
Pagi hari, di sebuah rumah, di kediaman keluarga wijaya .
"Terima kasih kak, kakak memang yang paling terbaik.!"ucap Gabriel kepada Ria.
Ya saat ini Ria dan Gabriel sedang menikmati sarapan pagi mereka, tentu saja Ria lah yang memasak sarapan itu, dan Gabriel benar-benar senang, karna setelah kepergian Ria dia tak pernah sarapan di rumah jika sang papa tak ada di rumah.
Beberapa saat kemudian Ria dan Gabriel pun selesai sarapan, Ria dan Gabriel langsung pergi, ya Ria dan Gabriel pergi untuk ke sekolah Gabriel, Ria akan mengantar Gabriel ke sekolah nya, baru setelah itu Ria akan pergi menemui Cent yang bersama dengan Edric.
Belum lama setelah kepergian Ria dan Gabriel , Bella pun turun ke bawah, dia pergi menuju meja makan sebab dia mencium bau makanan yang lezat .
Namun bukan makanan yang lezat yang Bella temui, melain kan hanyalah meja makan yang di penuhi oleh piring, sendok, dan gelas kotor bekas Ria dan Gabriel makan.
__ADS_1
"Sial, seperti nya anak itu benar-benar sudah berani bertingkah sekarang, lihat saja apa balasan nya karna kau sudah berani kurang ajar pada ku.!"ucap Bella dengan marah saat yang dia temui hanyalah piring kotor bekas Ria dan Gabriel sarapan.
"Ma..mama...Bella laper, kenapa si bibi tua itu lama sekali datang, mana tadi kedua anak bodoh itu sarapan di bawah, tanpa menyisa kan sedikit pun untuk kita.!"ucap Bella yang berada di kamar mama nya.
"Ma, seperti nya kita harus secepatnya mengurus surat pernyataan bahwa Ria telah tiada, karna bisa bahaya jika pengacara mengetahui bahwa Ria masih ada, bisa-bisa hak waris itu jatuh ke tangan nya, apa lagi anak kecil mama itu juga ga mau di minta menyerah kan hak waris nya untuk kita.!"ucap Bella kepada mama nya.
"Kamu benar, seperti nya anak itu sedang merencana kan sesuatu, dan tentu saja sudah pasti hal itu, bukan lah hal yang baik untuk kita.!"ucap ibu tiri Ria yang setuju dengan perkataan putri nya (Bella)
Namun di tengah perjalanan.
"Nyo_nyonya saat ini di kantor ada seorang nona muda yang mengakui diri nya sebagai nona Eilaria Wijaya.!" Ucap sekrertaris Papa Ria, ya karna sang sekretaris mengetahui bahwa tuan nya sedang tak sadar kan diri di rumah sakit, jadi dia menghubungi istri dari tuan nya.
__ADS_1
Cittt..... Ibu tiri Ria pun menginjak rem dengan kuat dan secara spontan karna terkejut.
"Nona itu bersama siapa.!" ucap ibu tiri Ria yang berusaha menyembunyi kan rasa terkejut nya.
"Dia sendirian nyonya.!" ucap sang sekretaris.
"Baik, kamu tahan dia, jangan biar kan dia masuk , saya akan segera kesana.!"ucap ibu tiri Ria yang merasa sedikit lega karna mengetahui bahwa Ria hanya datang sendirian.
"Baik nyonya.!"ucap sang sekretaris.
"Kenapa ma.?"Ucap Bella yang bertanya kepada mama nya, karna mama nya tiba-tiba saja menginjak Rem dengan sangat kuat, seperti mendapat sebuah kabar yang sangat mengejutkhan saja.
__ADS_1
"Kita harus ke kantor keluarga Wijaya sekarang, anak itu saat ini sudah berada di kantor, dan dia mengatakan bahwa diri nya Eilaria Wijaya, namun dia tetap bodoh karna datang sendirian, jadi orang kantor tak mengenali nya, kita harus cepat menghenti kan nya, dan membuat nya keluar dari kantor, kalau terungkap siapa dia sebenar nya, ini adalah masalah besar.!"ucap ibu tiri Ria, ya orang kantor tak banyak yang mengenali Ria, apa lagi setelah kepergian ibu nya, Ria tak pernah lagi datang ke kantor untuk menemui papa nya, jika dulu waktu kecil, Ria dan ibu nya sering datang untuk membawa makanan untuk ayah nya.