
"Igo nggak selingkuh Bang. Seluruh pergerakan Igo berada dalam pantauan saya dan kejadian tadi siang pun atas sepengetahuan saya..!!"
"Astaga.. kenapa melambung dari saya??" Tegur Papa Ricky.
"Maaf.. Igo yang minta Bang..!!"
bruuugghh..
"Igoooooo...!!" Bang Isyad sampai panik melihat adiknya tiba-tiba pingsan.
"Baaang..!!" Nai pun ikut panik.
"Apa pukulan Nai sekencang itu sampai Igo bisa pingsan??" Gumam Papa Ricky.
Papa Hara mencubit pelan perut seniornya. "Ya ampun Bang, mungkin tulang rusuk Igo ada yang retak, Abang juga tendang Igo dengan kencang. Jangan-jangan gegar otak Bang" cerocos Papa Hara.
"Haaahh??" Papa Ricky masih dalam mode bingung namun sesaat kemudian beliau pun tersadar. "Oohh iya, mungkin pa_tah tulang" imbuh Papa Ricky.
"Paa.. Nai nggak bermaksud buat Abang patah tulang, tapi tadi Abang duluan yang gandeng perempuan lain." Punai sangat ketakutan melihat Bang Igo kesakitan.
"Makanya, kalau mau bertindak itu harus di pikir dulu, minimal tanya.. jangan main hakim sendiri. Kalau suamimu mati bagaimana?? Kamu mau masuk tahanan POM" Tegur Papa Hara kemudian menggotong Bang Igo bersama Papa Ricky dan Bang Isyad. "Duuhh.. ngos-ngosan juga nih angkat si Igo." Gumam Papa Hara.
"Kau khan tau si Igo banyak dosa" celetuk Papa Ricky tak kalah kewalahan mengangkat putranya.
"Nai...kamu urus suamimu dulu. Papa mau selesaikan masalah Bu Yani dan Rida. Kamu urus masalahmu sama Bang Igo tentang keterlibatanmu sama kelompok Bu Yani..!!" Perintah Papa Hara.
"Nai nggak mau berdua sama Abang di kamar..!!" Kata Nai.
"Kamu buat ulah, jadi harus kamu selesaikan..!!" Ucap tegas Papa Hara. "Ayo Bang..!!" Papa Hara mengajak Papa Ricky keluar dari kamar.
Papa Ricky menatap menantu polosnya dengan tatapan tidak tega. Ia sangat takut Bang Igo akan menyakiti Punai. Ia pahami karakter sang putra adalah pribadi yang brutal dan suka 'main' perempuan.
__ADS_1
:
Bang Igo mulai tersadar atau lebih tepatnya sesaat yang lalu dirinya memilih tidur karena lelah dua malam menyelesaikan kasus Punai.
"Baaang..!!" Sapa Punai.
Bang Igo langsung memasang wajah kesakitan meremas dadanya yang sempat di tendang sang Papa meskipun tidak sesakit kenyataannya.
"Nai masakin ya.. Abang belum makan." Kata Nai.
"Jangan..!!!!!!" Bang Igo berjingkat panik, ia tidak mau mengulang kejadian tadi pagi, menghabiskan ayam bakar yang benar-benar terbakar membuat perutnya melilit sepanjang jalan.
"Nggak apa-apa Bang, nggak usah sungkan" jawab Nai.
'Astagfirullah.. Abang bukan sungkan, tapi belum siap mati muda.'
"Aaaaaaahh.. kaki Abang terkilir dek..!! Pijat Abang saja..!!" Pinta Bang Igo.
Karena takut dan merasa sangat bersalah, Punai pun segera memijat kaki Bang Igo tanpa melawan.
"Ini sudah pakai tenaga Bang" jawab Punai memelas.
"Lalu kamu pakai tenaga apa untuk hajar Abang?????" Tegur Bang Igo.
"Nai nggak suka Abang selingkuh. Tapi tenang saja.. Nai masih punya pacar buat cadangan. Jadi kalau Abang mau selingkuh.. Nai maafkan karena Nai pernah dengar Mama bilang. Laki-laki boleh menikah dengan banyak wanita tapi perempuan tidak"
Hati Bang Igo rasanya sangat sakit mendengar ucap Punai. "Lalu apa yang kamu lakukan sekarang kalau kamu tau wanita tidak boleh memiliki banyak laki-laki?? Jangan kamu telan ilmu secara mentah jika kamu belum paham..!!" Tegur Bang Igo.
"Kalau Abang paham sifat adil itu susah, kenapa Abang harus selingkuh???"
Ucap Punai membuat kepala Bang Igo berputar-putar beradu mulut dengan sang istri. "Abang nggak selingkuh." Jawab jujur Bang Igo.
__ADS_1
"Sayangnya Nai nggak percaya. Laki-laki kalau dekat dengan perempuan dan pacaran pasti langsung buat hamil." Ketus Nai.
"Apa tampang Abang ini seperti b******n????" Bentak Bang Igo.
"Iyaa"
"Hhhhhhhh.. terserah mu lah" tanpa sadar Bang Igo bangkit dari tidurnya.
"Baaaaanngg.. Abang khan masih sakit..!!!" Pekik Punai.
Seketika Bang Igo tersadar dan kembali belaga menggelinjang kesakitan. "Aaaaarrghhh.. rasanya Abang mau pingsan lagi" gumam Bang Igo.
Tiba-tiba Punai langsung memeluk Bang Igo. "Jangan mati dulu Bang. Nai mau minta tolong..!!"
"Minta tolong apa?" Tanya Bang Igo.
"Nai punya pacar. Nai mau Abang pura-pura jadi pacar Nai..!!" Pinta Nai.
"Kamu ini aneh, Abang sudah jadi suamimu. Untuk apa pura-pura jadi pacar segala. Langsung saja bilang kamu sudah menikah" jawab Bang Igo.
"Iihh Abang. Nai masih pengen bebas. Pengen ikut kejuaraan balap mobil dulu..!!"
"Bebas katamu???? Heeh Cithul.. ingat tugasmu sebagai istri. Enak saja kejuaraan. Kalau kamu isi bagaimana???" Nada suara Bang Igo sampai meninggi.
"Isi apa lagi? Nai khan sudah isi" kata Punai dengan lugunya.
"Ya ampun dek.. pusing kepala Abang mikir kamu"
.
.
__ADS_1
.
.