
"Saya hanyalah manusia biasa … hehehe, manusia memiliki batas usia dan tubuh yang renta. Berbeda dengan ras Anda Nona Dale. Anda masih terlihat cantik dan masih saja muda seperti 50 tahun yang lalu," ujar Zarock.
"Hah! Tu-tuan dan Nona Tara saling mengenal?" ucap Altaf dan Alaric saling pandang.
Keduanya langsung melihat ke arah keduanya silih berganti, keduanya masih saja memperhatikan Tara bak sesuatu yang unik dan keduanya tak mempercayai dengan apa yang mereka lihat dan dengar.
"Kalian berdua, sepertinya … nggak usah terlalu serius begitu, deh! Seakan aku ini, hantu saja!" dengus Tara, ia sedikit kikuk diperhatikan dua pemuda tampan dan masih bau kencur di depannya.
"Berapa usiamu Tuan Zarock?" tanya Alaric penasaran, ia masih tidak mempercayai jika Zarock mengenal Tara Dale.
"Aku 80 tahun," balas Zarock, "aku sudah terlalu tua dan aku seorang manusia biasa yang memiliki keterbatasan," jawab Zarock, ia memahami jika dua pemuda itu merasa heran dan bingung.
"Lalu Nona Tara? Bukankah umurmu baru 20 tahun atau 17 tahun?" tanya Altaf, ia juga masih bingung akan hal itu.
"Iya … tidak mungkin, jika Tara berumur 80 tahun juga," ucap Alaric, ia penasaran.
"Sebaliknya, aku sudah 150 tahun. Sudah puas! Jadi, kalian harus sopan padaku!" ujar Tara ketus, ia sedikit malu.
"Apa?! Yang benar saja!" jawab Alaric dan Altaf terpekik.
Keduanya tak mempercayai akan hal itu, "Apakah rambut perak kamu itu adalah uban?" ujar Altaf, ia tak menimbang rasa.
"Itu tak mungkin! Jika dia 150 tahun, dia sudah pasti ujur! Lihatlah! Kulitnya masih saja … seperti gadis!" ujar Alaric.
"Aku memang masih gadis! Dasar sialan!" umpat Tara kesal, ia tak menyangka jika kedua pemuda itu begitu polos dan lugu.
Tara semakin merasa malu, ia sudah cukup tua bagi ras manusia tapi masih terlalu muda bagi ras Elf. Tara tidak menyangka akan menjadi gosip para pria tepat di depan batang hidungnya sendiri. Wajahnya merona merah karena menahan malu.
"Lugu kalian itu, keterlaluan juga kebangetan! Sangat memalukan!" umpat Tara, ia membelalakkan mata menatap kedua pemuda tersebut.
"Seharusnya kalian sebagai pria, tidak boleh bertanya soal umur pada wanita, itu sangat menyakiti hati tahu!" ujar Tara kesal.
"Oh, begitu ya?" tanya Alaric dan Altaf, keduanya terlalu polos dan tak pernah jatuh cinta.
"Alaric dan Nona Tara, aku ingin ke luar sejenak. Kalian mengobrollah dengan sesepuh Zarock," ujar Altaf, ia keluar dari rumah tersebut.
Ketiganya memandang ke arah Altaf, "Pemuda itu adalah putra dari Adrin, Nona Tara. Apakah Anda masih mengingat, Panglima Adrin?" tanya Zarock.
__ADS_1
"Apa? Jadi … dia putra Adrin? Ya, ampun! Pantas saja dia memiliki kebaikan hati seorang Adrian. Tapi, kemanakah Adrin? Mengapa aku tidak melihatnya?" tanya Tara bingung.
"Panglima Jendral Adrin, sudah wafat Nona Dale. Saat penyerangan ksatria Gorian ke desa Cornhill untuk pertama kali.
"Panglima Jendral Adrin tewas dengan gagahnya untuk menyelamatkan Cornhill. Saat itu, Altaf masih berumur 10 tahun, tidak lebih besar dari Bastian!" ujar Zarock.
"Sejak saat itu, Altaf selalu pergi ke luar Cornhill untuk mencari makanan dan senjata. Aku tidak tahu, apa yang dilakukannya di luaran sana? Panglima Adrin mengajarinya berperang dan berkelahi hingga ia mahir.
"Tapi, apakah daya anak seusia 10 tahun. Namun, karena kegigihan Altaf dia merasa satu-satunya pria yang tak bekerja sehingga dia merasa bertanggung jawab, sehingga ia pun keluar masuk Cornhill.
"Altaf selalu pulang dengan berbagai makanan. Namun, setiap dia pulang. Altaf selalu murka, selalu saja penduduk Cornhill berkurang. Semua itu karena, Raja Gorian yaitu : Calder Hall," lirih Zarock.
"Tuan Zarock … memang apa yang dilakukan oleh Calder Hall?" tanya Alaric bingung.
"Mereka meminta upeti pada kami. Tapi, bukan hanya koin (uang), makanan, tapi manusia sebagai mangsa naga mereka." Zarock terdiam, "aku sudah terlalu tua untuk berperang. Aku hanya mengajari semua orang teknik untuk berperang dan mempertahankan diri," lanjut Zarock.
"Dasar, Calder bajingan! Dia juga sudah membunuh keluargaku!" umpat Alaric murka, "aku akan membunuh Calder suatu saat nanti!" sumpah Alaric.
"Sepuh! Ksatria dan prajurit Gorian menyerang!" teriak Lili.
"Bersembunyilah! Ayo, cepat!" teriak Zarock, ia mengambil pedangnya dengan tongkat di tangan.
Alaric dan Tara langsung keluar, begitu juga semua anak-anak ikut dengan senjata di tangan. Alaric merasa miris.
Mereka melihat di udara ksatria Gorian menunggangi naga dengan angkuhnya. Sementara di tanah para prajurit Gorian berbaris dengan sombong.
"Berikan upeti dan semua makanan juga tumbal, untuk para naga kami!" teriak salah seorang ksatria Gorian sebagai penunggang.
"Pergilah, kalian!" teriak Altaf, ia langsung melesat memanah ke arah prajurit.
Peperangan terjadi tetapi tak seimbang, para prajurit Gorian begitu terampil dibandingkan dengan penduduk Cornhill. Alaric melesat dengan cepat dan menarik pedangnya.
"Modhail (tajamlah)!" teriak Alaric pada pedangnya yang langsung berkilau tajam.
Alaric melesat melawan prajurit dengan cepat, Tara pun berlari dengan kekuatan aneh secepat angin yang langsung membunuh banyak prajurit Gorian, membuat pertempuran seimbang.
Zarock sedikit kelelahan karena usia, "Storm! Lindungi Tuan Zarock!" teriak Alaric.
__ADS_1
Storm berlari kencang meraih Zarock ke punggungnya dan memasuki persembunyian. Naga Gorian melihat Bastian yang terus melontarkan anak panah yang ingin membunuh Altaf, Tara, dan Alaric.
Kras!
Cakar naga ksatria Gorian langsung menangkap Bastian, "Altaf!" teriak Bastian terbang ke angkasa.
"Bastian!" teriak Altaf dan semua orang.
Tara mengangkat tangan untuk melindungi penduduk di dalam kubah perisai perlindungannya karena dua naga ingin mengambil penduduk Cornhill.
Zerrin melesat terbang untuk pertama kalinya tanpa memikirkan apa pun, "Alaric!" teriak Zerrin.
Alaric melompat ke punggung Zerrin ingin menyelamatkan Bastian, "Zerrin! Ayo, terbang lebih tinggi!" teriak Alaric di dalam telepati.
Zerrin langsung melesat dengan cepat, "Alaric tebas cakar naga itu!" teriak Zerrin.
Alaric berdiri di punggung Zerrin dan langsung melesat dengan cepat menebas cakar naga Gorian hingga cakar terputus. Tara melantunkan suatu kidung aneh hingga tubuh Bastian mengambang di dalam sebuah balon.
Altaf menangkap tubuh Bastian, "Tangkap, Bastian Merry!" teriak Altaf, ia melemparkan tubuh Bastian ke dalam perisai perlindungan yang dibuat Tara Dale. Merry dan yang lain langsung menangkap tubuh Bastian.
Altaf kembali bertempur dengan cepat, membunuh prajurit Gorian.
Tara masih bertempur dan berusaha untuk melindungi Alaric dan Zerrin di angkasa yang masih bertempur dengan ksatria Gorian.
Sedangkan dua naga yang lain dengan penunggangnya masih berusaha untuk menembus perisai.
Tara masih terus melantunkan kidung aneh di dalam Bahasa Gaelik.
"Zerrin, hati-hati dengan pedang pria ini!" teriak Alaric, ia terus melesat mencoba untuk menebas kepala naga yang terus menyemburkan api dengan marah karena kaki depannya sudah terpenggal.
Trang! Trang!
"Siapa Kau? Berani sekali kau melawan titah Raja Gorian!" teriak penunggang.
"Aku adakah aku! Kau harus mati!" teriak Alaric, "Zerrin! Terbang lebih tinggi!" teriak Alaric.
Zerrin berusaha setinggi-tingginya untuk terbang, tetapi ia tak tahu bagaimana cara mengepakkan sayapnya. Ia tak pernah tahu dan belajar, Zerrin hanya mengikuti insting binatangnya. Ia pun menyemburkan api miliknya yang kecil.
__ADS_1
"Hahaha, naga kecil itu boleh juga!" batin si penunggang, "aku akan menangkap dan menjadikannya milikku!" batinnya.
Zerrin murka melihat bayangan kekejaman dari mata si penunggang dan naga tersebut, "Bunuh dia Alaric!" teriak Zerrin, ia melihat bahaya di masa depan jika membiarkannya hidup.