
"Hahaha, kamu ini. Norak banget sih? Tapi, iya juga ya, aku juga baru kali ini, hm … Alaric, apakah menurutmu Bangshit itulah penyebab mengapa raja Crùbagan Teine dan Raja Dorba tidak ingin membantu klan yang lain di persekutuan?" tanya Zerrin.
Zerrin melayang setinggi pinggang Alaric yang berjalan, ia masih saja penasaran degan semua hal yangs Edang terjadi di Lùchairt Dragon.
"Ya, bisa jadi seperti yang kamu bilang, jika Bagshot adalah penangkap naga dan raksasa sehingga akan menyulitkan bagai klan naga dan raksasa. Jika peperangan terjadi, ada apa?" tanya Alaric, ia tahu jika Zerrin sangat gelisah.
"Ya, aku … merasa tak mungkin raja Crùbagan Teine akan berbuat demikian begitu juga dengan raja Dorba," ujar Zerrin.
"Hm, kamu tahu sendiri jika musuh klan naga memiliki api yang mengerikan, cakar, dan kau tahu sendirilah. Bagaimana hebatnya klan kamu dan raksasa, dengan kekuatan yang kalian miliki.
"Bagaimana jika kekuatan kalian yang akan menghancurkan klan persekutuan, itu bisa mengerikan Zerrin?" ucap Alaric, ia berusaha untuk menjadi raja Crùbagan Teine dan Dorba.
Alaric berusaha untuk membaca pola pikir kedua raja perkasa tersebut walaupun dirinya belum pernah bertemu dengan keduanya.
"Aku tidak ingin jika klan kami pula yang akan membunuh kalian semua," balas Zerrin, ia merasa sedih.
"Nah, sekarang kita sudah mendapatkan jawabannya Zerrin, sepertinya sudah jelas. Jika raja Crùbagan Teine dan Raja Dorba bukan mengingkari janji mereka tetapi, mereka tidak ingin membunuh semua orang.
"Di saat mereka sedang lemah dan sial! Calder Hall benar-benar memahami kelemahan semua klan," bidiknya melalui angin malam.
"Namun, mengapa mereka tidak mengatakan yang sejujurnya pada raja Jolla dan Ratu Zarina?" tanya Zerrin tidak mengerti.
"Mungkin Raja Crùbagan Teine dan Raja Dorba memiliki alasan yang sulit untuk dikatakan. Kita akan mencari tahu nantinya," ucap Alaric, ia berusaha untuk menenangkan Zerrin yang terlihat sedikit was-was.
"Baiklah Alaric, menurut kamu apakah kita harus berjalan seperti orang gila? Memang kamu mau jika ada musuh yang menyergap kita?" tanya Zerrin penasaran.
"Entahlah, aku hanya ingin berjalan saja! Aku sendiri tidak tahu mengapa?" ujar Alaric, ia merasa jika sesuatu menuntunnya untuk berjalan di hamparan gurun.
"Tolong! Tolong!" teriakan bergema di depan mereka.
"Zerrin, suara apa itu?" teriak Alaric, ia tanpa pikir panjang melesat naik ke punggung Zerrin.
"Ayo, kita lihat!" ujar Zerrin melesat sejauh mungkin untuk mencari tahu suara itu berasal dari mana.
__ADS_1
Beberap wanita dan pria berlarian di tengah gurun seakan dikejar oleh bayangan yang tak terlihat. Bahkan, banyak dari klan manusia seakan mengambang di udara dengan keadaan laku bak sebongkah batu.
"Sial! Para Bagshot! Bagaimana ini?" umpat Alaric, ia tak bisa mempertaruhkan Zerrin yang sama sekali tidak bisa melihat makhluk astral tersebut.
"Aku tidak ingin melawan hantu! Beri saja pasukan Gorian padaku Alaric!" ujar Zerrin Khawatir, ia kebingungan dan melihat jika para manusia seakan dimasukkan sesuatu jaring yang tak terlihat seakan dibawa berlari dan tidak bisa berbuat apa pun.
Zerrin dan Alaric hanya bisa melihat jika tubuh manusia itu langsung diam seakan membeku di suatu jaring.
"Bagshot begitu mengerikan, berarti ada pasukan yang sengaja untuk menciptakan Bagshot untuk suatu kepentingan perang. Apa yang harus aku lakukan?" batin Alaric, ia melesat dan langsung memukul Bagshot dengan pedangnya.
Akan tetapi, Bagshot langsung sirna bak debu, "Zerrin!" teriak Alaric melemparkan wanita yang membeku tersebut kepada Zerrin yang langsung menangkap dengan mulut dan melemparkannya ke atas punggung.
Alaric berulang kali menolong para manusia yang ditangkap oleh Bagshot tersebut dan berulang kali melemparkan manusia kepada Zerrin yang langsung menyusun di atas punggungnya di angkasa.
Zerrin tidak berani turun karena Alaric pun melarangnya sehingga Alaric yang langsung bertempur dengan para para Bagshot yang sangat mudah dikalahkan.
"Mengapa Bagshot ini tidak ada habisnya? Ya, Zeus … apa yang harus aku lakukan?" ucap Alaric bingung.
"Bana-phrionnsa Tara! Dengarkan aku! Kami menghadapi Bagshot bagaimana cara menghentikannya?" teriak Alaric di dalam telepatinya.
Alaric langsung memberikan gambaran dengan pandangannya, Bana-phrionnsa Tara terkesiap, ia terdiam.
"Bagaimana Bana-phrionnsa? Apa yang harus aku lakukan?" tanya Alaric masih menunggu jawaban.
"Kamu gunakan apimu! Tapi, usahakan jangan sampai mengenai para manusia yang akan kamu tolong!" teriak Bana-phrionnsa Tara.
"Apa?! Bagaimana caranya? Aku sama sekali tidak bisa?" teriak Alaric bingung.
"Begini saja! Coba gunakan air yang kamu sihir aku sangat yakin jika dengan air para manusia tidak akan mungkin semudah itu tewas!" usul Bana-phrionnsa Tara.
Bana-phrionnsa Tara sendiri tidak pernah menghadapi Bagshot selain sepuh Tarnak sang ayah, ia kebingungan sehingga berusah untuk menghubungi ayahnya melalui telepati.
Namun, itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Alaric merapal bahasa Gaelik dengan cepat, "Thig an tuil! (Datanglah banjir)".
__ADS_1
Seketika banjir bah datang menggulung di gurun gersang tersebut menghanyutkan apa pun seakan tsunami datang, Alaric langsung melesat mengambang di udara.
Akan tetapi air bah menggulung menghanyutkan semua klan manusia. Alaric semakin kebingungan, "Aduh, manusia bisa mati!" umpatnya.
Alaric kembali merapal mantra Gaelik untuk menyelamatkan manusia sehingga para manusia mengambang dan Bagshot lenyap.
Alaric kembali menghilangkan air bah secepatnya dan menarik semua manusia yang pingsan dan mengumpulkan mereka di gurun.
Zerrin turun membantu untuk memeriksa setiap manusia.
"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Alaric bingung, ia sama sekali tidak tahu menahu mengenai pengobatan.
"Entahlah Alaric, aku pun buta! Andaikan ada yang bisa menolong kita?" balas Zerrin, ia pun sama bingungnya dengan Alaric.
Keduanya hanya diam berusaha untuk mencerna kebingungan yang sedang mereka rasakan untuk menolong para manusia yang sedang pingsan.
Dari kejauhan terlihat rombongan naga sedang terbang mendekat, Zerrin langsung bersiaga dan bertanya di dalam telepati berusaha untuk melihat siapa yang datang.
"Zerrin apakah mereka musuh?" tanya Alaric, ia merasa kumpulan naga yang terbang itu lumayan banyak.
"Aku tidak tahu, mereka tidak ingin membuka koneksinya saat aku bertanya siapa mereka?" papar Zerrin.
"Ini mengerikan sekali! Bersiaplah dengan segala kemungkinan jika mereka berusaha untuk menyerang kita," ucap Alaric ia sudah bersiap-siap dengan pedangnya.
Namun, kawanan naga yang mulai mendekat turun dengan perlahan dan tanpa ada yang menungganginya. Alaric dan Zerrin hanya memandang mereka dengan rasa penasaran yang luar biasa juga penuh dengan kewaspadaan.
"Apakah kalian penunggang dan naga baru dari tanah Jarome?" tanya seekor naga dengan sisik dan cakar yang mengeluarkan api.
"Raja Crùbagan Teine?!" lirih Zerrin mengenali cakar api milik naga bersisik keemasan dan hanya dimiliki oleh raja Crùbagan Teine yang agung.
"Apa?! Raja klan para naga? Kamu serius Zerrin?" tanya Alaric.
Alaric sedikit tercengang melihat seekor naga keemasan yang sangat besar dan luar biasa hebat di sisinya, beberapa naga besar yang lebih kecil dari raja Crùbagan Teine, melihat ke arah Zerrin dan Alaric juga para manusia yang masih pingsan.
__ADS_1
"Apa yang terjadi?" tanya seekor naga bersisik biru di sisi Crùbagan Teine.