
Ray pun berjalan naik ke atas menuju kamar di mana Ria dan putra nya berada.
Tok.. tok.. (Suara ketukan pintu.) ya Ray mengetuk pintu kamar Chent, biar pun itu adalah kamar putra nya tapi akan sangat tidak sopan jika dia masuk tanpa mengetuk pintu, apa lagi dia adalah seorang tamu di rumah Ria.
Tok.. tok..(suara ketukan pintu sekali lagi.)
Tok..Tok... sudah 3 kali.
Karna tidak juga di buka kan pintu, Ray pun memberani kan diri mencoba membuka pintu, dan ternyata Ria dan Cent sedang tertidur di dalam kerumunan mainan Cent.
Ray pun langsung masuk ke kamar Cent dan menggendong Cent memindah kan nya ke tempat tidur, setelah memindah kan Cent ke tempat tidur, Ray juga menggendong Ria ke samping Cent, lalu Ray berbalik hendak pergi, karna Ray tak mau mengganggu tidur Ria dan putra nya Cent.
__ADS_1
''Mommy , apakah Cent punya Daddy, apa kah daddy tidak ingin Cent, di mana daddy Cent.!'' ucap Cent yang mengigau.
Dan ucapan Cent itu seperti sayatan di hati Ray, ternyata selama ini putra nya mencari kehadiran nya.
Ray pun kembali berbalik, di dekati nya Cent yang sedang tertidur nyenyak, di elus nya rambut putra kecil nya itu.
"Nak, ini daddy nak, maaf kan daddy yang selama ini tak bisa berada di sisimu, maaf kan daddy yang baru mengetahui tentang kehadiran mu, daddy bersalah selama ini, daddy tak hanya menghancur kan masa depan mommy mu, tapi daddy juga menyakiti mu, membuat mu merasa tak di ingin kan, daddy janji secepat nya daddy akan membuat mommy mu jatuh cinta sama daddy, setelah itu kita akan tinggal bersama.!'' ucap Ray kepada putra nya yang sedang tertidur.
Tanpa Ray ketahui bahwa ternyata di depan pintu sana ada seorang lelaki yang berdiri sambil melihat dan mendengar apa yang di lakukan dan di ucap kan oleh Ray.
"Ternyata dia benar-benar ayah kandung Cent, bagaimana ini, bagaimana jika Ria jatuh cinta dan menikahi nya, selama ini aku selalu mengharap kan agar Ria dapat membuja hati nya untuk ku , dan dapat menerima ku, aku selalu berharap bahwa aku bisa menjadi ayah buat Cent, oh tuhan kenapa ini, selama ini aku yang selalu bersama mereka, mengapa kau hadir kan laki-laki itu di tengah-tengah kami.!'' ucap Edric marah, sedih,putus asa menjadi satu seperti permen nano-nano.
__ADS_1
Brakk....
"Ah sial.!'' maki Edric ya saat dia mundur , mobil nya menabrak sesuatu.
Edric pun hendak keluar dari mobil nya untuk melihat apa yang telah di tabrak nya.
Namun belum sempat Edric melepas sabuk pengaman yang di gunakan nya, seorang gadis sudah lebih dulu menggedor kaca mobil Edric.
"Woi keluar bangsat, loe ga keluar gue pecahin nih kaca mobil loe, tokk...tok..tok...!'' ucap seorang gadis dengan marah sambil mengetuk kaca mobil Edric dengan kasar.
Edric paling malas kalau harus meladeni seorang nona muda.
__ADS_1
"Woi, loe benaran ga mau keluar nih, keluar tanggung jawab, kalo ngga gue pecahin nih.!'' ucap gadis itu yang nampak mencari sesuatu, dan beberapa saat kemudian gadis itu menjauh dari mobil Edric, namun Edric kembali di kejut kan, karna gadis itu membawa kayu untuk memukul kaca mobil nya.
Edric pun langsung keluar dengan cepat dari mobil nya.