
"Maaf, Yang Mulia! Zork sudah kabur!" ujar salah satu prajurit.
"Apa?! Zork kabur? Cari dan temukan dia!" teriak Gorra murka, "kalian harus cari dan bunuh dia! Jangan sampai tidak!" titah Gorra, hingga semua orang mencari Zork.
Duar! Duar!
Serangan api dari ksatria naga Gorian telah memasuki Golden. Memporak-porandakan seisi kerajaan Golden yang maju.
Para penunggang naga mulai memasuki Golden dari tingkap lereng gunung Romundur di mana para goblin, membuat sebuah pintu masuk agar para naga bisa memasuki Golden.
Duar! Duar!
Api mulai menghantam ke arah roli membuat semua rel berputusan dan banyak goblin yang berada di dalam roli langsung jatuh ke dasar lantai kerajaan Goblin,
"Aaa!" teriak semua rakyat Goblin yang terluka jatuh dari roli ke bawah.
"Hahaha! Ayo, bunuh semua Goblin! Jangan biarkan satu orang goblin pun selamat!" ujar salah satu ksatria Penunggang Naga Gorian, ia tertawa mengejek melihat kekurangan para goblin yang kecil itu langsung berusaha bangun dan menaiki roli ke arah jalur kereta untuk bersembunyi ke tempat aman.
"Jahanam! Siapa yang telah membuka pintu-pintu ke luar Golden?" teriak Gorra semakin murka, ia berusaha untuk menyihir tingkap yang terbuka di sisi lereng Romundur yang paling tinggi dari permukaan laut.
"Ini pasti pekerjaan Zork si pengkhianat!" umpat Gorra, "aku akan membunuh dan menghukum Zork! Kematian saja tidak cukup untuk si pengkhianat!" batin Gorra.
Zerrin terbang mengepakkan sayap secepat dia bisa langsung berusaha untuk menyelamatkan para goblin yang terjatuh dari lori. Zerrin menangkap para goblin dengan cakar, mulut, dan tubuhnya serta ekor untuk menarik para goblin agar tidak terjatuh ke lantai gua yang padas terbuat dari emas dan bebatuan yang keras.
"Terima kasih Tuan Dragon Zerrin!" ujar semua goblin yang selamat.
"Berpeganglah! Aku akan melemparkan kalian ke dalam gua itu, kalian hari menangkap teman kalian satu demi satu!" teriak Zerrin, ia langsung melontarkan semua goblin yang diselamatkannya kepada para goblin di mulut gua yang hanya sebatas tubuh goblin.
Sementara Alaric mencabut pedang melesat untuk menyerang ke arah ksatria penunggang naga Gorian sedangkan Tara ia berusaha untuk membuat perlindungan bersama Gorra.
"Selamatkan para wanita dan anak-anak! Aku tidak ingin mereka terluka!" ujar Gorra.
Semua prajurit menuntun dan mengarahkan semua anak-anak dan wanita ke arah tempat tersembunyi.
Ledakan-ledakan bergema seakan ingin menghancurkan Golden.
"Jahanam! Kalian menghancurkan tempat indah ini! Jika kalian berani ayo, hadapi aku di luar!" teriak Alaric, ia menebaskan pedangnya pada penunggang naga Gorian.
Alaric melesat dan menebas ke arah naga dan penunggang naga Gorian, hingga uikan kesakitan dari naga bergema terjatuh membentur anjungan dan rel roli membuat segalanya menjadi kacau balau.
"Bunuh penunggang naga baru dan naga muda itu, serta Gorra!" teriak Zork dari atas naga Gorian.
"Dasar, bajingan!" Kau benar-benar biadab!" teriak Gorra, ia melayang ke angkasa dan memancarkan sinar dari tangannya menghantam Zork.
Akan tetapi, Zork pun menangkisnya dengan sebilah tongkat sihir. Sehingga ledakan demi ledakan kembali bergema.
"Hahaha! Kau kira selama ini, aku bodoh begitu! Kau salah, Gorra. Aku memang menantikan hal ini, aku ingin menggulingkan kedudukanmu sebagai raja. Aku bosan melihat dirimu! Aku muak!
"Kau terlalu lembut! Kau malah membuka kerja sama dengan klan lain, untuk apa? Hanya ingin menumbangkan Calder Hall? Hahaha, kau bodoh sekali!
"Kau kira kalian bisa membunuh Calder Hall begitu?" hardik Zork, ia melesat secepat dia bisa untuk menangkis serangan demi serangan yang dilakukan oleh Gorra padanya.
"Jahanam! Apa yang dijanjikan Calder Hall padamu, Zork? Hingga kau tega membunuh saudaramu!" balas Gorra, "apakah kau tidak pernah mengingat dan membaca kisah Romundur dan para ketujuh goblin yang membangun istana ini Zork?" teriak Gorra.
Gorra dan Zork saling serang di atas anjungan rel dan melompat dengan tangkas berjalan di atas rel bagaikan sebuah tali.
__ADS_1
Duar!
Serangan Gorra melesat melukai Zork, hingga ia terjungkal dari anjungan ke kubangan danau magma tetapi, seorang penunggang naga Gorian langsung melesat menangkap Zork dan melemparkannya ke luar Romundur.
"Pergilah! Tuan Calder Hall berharap kau selamat Tuan Zork!" teriak ksatria penunggang naga Gorian.
"Bajingan, Kau!" teriak Gorra, ia melesat mengejar Zork yang melarikan diri ke luar dari pintu tingkap para goblin yang ingin ke luar dari Romundur.
Syuuut! Brass!
Sebuah cahaya hitam melesat ke arah Gorra, yang dilakukan oleh seorang ksatria penunggang naga Gorian yang langsung menyerang Gorra dengan sihir membuat Gorra tak bisa bergerak.
Gorra mengambang kesakitan di udara tanpa bisa bergerak seakan ada kekuatan yang luar biasa hebat mengikat dirinya dan membekukan seluruh tubuh Gorra.
"Hahaha! Mampus Kau! Dasar goblin tak tahu diuntung!" teriak ksatria penunggang naga Gorian melesat ingin menebaskan pedangnya pada Gorra.
Trang!
Pedang melukai tubuh Zerrin yang menangkis dengan tubuhnya, "Kau ingin membunuh orang yang baik! Tak akan pernah kubiarkan!" teriak Zerrin murka, ia langsung menyemburkan apinya membakar ksatria Penunggang Naga Gorian.
"Aaa!" teriak ksatria Gorian yang berusaha untuk menyihir dirinya dengan seember air untuk memadamkan kebakaran di tubuhnya.
"Dragon Zerrin!" teriak semua Goblin merubunginya.
Tuan Zule langsung membacakan mantra menutup luka Zerrin dan Tara melesat dari ksatria naga Gorian lain mendekati tubuh Zerrin.
"Zerrin … minumlah!" ujar Bana-phrionnsa Tara.
Tara menuangkan cairan dari gucinya dan Alaric memutuskan sihir penunggang naga Gorian sehingga Alaric menangkap tubuh Gorra agar tidak jatuh.
"Baik, Yang Mulia!" balas Alaric melesat dengan pedangnya langsung menebas dengan membuat perlindungan pada para goblin dan ia pun menghancurkan serangan demi serangan pada penunggang naga Gorian.
"Hahaha, kau tidak akan bisa melawan kami. Kau baru anak kemarin sore!" umpat penunggang naga Gorian.
"Aku tidak peduli! Andaipun aku mati aku tidak masalah. Tapi aku meminta pada Zeus, sebelum aku mati aku pastikan akan membunuh Calder Hal!" teriak Alaric, ia melesat dengan cepat menggunakan sihirnya.
Trang! Trang!
Pedang keduanya melesat dengan cepat membuat pendar cahaya dan api di sekitarnya.
Tara memperkuat perlindungan agar api tersebut tidak membakar Golden dan para goblin juga semua orang yang berada di dalam perut gunung Romundur.
"Alaric!" teriak Bana-phrionnsa Tara, ia melesat ke luar dari perlindungan yang dibuatnya.
Trang!
"Jangan mencoba untuk membunuh Alaric-ku!" teriak Bana-phrionnsa Tara marah.
Tara melesat dengan gesit ingin menebas musuh di punggung naga Gorian yang berusaha untuk menggunkan sihir hitam untuk menyerang Alaric.
"Kalian terlalu culas! Kalian tidak pernah berbuat jujur!" umpat Tara kesal, ia terus memutarkan pedang hingga dentingan demi dentingan membahana.
Alaric melesat dengan cepat menebas punggung naga, "Bàsaich! (Matilah)" ujarnya dengan sihir.
Naga Gorian langsung tewas seketika dan tubuhnya melayang ingin menubruk perisai pelindung di bawah mereka.
__ADS_1
"Sgrios agus sgàineadh! (Hancurlah dan menjadi serpihan)" teriak Alaric membahana, ia mengangkat pedang dan mengucapkan mantra tersebut.
Duar!
Jasad naga hancur lebur menjadi serpihan debu melayang di angkasa dan tidak berbahaya bagi perisai pelindung di bawah mereka.
Penunggang naga Gorian semakin murka, ia ingin menyerang ke arah Alaric, akan tetapi sebuah geraman dari kejauhan langsung membuat semua pasukan ksatria naga Gorian lenyap bak ditelan bumi.
"Hahaha, kau … kau akan mati! Kau telah berani membuat pasukanku hancur lebur! Tunggulah pembalasanku!" sumpah serapah suara yang tak dikenali berdengung di seluruh Romundur.
Seketika keadaan lengang dan sepi, yang tersisa hanyalah serpihan dan sisa pertempuran yang sudah menghancurkan sebagian kota dan kerajaan Golden yang indah dan maju.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang Tuan?" tanya Zule, ia melihat kota indah mereka berserakan.
"Sudahlah! Yang penting kita semua selamat, hm … ini bukan karena penunggang naga Alaric dan Zerrin juga Bana-phrionnsa Tara. Kalian harus mengerti itu.
"Jika Zork tidak berkhianat dan bekerja sama dengan musuh, semua ini tak akan pernah terjadi. Aku harap kalian membedakan semua ini, aku bekerja sama dengan klan di luar klan kita untuk kemajuan semua orang.
"Aku tak ingin selamanya kita hanya terisolasi dan berada di dalam perut Romundur.
"Masih banyak goblin lain di belahan dunia ini, elf, manusia, naga, dan raksasa. Kalian harus memahami semua itu! Aku ingin kita berdampingan dan bekerja sama," ujar Gorra.
Semua orang terdiam dan mengetahui hal itu, mereka hanya hidup, mati, dan berkembang biak hanya di dalam perut Romundur tanpa pernah berjalan terlalu jauh dari sekitar hutan di Romundur.
"Sekarang, kita akan memperbaiki istana ini!" ucap Gorra, ia berusaha untuk bangkit.
"Yang Mulia Raja Gorra, aku rasa Ratu Zarina dan pasukannya sedang menuju kemari, karena mereka mendengar keributan dari Romundur.
"Apakah mereka boleh masuk, Yang Mulia Raja?" tanya Bana-phrionnsa Tara.
"Oh, jadi Ratu Zarina sedang menuju kemari?" tanya Gorra tersnyum bahagia.
"Iya, Yang Mulia Raja!" balas Bana-phrionnsa Tara.
"Garay, sambutlah mereka!" titah Gorra, ia memandang ke arah kotanya yang hancur.
"Rasanya tidak etis sekali kita menyambut tamu sepeti ini," keluh Gorra, ia merasa malu, karena untuk pertama kalinya Ratu Zarina datang berkunjung akan tetapi kekacauan telah terjadi di Golden.
"Tidak masalah Yang Mulia, malahan Ratu ingin membantu pemulihan kota Golden. Jika Yang Mulia Raja setuju," ujar Bana-phrionnsa Tara.
"Tentu saja! Rakyatku pun banyak yang terluka dan terguncang akibat pertempuran yang tak pernah terjadi di Golden. Sepanjang hidup mereka baru ini mereka menghadapi pertempuran," lirih Gorra.
Tingkap terbuka Ratu Zarina dan prajurit serta sepuh Tarnak (ayah Bana-phrionnsa Tara) berkunjung.
"Salam Yang Mulia Raja Gorra yang Agung!" sapa Ratu Zarina dan semua klan Elf menyilangkan kedua belah tangan di dada.
"Salam juga Yang Mulia Ratu Zarina dan seluruh klan elf yang mulia," ujar Gorra, ia dan semua klan Goblin langsung mengangkat martil dan meletakkan di dada mereka.
"Izinkan kami, untuk membantu Anda membangun kembali Kota Golden yang indah …," lirih Ratu Zarina yang cantik dengan memakai baju zirah terbuat dari emas yang ditempa oleh Raja Gorra sebagai tanda pertemanan.
"Terima kasih, Ratu. Kamu sangat tersanjung," balas Gorra.
Tarnak maju dan melantunkan sebuah kidung bersama Ratu Zarina dan seluruh elf termasuk Bana-phrionnsa Tara.
Kidung indah yang sedih tersebut membuat seluruh bangunan di dalam perut gunung Romundur bergerak dengan cepat seakan berjalan sendiri dan memperbaiki kota dengan sekelip mata.
__ADS_1
"Wah, indah sekali!" bisik Alaric, Zerrin, dan para goblin yang menyeka air mata.