
Deg... bagaikan di sambar petir di siang bolong, Edric sangat terkejut dengan apa yang baru saja di dengar nya.
"Jadi apa rencana mu selanjut nya nak.!" ucap Robert kepada Ria.
"Ria akan menerima nya om, dia tumbuh dengan sehat di dalam sini, Ria akan membesar kan nya dengan penuh kasih sayang, terlepas dari bagaimana cara tuhan memberikan nya pada Ria, Ria yakin tuhan memberikan nya pada Ria agar Ria tidak kesepian.!" ucap Ria yang mencoba untuk terlihat baik-baik saja.
Ya bohong jika Ria mengatakan dia baik-baik saja, Ria sangat tidak baik-baik saja, dia baru berumur 17 tahun dan sekarang hamil di luar nikah, dia bahkan tidak tahu siapa ayah dari anak yang di kandung nya saat ini, namun dia juga tidak mungkin menggugur kan anak yang ada di dalam kandungan nya , meskipun dengan berat hati, Ria mencoba menerima kenyataan , dia akan menerima, merawat penuh dengan kasih sayang, anak yang ada di dalam rahim nya saat ini.
Ria sedang berdiri di balkon menatap bintang yang ada di langit,baru saja dia mulai melupakan kisah hidup nya yang kelam, lagi-lagi tuhan memberi nya ujian.
"Nih minum susu dulu, mulai sekarang loe jangan minum -minuman yang ber gas ya.!" ucap Edric yang menyodor kan segelas susu ibu hamil kepada Ria.
__ADS_1
"Maaf ya Dric gue jadi ngerepotin loe sama om Robert, kapan tuhan berhenti mempermain kan gue Dric." ucap Ria yang terdengar sangat hancur.
"Loe yang tabah ya, tuhan pasti punya rencana yang terbaik buat loe, gue yakin itu.!" Ucap Edric yang langsung memeluk Ria.
Ria pun sudah tak bisa lagi membendung tangis nya, dia menangis di dalam pelukan Edric.
Setelah beberapa saat Ria pun berhenti menangis.
"Menikah lah dengan ku Ria, aku akan menjaga mu dan anak mu , aku akan menyayangi nya seperti anak kandung ku sendiri.!" ucap Edric yang sudah berlutut dan menyodorkan sebuah kotak cincin di hadapan Ria .
"Maaf Dric, gue ga bisa, loe udah seperti kakak buat gue, gue ga bisa untuk nerima loe lebih dari itu, dan loe pantas untuk wanita yang lebih baik dari gue , jangan kasihani gue Dric, gue bisa ngebesarin anak ini sendiri , gue akan mendidik dia seperti mama mendidik gue saat kecil dulu.!" Ucap Ria dengan tegas, bohong jika dia hanya menganggap Edric sebagai kakak, sesungguh nya Ria pun sama, dia pun mencintai Edric, namun sekarang ke adaan nya telah berbeda, dia sudah menjadi bekas pria lain, bahkan saat ini dia tengah mengandung anak dari laki-laki lain , dia tidak lagi pantas untuk Edric, Edric pantas untuk mendapat kan wanita yang jauh lebih baik dari nya.
__ADS_1
Sudah 2 minggu berlalu, sekarang Rasa mual yang sering di rasakan Oleh Ria pun sudah tak seperti dua minggu yang lalu.
Di tempat lain.
Hoekk..huoekk...
"Kenapa belangkangan ini gue ngerasa ada yang aneh dalam tubuh Gue yah.!" Ucap seorang pria tampan.
Ya, pria itu adalah Ray.
__ADS_1