Perisai Hati 2

Perisai Hati 2
29. Angie.


__ADS_3

Beberapa orang anggota datang membawa beberapa buah tanaman anggrek pesanan Lettu Igo. Entah ada angin apa hingga Lettu Igo menginginkan memiliki bunga anggrek.


"Alhamdulillah.. akhirnya dapat juga. Ini dia anggrek liar ya g hidup di batu karang" kata Bang Igo puas sekali melihat tanaman anggrek yang baru saja datang. "Tolong ambilkan saya botol spray donk..!!"


:


Bang Igo bersiul ceria menyemprot sepuluh buah tanaman anggrek liar.


"Pot, baru kali ini aku lihat ada bapak-bapak ngidam padahal istrinya yang hamil. Apa jangan-jangan anakmu perempuan. Masa lu suka mawar, anggrek, kaktus." Kata Bang Tarman.


"Mana kutahu. Cepat saja kamu nikah biar tau nikmatnya mual, mabuk pontang panting ngambung cagak ( cium tiang )."


"Lebaayy.." Bang Tarman tertawa mendengar celotehan littingnya.


"Cantiiiikk.. cepat keluarkan bungamu..!! Abang rindu." Bang Igo sampai mencium kuncup bunga anggrek yang belum mekar.


"Ijin Dan.. ini lovebird nya..!!" Om Fahrul datang membawa sepasang Lovebird berwarna jingga sesuai pesanan Bang Igo.


"Owwh.. cantik sekali. Nai suka burung nggak ya?" Gumam Bang Igo.


"Pasti suka Dan, yang di perut khan gara Lovebird nya komandan" sambar Om Fahrul.


"Huusstt ngawur kamu. Ini jenis garang, nggak imut seperti Lovebird. Minimal punya saya tuh Elang Bondol." Jawab Bang Igo kesal.


"Oohh.. ku kira sejenis Pipit. Iyewwwhh.. geli doank makan biji beras."


"Sempruuull... Minggir lu, buat bad mood aja..!!" Usir Bang Igo. Perhatiannya pun beralih pada sepasang Lovebird nya. "Cantik sekali kamu sayang."


Bang Tarman pun merekam suara mendayu Bang Igo yang sedang kasmaran menatap Lovebird nya. "Kapan kamu punya anak? Abang pengen punya banyak anak."


"Rul, komandanmu edan" bisik Bang Tarman di telinga Om Fahrul. "Untung Nai kuat mental lihat suaminya begini."


Om Fahrul hanya menunduk dan tertawa sendiri melihat kelakuan atasannya.


"Rul.. manuke wes brai???" Tanya Bang Igo.

__ADS_1


"Siap.. kata penjualnya sudah siap kawin Dan."


"Siiipp.. ternak Lovebird kita Rul.." jawab Bang Igo penuh semangat.


"Siaap..!!"


//


Perut Punai tiba-tiba merasa tidak nyaman dan panas. Ia memercing merasakan sakit sembari mencari ponselnya.


Tuut..


"Wa'alaikumsalam.. Abang dimana?"


"Ini mau kawinin si Angie sebentar " Jawab Bang Igo di seberang sana.


"Apa maksudnya, kemarin Mila, sekarang ada lagi Angie."


"Deekk.. sabar to..!! Kalau Angie.. kamu pasti suka." Kata Bang Igo.


:


"Nggak Om.. sumpah..!!"


"Nai nangis kejer, katanya kamu terang-terangan bilang mau nikah sama Angie. Kamu jangan begitu Go. Istrimu sedang hamil.. kasihan. Nai itu gadis polos." Nasihat Om Ganesha.


Bang Igo meraup wajahnya yang sudah merah padam.


"Sudah ketahuan lebih baik saya mengaku." Kata Bang Igo kemudian mengambil kurungan burungnya. "Ini si Angie sama si Legowo. Mau saya kawinkan." Bang Igo memamerkan Lovebird nya pada Om Ganesha.


"Waduuh Go, bulunya tebal ya..!! Warnanya cantik. Punya Om aja nggak begini." Om Ganesha pun semangat melihat Lovebird milik keponakannya.


ddrrttt...


"Wa'alaikumsalam ma. Ini masih ngobrol sama Igo. Mau ngawinin si Angie." Om Ganesha menjawab panggilan telepon dari Tante Nava.

__ADS_1


"Kenapa sih Pa, apa selama ini Mama kurang setia sama Papa sampai Papa mau kawin lagi..!!" Samar terdengar suara isak tangis Tante Nava.


"Maaa.. bukan........."


"Mama mau pergi ke tanah kelahiran Mama." Ancam Tante Nava.


"Mama mau pulang kemana?? Tanahnya sudah papa buat ngurug teras depan." Bujuk Om Ganesha.


"Papaaaaa..."


Om Ganesha menjauhkan ponsel dari telinga.


"Naahh.. ini salahmu Go. Perkara mau kawinin si Angie semua jadi geger." Om Ganesha pun bersiap-siap untuk pulang ke rumah.


"Om mau kemana??"


"Mau bujuk nyonya besar. Kamu tau nggak cuaca di sini dingin. Kalau kamu nggak mau tidur di luar.. cepat belajar merayu..!!" Saran Om Ganesha.


"Oke Om.. saya juga pulang. Elang saya bisa terancam." Jawab Bang Igo.


"Rul.. Fahrul..!!" Bang Igo memanggil ajudannya.


"Siap Dan..!!"


"Saya mau pulang. Tolong ya anggrek saya di ajak ngobrol biar nggak stress..!!" perintah Bang Igo sembari terburu-buru."


Om Fahrul melotot namun kemudian segera kembali dalam mode cool. "Si_ap Dan. Nanti saya ajak ngobrol."


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2