
Mereka pergi ke Jolla dengan cepat akan tetapi di sepanjang perjalanan mereka melihat banyaknya korban manusia yang telah dibunuh. Mereka begitu heran dengan semua fenomena tersebut.
"Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Mengapa banyak mayat yang bergelimpangan?" ketus Garey, ia merasa ngeri dengan apa yang sudah terjadi.
"Entahlah, Tuan Garey. Mungkin sudah terjadi perang, kita akan mengetahuinya nanti kala kita sudah berada di Jolla," balas Alaric, ia semakin kencang memacu kudanya begitu juga dengan Tara di belakangnya.
"Alaric! Cepatlah! Aku merasa di depan sedang terjadi pertempuran? Sebaiknya kalian naiklah ke punggungku?" teriak Zerrin menukik mendekat ke arah Alaric dan Garay.
Shut!
Alaric langsung menarik pinggang Garay dan melesat naik ke punggung Zerrin begitu juga dengan Tara yang sudah melesat terlebih dulu naik ke punggung Alaric.
"Wah, ini benar-benar gila! Ada apa sebenarnya?" ujar Alaric, ia tak mengerti dengan semua kejadian yang mengerikan tersebut.
"Kita akan mengetahui jika Zerrin akan segera tiba di sana!" balas Tara.
Zerrin semakin mempercepat terbangnya ke arah pertempuran, mereka melihat klan manusia di bawah bendera perang kerajaan Jolla sudah tinggal seperempat di tengah lautan mayat yang jatuh bergelimangan.
"Ya, Dewa Zeus! Apa yang sedang terjadi?" tanya Alaric, ia melihat serangan ksatria penunggang naga dan prajurit Gorian, yang mengerikan telah membantai manusia dengan keji.
Darah membasahi bumi dengan mengerikan erangan kesakitan dan dentingan senjata yang beradu membuat mereka semua semakin ngeri melihat semua itu.
"Alaric kalian serang bagian naga! Aku dan Tuan Garay akan membantu prajurit Jolla dari darat!" ujar Tara, "ayo, Tuan Garay!" teriak Tara.
Bana-phrionnsa Tara Dale langsung meluncur melesat dan mendarat ke tanah dengan luar biasa dengan pedang perak langsung membunuh musuhnya.
Garay dengan gerakan salto yang unik pun melesat dan berdiri dengan gagah mengayunkan martilnya yang langsung memecahkan tengkorak musuh.
"Wah, Tuan Garey luar biasa kuat!" teriak Zerrin dan Alaric tidak menyangka akan hal itu.
"Para goblin selalu saja memiliki kejutan yang tak terduga!" ujar Alaric bangga.
__ADS_1
"Ya, mereka salah satu klan yang luar biasa Alaric! Selama ini mereka hanya berusaha untuk mengubur kepintaran mereka. Aku tidak tahu apa yang membuat mereka demikian.
"Tapi, kita bersyukur kini mereka pun sudah mulai menampakan diri mereka ke permukaan, itu artinya Calder pun harus berhati-hati, jika ingin selamat!" balas Zerrin.
"Ya, kamu benar! Aku berharap kerja sama ini benar-benar berhasil membunuh musuh!" ujar Alaric berharap dengan pasti akan semua itu.
"Aku sangat yakin jika bersatu akan mudah mengalahkan musuh karena sebuah lidi akan mudah dipatahkan tapi, sekumpulan lidi bisa menyapu semua musuh!" papar Aleric.
"Ayo, kita akan serang penunggang ksatria Gorian Alaric!" teriak Zerrin, ia semakin bersemangat.
"Jangan biarkan mereka merasa menang akan semua ini Alaric, aku tak ingin orang yang telah memberikan harapan pada kita akan bersedih jika kita gagal!" ujar Zerrin.
Apalagi, Zerrin melihat jika prajurit Gorian telah berhasil membunuh separuh pasukan Jolla. Semua orang memandang ke arah Alaric dengan naga tembaga bergerak langsung menebas dan mencakar juga menyemburkan api menyerang arah musuh mereka.
"Hore! Penunggang dan naga baru telah datang!" teriak semua orang di bawah.
Alaric dan Zerrin langsung menyerang musuh dengan cepat, melindungi klan manusia yang masih berperang di bawah mereka dengan luar biasa.
"Jadi benar, penunggang baru telah datang? Apakah benar ramalan dari masa lalu jika penunggang baru tersebutlah yang akan membunuh Calder?" tanya seorang penunggang naga Gorian.
Mereka membentuk brigade untuk memerangkap Alaric dan Zerrin tapi, tak seekor naga dan Penunggang Gorian yang berhasil membunuh ataupun melukai mereka berdua.
"Ayo, maju!" teriak Alaric murka, ia melesat dengan cepat mengambang di udara dan mengeluarkan seluruh kekuatannya.
"Mundur!" teriak Bana-phrionnsa Tara dan Altaf.
Semua pasukan Jolla langsung mundur, menjauhi arena mereka melihat apa yang akan terjadi.
Kras!
Pedang Alaric mengayun dengan cepat menebas brigade pasukan penunggang naga Gorian, mereka tidak menyangka jika kekuatan Alaric begitu luar biasa.
__ADS_1
Bahkan Zerrin dengan mudah memporak-porandakan brigade tersebut dengan apinya dibantu dengan kekuatan Zerrin membuat semua penunggang naga Gorian langsung kabur.
Mereka meninggalkan prajurit Gorian mereka yang berada di tanah. Tara dan Garay langsung menyerang dengan cepat ke arah musuh. Altaf langsung melancarkan panahnya membunuh prajurit dengan lesatan ratusan anak panah dengan sebuah sihir elf.
"Altaf!" teriak Alaric dan Zerrin bangga, keduanya melesat ke tanah menebas, mencabik-cabik musuh. Bahkan Zerrin menyemburkan api bersama dengan tebasan pedang Alaric yang langsung membunuh musuh hingga tak tersisa hingga kemenangan di pihak Jolla.
"Hore! Kita menang! Penunggang naga dan naga baru hebat!" teriak semua orang.
"Alaric! Alaric! Zerrin! Zerin!" teriak semua orang.
"Altaf! Altaf!"
"Bana-phrionnsa Tara! Elf hebat!
"Klan Goblin! Ada klan Goblin! Lihat mereka hebat!" teriak semua orang.
Kala melihat Alaric, Zerrin, Tara, Altaf, dan Garret berdiri di tengah tumpukan mayat musuh yang terbunuh.
"Terima kasih, Kalian telah menolong klan manusia! Selamat datang Naga cantik Zerrin, Penunggang Alaric West dari Desa West , Tuan Goblin putra Gorra dari Romundur.
"Selamat datang kembali Bana-phrionnsa Tara Dale putri sepuh Tarnak dari Sgàil Shìthiche, dan Panglima Altaf putra dari Panglima perang Adrin dari Desa Calvala!" ucap seorang pria tampan berumur 40 tahun dengan baju zirah berwarna merah.
"Terima kasih Yang Mulia Raja Edmur!" balas Bana-phrionnsa Tara dan Altaf yangs udah mengenal Edmur Pascal.
Kelimanya memberikan penghormatan dengan sedikit membungkuk, dan menyilangkan tangan di dada dengan senjata di tangan masing-masing yang langsung dibalas dengan raja Edmur.
"Maafkan, saya dan Zerrin Yang Mulia. Kami … tidak mengenali Anda Yang Mulia," ujar Alaric, ia sedikit malu.
"Maafkan saya juga Yang Mulia Raja, saya baru ini keluar dari perut Romundur. Jadi, saya tidak akan mengetahuinya Yang Mulia," balas Garey, ia pun sama malunya dengan Alaric dan Zerrin yang kembali menyilangkan senjata mereka di dada.
"Hahaha, sudahlah! Jangan terlalu formal. Mari, kita ke tenda aku yakin kalian lelah!" ajak Edmur Pascal.
__ADS_1
Semua orang orang langsung mengikuti raja Edmur, pergi ke tenda, di sepanjang perjalanan mereka melewati mayat-mayat yang berserakan di tanah.
Prajurit yang masih hidup di bawah komando pasukannya berusaha untuk menguburkan mayat teman mereka dan mengobati yang luka. Sedangkan pasukan Gorian dengan sendirinya menjadi debu karena pengaruh sihir yang sudah lenyap.