
POV Bang Igo on..
Mataku terus memandangi wajah Punai yang tengah tidur pulas. Punggung jariku pun tak hentinya mengusap pipi lembut Punai.
"Menggemaskan sekali. Dulu Ibumu ngidam apa sampai punya anak gadis.. secantik kamu?" Ya, dalam hatiku kini sudah berani mengakui kecantikan istri kecilku.
Entah sejak kapan rasa ini bersemayam dalam hatiku, yang jelas bagiku kini tak ada wanita cantik di dunia ini kecuali Nai dan juga Mamaku.. Mama yang dulu sempat ku benci karena cerita lama yang ku dengar dari Bu Yani.
Flashback Bang Igo on ( Masa SMA )..
"Mamamu dulu berpacaran dengan Om Yosh sampai Papamu stress dan akhirnya membalas berselingkuh dengan Tante Iva yang sekarang menjadi istri Om Ludoyo."
"Apaaaa???" Aku berusaha memperjelas pendengaran telingaku.
"Maaf Igo..!! Tante bukannya mau memperkeruh suasana tapi alangkah baiknya kamu tanyakan pada Papa dan Mama mu.. kamu putra Yoshef atau putra Ricky."
Bagai tersambar petir jantungku mendengar Tante Yani.
...
"Lancang sekali.. darimana pertanyaan bodoh seperti itu???" Bentak Papa saat mendengar pertanyaanku, tapi hatiku cukup sakit jika memang benar aku adalah anak hasil perselingkuhan Mama dan Om Yosh.
"Ada yang mengatakannya padaku Pa. Lalu Isy.. pacarnya Bang Isyad. Anak selingkuhan Papa juga. Kenapa Papa malah mengijinkan Bang Isyad pacaran sama anak selingkuhan Papa?" Kataku mengungkapkan perasaan yang kupendam sejak tadi.
plaaaakk..
Papa menampar pipiku dengan sangat keras.
"Kamu boleh merendahkan Papa tapi jangan pernah sekalipun kamu merendahkan Mama.. ibu yang melahirkan kamu..!!!!!!"
Aku pun mengemasi barangku dan bersiap meninggalkan rumah.
"Jangan pergi Igo.. dengarkan Mama dulu..!!!" Mama menangis sampai memeluk pinggangku karena takut aku akan pergi dari rumah.
__ADS_1
Tak peduli lagi dengan semuanya, aku menarik tasku untuk pergi dari rumah.
"Igoooooo..!!!!" Teriak Mama mencegah ku pergi.
"Biarkan saja dia pergi, anak sekolah baru kelas sebelas saja bisa apa tanpa orang tuanya." Kata Papa meremehkan aku dan saat itu juga semangat dan harga diriku terpacu.
...
Aku menenteng dua buah celengan ayamku, aku tau.. isi kartu ATM ku pasti sudah di bekukan Papa. Aku terus berpikir.. harus berbuat apa agar bisa bertahan hidup di tengah masa yang penuh persaingan.
"Lebih baik aku buat cilok saja.. bukankah Mama sering buat cilok. Mana mungkin aku tidak bisa buat hal seringan itu." Gumam ku.
\=\=\=
Di kelas dua belas ini aku sudah memiliki lapak sendiri bahkan sudah merambah bisnis bagi hasil dengan beberapa orang. Tak hanya itu saja, aku sudah memberanikan diri untuk membuat nasi bungkus untuk di jual di sekolah.
***
"Iya Tante. Saat aku bertanya, Papa jadi sangat emosi." Jawabku dengan kecewa.
"Sudahlah jangan pikirkan Papa dan Mama mu..!! Oiya, nanti kamu buat surat kepemilikan restoran mu atas nama Rida ya..!!" Pinta Tante Yani.
Ada rasa aneh dalam hatiku tapi rasa cintaku pada Rida membuatku mengiyakan ucapan Tante Yani meskipun belum juga kulaksanakan.
...
"Pulang Go. Mama sakit..!!" Kata Bang Isyad saat menemuiku di kost.
"Aku sudah nyaman disini Bang..!!" Jawabku saat itu begitu berkeras hati. "Untuk apa aku pulang. Aku bukan bagian dari keluarga kalian..!!"
"Igoo.. Semua bisa di bicarakan dengan kepala dingin. Kamu itu adik kandung Abang. Nggak usah bicara macam-macam..!!" Bujuk Bang Isyad. "Katakan sama Abang.. apa yang kamu dengar dari keluarga Pak Irwanto."
"Abang pernah dengar khan aku ini putra Om Yosh."
__ADS_1
Bang Isyad terlihat seakan menertawaiku.
"Wajahku mungkin masih terselip wajah Mama. Tapi wajahmu dan Papa bagai pinang di belah dua. Kembar bagai tiada beda. Bagaimana mungkin kamu itu anak Om Yosh. Percayalah sama Abang, suatu saat kamu akan paham cerita kelam ini. Papa memang keras, tapi dalam hatinya selalu menyayangimu..!!" Ucapnya lagi.
Flashback Bang Igo off..
Senyumku kembali mengembang. "Abang akan menjagamu sekuat Abang meskipun itu berarti Abang harus bertaruh nyawa, tidak akan pernah terulang lagi kisah kelam yang hampir membuat Abang kehilangan keluarga. Sebejatnya Abang dulu, Abang tidak akan membuat anak kita tersia-sia... Juga Mamanya."
POV Bang Igo off.
"Nai mual sekali Bang..!!" Nai mulai menggelinjang tak nyaman.
Belum sempat Bang Igo berdiri untuk mengambil baskom, Nai sudah muntah sangat banyak hingga perutnya terasa habis terkuras.
"Mungkin karena kamu tidak makan, perutmu sampai kosong begini" ucap Bang Igo tidak tega.
"Nai nggak suka nasi. Rasanya semua pahit di mulut Nai." Kata Nai.
Bang Igo sampai membuang nafas panjang melihat Nai terus saja mual menghirup semua aroma makanan.
"Bisanya makan apa? Si kecil juga harus makan."
"Nggak mau..!!" Tolak Nai menutup mulutnya dengan tangan.
"Di paksa sedikit, kalau sehat kita beli mobilnya..!!" Bujuk Bang Igo.
.
.
.
.
__ADS_1