
"Dric bukan nya sudah jelas apa penyebab Ria sampai syok seperti sekarang ini, itu penyebab nya karna perbuatan loe, harus nya loe bisa kendaliin diri, gue ga nyangka aja loe bisa gunain cara yang kotor.!" Ucap Vian dengan nada marah, Vian ga suka melihat teman nya Edric yang pura-pura bodoh atas perbuatan nya, Vian sangat ingin memukul Edric saat ini juga, karna Vian sangat membenci orang yang tidak bisa menghormati wanita, namun dia urungkan niat nya saat mengingat bahwa Edric dan Ria tumbuh besar bersama, biarlah masalah ini mereka berdua yang menyelesaikan nya .
"What happened Vian, kata kan dengan jelas, gue benar-benar ga ngerti apa maksud loe, kenapa bisa gue penyebab nya, gue tadi siang pukul jam 11:00 siang baru sampai di indonesia, kemarin gue ada urusan mendesak dan pergi ke singapura.!" Ucap Edric frustasi dia benar-benar ga tahu apa yang terjadi dengan Ria.
Edric pun menceritakan apa yang terjadi dengan Ria.
"What, What are you saying.!" Ucap Vian dengan berteriak dan langsung berdiri dari duduk nya .
Vian sangat terkejut mendengar apa yang di kata kan oleh Edric kepada nya.
"Ria, mungkin dia telah ... , terdapat sisa-sisa obat peransang di dalam darah nya saat gue melakukan tes.!" Ucap Vian mengiba. jika bukan Edric lalu siapa yang melakukan nya , ria tak mempunyai banyak teman apalagi kekasih, mereka tidak pernah melihat Ria bersama laki-laki lain, selain Edric.
__ADS_1
Tapi tidak mungkin juga orang asing yang melakukan nya, karna Ria tidak pernah mau memakan atau meminum , makanan dan minuman yang di berikan orang asing.
Seketika , rasa nya dunia Edric runtuh saat mendengar apa yang di katakan oleh Vian.
"Vian loe jangan bicara sembarangan.!" Ucap Edric sambil mencengkram kerah baju Vian.
"Dric sadar woi, loe fikir ini hal yang bisa di jadiin bahan becandaan, Gue serius Dric, Ria dia mungkin sudah di sentuh oleh seseorang.!" Ucap Vian sambil melepaskan cengkraman tangan Edric pada kerah baju nya.
"Loe yang sabar Dric.!" Ucap Vian mencoba untuk menenangkan Edric.
"Bagaimana cara nya gue harus sabar Vian, Gue benar-benar ga berguna, gue selalu ga ada di saat Ria benar-benar ngebutuhin gue.!" Ucap Edric sambil mengacak-acak rambutnya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, akhir nya Edric pun mencoba untuk nerima kenyataan.
"Ria, maafin gue ya, gue ga ada saat loe butuh bantuan gue, tapi loe tenang aja, gue pasti bakal ngebalas orang-orang yang telah ngebuat loe seperti ini.!" Ucap Edric kepada Ria, saat ini Ria sedang tertidur dan Edric sedang duduk di samping tempat tidur nya.
Ya, di fikiran Edric hanya satu orang yang bisa melakukan hal ini kepada Ria, orang yang terlintas di kepala Edric adalah ibu tiri nya Ria.
"Ti_tidakkk....." Teriak Ria ketakutan dan akhir nya terbangun dari tidur nya.
Edric langsung memeluk Ria saat Ria terbangun dari tidur nya, Ria pun kembali menangis sejadi-jadi nya saat di dalam pelukan Edric.
"Kenapa Dric, kenapa loe nyelamatin gue, kenapa.?" Ucap Ria sambil memukul-mukul dada Edric.
__ADS_1
Edric hanya terdiam, dia membiarkan Ria menyalurkan semua amarah yang ada dalam diri Ria.