
Semua penunggang naga Gorian terdiam dengan jawaban dari Crùbagan Teine yang lantang. Alaric masih memperhatikan dan kagum pada Crùbagan Teine, ia tak menyangka jika Calder Hall pernah meminta Crùbagan Teine untuk menjadi tunggangannya.
"Luar biasa, siapa yang menyangka jika Calder Hall malah pernah meminta Crùbagan Teine. Berani sekali Calder Hall, andaikan raja Crùbagan Teine mau, Calder Hall pasti semakin hebat!
"Untung saja Raja Crùbagan Teine tidak mau," batin Alaric, ia menatap ke arah Crùbagan Teine dan penunggang naga Gorian.
Alaric merasa sangat kagum akan kehebatan dan kebaikan yang luar biasa dengan sikap seorang raja naga tersebut yang tak ingin tunduk kepada penguasa Empire Gorian yang mengerikan.
"Enyahlah kalian, dari tanah Lùchairt Dragon! Aku tidak menginginkan kedatangan kalian!" umpat Crùbagan Teine murka, ia tak menyukai jika pasukan Gorian akan datang menjarah ke tanahnya.
"Hahaha, apakah kau lupa atau pura-pura lupa? Jika Lùchairt Dragon masih wilayah empiri Gorian!" teriak penunggang naga Gorian murka.
"Aku tidak peduli! Aku tidak pernah mengakui jika Calder Hall adalah seorang kaisar!" bantah Crùbagan Teine.
"Serang mereka! Jangan biarkan satu orang pun hidup! Jika mereka tidak ingin memihak kepada kaisar Calder Hall!" teriak salah seorang dari pasukan Gorian.
"Baik, Yang Mulia Panglima!" jawab serempak bawahannya.
"Sesuai dengan titah dari Baginda Yang Mulia Calder Hall, semua yang membangkang harus ditumpas hingga ke akar-akarnya!" umpat panglima perang penunggang naga Gorian.
"Ini adalah kesempatanku, disaat Crùbagan Teine dan manusia itu hanya berdua," batinnya, "manusia? Mengapa kuping dan rambutnya mirip elf? Apakah dia dari ras Elf?" lanjut batin panglima perang Gorian masih terus memperhatikan Alaric yang juga menatapnya dengan penuh kebencian.
"Jadi, kalian kemari atas perintah Calder si brengsek itu?" ucap Crùbagan Teine, ia mendengus marah.
Api keluar dari kedua cuping hidungnya, Alaric mengangkat alisnya, ia tak menyangka jika seorang raja dari klan naga tersebut memiliki api yang bisa keluar dari sekujur tubuhnya.
"Bukan hanya moncong dan cakarnya yang mengeluarkan api tapi, cuping hidung, telinga, dan sekujur tubuhnya memiliki api," batin Alaric takjub.
__ADS_1
Alaric masih saja terpesona dengan kehebatan Crùbagan Teine, Alaric tidak menyangka jika seorang raja dari klan naga memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.
"Andaikan Zerrin di sini, aku ingin tahu banyak hal mengenai raja klan naga ini," batinnya.
"Tentu saja, Kaisar Calder Hall yang mengutus kami kerena kalian sudah membangkang! Kalian juga sudah membunuh banyak Bagshot milik kaisar. Jika kalian masih tidak menyerah, jangan salahkan kami akan mengirim banyak Bagshot kemari!" ketus seorang penunggang naga Gorian dengan angkuh.
"Jangan salahkan Raja Crùbagan Teine! Bukan dia yang menghancurkan Bagshot milik gorian. akan tetapi aku!" teriak Alaric.
Alaric tidak ingin perbuatan yang dilakukannya akan membuat raja Crùbagan Teine dan seluruh penduduk juga klan naga di Lùchairt Dragon menanggung akibat kemarahan dari Calder Hall si penguasa tirani ya g sangat biadab.
Semua penunggang dan naga mereka menoleh ke arah Aleric, mereka masih mengamati dengan seksama dan teliti. Semuanya mendengus mengejek, mereka tidak yakin akan hal itu.
"Hahaha, jangan ngimpi! Kau! Hahaha," gelak tawa membahana di sekitar Alaric dan Crùbagan Teine menggema di Padang pasir yang mengerikan.
Burung-burung pemakan bangkai sudah menggaok berputar berkelompok di angkasa menantikan mayat-mayat yang akan berjatuhan di sana. Seakan semuaburung tersebut bersuka cita akan adanya pertempuran di Padang tandus tersebut.
"Pemuda ceking sepertimu? Ya, ampun! Mimpimu terlalu ketinggian, Nak. Kau kira Bagshot akan mudah dibunuh? Yang bisa membunuh Bagshot hanyalah-"
"Terserah! Kalian mau percaya atau tidak, itu bukan urusanku. Aku hanya mengatakan kebenaran! Jika kalian ingin menghukum, siapa yang telah membunuh Bagshot kalian itu?
"Maka, itu adalah aku! Kalian berhadapanlah denganku!" tegas Alaric dengan memandang ke arah musuh yang masih mengambang di angkasa di atas naga mereka dengan angkuh.
"Hahaha, serang dan bunuh mereka semua seperti titah dari Yang Mulia Kaisar Calder Hall!" ulang kepala pasukan Penunggang naga Gorian.
Pasukan naga Gorian yang sudah disihir menyerang klan mereka sendiri. Alaric dan Crùbagan Teine hanya berdua di gurun pasir tersebut berusaha untuk mempertahankan gurun dan wilayah dari Lùchairt Dragon.
"Alaric, berhati-hatilah! Biasanya Calder mengirimkan pasukan yang lumayan kuat untuk menyerang kami! Para naga yang memiliki sihir di atas tingkat 7 yang sangat hebat!" ujar Crùbagan Teine mengingatkan Alaric.
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia. Aku akan mengingat semua pesan Anda!" balas Alaric, ia melesat dengan cepat berusaha untuk meluncurkan pukulan dan serangan kepada para naga dan penunggangnya.
Pedang Alaric bergema menebas ke sana kemari untuk membunuh dan melumpuhkan musuh. Akan tetapi, kali ini musuh lebih pintar dan luar biasa hebat.
"Sial, sekali! Mereka terlalu kuat dan banyak," batin Alaric, ia melihat ke angkasa di mana Crùbagan Teine sedang melawan penunggang naga Gorian.
"Raja Crùbagan Teine begitu hebat!" batinnya, "bagaimana aku bisa membantu Yang Mulia Raja Crùbagan Teine?" batinnya bingung.
Para penunggang naga Gorian mengepung Crùbagan Teine dan Alaric yang berusaha untuk membunuh musuh, semburan api dan cakar juga kibasan ekor para naga Gorian mulai bergema berusaha untuk menjatuhkan lawan.
"Tidak mungkin aku naik ke punggung seorang raja, yang sangat diagung-agungkan seluruh orang dan dihormati.
"Aku bukanlah siapa-siapa. Bagaimana mungkin? Sedangkan Calder Hall saja, tidak berhasil menungganginya," batin Alaric bingung, ia melesat dan mengambang ke angkasa,
"Hanya inilah satu-satunya caraku untuk bisa menghancurkan para penunggang ini," batin Alaric, ia tak ingin melihat raja Crùbagan Teine melawan musuh sendirian di angkasa raya dengan dikeroyok oleh naga dan penunggangnya dengan brutal.
Semua orang terkesiap termasuk Crùbagan Teine, mereka takjub dengan kehebatan Alaric yang mengambang hampir sama dengan mereka terbang di angkasa tanpa kesulitan sedikit pun.
"Pedang dan tubuhnya … berpendar merah keperakan, mengapa bisa demikian?" batin Crùbagan Teine tidak mengerti.
"Apakah itu adalah ilmu sihir atau tenaga dalam miliknya? Kekuatannya mengerikan.
"Hahaha, jadi ini penunggang baru yang sedang booming dan dibicarakan oleh banyak orang?" ketus salah satu penunggang naga Gorian dengan mencebikkan bibirnya.
"Wah, kita beruntung sekali! Bisa membunuh penunggang ini. Hei, Raja Crùbagan Teine! Apakah kau lebih bahagia menjadi penunggang remahan itu daripada menjadi penunggang naga penguasa Empire Gorian yang hebat?
"Aku kira kau adalah seorang raja hebat! Nyatanya kau hanyalah seorang pecundang!" umpat pemimpin dari penunggang naga tersebut.
__ADS_1
"Ggrrh!" Crùbagan Teine murka, ia merasa terhina karena para penunggang naga Gorian malah menghina tamunya.
"Penunggang baru itu lebih mulia dari Calder Hall, ia sama sekali tidak pernah memintaku untuk menjadi tunggangannya. Tidak seperti tuan kalian itu!" umat Crùbagan Teine marah, ia langsung menyerang dengan cepat ke arah para naga dan penunggang dengan semburan api cuka cakarnya yang hebat.