Penunggang Naga Terakhir

Penunggang Naga Terakhir
Pertempuran di bukit Torak


__ADS_3

Pertempuran antar naga begitu sengit di udara dengan semburan api dan kepakan sayap yang membuat semua debu gurun berterbangan ke mana-mana.


Nguikan para naga Gorian membahana kala cakar api milik CrùbaganTeine menyerang mereka, Alaric selalu saja terpesona melihat raja naga yang luar biasa hebat tersebut.


"Seluruh tubuh CrùbaganTeine mengeluarkan api, ia memiliki pelindung yang luar biasa hebat!" benak Alaric, ia berusaha untuk membantu raja naga tersebut dengan pedangnya.


Akan tetapi, naga dan penunggang gorian semakin ganas, "Serahkan penunggang muda dari Jarome itu kepada kami, CrùbaganTeine?" teriak salah saru penunggang dengan angkuh.


"Woy! Aku bukanlah barang yang mudah kamu ambil sesuka hatimu! Jika kau ingin diriku! Ayo, tangkaplah aku!" teriak Alaric tidak peduli.


"Bangsat! Aku akan membuatmu menyesal!" teriak penunggang naga Gorian murka, ia dan naganya melesat ke arah Alaric.


Dengan kekuatan api dan ilmu sihir yang terus dilantunkan oleh si penunggang gorian. Namun, Alaric tak gentar, ia pun melesat ke udara menyambut setiap tebasan pedang dan semburan api milik naga Gorian.


Alaric melayang dengan gesit dan mencoba menggunakan sihir untuk melindung mata dan hidung agar memudahkannya melihat dan bernapas.


"Aku harus menghancurkan pertahanan naga jika ingin cepat menyingkirkan naga Calder Hall," benak Alaric, ia langsung memutar pedang dan merapal mantra sihir.


Alaric berniat menggunakan kekuatan kutukan sehingga Alaric secepat kilat melesat ke udara dan menebas naga musuh.


"Aku tidak boleh membuang-buang waktu, karena kekuatan ini ada batasnya!" umpat Alaric kesal.


Gaokan naga membahana tertebas dan tertusuk pedang alaric, hingga beberapa naga langsung terbang tinggi ke angkasa dan kabur meninggalkan tanah Lùchairt Daragon.


"Aaa!" teriak Alaric, ia melayang terjatuh kala kutukan yang bersemayam di tubuhnya kembali mendera.


Alaric kehilangan tenaga dan kekuatan membuatnya pingsan, "Ada apa dengan penunggang muda ini?" batin Crùbagan teine.


Ia terpana dengan kekuatan Alaric yang mampu membunuh dan menghancurkan kepungan para penunggang dan naga Gorian. 


Namun, CrùbaganTeine tidak memahami mengapa penunggang muda itu malah melayang dan berteriak kesakitan tanpa ada yang menyerangnya.


"Cahaya apa yang menyebar dari tubuhnya? Cahaya ini, bisa membunuh apa saja jika bersentuhan," benak CrùbaganTeine, ia langsung merapalkan mantra kala bersentuhan dengan cahaya merah dan putih yang menyelubungi tubuh Alaric membuatnya terbakar.

__ADS_1


Crùbagan Teine langsung melayang menangkap tubuh Alaric sebelum mendarat ke tanah dengan moncongnya dan mengambil pedang merah delima dengan cakar bertepatan dengan datangnya Zerrin dan Crock.


Keduanya langsung melindungi CrùbaganTeine yang membawa Alaric ke Lùchairt Dragon secepatnya.


"Yang Mulia Crùbagan Teine, apa yang terjadi?" tanya Zerrin cemas, ia melihat sisa pertempuran di mana bangkai naga 


"Para penunggang naga Gorian menyerang, aku dan Alaric menghadapi mereka. Kami berhasil mengusir mereka mundur akan tetapi, pemuda ini …," ujarnya memberikan gambaran bayangan kepada keduanya.


"Oh, Alaric terkena kutukan kala bertempur di Calvala. Terkadang, kutukan itu bisa memberikan kekuatan dahsyat tapi, memiliki waktu. 


"Jika Alaric menggunakan banyak kekuatan maka ia akan langsung pingsan dan tidak berdaya hingga beberapa jam setelah sadar ia akan banyak untuk memulihkan kekuatannya," ujar Zerrin memberikan informasi.


"Hm, andaikan Humaric si penyihir putih mudah di temukan. Aku rasa, hanya dia yang bisa menolong penunggang ini," ucap Crùbagan Teine.


"Humaric si penyihir putih? Siapakah dia Yang Mulia?" tanya Zerrin, ia ingin mencarinya.


"Humaric adalah saudara seperguruan Calder Hall. Sayangnya, Humaric begitu sulit untuk ditemukan. Tuan Tarnak Dale sendiri pun tidak tahu menahu di mana tuan Humaric berada," keluh Crùbagan Teine.


"Alaric bisa bertahan karena  Bana-phrionnsa Tara memberikan kekuatan kepadanya sehingga mereka berdua terikat kutukan," papar Zerrin.


"Bana-phrionnsa Tara memberikan sebagian kekuatannya? Um, masa lalu kembali terulang!" ujar CrùbaganTeine, ia tidak menduga sama sekali.


Mereka langsung membawa Alaric ke Lùchairt Dragon mengobatinya dengan seadanya, menantikan Alaric untuk bangun.


CrùbaganTeine ke luar dari sarang kerajaannya di tebing gunung Lùchairt Dragon. Ia menatap hamparan gurun dan hutan di sekitarnya.


"Yang Mulia, apa yang Anda pikirkan," tanya Crock, ia melihat sejak membawa Alaric dari gurun ia merasa jika raja mereka sedikit lebih banyak diam dan termenung.


"Crock, aku rasa … pergilah bersama penunggang muda itu ke Jolla, aku rasa mungkin kita tidak bisa menghindari pertempuran. 


"Bantulah Raja Edmur Pascal, Ratu Zarina, dan para kurcaci Garrey juga semua klan manusia. Aku tidak tahu apakah raja Dorba akan membantu? Sekarang kita tidak tahu di mana dia berada karena menghindari Calder Hall.


"Bawalah sebagian naga yang terasa dan sebagian berada di sini untuk terus berlatih, aku rasa kita akan mencari cara untuk menghancurkan bagshot dengan api dan banjir. 

__ADS_1


"Aku sudah mengumpulkan informasi jika Calder Hall dan pengikutnya sudah menyerang ke bukit Torak. Pergilah ke sana Crock!" ucap CrùbaganTeine, ia menghela napas.


"Baik, Yang Mulia!" balas Crock, ia melesat ke luar dari tebing Lùchairt Dragon untuk mengumpulkan semua klan pejuang naga yang masih tersisa.


***


Sementara di bukit Torak ….


Pertempuran terjadi pasukan Gorian kembali menyerang dan menjebak pasukan Raja Edmur dari klan manusia yang dibantu oleh klan elf dikomandoi oleh Ratu Zain juga Garrey dari klan kurcaci.


Altar dan Garrey berusaha dengan tangkas menggunakan pedang dan palu untuk menghancurkan prajurit Gorian yang berjalan di tanah, di bagian Timur.


Sedangkan Bana-phrionnsa Tara Dale dan pasukan klan elf berusaha menghancurkan klan naga dan penunggang di udara.


Ratu Zain, Raja Edmur dan klan manusia di bagian Barat. Mereka semua terjebak di lorong sempit bukit Torak yang curam dengan kanan kiri tebing bari cadas juga tebing-tebing terjal.


"Lindungi klan manusia!" teriak Bana-phrionnsa Tara, ia langsung melantunkan kidung sihir untuk menghancurkan bebatuan yang melayang di udara yang dilemparkan para raksana.


"Maju terus! Usahakan hancurkan pasukan mayat hidup Gorian!" teriakan demi teriakan membahana mewarnai tengah hari dengan tebasan pedang, api, cakar, dan anak panah yang melesat ke sana kemari.


"Raja Edmur! Bagaimana ini? Kita sudah terdesak. Banyak dari prajurit kita sudah tewas?" teriak Ratu Zain, ia sudah merapalkan mantra sihir elf ke seluruh penjuru bukit Torak.


Akan tetapi, bala bantuan raksasa dan pasukan manusia berkerudung milik Gorian kembali datang dengan pasukan yang lebih banyak langsung dipimpin putrinya yaitu : Putri Zorik dengan baju zirah berwarna hitam pekat di atas punggung kuda hitamnya.


Trang! Tring!


Suara senjata beradu, semua orang berusaha untuk mempertahankan nyawa masing-masing.


"Bagaimana ini? Jika terus begini aku yakin, kekalahan pasti berada di pihak kami," benak Bana-phrionnsa Tara, ia terus melesat menebaskan pedang ke sana kemari.


"Akhirnya aku bertemu denganmu, Bana-phrionnsa Tara Dale!" ujar seorang wanita cantik berpakaian zirah hitam menghadang Tara Dale.


"Phih! Putri Zorik, akhirnya kau muncul juga?" ketus Bana-phrionnsa Tara, ia mengenali putri tunggal dari Calder Hall penguasa kegelapan dan empire Gorian yang sangat ditakuti karena kekejaman yang mirip dengan ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2