Pernikahan Tanpa Rencana dengan Pria kaya Arogan

Pernikahan Tanpa Rencana dengan Pria kaya Arogan
8 minggu.


__ADS_3

Huekk.. huekk.. suara seseorang sedang mengeluar kan isi perut nya di dalam kamar mandi.


"Loe kenapa, loe sakit ya.!" tanya Edric khawatir saat melihat Ria keluar dari dalam kamar mandi.


"Ga tau Dric, belakangan ini gue ga bisa banget cium-cium bau telor, bawaan nya mau muntah aja.!" jawab Ria santai ,dan jawaban itu sukses membuat Robert menatap nya tajam.


"Apa kau ada berhubungan dengan laki-laki selama disini.?" tanya Robert kepada Ria.


"Ga ada Om, di tempat Ria kebanyakan wanita, terkadang Ria hanya betegur sapa saat berpapasan saja , Ria ga punya teman laki-laki disini,memang nya kenapa om." jawab Ria polos.


"Tidak apa-apa, habis makan nanti kita akan coba pergi ke dokter ya.!" ucap Robert.


"Tapi om, Ria ga papa tinggal minum obat aja nanti.!" jawab Ria


"No Ria, sebelum periksa ke depan kamu ga boleh minum obat sembarangan mengerti, pokok nya sehabis makan kita akan pergi kerumah sakit.!" ucap Robert dengan tegas yang tak akan bisa di bantah oleh Ria maupun Edric


Robert, Edric dan Ria pun telah tiba di sebuah rumah sakit yang berada di London.


"Om, ini.! tanya Ria ragu saat dia melihat bahwa mereka menunggu di depan Ruang kandungan,dan lagi yang mau di periksa adalah Ria, apalagi setelah kejadian itu Ria belum datang tamu bulanan.


"Ya, semoga aja yang Om fikir kan tidak benar nak, jika benar-benar terjadi kamu yang sabar ya, itu adalah anugrah, om mohon terima dia.!" jawab Robert dengan lembut


Ria yang mendengar perkataan Robert hanya bisa terdiam, tapi apa pum kenyataan nya dia akan menghadapi nya, dia tidak akan lari lagi dari kenyataan.

__ADS_1


Giliran Ria di panggil oleh dokter kandungan untuk masuk ke ruangan pun sudah tiba.


"tolong berbaring dulu, biar saya cek dulu nona.!" ucap sang dokter kandungan kepada Ria.


Ria pun hanya mematuhi perkataan sang dokter dan akhir nya berbaring untuk di periksa oleh sang dokter.


Saat ini Ria bersama Robert dan Edric sudah berada di apertemen Ria, sejak keluar dari ruangan dokter tadi Ria hanya terdiam sampai saat Ria dan yang lain nya sampai di apertemen Ria, Ria pun masih tetap diam, saat ini mereka baru selesai makan malam.


"Apa hasil pemeriksaan nya nak.?" ucap Robert yang bertanya kepada Ria.


"Ria baik -baik aja om, dan seperti yang om pikir kan, ternyata di dalam rahim Ria ada nyawa yang sedang tumbuh,usia nya sudah memasuki minggu ke delapan om.!" ucap Ria sambil menampil kan senyum nya , meskipun Ria tersenyum, tapi dapat di lihat ada kepedihan di balik senyum nya itu.


Deg... bagaikan di sambar petir di siang bolong, Edric sangat terkejut dengan apa yang baru saja di dengar nya.


"Ria akan menerima nya om, dia tumbuh dengan sehat di dalam sini, Ria akan membesar kan nya dengan penuh kasih sayang, terlepas dari bagaimana cara tuhan memberikan nya pada Ria, Ria yakin tuhan memberikan nya pada Ria agar Ria tidak kesepian.!" ucap Ria yang mencoba untuk terlihat baik-baik saja.


Ya bohong jika Ria mengatakan dia baik-baik saja, Ria sangat tidak baik-baik saja, dia baru berumur 17 tahun dan sekarang hamil di luar nikah, dia bahkan tidak tahu siapa ayah dari anak yang di kandung nya saat ini, namun dia juga tidak mungkin menggugur kan anak yang ada di dalam kandungan nya , meskipun dengan berat hati, Ria mencoba menerima kenyataan , dia akan menerima, merawat penuh dengan kasih sayang, anak yang ada di dalam rahim nya saat ini.


Ria sedang berdiri di balkon menatap bintang yang ada di langit,baru saja dia mulai melupakan kisah hidup nya yang kelam, lagi-lagi tuhan memberi nya ujian.


"Nih minum susu dulu, mulai sekarang loe jangan minum -minuman yang ber gas ya.!" ucap Edric yang menyodor kan segelas susu ibu hamil kepada Ria.


"Maaf ya Dric gue jadi ngerepotin loe sama om Robert, kapan tuhan berhenti mempermain kan gue Dric." ucap Ria yang terdengar sangat hancur.

__ADS_1


"Loe yang tabah ya, tuhan pasti punya rencana yang terbaik buat loe, gue yakin itu.!" Ucap Edric yang langsung memeluk Ria.


Ria pun sudah tak bisa lagi membendung tangis nya, dia menangis di dalam pelukan Edric.


Setelah beberapa saat Ria pun berhenti menangis.


"Dric, gue ga tau siapa ayah dari anak yang gue kandung, dan gue bakal jadi seorang ibu di usia yang sangat muda, tuhan benar-benar mempermainkan gue Dric.!" ucap Ria tersenyum pedih.


"Menikah lah dengan ku Ria, aku akan menjaga mu dan anak mu , aku akan menyayangi nya seperti anak kandung ku sendiri.!" ucap Edric yang sudah berlutut dan menyodorkan sebuah kotak cincin di hadapan Ria .


"Maaf Dric, gue ga bisa, loe udah seperti kakak buat gue, gue ga bisa untuk nerima loe lebih dari itu, dan loe pantas untuk wanita yang lebih baik dari gue , jangan kasihani gue Dric, gue bisa ngebesarin anak ini sendiri , gue akan mendidik dia seperti mama mendidik gue saat kecil dulu.!" Ucap Ria dengan tegas, bohong jika dia hanya menganggap Edric sebagai kakak, sesungguh nya Ria pun sama, dia pun mencintai Edric, namun sekarang ke adaan nya telah berbeda, dia sudah menjadi bekas pria lain, bahkan saat ini dia tengah mengandung anak dari laki-laki lain , dia tidak lagi pantas untuk Edric, Edric pantas untuk mendapat kan wanita yang jauh lebih baik dari nya.


Sudah 2 minggu berlalu, sekarang Rasa mual yang sering di rasakan Oleh Ria pun sudah tak seperti dua minggu yang lalu.


Di tempat lain.


Hoekk..huoekk...


"Kenapa belangkangan ini gue ngerasa ada yang aneh dalam tubuh Gue yah.!" Ucap seorang pria tampan.


Ya om Ria sangat yakin, dan Ria mau minta bantuan om bisa nggak, Ria selama ini ada tabungan, dan Ria mau lanjut belajar di luar negri,Ria rasa tabungan Ria selama ini udah cukup, dan Ria mau minta tolong sama om buat ngerahasiain kepergian Ria dari papa, Ria mau mengejar cita-cita Ria dulu, setelah Ria sukses nanti Ria akan kembali ke papa dan menghancur kan Bella dan mama nya.!" ucap Ria penuh keyakinan .


__ADS_1


Ya, pria itu adalah Ray.


__ADS_2