Perisai Hati 2

Perisai Hati 2
21. Bukan hal mudah untuk di jalani.


__ADS_3

"Berhenti Yan..!!" Perintah Bang Igo pada Prada Ziyan. Mudi Batalyon.


"Siap Dan..!!"


"Mobilmu standby di belakang angkot yang saya naiki ya..!!" Pinta Bang Igo.


"Siap..!!"


Prada Ziyan ingin tertawa melihat komandannya kalang kabut menuruti keinginan bumilnya. Prada Ziyan sempat bingung karena usia istri komandannya masih terlihat sangat muda.


"Dek. tunggu Abang..!!! Jangan keluar dulu dari mobil..!!!!!" Teriak Bang Igo saat Punai tiba-tiba keluar dari mobil dinas. Tangan Bang Igo masih sempat meraih lengan Punai. "Naaaaiiiiii..!!!!!" Bentak Bang Igo.


Punai berhenti karena kesal mendengar bentakan Bang Igo. "Pantas Abang tidak punya pacar, panggil wanita saja tidak lembut."


"Abang bukannya tidak lembut, tapi Abang juga punya pikiran, mana mungkin Abang biarkan kamu jalan sendirian..!! Bahayaaaa..!!!!" Bentak Bang Igo lagi. "Masuuukk..!!!!" Terpancing oleh ulah Punai akhirnya Bang Igo tidak mengijinkan Punai naik angkot.


"Ijin Dan.. kalau komandan berhalangan atau tidak ingin menjaga Punai, biar saya saja yang menjaganya..!!" Kata Om Fahrul.


Bang Igo semakin menarik Punai masuk ke dalam mobil sedangkan dirinya bergerak turun dari mobil. "Apa katamu???? Sini kamu..!!!!!" Bang Igo menarik kerah seragam Om Fahrul. "Atas dasar apa kamu mengajukan diri untuk menjaga istri saya? Saya atasanmu dan saya tidak memberi perintah."


"Maaf Dan, saya tidak bermaksud........."


Bang Igo tidak mau mendengar dan hampir saja melayangkan pukulan namun ada seseorang memeluk Bang Igo dari belakang.


"Apa ini?? Lepaaass..!!!!!!" Bang Igo memberontak karena ada seseorang yang menghalangi ruang geraknya.


"Masa baru datang sudah ngamuk sih Go????"


Tubuh Bang Igo terus memberontak sampai ia menoleh ke belakang. "Lu Rai?????? Lepasin gue..!!!!!!!"


"Adik ipar laknat, jangan coba-coba buat Nai takut.. ijin dulu sama Abangnya..!!" Sergah Bang Murai.


Baru saat itu Bang Igo berubah tenang. Sejengkel apapun ia harus menyadari bahwa dirinya adalah adik ipar dari Samurai Katana.. kakak kandung dari Punai.


Bang Murai mendorong lengan Bang Igo untuk masuk ke dalam mobil.


"Kamu kembali ke truk dan jangan mengurusi istri komandanmu lagi..!!" Perintah tegas Bang Murai pada Prada Fahrul.


"Siap komandan..!!" Prada Fahrul tidak lagi menoleh pada Bang Igo, Bang Murai dan Punai.

__ADS_1


:


"Iyaaa.. Abang jahat sama Nai..!!" Nai mulai mengadu banyak hal pada Abangnya.


"Oyaa..???? Di apakan saja kamu sama Igo??"


"Abang suka KDRT..........."


"Deekk.. apa pesan Abang kemarin????" Tegur Bang Igo.


"Tapi kalau KDRT memang harus di laporkan..!!!!!"ucap Bang Murai berapi-api terbakar emosi mendengar adiknya diperlakukan buruk oleh sahabatnya.


"Hajar Bang..!!!!" Pinta Punai meskipun tubuhnya tiba-tiba sangat lemas.


Bang Murai terdiam sejenak. Ia berpikir keras, jika memang Bang Igo sudah melakukan kesalahan fatal pastinya mental Punai akan terpengaruh juga, tapi kali ini dirinya melihat Nai terlihat dalam keadaan yang sangat baik. "Nanti Abang sendiri yang akan menghajarnya..!!"


Mata Bang Igo dan Bang Murai saling lirik seakan mereka berdua saling memahami perasaan masing-masing. Bang Murai memalingkan wajahnya, ada genang basah di pelupuk mata. Ia menunduk sembari mengusap rambut Punai lalu memeluknya.


Punai mendongak memandangi wajah Bang Murai. "Kenapa Abang sedih?" Tanya Punai.


"Abang nggak sedih, Abang bahagia karena kamu sudah menikah.. hanya saja, Abang takut kamu menikah dengan orang yang salah" jawab jujur Bang Murai.


Tak ada jawaban dari Bang Murai, pria itu hanya fokus dengan Punai saja.


"Teruslah tidak ada yang percaya padaku..!! Aku bukannya hewan yang tidak punya rasa...!!!!!" Ucap Bang Igo menutup rasa kesalnya.


...


"Baik-baik kamu disini sama Igo. Nurut sama suami, jangan membangkang..!! Kalau ada waktu, Abang pasti main kesini."


"Tapi nanti Abang tidurnya di mess transit sama Nai khan?" Tanya Nai yang masih merindukan Abangnya yang hanya sekedar transit di wilayah kerja Bang Igo.


"Abang sudah punya kamar sendiri." Jawab Bang Murai.


"Nai mau tidur sama Abang.!!" Pinta Nai.


"Nai.. dewasalah sedikit..!! Kamu sudah punya suami, sampai kapan kamu terus kekanakan seperti ini. Tingkahmu ini buat Abang khawatir. Bagaimana kalau kamu dimanfaatkan orang di luar sana. Bagaimana kalau suamimu tidak mencintaimu?????" bentak Bang Murai.


Punai tersentak, ia menunduk. Matanya pun memerah.

__ADS_1


"Kamu masuk dek. Abang mau bicara sama Rai..!!" Perintah Bang Igo.


Punai pun segera masuk kamar mess transit nya.


"Sebenarnya apa maumu?? Kau terlalu menyudutkanku..!!!!" Bentak Bang Igo.


"Oohh.. jadi kau merasa berlaku seperti itu?"


Kejengkelan Bang Igo memuncak, ia langsung menarik kerah seragam Bang Murai dan menatapnya tajam. "Selesaikan denganku sebelum kau pergi..!!"


Keduanya pun terlibat baku hantam. Para anggota yang berada disana sampai ikut panik tapi saat itu Om Ganesha melarang seluruh anggota melerai kedua perwira tersebut.


"Menurutmu adikku cantik??" Tanya Bang Murai.


"Not bad lah." Jawab Bang Igo sembari meladeni sahabatnya.


"Apa dia seksi??" Tanya Bang Murai lagi.


"Masih bisa di toleransi..!!"


"Apa kamu sayang adik kecilku yang bodoh itu????"


Bang Igo segera menyergap Bang Murai dan mencengangkan kedua tangannya ke belakang. "Pikirkan satu alasan sampai aku membawanya..!! Pikiran ku masih waras untuk tidak membiarkan istrinya bersusah payah menghadapi masa kehamilannya sendirian terkecuali jika tugas dan Tuhan yang memanggil. Kau mau percaya padaku syukuurr.. tidak percaya juga tidak masalah. Apa pentingnya mengumbar kata cinta jika akhirnya harus mendua. Cinta untuk dirasa.. bukan untuk di rekayasa dalam kata..!!"


"Aku hanya seorang Abang yang ingin melihat adikku bahagia." Jawab Bang Murai.


"Dan aku seorang pria yang sedang berusaha menjadi imam yang baik untuk keluargaku, juga suami yang bisa di jadikan sandaran segala apa yang terjadi pada istriku. Pahit manis akan kutanggung demi dia yang ada dalam hatiku. Demi adik kesayanganmu..!!!" Ucap Bang Igo.


Bang Murai luluh dengan tangisnya. "Baiklah..!! Aku percaya padamu, aku relakan adikku bersanding denganmu..!!"


"Terima kasih." Jawab Bang Igo pun lega akhirnya sahabatnya itu bersedia merelakan dirinya bersama Punai.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2