Perawat Malang Untuk Tuan CEO

Perawat Malang Untuk Tuan CEO
Bab 9 Ternyata Suamiku CEO


__ADS_3

“Ini rumahmu, Sayang,” jawab Emran seraya merangkul pundak istrinya.


“Rumahku?” tanya Amara.


Emran lalu menjelaskan semuanya kepada Amara, tak lupa dia juga menjelaskan alasan kenapa setelah menikah baru menunjukkan jati dirinya. Semua itu dilakukan oleh Emran karena dia tidak mau orang tua Amara menyetujui pernikahannya karena mengetahui bahwa dia kaya.


Amara terkejut mendengar semua pengakuan Emran. Dia masih tidak percaya bahwa perawat malang sepertinya bisa menikah dengan seorang CEO Buana Group.


“Ternyata suamiku CEO!” gumam Amara seraya menatap Emran dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Sayang, aku mencintaimu sejak pertemuan pertama kita. Sejak saat itu, aku tidak bisa berhenti memikirkanmu. Hingga akhirnya, aku membulatkan tekat untuk mengajakmu menikah. Aku takut kamu menolakku, tapi ternyata kamu tidak memandang profesiku yang kamu tau hanya seorang penjual kopi,” jelas Emran.


Obrolan pengantin baru itu berlangsung panjang dan hangat. Mereka saling mengungkapkan cinta, mereka juga saling berjanji untuk selalu bersama dan menjaga hati.


Ya, sejujurnya Emran sangat takut menikah. Dia seperti trauma dengan perempuan. Pasalnya, dua perempuan yang pernah dia cintai ternyata tega menyakitinya, yang pertama mama Emran selingkuh hingga akhirnya meninggal karena kecelakaan, dan yang kedua Viola yang dulu sangat dia cintai tiba-tiba meninggalkan dia hanya karena dia hampir bangkrut.


“Bos, semua acara untuk besok sudah siap,” sela Sony, membuat obrolan romantis pengantin baru itu harus terhenti.


“Bagus. Perketat pengamanan untuk besok, aku tidak mau ada yang merusak acaraku!” tegas Emran.


“Acara apa, Sayang?” tanya Amara kepada Emran.

__ADS_1


Emran menjelaskan bahwa besok mereka akan melangsungkan pesta pernikahan disalah satu gedung mewah di kotanya. Emran telah membayar wedding organizer terbaik untuk resepsi pernikahan mereka. Resepsi pernikahan mereka juga akan disiarkan langsung di chanell youtube Buana Group yang sudah memiliki jutaan subscriber.


“Sayang, apa itu tidak berlebihan? Aku takut rekan bisnismu akan menertawakanmu karena menikah dengan seorang perawat sepertiku!” ucap Amara.


“Sayang, justru mereka pasti bangga kepadamu karena profesimu sangat mulai. Kamu rela mempertaruhkan nyawamu demi nyawa orang lain.”


Meskipun Amara dipuji-puji oleh Emran, tetap saja perawat cantik itu merasa semua yang dilakukan oleh Emran terlalu berlebihan.


***


Malam ini langit tak ditemani oleh bintang dan bulan. Hanya rintik hujan yang turun membasahi bumi. Suasana seperti ini sangat cocok untuk pengantin baru melakukan ritual malam pertama.


Pintu kamar terbuka. Tampak Amara sedang memakai skincare malamnya. Emran memeluk istrinya dari belakang, dibalikkanlah badan Amara. Kini mereka saling bertatapan. “Istriku cantik sekali,” puji Emran seraya tersenyum.


“Sayang, apa kamu sudah siap untuk memberikan hakku?” tanya Emran kepada Amara.


Amara mengangguk. “Sudah kewajibanku untuk memberikan hakmu, Sayang,” jawabnya.


Emran mendaratkan bibirnya ke bibir Amara. Mereka saling bertukar saliva. Tanpa menunggu lama, Emran membawa istrinya ke atas ranjang mewah. Ritual malam pertama pun terjadi.


Pada saat bersamaan, keduanya kehilangan keperawanan dan perjakanya. Awalnya Amara merintih kesakitan karena adik kecil Emran memasuki lorong miliknya. Namun, lama kelamaan semua itu berganti menjadi sebuah kenikmatan yang baru pertama kali mereka rasakan.

__ADS_1


Tubuh pengantin baru itu bergetar hebat saat melakukan semburan pertama. Mereka sangat menikmati permainan panas itu. Emran tersenyum puas seraya memandang istrinya. “Terima kasih, Sayang,” bisik Emran lembut. Membuat hati Amara merasa hangat, dia lalu memeluk suaminya.


Setelah ritual panas selesai, mereka segera membersihkan tubuhnya di kamar mandi.


Cacing-cacing di perut Emran demo tak karuan, dia lupa kalau belum makan. Dia lalu mengajak Amara untuk makan malam.


“Bik, apakah masih ada sisa makanan?” tanya Emran kepada Bik Ijah.


“Masih, Tuan. Semua penghuni rumah ini belum ada yang makan malam,” jawab Bik Ijah.


Emran dan Amara melangkahkan kakinya menuju meja makan. Amara lalu menyendokkan nasi, lauk dan saur ke atas piring Emran. Amara memang istri idaman, perawat cantik itu bisa melayani suaminya dengan baik.


“Baru jam segini kok rambutnya udah basah aja, Bos. Habis ngapain?” Sony menggoda bosnya yang sedang asyik menikmati makan malam bersama istrinya. Pasalnya, jam baru menunjukkan pukul sembilan malam tetapi pengantin baru itu sudah selesai melakukan ritual malam pertama.


*


*


Bersambung.


Terima kasih sudah membaca karya Author 😇

__ADS_1


Jangan lupa like, coment, vote, dan beri bintang 5 ya kakak 🥰🤗


__ADS_2