Penunggang Naga Terakhir

Penunggang Naga Terakhir
Baju Zirah


__ADS_3

"Alaric tidak boleh tahu, jika dia dan Calder Hall memiliki kesamaan. Aku takut ia merasa terkucilkan apalagi banyak yang memanggilnya darah campuran di Sgàil Shìthiche.


"Aku takut itu akan menjadi bumerang untuknya hingga dirinya membenci semua klan yang sudah membuatnya menderita," benak Bana-phrionnsa Tara, ia terdiam hingga ia pun tertidur.


"Aku mendengar, dulu … jika Calder pun terkucilkan. Dia tidak diterima di klan manusia juga di klan elf, sehingga membuat Calder murka dan membunuh semua keluarganya.


"Bahkan, Calder sendiri membunuh kedua orang tuanya yang manusia dan elf, ia merasa tidak menyukai dan menerima terlahir dari ras campuran. Pada zaman dulu, itu sangat tabu," batin Bana-phrionnsa Tara, ia menerawang dan merasa jika ia tak ingin jika Alaric mengalami nasib yang sama dengan Calder.


"Aku harap, Alaric bukanlah Calder Hall yang gila! Aku harap saat di desa West semua orang menyayanginya karena Haiden begitu melindunginya hingga tak seorang pun yang berani menghinanya," batin Bana-phrionnsa Tara.


***


Sementara Alaric tak juga bisa memejamkan mata yang masih saja mengingat begitu hebatnya seorang Cardel Hall tetapi tega melakukan serangkaian pembunuhan yang mengerikan.


"Seharusnya menjadi orang yang hebat bukan malah menindas orang yang lemah tapi, sebaliknya melindunginya …." Alaric membolak-balikkan tubuh hingga pagi datang menjelang.


Setelah mandi Alaric bersiap-siap ingin cepat berlatih dan memperkuat dirinya agar bisa melindungi yang lemah.


"Aku harus kuat, bagaimanapun aku harus bisa mengalahkan Calder Hall. Paling tidak aku bisa melindungi orang-orang yang aku sayang," batin Alaric, ia segera keluar dari dalam kamarnya.


Alaric pergi ke tempat penempahan di mana Garay mengajarinya kemarin sebelum malapetaka menyerang Golden. Alaric mulai menempah pedangnya membakarnya di dalam magma dan memasukkannya ke air dingin dan kembali memukul pedangnya.


Alaric melakukannya berulang-ulang, setelah dirasanya cukup ia mulai membuat baju zirah untuk Zerrin.


"Alaric! Kau cepat sekali datang?" sapa Zerrin.


Zerrin meringkuk di sisi Alaric yang masih berusaha untuk mencetak baju zirah di sebuah tatakan cetakan yang khusus membuat baju zirah untuk naga yang didesain oleh Garey atas usul Alaric.


Alaric dan Garey bekerja sama membuat baju tersebut, "Wah, kalian pagi sekali! Bagaimana jika kita sarapan dulu?" ajak Garey, "agar tubuh lebih semangat bekerja," lanjut Garey.


Selama seminggu mereka melakukan pekerjaan membuat baju zirah Zerrin dan berlatih pedang hingga waktunya mereka harus ke luar dari Golden.


"Lihat, hasilnya sangat menakjubkan bukan? Wah, Anda hebat sekali Tuan Garey?" ujar Alaric, ia bangga dengan pencapaian dirinya dan Garey.


"Semua ini juga berkat Anda Tuan Alaric. Anda begitu hebat di dmam menempah dan mengukir baju zirah milik Tuan Dragon Zerrin. 


"Nona Zerrin, bagaimana jika sekarang kami akan meminta Anda untuk mencoba baju Zirah ini?" ujar Garey.

__ADS_1


"Wah, aku senang sekali!" ujar Zerrin tersipu malu, ia langsung berdiri dengan gagahnya.


Alaric dan klan goblin langsung memakaikan baju zirah keemasan dan perak di tubuh Zerrin.


"Anda sangat cantik sekali, Nona Zerrin!" puji semua elf puas.


Seharian semua orang mengagumi baju tersebut, Zerrin sudah bolak-balik terbang untuk mencoba baju tersebut, ia merasa tak ada yang perlu dikhawatirkan.


"Ini luar biasa sekali! Terima kasih, Alaric, Tuan Garey, dan semua klan goblin. Kalian hebat!" puji Zerrin puas.


"Syukurlah jika Anda puas Nona," bisik Garey bahagia, untuk pertama kalinya para goblin membuat baju zirah untuk klan naga. 


"Ini baju zirah untukmu Dragon Rider!" ujar Gorra, ia sengaja membuat sendiri baju zirah untuk Alaric.


Gorra merasa jika Alaric sama sekali tidak mikirkan baju zirah untuknya sehingga Gorra membuatkannya.


"Terima kasih, Yang Mulia!" balas Alaric bahagia.


"Sekarang sudah saatnya kalian makan dan keluar dari Romundur. Bukan aku mengusir kalian tetapi kalian harus pergi secepatnya, aku rasa Jolla membutuhkan kalian!" ujar Gorra.


Gorra dan semua orang mengantarkan mereka berempat untuk terbang dari tingkap paling atas dari gunung Romundur.


"Hati-hatilah, salam pada raja Jolla dan Ratu Zarina," ucap Gorra, ia tersenyum memandang ke arah mereka berempat.


"Pasti Yang Mulia Raja," balas Tara, Alaric, dan Zerrin.


"Gorra, belajarlah Nak. Di luar sana, bukalah matamu lebar-lebar apa yang perlu diambil dan diterapkan di kehidupan Golden ambillah ilmu itu, tapi jika tidak sesuai jangan.


"Jangan permalukan rakyat Golden terutama klan Goblin, karena satu kesalahan yang kau lakukan maka semua kesalahan itu akan mempengaruhi semua klanmu.


"Bawalah nama klanmu menuju kebaikan dan kebenaran yang hakiki, Nak. Jangan lupakan itu," nasihat Gorra pada putranya.


"Baik, Ayah! Aku akan mengingat semuanya," balas Gorra tersenyum, ia berusaha berjanji untuk tidak mempermalukan nama baik klannya.


"Yang Mulia, maaf jika aku dan Zerrin telah melakukan kesalahan selama di Golden. Kami berdua mohon maaf Yang Mulia, karena saya tidak bisa mengajari Zerrin dengan baik," ujar Alaric.


"Dragon Rider dan Dragon Zerrin, kalian sama sekali tidak melakukan skealaahm apa pun aku malah bahagia kalian bertiga berada di Romundur di dalam sebulan ini.

__ADS_1


"Banyak kebahagiaan dan pelajaran yang bisa kami petik dari kerja sama kita ini. Aku harap, kelak kita akan bert.emi lagi saat pertempuran di Torak," ujar Gorra.


"Baiklah, Yang Mulia, kami akan mengingat semua petuah dan pesan Anda," ujar Alaric, Tara, Zerrin, dan Gorra sambil menyilangkan tangan di dada mereka.


"Selamat jalan, semoga para Dewa selalu memberkati kalian," berkah Gorra mengangkat kedua belah tangan dengan martilnya.


Alaric, Tara, dan Garey naik ke punggung Zerrin yang membawanya terbang ke luar dari puncak gunung Romundur dan mendarat di daratan di kaki gunung Romundur di mana Storm dan Sorrow masih menunggu tuannya.


"Tuan Garey, ayo … naik bersamaku. Nama kudaku ini adalah Storm, nanti di kota kita akan membelikan kuda untukmu," ujar Alaric.


"Wah, aku sangat ingin menunggangi kuda Tuan Dragon Rider," jawab Garey.


"Tuan Garey, tolong jika di luar sini cukup panggil aku dengan nama Alaric saja! Aku tak ingin jika musuh akan mengikuti kita dan mengetahui jika aku adalah penunggang naga baru.


"Aku tak ingin gara-gara nama itu, kalian yang bersama denganku akan celaka," ujar Alaric.


"Alaric, benar Tuan Garey. Di sini bukanlah Golden dan Sgàil Shìthiche yang nyaman. Namun, di dunia manusia segalanya menjadi kacau kita belum tahu mana teman dan mana lawan Tuan," timpal Bana-phrionnsa Tara.


"Oh, baiklah jika begitu Tuan dan Bana-phrionnsa. Aku sama sekali baru kali ini keluar dari Romundur jadi, aku memang butuh bimbingan. Paling tidak aku tahu, mana ya g benar dan mana yang tidak," balas Garey tersenyum.


Garey merasa bersyukur, "Aku bahagia dengan kalian di sisiku, jika orang lain aku tidak yakin apakah mereka akan menolongku. Terima kasih terlah menjadi sahabatku, Tuan Alaric dan Bana-phrionnsa Tara juga Dragon Zerrin," ucap Garey.


"Sama-sama Tuan Garey!" balas ketiganya tersenyum, mereka terus memacu kuda pergi ke Jolla melewati bukit Torak, di sepanjang perjalanan mereka melihat kengerian yang dilakukan oleh ksatria Gorian.


"Aku baru tahu, hidup di luar Romundur begitu mengerikan. Kalian hebat masih bisa bertahan sejauh ini," puji Garey, ia melihat sisa dari kematian dan bekas pertempuran juga mayat-mayat yang bergelimpangan.


"Apakah semua ini adalah pembantaian yang dilakukan oleh Gorian?" tanya Garey, kala mereka memeriksa luka pada mayat-mayat yang berserakan di jananan dan kamupung yang mereka lewati.


"Ya, begitulah! Semua sudah direncanakan dan dilakukan oleh Calder Hall dan sekutunya," ucap Alaric, mereka masih memeriksa semua mayat.


"Sepertinya mereka baru saja berperang, aneh … Bana-phrionnsa, ke manakah arah dan tujuan jalan ke sana?" tanya Alaric bingung.


"Itu ke kerjaan Jolla. Apakah Jolla sedang perang?" tanya Tara sedikit mengernyitkan dahinya.


"Ayo, kita bergerak ke Jolla. Aku takut jika Jolla sedang mengalami perang yang sangat mengerikan!" ucap Tara, ia melesat naik ke punggung kudanya.


Begitu juga dengan Aleric dan Garey, "Ayo, Storm! Cepatlah tiba di Jolla!" teriak Alaric, ia memacu kudanya untuk berlari dengan kencang untuk pergi ke Jolla.

__ADS_1


__ADS_2