Perisai Hati 2

Perisai Hati 2
33. Saling balas.


__ADS_3

Bang Igo melompat-lompat bagai kelinci dan tak jarang sampai terguling karena langkahnya begitu terbatas.


jduuuugghh..


Tak sengaja kakinya menendang batu hingga membuatnya kembali terguling.


"Baang..!!" Suara Punai terdengar bernafas cemas.


Tau sang istri mulai cemas, Bang Igo pun tetap berada di tempatnya sembari memejamkan mata.


"Abaaaang..!!!!"


Sesuai dugaan Bang Igo, Punai akan panik saat mengira dirinya pingsan.


"Ibu.. ijin Bu, jangan lari..!!" Prada Fahrul lumayan panik melihat istri komandannya berlari dalam keadaan hamil.


"Suami saya Om..."


"Siap Bu, biar saya lihat kondisi komandan..!!" Kata Om Fahrul.


Saat membuka helm Bang Igo betapa terkejutnya Om Fahrul melihat Bang Igo menatap ke arahnya. Hampir saja dirinya melompat saking kagetnya.


"Heeh Fahrul, kamu harus buat situasi..!! Saya sudah capek loncat. Saya ini biasa teriak, bukan di teriakin..!!" Bisik Bang Igo.


"Siap Dan..!!" Bisik Om Fahrul.


Para anggota yang tau kejadian ini akhirnya mau tidak mau harus ikut alur permainan licik komandan mereka dalam mengerjai sang istri.


"Bagaimana Om???" Tanya Punai karena Om Fahrul cukup lama dalam memeriksa keadaan Bang Igo.


"Hmm.. ini Bu, kepala komandan terantuk batu. Sepertinya tubuh bagian depannya juga terhantam dengan keras jadi komandan henti nafas untuk sesaat kemudian pingsan." Penjelasan Om Fahrul membuat Bang Igo sangat puas.


"Ayo di bawa ke ruang kesehatan Om..!!" Pinta Punai.


...


"Kalian jangan main-main di jam kerja, aku masih ada pekerjaan..!!" Dokter Adam sampai ikut banyak berbohong karena kelakuan Bang Igo.


"Mohon ijin Dan.. mohon untuk kerjasama. Komandan kami sedang mendapat tekanan dari ibu.." kata Om Fahrul dengan sedikit merendahkan intonasi suaranya.

__ADS_1


"Kalian semua balik menekan saya??"


Om Fahrul mundur teratur agar dokter Adam bisa berunding dengan Bang Igo.


Bang Igo pun akhirnya harus melirik dokter Adam di balik matanya yang tertutup. Dengan amat sangat terpaksa akhirnya dokter Adam harus terlibat dalam pusaran sesat Lettu Igo.


"Ingat.. ini terakhir kalinya aku membantu akal busukmu ini. Kalau tidak ingat kau ini sahabatmu.. sudah ku beri kau bubuk petasan..!!"


"Iyaaa... Diamlah kau, cerewet sekali seperti nenek-nenek kehilangan gigi..!!"


ggrrpp..


Punai menarik tangan Om Fahrul.


Mata Om Fahrul langsung membulat besar saat melihat sosok yang menariknya. "Ibuu..!!"


"Ada apa ini?? Apa sebenarnya Abang nggak sakit??" Tanya Punai.


"Bukan begitu Bu.........." Kini Om Fahrul berada dalam posisi yang sulit.


"Om mau saya kirim jaga gardu listrik? Atau saya kirim untuk jaga tiang penangkal petir?? Sekarang pilih.. bersekutu dengan saya atau Abang???" Ancam Nai.


"Plus uang satu juta rupiah..!! Cepat putuskan..!!" Imbuh Nai.


"Saya ikut ibu."


:


"Ijin Dan..!!" Om Fahrul berlari tergopoh-gopoh masuk ke ruang kesehatan Batalyon.


"Kenapa??" Bang Igo langsung terduduk saking kagetnya.


"Ibu jatuh Dan, tadi merintih kesakitan." Lapor Om Fahrul.


"Aduuh Rul.. kok bisa. Istri saya ada dimana??" Bang Igo bangkit dan memakai sepatunya dengan cepat.


"Ijin.. tadi saya tinggal di taman."


"Di taman?? Kenapa kamu tidak hubungi saya dan malah berlari ke ruang kesehatan. Bo*oh kamu Rul..!!" Umpat kesal Bang Igo.

__ADS_1


"Siap salah Dan..!!"


~


Bang Igo melihat Punai sudah pingsan dekat bangku taman.


"Nai.. sayang..!! Aduuh.. anakku bagiamana?" Ia pun memanggil ponselnya dan menghubungi Dokter Alam lagi.


:


Dokter Adam melihat Bang Igo dan Punai dengan tatapan mata tajam secara bergantian. Ia tau saat ini pun Punai sedang berpura-pura.


"Cepat.. kenapa hanya menatapku saja?? Yang sakit Punai..!!" Kata Bang Igo.


"Tadi jatuh ya? Alhamdulillah istri dan calon anakmu masih baik-baik saja." Jawab Dokter Adam.


"Aku lihat Nai sampai berdarah pot..!! Periksa lagi yang benar..!!!!"


"Sudaah amaan..!! Aku ini dokter..!! Nggak percaya amat sih" protes Dokter Adam.


"Tampang mu itu nggak meyakinkan. Aman dari mananya? Nai pingsan nih."


gubraaaakk..


Bang Igo segera melihat suara keributan di luar ruang kesehatan lapangan. Matanya semakin melotot saja saat melihat barisan pot tanaman anggreknya berjatuhan karena kawat pengaitnya terlepas akibat tersenggol tangan Om Fahrul


"Aaaaaaa.. Astagfirullah..!!!!" pekik Bang Igo melihat bakal bunga anggreknya rontok. "Fahruuuulll..!!!"


"Siap salah Dan..!!"


"Cepat ambil plester dan obat-obatan. Dia pasti kaget dan trauma..!!" Perintah Bang Igo sembari mengumpulkan patahan tanaman anggrek yang tercecer.


Bang Tarman yang baru tiba di sana sampai menggeleng kepala. "Mulai gilanya pakmil ini. Masa anggrek mau di plester? Memangnya kecelakaan tunggal??"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2