Perisai Hati 2

Perisai Hati 2
13. Rasa tak terlupakan.


__ADS_3

Hati-hati. Harap kebijakan dalam membaca..!!


🌹🌹🌹


"Ayo ke kamar..!!" Ajak Punai.


"Mau apa?? Siang bolong begini?" Tanya Bang Igo.


"Temani Nai di kamar..!!" Pinta Punai.


"Iiisshh.. Pekerjaan Abang masih banyak. Biasanya juga tidur sendiri." Jawab Bang Igo kemudian sibuk dengan ponselnya yang sudah tersambung.


Nai terus menggoyang lengan Bang Igo. "Nai mau sama Abang..!" Bisik Nai sambil berjinjit.


Bang Igo pun mematikan sambungan teleponnya lalu menatap wajah Punai. "Tumben kamu nempel Abang terus. Biasanya juga ngajak ribut." Kata Bang Igo, matanya masih sempat melirik tangan nakal Punai yang bermain di sekitar perut bawahnya. "Lagi dapet ya? Tumben manja sekali."


"Nggak, malah belum." Bisik Punai.


"Terus mau apa nih?" Bang Igo menutup pintu dengan kakinya karena saat ini rumahnya masih dalam keadaan ramai.


Punai tidak menjawabnya tapi terus meliuk membuat Bang Igo kalang kabut, ia melihat jam tangannya masih pukul sembilan pagi.


"Ayooo..!!!" Punai menarik tangan Bang Igo ke dalam kamar.


Bang Igo segera mengambil HTnya. "Tolong seluruh tukang di ajak makan di luar sekarang juga..!!" Perintah Bang Igo pada Prada Fahrul.


~


Tanpa penolakan sama sekali, Bang Igo pasrah menjadi kelinci percobaan sang istri. Ia hanya terus berpikir, darimana Punai bisa seliar ini.


"Awas saja kalau kamu lakukan hal seperti ini sama laki-laki lain. Abang hajar kamu dek..!!" Ancam Bang Igo sampai kemudian terpejam merasakan kejutan dari istri kecilnya.


"Nai maunya sama Abang." Jawab Punai.


Bang Igo tersenyum penuh arti, ia membiarkan Punai mengeksplor seluruh tubuhnya hingga nanti dirinya akan mengambil alih seluruh permainan.


"Nai mau begini..!!" Semakin lama, kelakuan Punai semakin membuat Bang Igo tidak bisa menahan diri. Apalagi d***hnya Nai semakin membuatnya panas dingin.


Dirasa Nai sudah mulai lelah karena usai babak pertama, kini dirinya beralih posisi.


"Abang mau apa?"


"Ajarin kamu sesuatu. Kamu pasti suka..!!"

__ADS_1


"Ajarin apa Bang?" Tanya Punai berkedip menyiratkan keluguannya.


Tega tidak tega, ada rasa tak sanggup terucap dalam hatinya. "Main Tom and Jessi..!!" Jawab Bang Igo.


...


Bang Igo bersandar di bawah pohon belakang rumahnya. Ia memejamkan mata tersenyum sendiri mengingat nakalnya sang istri. Ia merokok sembari mengecap rasa manis


"Kenapa lu??" Tegur Bang Unggar.


"Nggak apa-apa. Capek saja"


"Capek kok senyum nggak jelas, sinting lu..!!!" Kata Bang Unggar.


Bang Igo tetap tersenyum. Hanya dia dan Tuhan saja yang tau bagaimana kelegaan batinnya begitu tuntas dan puas hari ini.


"Mabuk lu ya..!!" Bang Unggar cemas juga melihat littingnya bersikap aneh.


"Mabuuk cintaaa.. hahahaha..!!!"


"Iiihh edan. Kenapa sih lu?" Bang Unggar pun menghindari Bang Igo.


-_-_-_-


Malam tiba. Rumah Bang Igo sudah bersih dan rapi. Sedari tadi Punai tidak keluar dari kamar. Entah apa yang di lakukan istrinya di dalam sana.


"Abang di luar. Nai malu" jawab Nai.


"Malu kenapa??" Kening Bang Igo berkerut bingung.


"Abang sudah lihat badan Nai..!!"


"Laaahh.. jangan bilang seakan Abang yang salah ya..!! Kamu duluan yang penasaran. Buka dulu pintunya Neng..!!" Jawab Bang Igo.


cckkllkk..


Pintu pun terbuka. Nai menyembunyikan wajahnya.


"Kenapa sih?? Kenapa harus malu??" Tanya Bang Igo.


"Malu lah. Main Tom and Jessi sama Abang. Nai mau bilang Papa. Itu khan nggak sopan Bang."


"Eeeeeeehhh.. nggak boleh donk. Kamu mau lapor apa? Kalau sudah suami istri ya sah saja..!!" Bang Igo panik sampai mengunci rapat pintu kamarnya.

__ADS_1


"Nai mau lapor Papa sama POM. Abang KDRT..!!"


"Laaah dek.. bagaimana sih kamu, molah malih. Perasaan tadi kamu baik-baik aja. Kenapa sekarang jadi protes???" Kelabakan Bang Igo mengatasi istri kecilnya.


'Mau di taruh dimana mukaku kalau Nai sampai bilang aku buat KDRT gara-gara Tom and Jessi.'


Nai mulai memberontak kesal.


"Okee.. okeee.. lapor nya nanti ya. Komandan sedang tidak ada di tempat..!!" Bujuk Bang Igo kemudian memeluk Punai.


Pelan tapi pasti Bang Igo mendaratkan satu kecupan manis di bibir Nai. Tanpa di duga Nai yang lebih cepat merespon pancingannya. Tangan Bang Igo mulai mengudara. Ia mengangkat mini dress milik Nai karena sang istri sangat suka memakai mini dress berkerah sabrina. Setelah beberapa saat Nai terbuai, Bang Igo pun menarik diri.


"Kenapa berhenti??" Protes Punai.


"Aahh.. kamu mah suka laporan. Mana bisa main Tom and Jessi lagi kalau punya bini tukang ngadu." Bang Igo memasang wajah penuh sesal.


"Nai nggak laporan deh Bang."


"Nggak aaahh.. nanti kena pasal KDRT." Jawab Bang Igo.


"Iihh nggak, Nai diam. Ayoo Abaaang..!!" Ajak Nai sekarang mulai masuk dalam jerat akal licik Bang Igo.


"Ayo apa.. nggak mau" tolak Bang Igo.


"Nanti Tom nya Nai kasih cumi-cumi sama ikan buntal." ucap Nai mulai merengek karena tangan Bang Igo sudah membuatnya berdesir.


"Yang benar??? Kalau ingkar Abang apakan nih??"


"Main lagii.." jawab Nai.


"Abang harus kerja keras donk ya..!!" Senyum Bang Igo pun terurai. "Lapornya sama Abang saja ya..!!"


Nai mengangguk menatap mata Bang Igo.


"Laporan di terima sayang.. lanjut atau sudah?" bisik Bang Igo.


"Lanjut.. yang lama" jawab Nai.


Bang Igo pun tersenyum gemas. Karena Bang Igo sendiri pun sudah tak tahan lagi ia pun segera menjalankan misi perdamaian untuk membungkam pergerakan musuh.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2