak ataupun diinjak-injak oleh Calder Hall yang tidak berperikemanusiaan!" hardik Ratu Zain murka.


"Hahaha, kau terlalu banyak berharap Ratu Zain. Kalian sudah ditakdirkan untuk menjadi budak dari Gorian! Seharusnya kalian bangga!" umpat Ksatria Gorian dari atas punggung naganya.


"Kalian tahu, sudah berapa banyak klan elf, manusia, naga, raksasa, bahkan Goblin pun berusaha untuk melawan kami. Namun, apa yang kalian dapatkan? Hanya kekalahan dan kekalahan yang terus menerus bukan?" ketus ksatria penunggang naga.


"Kami tidak akan pernah menyerah! Walaupun, nyawa kami taruhannya, hyat!" Ratu Zain melesat dengan pendar perak menyerang ke arah ksatria Gorian.


Akan tetapi, semburan api naga Gorian langsung mengarah ke arah ratu Zain, yang tidak menyangka akan mendapatkan serangan yang mengerikan.


"Awas!" teriak Alaric, ia langsung mengembangkan jubahnya untuk melindungi Ratu Zain dari serangan api naga Gorian.


"Sialan, kau brengsek!" umpat Zain marah, ia langsung mengibaskan ekor sekuatnya ke arah sayap naga Gorian membuat naga Gorian langsung terhuyung jatuh.


Zerrin langsung diserbu oleh para ksatria naga Gorian dan penunggangnya yang bersamaan menyerang dengan sihir dan semburan api ke arahnya.


"Jangan coba-coba menyerang Zerrin kami!" teriak para elf langsung membentangkan perisai pelindung pada Zerrin dan mereka secara bersamaan. Sehingga serangan sihir hitam dan semburan api naga tak lagi berpengaruh.


Akan tetapi, semua itu membuat murka ksatria Gorian, mereka semakin gencar menyerang dengan kekuatan yang lebih mengerikan.


"Alaric, bantu para prajurit Elf dan Zerrin! Mereka tidak akan sanggup untuk bertahan!" ujar Ratu Zain, ia sudah dibawa turun oleh Alaric dan tidak terluka sedikit pun.


"Baiklah, Ratu!" balas Alaric melesat secepatnya menyerang musuh sehingga kumpulan Ksatria penunggang naga Gorian tercerai-berai akibat serangan yang mengerikan dari pedang Alaric dengan kekuatannya yang dahsyat.


"Ayo, lawan aku!" tantang Alaric, ia menghunuskan mata pedang ke arah musuhnya.


"Serang!" teriak salah seorang ketua dari ksatria Penunggang Naga Gorian.


Semua ksatria Gorian langsung menyerang ke arah Alaric dengan ilmu sihir dan semburan api naga. Zerrin langsung melesat menghampiri Alaric, sehingga Alaric naik ke punggung Zerrin dan melesat menghindari serangan demi serangan.

__ADS_1


Trang! Tring!


Alaric kembali melesat dari punggung Zerrin menyerang musuh dan Zerrin menyerang naga yang ingin melumpuhkan Alaric. Pertempuran semakin seru, akan tetapi sebuah peluit bergema dai kejauhan yang memanggil. Membuat para naga dan penunggang Gorian melesat kabur mengikuti panggilan peluit tersebut.


"Apa yang terjadi?" tanya Alaric bingung.


"Entahlah! Aku pun tidak tahu, sepertinya ada yang memanggil mereka untuk kembali pulang. Bukankah mereka semua dikendalikan oleh sihir hitam Calder Hall yang mengerikan!" umpat Zerrin murka.


"Sudah, biarkan saja! Mari kita kembali! Aku rasa pemilik dari ksatria Gorian tidak ingin para naganya akan habis tak tersisa dibunuh olehmu Alaric!" balas Ratu Zain, ia memandang Alaric dengan tersenyum.


"Terima kasih telah menolongku dan para elf sehingga korban tidak banyak berjatuhan. Ayo, mari kita kembali!" ajak ratu Zain.


Semua orang kembali memasuki gerbang Sgàil Shìthiche, mereka disambut oleh semua orang dengan suka cita dan mengobati yang terluka.


"Oh, syukurlah! Kalian kembali dengan selamat Ratu Mulia Zain," ucap Yang Mulia Ratu Zarina memeluk Ratu Zain.


Alaric dan Zerrin melihat banyaknya klan elf yang sudah bersiap-siap dengan senjata dan kuda belum lagi prajurit yang berjalan kaki untuk mewaspadai jika musuh menyerang ke arah istana Sgàil Shìthiche.


"Baru tahu, jika penduduk Sgàil Shìthiche begini banyak?" ujar Alaric.


"Entahlah, hanya mereka yang tahu. Di mana mereka bersembunyi," ujar Alaric.


"Kami selamat semua ini berkat Dragon Rider dan Zerrin Dragon, Yang Mulia Ratu!" papar Ratu Zain memberikan keterangan.


"Terima kasih, Dragon Rider dan Dragon Zerrin. Um, Altaf kemarilah … aku sangat yakin kalian bertiga pasti rindu ingin bertemu," ujar Ratu Zarina.


Altaf maju dengan tampang yang berbeda, sekujur tubuhnya dipenuhi otot dan rambut merahnya sedikit panjang.ia tak lagi mirip Altaf yang ceking kini menjadi pria yang luar biasa jangkung dan tampan.


"Terima kasih Yang Mulia Ratu!" ujar Altaf sedikit membungkuk, ia menghampiri Zerrin dan Alaric yang masih melongo menatap Altaf, di punggungnya busur dan pedang sudah bertengger di sana, Altaf mengenakan baju dan jubah merah.


"Hai, apa kabar kalian!" sapa Altaf, ia sedikit risih menatap kedua sahabatnya yang hampir saja meneteskan air liur melihatnya.


"Aku sedikit ngeri melihat kalian berdua? Seakan ingin melahapku …," lirih Altaf.


"Oh, Altaf! Aku merindukanmu!" teriak Alaric langsung berlari menubruk Altaf begitu juga dengan Zerrin membuat Altaf tersengal.

__ADS_1


"Woy! Aku bisa mati! Zerrin, kau bukan bayi lagi!" teriak Altaf Kaka Alaric memeluknya dan Zerrin menjulurkan lidah menyapu tubuh Altaf sebagai bentuk rasa kasih sayangnya.


"Hahaha! Kau tampan sekali Altaf, aku padamu!" ujar Zerrin.


"Apa?!" teriak Altaf dan Alaric kaget membuat para elf tertawa terbahak-bahak.


Ketiganya terbengong menatap klan elf yang tak pernah tertawa kini mereka terbahak-bahak bahagia. 


"Ah, Zerrin benar! Kau tampan sekali!" balas Alaric bangga, ia menusuk-nusuk otot Altaf yang luar biasa.


"Hahaha, kau bisa saja! Kau juga berubah Alaric, kalian berdua berubah!" balas Altaf bangga, "kalian sangat hebat sekali!" ujar Altaf.


"Yang Mulia Ratu, bolehkah aku membawa kedua sahabatku ini untuk pergi ke luar Sgàil Shìthiche?" tanya Zerrin.


"Pergilah! Tunjukkan kepada mereka berduka keindahan alam Sgàil Shìthiche," ujar ratu Zarina tersenyum.


"Ayo, kalian berdua naiklah ke punggungku! Kita akan keluar dari wilayah kerajaan Sgàil Shìthiche," ujar Zerrin.


Kedua pria tersebut langsung naik ke atas punggung Zerrin yang langsung mengepakkan sayapnya terbang ke angkasa menuju ke hutan, lembah, lautan yang indah di Sgàil Shìthiche.


"Wah, indah sekali! Lihat, banyak sekali rusa!" ujar Altaf bahagia, "kau tahu selama sebulan ini aku sudah makan sayur dibuat Vladimir … dia mengerikan sekali!" ujar Altaf.


"Benarkah? Tapi, Vladimir tidak pernah mengatakan jika dia pun melatihmi?" tanya Alaric.


"Benarkah? Apakah dia melatihmu juga? Dia sangat kejam dan mengerikan! Bukan pada ras manusia pada ras ya sendiri pun dia kejam. Tapi, kau tahu … anggota yang dilatihnya begitu luar biasa!" ujar Altaf.


"Mungkin karena engkau ras manusia … sedangkan aku darah campuran … entah dari mana mereka mengatakan diriku darah campuran," batin Alaric.


"Alaric, sebaiknya kau bercukurlah! Kau mengerikan sekali! Setelah kita memanggang rusa aku ingin mandi di air terjun itu! Bolehkan?" tanya Altaf.


"Tentu saja! Aku sering mandi di situ!" teriak Zerrin.


"Wah, kalian hebat! Aku malah tak pernah mandi kecuali datang air hujan …," keluh Alaric.


"Pantas saja, kau bau Alaric!" ketus Altaf di belakangnya.

__ADS_1


"Sialan kalian!" balas Alaric saling tinju di atas punggung Zerrjnhingga ketiganya tertawa bahagia.


__ADS_2