Penunggang Naga Terakhir

Penunggang Naga Terakhir
Raja Crùbagan Teine dan Lùchairt Dragon


__ADS_3

Mereka memasuki tenda raja Edmur Pascal, para dayang langsung menyuguhkan makanan dan minuman. Mereka makan dengan sangat bahagia, Raja Jolla begitu arif dan bijaksana.


Alaric dan Zerrin memandang raja klan manusia itu begitu terpesona akan kebaikan dan kearifan yang terpancar dari wajahnya.


"Silakan dimakan, Tuan Garay, Alaric, Nona Zerrin, dan Altaf,  juga Bana-phrionnsa Tara. Maaf, aku tidak bisa menjamu kalian dengan baik dan benar. Mungkin jika kita telah tiba di Jolla aku akan menebus semua ini," ucap raja Jolla, ia merasa sangat malu.


Raja Edmur merasa ia tak pantas menjadi raja dari klan manusia karena ia tak bisa menjamu tamunya dengan baik karena keadaan ekonomi yang telah mereka lewati berpuluh tahun lamanya di bawah tirani Empire Gorian yang mengerikan.


"Jangan khawatir Tuan, ini sudah lebih dari cukup. Sekarang keadaan semakin genting karena ulah para Gorian yang mengerikan." Alaric tersenyum, ia merasa apa yang sudah diberikan oleh raja Admir sudah lebih dari kata cukup.


"Terima kasih, Tuan Alaric. Anda baik sekali! Seluruh penduduk Jolla berterima kasih atas semua kebaikan yang kalian berikan, untuk mempertahankan dan memperjuangkan kebebasan semua rakyat dari kejamnya Calder Hall dan pasukan Gorian yang mengerikan," ujar raja Edmur Pascal.


"Tuan, semua itu bukanlah hasil jerih payah saya sendirian. Tapi, dukungan dari Bana-phrionnsa Tara, Zerrin, Altaf, Tuan Garay, dan seluruh rakyat yang menentang kekuasaan Gorian.


"Seluruh klan elf, naga, goblin, manusia semua bersatu untuk menghancurkan kekuatan dari tirani Calder Hall. Saya tidak ingin jika Anda hanya mengutamakan saya sendirian Yang Mulia Raja.


"Semua itu karena dukungan semua klan yang membuat semuanya begitu luar biasa. Lalu, rencana apakah yang akan kita lakukan selanjutnya, Yang Mulia?" tanya Alaric, ia ingin mengakhiri semua peperangan.


Akan tetapi, ia tak ingin terlalu gegabah untuk memutuskan dengan sembarangan, sehingga Alaric berharap tidak melangkahi kekuasaan dari Raja Edmur Pascal. 


Alaric merasa, jika peperangan tidak terlalu membebani semua orang untuk maju ke medan perang menghancurkan Calder Hall dan pasukannya yang mengerikan.


"Kita akan kembali terlebih dahulu ke Jolla untuk berunding, aku ingin menemui Raja Gorra, Ratu Zarina, hanya itu sekutu kita. Raja Crùbagan Teine (klan Naga), dan Raja Dorba (klan Raksasa) untuk saat ini tidak bersedia bekerja sama," ucap Raja Edmur.


Raja Edmur Pascal terdiam, ia sudah berusaha untuk menemui kedua raja tersebut tetapi menolak dan mundur dari perjanjian kerja sama mereka. Raja Edmur sendiri tidak mengerti mengapa mereka berubah dengan begitu cepat.


Namun, Raja Crùbagan Teine tidak memberikan alasan secara rinci mengapa ia dan Raja Dorba menolak dan mundur dari perjanjian. Raja Edmur hanya diam, ia tak bisa untuk memaksa keduanya.


Raja Edmur tidak ingin berperang dengan kedua klan yang luar biasa kuat tersebut. Sehingga dia lebih memilih diam dan tak mau memaksa atau merayu keduanya.


"Apa?! Bagaimana bisa kedua raja tersebut ingkar janji dengan perjanjian yang sudah disepakati Yang Mulia?" tanya Tara, ia salah satu saksi hidup mengenai perjanjian tersebut.


Namun, Raja Crùbagan teine dan Raja Dorba malah mengingkarinya. Tara Dale tidak mengerti jalan pikiran kedua raja tersebut. Semua hanya diam, Zerrin merasa sedikit malu atas kelakuan dari rajanya.


"Bukankah mereka sendiri yang mengusulkan kerja sama itu?" tanya Bana-phrionnsa Tara, "lalu mengapa sekarang mereka yang mundur? Itu sangat tidak adil! Klan naga tak pernah ingkar janji kecuali klan raksasa," lirih Tara Dale bingung, ia memendam amarah.


Tara Dale ingin mengutuk klan naga dan raksasa tersebut. Akan tetapi, ia melihat Zerrin yang masih bingung begitu juga Alaric, Altaf, dan Garay. Tara pun mengurungkan niatnya untuk melakukan hal itu.


Tara Dale pun hanya diam, ia sudah terlalu tua untuk marah dan menggerutu akan sesuatu yang belum tahu kebenarannya. Tara ingin bicara berdua dengan Raja Edmur tapi, ia belum memiliki kesempatan untuk itu.


Zerrin menggunakan kecerdasannya untuk menelaah setiap kejadian, ia merasa jika Tara dan Raja Edmur menyembunyikan sesuatu dan tak ingin membahas di meja makan karena dirinya.

__ADS_1


"Ada apa sebenarnya? Apa yang salah dengan Raja Crùbagan Teine?" batin Zerrin penasaran.


"Maaf, Yang Mulia jika saya menyela, apakah Raja Crùbagan teine tidak memberikan sebuah alasan yang tepat? Itu lucu sekali saya rasa," ujarnya.


"Nona Muda, Raja Crùbagan teine tidak memberikan alasan apa pun, mungkin Raja Crùbagan teine memiliki suatu alasan tersendiri," lirih Raja Edmur, "aku tidak boleh mengatakan pada mereka atas semua hinaan kedua raja tersebut.


"Keduanya tidak ingin membela siapa pun baik pihak Gorian maupun pihak persekutuan dari semua klan. Aku tidak tahu mengapa kedua raja tersebut mundur," batin Raja Edmur diam.


Raja Edmur berusaha untuk tersenyum, "Mari, kita makan! Maaf Nona Muda (Zerrin) kami hanya memiliki domba tapi, kami hanya bisa memberi separuhnya karena separuhnya lagi untuk para prajurit.


"Saya harap Nona tidak keberatan dan berkecil hati atas hidangan yang tidak memuaskan ini," ucap Raja Edmur bersemu merah menahan malu.


"Mungkin Raja Crùbagan Teine merasa kami akan kalah karena sudah terlalu miskin. Begitu juga dengan Raja Dorba, ia pun takut dengan ilmu sihir hitam milik Calder Hall. Malang sekali," batin Raja Edmur kecewa.


Namun, ia berusaha untuk tersenyum agar semua orang begitu bahagia, ia sendiri pun tak bisa memahami banyak hal, ia sendiri galau dan takut jika mereka tak lagi berhasil untuk membunuh musuh mereka. 


"Tidak masalah, Yang Mulia. Prajurit pun butuh tenaga jika sewaktu-waktu pasukan Gorian akan datang menyerang kita," ucap Zerrin tersenyum, ia tak mempermasalahkan semua itu.


"Andaikan Raja Edmur tahu, jika aku dan Alaric malah sering tak makan. Bahkan, Bana-phrionnsa Tara bisa seminggu lebih tidak makan, apalah artinya hanya sepotong domba, ini sudah lebih dari cukup," batin Zerrin langsung menyantap daging domba mentah dengan perlahan-lahan.


Zerrin ingin membuat raja Edmur tidak malu, sehingga ia makan sepotong demi sepotong, ia tak ingin sekaligus menyantap setengah tubuh domba tersebut.


"Terima kasih, Nona Muda. Anda sangat baik. Tuan Alaric sangat beruntung memiliki teman seperti Anda," ujar Raja Edmur tersenyum.


"Yang Mulia, jika boleh. Apakah saya dan Alaric boleh menemui Raja Crùbagan Teine dari klan saya?" usul Zerrin, ia tak menyangka mengapa Raja Crùbagan Teine memutuskan untuk mundur dari perjanjian.


"Tapi, Nona …," lirih Raja Edmur, ia tak ingin jika Raja Crùbagan Teine akan murka dan mengira dialah yang telah mengirim naga muda dan penunggang naga baru itu untuk merayunya.


"Saya akan mencoba dan hanya ingin mencari tahu ada apa sebenarnya, hanya itu saja Tuan, tidak lebih!" balas Zerrin, ia hanya ingin mengetahui banyak hal.


"Nona, saya sangat senang sekali. Tapi," Raja Edmur masih tidak yakin jika Raja Crùbagan Teine akan mengikuti keinginan dari naga kecil tersebut.


"Apakah kamu yakin, dengan usul kamu ini Nona? Bagaimana jika Raja Crùbagan Teine tidak setuju dan malah murka?" tanya Raja Edmur.


"Percayalah kepada saya, Yang Mulia. Kita tidak tahu jika tidak mencobanya," balas Zerrin, ia berusaha untuk menenangkan dan meyakinkan raja Edmur. 


"Baiklah jika demikian Nona kecil. Tapi, jika Raja Crùbagan menolak, tidak masalah. Jangan memaksanya untuk sesuatu yang tidak diinginkannya," ucap Raja Edmur.


"Saya akan mengingat semua pesan Anda Yang Mulia Raja," balas Zerrin tersenyum.


"Lalu dengan siapa Nona Muda akan pergi?" tanya Raja Edmur.

__ADS_1


"Saya akan menemani Zerrin Yang Mulia," ucap Alaric, ia tak ingin terjadi sesuatu pada Zerrin putri kecilnya.


"Wah, kamu baik sekali Papa!" sindir Zerrin, ia tersenyum menyeringai dan minum dari tong sebesar ember.


"Kamu ini, Zerrin!" umpat Alaric, ia membelai kepala Zerrin.


"Um, baiklah. Kapankah kalian ingin melakukan perjalanan ke Lùchairt Dragon (istana naga)?" tanya arah Edmur, "apakah kalian perlu pengawalan prajurit?" tanya Raja Edmur, ia takut saat kunjungan terakhirnya ke Lùchairt Dragon.


Raja Crùbagan Teine murka dan ingin membunuh dirinya, hanya karena mengajaknya untuk menghancurkan Calder Hall dan empire Gorian.


"Yang Mulia, aku sangat senang akan perhatian dari Yang Mulia. Akan tetapi, aku hanya ingin mengunjungi klan saya. 


"Jika saya membawa prajurit dari Kerajaan Jolla, aku takut jika klan saya khususnya Raja Crùbagan Teine akan murka dan curiga jika saya datang ingin menyerang mereka," ujar Zerrin bijaksana.


"Ya, kamu benar Nona Muda. Padahal kamu begitu muda tapi, Anda bijaksana sekali! Aku hanya bisa berdoa semoga perjalanan kalian diberkati Dewa Zeus," ujar raja Edmur.


"Terima kasih Yang Mulia. Itu sudah lebih dari cukup," balas Zerrin, "Alaric, kapankah kita akan pergi?" tanya Zerrin.


"Kapan pun kamu mau Zerrin! Aku akan selalu setia menemani kamu untuk pergi ke Lùchairt Dragon," balas Alaric tersenyum.


"Baiklah, sebaiknya nanti malam saja kita pergi. Aku rasa jika malam kita akan mudah terbang tanpa takut jika prajurit dan sekutu Gorian akan mengintai kita," ujar Zerrin, ia mulai memahami jika para sekutu Gorian sedikit sulit bergerak di malam hari jika tidak menggunakan kekuatan malam melalui sihir Calder.


"Aku harus memanfaatkan itu. Aku yakin Calder Hall masih mengobati pasukannya yang sedang terluka akibat perang dengan kerajaan Jolla. 


"Raja Edmur Pascal sangat luar biasa hebat di balik wajah setengah tuanya. Ia sudah tak muda tapi masih kuat dan luar biasa hebat! Apalagi, Altaf sangat luar biasa," batin Zerrin.


Setelah selesai makan Bana-phrionnsa Tara menemui Alaric dan Zerrin juga Altaf dan Garay. Tara ingin membicarakan kepergian Alaric dan Zerrin ke Lùchairt Dragon.


"Bana-phrionnsa, ada apa?" tanya Alaric melunak bicara dengan pujaan hatinya, ia tak ingin menyakiti ataupun melukai kekasihnya.


"Apakah kalian berdua yakin ingin ke Lùchairt Dragon?" tanya Bana-phrionnsa Tara.


"Tentu, Bana-phrionnsa. Memang ada apa? Selain itu, aku ingin mengunjungi klanku. Aku tak tahu bagaimana asal usul keluarga dan klanku, aku hanya membaca semua silsilah klanku di Sgàil Shìthiche," ujar Zerrin.


"Aku ingin menemani putriku untuk bertemu klan dan keluarganya Bana-phrionnsa, apakah kamu ingin ikut?" tanya Alaric.


"Tidak Alaric. Zerrin benar, jika beramai-ramai ke sana aku takut jika Raja Crùbagan Teine malah curiga dan semakin marah akan kita. Ia pasti mengira jika kita akan mencari keuntungan dari kerjasama ini, aku tak ingin itu terjadi." 


Tara menatap keduanya, ia hanya membelai sisik punggung Zerrin. Ia merasakan sebuah kebahagiaan dan kedamaian yang dirasakan oleh Zerrin yang ingin bertemu dengan klannya.


"Andaikan Zerrin tahu bagaimana tanggapan dari Raja Crùbagan Teine? Apakah Zerrin masih ingin menjadi naga penunggang?" batin Tara.

__ADS_1


"Bana-phrionnsa Tara, ada apa?" bisik Zerrin melalui koneksinya, ia lebih baik bertanya.


Zerrin mengetahui jika Bana-phrionnsa Tara tak akan pernah mengizinkan jika seseorang tanpa permisi berusaha untuk membaca koneksi di antara mereka.


__ADS_2