Perisai Hati 2

Perisai Hati 2
23. Geger.


__ADS_3

Bang Igo sedang sibuk dengan beberapa orang anggotanya hingga tidak sadar Nai terbangun dari tidurnya.


"Baang..!!"


Bang Igo pun menoleh melihat Nai sudah berdiri di bingkai pintu rumah.


"Baiklah, karena ini juga sudah malam.. besok saja kita lanjut di kantor saja, istri saya sedang tidak enak badan." Kata Bang Igo memberi arahan pada beberapa orang anggota nya.


"Siap Dan..!!"


Rasa kesal kembali muncul saat mata Prada Fahrul terang-terangan menatap Punai.


~


"Ini di pedalaman dek, mana ada hamburger."


"Tapi Nai pengen" jawab Nai sudah membawa mata berkaca-kaca. "Bang Fahrul bisa buat hamburger."


Seketika itu juga Bang Igo terbakar emosi. "Kamu mau minta Abang bilang ke Fahrul untuk buatkan kamu hamburger?? Jangan mimpi kamu dek..!!"


Nai terdiam menyimpan wajah sedihnya membuat hati Bang Igo selalu tidak tega.


"Besok Abang sendiri yang buatkan. Sekarang sudah malam. Nggak ada oven di rumah ini." Bujuk Bang Igo.


"Memangnya Abang bisa??" Tanya Punai terdengar seperti mengejek.


"Setidaknya Abang selangkah lebih pintar dari kamu..!!" Jawab Bang Igo kemudian mengulurkan tangannya menekan ego dan emosi dalam diri. "Makan malam dulu pakai nasi goreng, nggak usah mikir hamburger dulu. Di tempat seperti ini bisa makan nasi saja Alhamdulillah.." perlahan Bang Igo mengajarkan rasa syukur pada istri kecilnya. Kebiasaan hidup menjadi nona yang di manja pastinya membuat Nai sedikit sulit beradaptasi.


Nai menggeleng pelan.


"Abang suapi ya..!! Sedikit saja nggak apa-apa yang penting perutnya terisi..!!" Bang Igo kembali membujuk Punai.


Dengan kesal Punai merebut piring di tangan Bang Igo lalu melahapnya, dirinya lebih kesal lagi saat perutnya yang tak tau diri malah keroncongan di hadapan Bang Igo.


"Pelan-pelan.........."


Belum selesai Bang Igo bicara, Punai sudah tersedak nasi goreng. Tangannya segera menyambar segelas air minum di samping Bang Igo dan segera meminumnya tapi malah Nai semakin tersedak hingga wajahnya memerah.


Braaakk....


Bang Igo menggebrak meja sampai Nai terkejut apalagi wajah Bang Igo sarat akan kemarahan. "Apa sulitnya nurut sama Abang. Apa selama ini Abang tidak berusaha sayang sama kamu??? Kalau memang di hatimu hanya ada Fahrul.. sana temui dia. Kembalilah sama pacarmu itu..!!!"

__ADS_1


Ada rasa sakit tak tertahan dalam hati Nai, ia berdiri lalu langsung berlari menuju kamar dan menguncinya rapat.


"Dek...!! Astagfirullah..!!!!!" Bang Igo mengusap dadanya menyadari bentakannya pasti menyakiti hati Punai. "Ya Allah, kenapa aku tidak bisa mengontrol emosi setiap mendengar nama Fahrul??"


Bang Igo berdiri dan menyusul Punai.


Tok.. tok.. tok..


"Dek.. Abang minta maaf..!!" Tak ada jawaban sampai Bang Igo mengulangnya beberapa kali.


"Dek.. buka pintunya.. maafin Abang..!!" Bang Igo sampai merosot di depan pintu karena Nai tak kunjung membuka pintunya.


***


Sampai menjelang subuh Punai masih tetap tidak membuka pintunya.


"Abang berangkat kerja ya dek..!! Hari ini ada kegiatan.. nanti Abang minta tolong Ziyan untuk antar sarapanmu. Siang nanti Abang usahakan pulang cepat." Kata Bang Igo.


Lagi-lagi tak ada jawaban dari Punai. Dengan berat hati Bang Igo meninggalkan Punai. Baru satu hari dirinya berada di tempat yang baru dan tidak mungkin dirinya membuat masalah hanya karena keributannya dengan sang istri.


...


Bang Igo mengeryit dahi. "Fahrul tidak di tempat??"


"Apaaa?? Kenapa nggak ada tembusan kalau panglima akan pergi kesini untuk meninjau??????" Tegur Bang Igo.


'Papa bisa ngamuk kalau tau menantunya gerakan tutup mulut sampai mengurung diri di dalam kamar. Aku harus cepat bujuk Nai..!!'


Bang Igo segera mengambil langkah untuk pulang ke rumah.


:


Sungguh panik Bang Igo saat tidak melihat tas milik Nai ada di kamar tengah. Ia melirik jam tangannya dan berniat keluar rumah mencari Nai, tapi Papa Hara, Papa Ricky, Om Yosh dan Om Ganesha sudah ada di depan rumahnya.


"Astagfirullah.. kiamat ku sudah tiba..!!" Bang Igo hanya bisa mengepalkan tangan menguatkan hatinya sendiri.


:


"Ceroboh..!!"


Plaaaakk..

__ADS_1


Papa Ricky menghajar Bang Igo sedangkan Papa Hara bertubi-tubi emosi dan malu setengah mati karena putranya telah menghamili tunangannya sekaligus Nai hilang entah kemana.


"Mikir apa kamu Rai??? Papa sudah mewanti-wanti kamu agar bisa menjaga diri..!!" Ingin rasanya hati Papa Hara menjerit karena masa kelamnya terulang kembali pada putranya.


Om Yosh menarik lengan Papa Hara. "Sudah, nasi sudah menjadi bubur.. aku tidak akan mengemis dan memaksa untuk putriku, tapi tolong akui kalau itu anak Rai..!!"


"Saya mengakui bahwa anak yang ada dalam kandungan Tria adalah anak saya..!!" Ucap tegas Bang Murai.


Om Yosh melepas cengkeraman tangannya. "Wanita yang baik adalah wanita yang mampu menjaga harga dirinya demi suaminya seorang dan Tria sudah melanggarnya. Dia tidak baik untukmu..!!" Kata Om Yosh dengan tegar.


Bang Murai meraih tangan Om Yosh. "Dalam hal ini, saya yang salah.. saya yang sudah membuat kesalahan ini terjadi dan saya siap bertanggung jawab atas segala perbuatan saya..!!"


Belum sempat Om Yosh menjawab, keributan terjadi. Papa Ricky kelepasan menghajar Bang Igo sampai terluka parah dan tak sadarkan diri.


"Baaaanngg.. Ya Allah, kenapa sampai kelepasan???" Tegur Papa Hara.


"Aku nggak sengaja, bagaimana aku tidak kesal dengar Igo menghilangkan menantuku. Sejak dulu Igo tidak pernah benar menata hidupnya, aku tidak mau dia hanya menyia-nyiakan Nai." Jawab Bang Igo.


"Kita lanjut bicara nanti, tangani Igo dulu..!!" Kata Papa Hara.


:


Para tetua menemani Bang Igo di dalam kamar. Sejak tadi Bang Igo belum sadarkan diri, ia terus menyebut nama Nai.


"Abang lihat, nama siapa yang terus di sebutnya?? Igo ini kaku, persis seperti Abang.. tidak seperti Isyad yang lebih lembut. Abang harus menyadari Igo pun pernah terperangkap masalah dengan Yani. Banggalah Abang punya anak yang stabil dalam mental, jika Igo tidak bermental kuat, hidupnya sudah hancur sejak lama..!!"


"Papaaa.. mana Igo???" Mama Nindy datang berlarian mencari putranya. "Igoooooo..!!!" Pekik Mama Nindy tidak sanggup melihat putranya terkapar.


"Maaa.. Igo nggak apa-apa." Bujuk Papa Ricky.


"Jangan sentuh Igo lagi..!!!!!! Mama hampir mati berjuang melahirkannya Pa, apa yang membuat Papa tidak sayang sama Igo?? Kenapa Papa selalu menganggapnya sampah???" Teriak Mama Nindy.


"Siapa yang bilang Papa tidak sayang?? Igo anak kandung Papa, darah daging Papa.. Tapi Papa tidak ingin anak kita salah arah karena tidak tegas dalam hidupnya. Papa hanya tidak bisa mentoleransi laki-laki yang teledor menjaga wanitanya."


Mama Tisha menarik lengan Papa Hara. "Kali ini Nai yang salah Pa, Nai pergi sama ajudan Igo tanpa pamit karena bertengkar dengan Igo semalam, dan putri kesayanganmu itu sedang jalan-jalan sama Prada Fahrul yang sedang di tugaskan ngepam."


"Astagfirullah..!! Rai.. kamu cari adikmu sekarang..!! Bikin malu saja..!!"


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2