Perawat Malang Untuk Tuan CEO

Perawat Malang Untuk Tuan CEO
Bab 29 Amara Diculik


__ADS_3

Viola menyambar tas kecil yang berada di atas nakasnya. Dia bergegas pergi ke kantor polisi untuk menemui Tasya.


“Kenapa mami saya ditangkap, Pak? Mami saya salah apa?” tanya Viola kepada polisi yang sedang duduk dihadapannya.


Polisi menjelaskan kesalahan Tasya. Lalu menjelaskan bahwa setiap pengemudi kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, lalu mengakibatkan korban luka ringan dan kerusakan kendaraan maka dipidana dengan pidana penjara paling lama satu tahun dan denda paling banyak dua juta rupiah.


Namun, apabila pelaku penyebab kecelakaan kabur maka ancaman hukumannya lebih berat, yaitu tiga tahun penjara dan denda paling banyak tujuh puluh lima juta.


Viola sangat terkejut mendengarkan penjelasan polisi. Dari mana mereka harus mendapatkan uang sebanyak itu? Sisa tabungan mereka hanya tinggal seratus juta. Jika digunakan untuk menebus Tasya, lalu bagaimana cara mereka bertahan hidup? Sementara mereka belum berhasil membuat Emran jatuh ke tangan Viola.


“Viola, mami gak mau dipenjara. Sekarang juga kamu berikan sisa tabungan kita ke polisi,” titah Tasya.


“Tapi, Mam. Uang kita tinggal seratus juta, kalau untuk menebus mami maka tinggal dua puluh lima juta. Uang segitu hanya cukup beberapa hari untuk kebutuhan kita,” timpal Viola.


Tasya tampak sedang membisikkan sesuatu kepada putri semata wayangnya. Entah rencana apa yang akan mereka lakukan. Hanya mereka yang tahu.


Viola menuruti perkataan maminya. Dia menyerahkan uang sebesar tujuh puluh lima juta kepada polisi sebagai denda. Tasya pun terbebas dari hukuman penjara.


Setelah selesai urusan dengan pihak kepolisian. Mereka tampak sedang menyusun rencana untuk menjalankan aksinya. Apalagi kalau bukan rencana untuk memisahkan Emran dari Amara.


***


Hari ini Amara pulang kerja dijemput oleh sopir Emran, karena dia ada rapat hingga sore.


Di tengah perjalanan pulang, tampak sebuah mobil dengan sengaja memepet mobil yang ditumpangi Amara. Mobil itu melaju dengan ugal-ugalan. Membuat sopir Amara terpaksa harus membelok-belokkan mobilnya agar tidak menabrak mobil itu.


Mobil itu berhenti di depan mobil Amara. Dua laki-laki berpakaian hitam-hitam turun dari mobil lalu mengedor mobil Amara. Mereka meminta Amara keluar. Perawat cantik itu sangat ketakutan. Keringat dingin membasahi tubuhnya. Kondisi jalanan yang sepi membuatnya semakin ketakutan.

__ADS_1


Salah seorang mengancam akan memecahkan kaca mobil jika Amara tidak keluar. Sang sopir akhirnya memberanikan diri untuk turun. Tak lupa dia menyuruh Amara mengunci mobilnya dari dalam. Namun sayang, belum sempat Amara mengunci pintu. Salah seorang penculik berhasil masuk ke dalam mobil dan menarik Amara.


Pak Suwito – sopir Amara berusaha menghajar mereka. Namun, usahanya sia-sia. Tubuh kekar mereka sangat sulit untuk dikalahkan. Justru Pak Suwito yang babak belur karena dihajar oleh salah satu dari mereka.


Amara di masukkan ke dalam mobil berwarna hitam. Mobil itu melaju dengan sangat kencang. Membuat Pak Suwito kehilangan jejak.


Pak Suwito lalu menghubungi Emran. Tampaknya CEO itu sedang sibuk. Dia tidak menjawab panggilan dari Pak Suwito. Pria paruh baya itu terus menghubungi Emran, entah untuk yang ke berapa kalinya. Dia sangat khawatir dengan Amara. Akhirnya panggilan itu tersambung. Dengan cepat Pak Suwito menyampaikan bahwa istri sang CEO diculik.


Emran pun segera menghentikan rapatnya. CEO tampan itu sangat terlihat panik. Dia khawatir istrinya disakiti oleh penculik itu. Emran bisa membayangkan betapa takutnya Amara saat ini.


“Son, hubungi IT. Suruh dia melacak keberadaan Amara!” titah Emran kepada Sony dengan raut yang sangat panik.


“Apa yang terjadi dengan Nyonya Amara, Bos?” Sony ikut panik ketika melihat raut Emran yang begitu tegang.


“Amara diculik! Kamu harus membantuku menyelamatkan Amara!” sahut Emran seraya meninggalkan ruang rapat tanpa pamit.


“Apa itu penting sekarang!” bentak Emran. Seketika Sony memberitahu kepada seluruh peserta rapat bahwa rapat dilanjutkan lain waktu. Dia lalu mengejar Emran seraya menghubungi tim IT untuk melacak keberadaan istri sang CEO. Untung saja, handphone Amara masih aktif. Ini mempermudah tim IT untuk melacak keberadaan Amara.


Sony melajukan mobil dengan kecepatan tinggi menuju titik lokasi keberadaan Amara.


***


Sementara itu, di tempat kejadian. Amara terus berusaha melepaskan diri dari para penculik. “Lepaskan saya!” bentak Amara.


“Tolong ... Tolong ...” Amara berteriak seraya mengedor-gedor kaca mobil. Berharap teriakannya didengar oleh pengendara lain. Perawat cantik itu sangat ketakutan. Tak lupa dia merapal doa agar Tuhan senantiasa melindunginya.


“Diam!” bentak penculik dengan tatapan tajam.

__ADS_1


“Aku mohon, lepaskan aku. Apa yang kalian inginkan? Aku akan memberikan apa pun yang kalian mau,” ucap Amara dengan nada bergetar karena ketakutan.


Melihat Amara yang sedang ketakutan justru membuat para penculik tertawa. Mereka terus melajukan mobilnya ke suatu tempat yang Amara pun tak tahu itu di mana.


Amara lalu di masukkan ke dalam ruangan yang sangat kotor. Sepertinya rumah itu sudah sangat lama kosong. Amara duduk meringkuk di lantai, dia memeluk lututnya ketakutan. Air mata terus mengalir tak ada hentinya.


“Bos, gimana kalau kita cicipi dulu perawat cantik ini,” usul salah satu penculik dengan tatapan penuh nafsu.


“Ide yang bagus! Sebelum suamimu menebusmu, sebaiknya kamu melayani kami dulu!” preman itu mendekati Amara. Dia duduk di depan Amara seraya mencengkeram dagu Amara sehingga membuat istri Emran itu mendongak menatap sang penculik.


“Lepaskan aku!” desis Amara. Tangannya berusaha melepaskan tangan penculik dari wajahnya.


“Jangan galak gitu dong, kalau kamu marah gini jadi makin terlihat cantik,” ujar sang preman dengan tersenyum penuh nafsu.


“Ayo, Bos. Aku sudah tidak sabar memanjakan juniorku,” celetuk anak buahnya seraya mengelus sang juniornya.


Amara menggeleng cepat. Dia berteriak meminta tolong dengan suara sekeras-kerasnya. Namun, percuma. Tak ada satu pun orang yang mendengarnya.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like, coment, vote, dan beri bintang 5 ya kakak 🥰🤗


Oh iya, Author juga mau rekomendasiin novel bagus nih, Kak. Bisa dibaca sambil nunggu Author up bab selanjutnya.

__ADS_1



__ADS_2