
Ria menuju sebuah pantai, pantai dimana dulu adalah tempat yang sering di datangi nya bersama papa dan mama nya, namun sekarang tempat ini hanya selalu di datangi oleh nya seorang diri , Ria sendiri yang sering mendatangi nya, Ria tak pernah lagi datang ke pantai ini bersama papa nya semejak sang papa mempunyai keluarga baru.
Ria berteriak sejadi-jadi nya, Ria memilih tempat yang tidak ada orang nya, Ria benar-benar hancur dia tidak tahu apa lagi yang harus di lakukan nya.
Ria terus berjalan maju menuju laut, dia ingin pergi untuk selama nya.
Di tempat lain seorang pemuda, yang berada di dalam sebuah mobil melaju membelah jalan jakarta, dia sangat cemas,khawatir dari tadi fikiran nya tidak tenang , dia menghubungi Ria sebanyak 20 panggilan namun tidak mendapat jawaban, hal itu membuat Edric semangkin khawatir, biasa nya dia selalu mengawasi kemana Ria pergi tentu tanpa sepengetahuan ibu tiri dan kakak tiri nya Ria, namun kemarin Edric ada urusan mendesak dan harus keluar Negri, hari ini dia sampai di indonesia pukul 11.00 Edric langsung mengawasi rumah Ria, dia melihat bahwa 2 pengawal yang selalu mengawal Ria pergi ada di rumah, jadi Edric mengira ria ada dirumah, namun setelah 2 jam Edric mengawasi rumah Ria dia tidak melihat ada nya tanda-tanda Ria dirumah nya, Edric pun menelpon Ria, selama 2 0 kali Edric menelpon Ria namun tidak mendapat jawaban dari Ria, Edric pun yakin bahwa pasti terjadi sesuatu terhadap Ria, tanpa berfikir panjang Edric membawa mobil nya dengan sangat kencang menuju sebuah pantai, ya Edric tahu jika Ria pergi hanya satu tempat yang di tuju nya yaitu pantai dimana biasa mereka bermain saat kecil tentu juga bersama mama dan papa Ria.
Saat Edric sampai di pantai ya benar ada Ria disana namun apa yang di lihat nya sungguh di luar fikiran nya.
Edric langsung berlari menuju Ria .
"Apa yang kau lakukan, apa kau sadar apa yang barusan akan kau laku kan, apa yang terjadi pada dirimu, sadarlah Ria.!" ucap Edric yang berhasil menangkap Ria, ya Ria hendak bunuh diri dengan cara menenggelam kan diri kelaut, beruntung Edric datang tepat waktu sekuat tenaga Edric berlari dan membawa Ria ke tepi pantai.
Edric terus memeluk Ria, sedangkan Ria hanya terus menangis semangkin lama tangis nya semangkin pecah, Edric tidak tahu hal apa yang terjadi dengan sahabat, sekaligus wanita yang di cintai nya ini.
Setelah sekian lama menangis akhirnya Ria terdiam, Edric merasa lega karna akhir nya Ria terdiam, Edric mengendong Ria yang tertidur ,dia membawa nya masuk ke mobil dan menuju rumah nya, saat sampai dirumah nya Edric langsung membawa Ria ke kamar nya dan menghubungi dokter, Edric meminta dokter untuk datang kerumah nya.
__ADS_1
"Vian, apa yang terjadi dengan Ria.!" tanya Edric kepada Alvian yang merupakan teman nya sekaligus seorang dokter.
"Loe jangan terlalu kasar Dric, mungkin ini yang pertama kali buat Ria, dia sedikit trauma Dric, di masih bocah Dric apa loe memaksa nya.!" Tanya vian dengan wajah srius nya, ya dia tahu Edric teman nya menyukai Ria , namun dia tak menyangka teman nya sampai nekat, Vian bisa tahu Ria habis melakukan karna tak sengaja saat memeriksa Ria dia melihat ada bekas tanda ke pemilikan, dan lagi di dalam darah Ria yang di ambil vian terdapat campuran obat peransang saat Vian melakukan tes.
"What, gue srius vian, jangan becanda ga lucu, apa yang terjadi sebenar nya kepada Ria.?" Tanya Edric sekali lagi.
"Dric bukan nya sudah jelas apa penyebab Ria sampai syok seperti sekarang ini, itu penyebab nya karna perbuatan loe, harus nya loe bisa kendaliin diri, gue ga nyangka aja loe bisa gunain cara yang kotor.!" Ucap Vian dengan nada marah, Vian ga suka melihat teman nya Edric yang pura-pura bodoh atas perbuatan nya, Vian sangat ingin memukul Edric saat ini juga, karna Vian sangat membenci orang yang tidak bisa menghormati wanita, namun dia urungkan niat nya saat mengingat bahwa Edric dan Ria tumbuh besar bersama, biarlah masalah ini mereka berdua yang menyelesaikan nya .
"What happened Vian, kata kan dengan jelas, gue benar-benar ga ngerti apa maksud loe, kenapa bisa gue penyebab nya, gue tadi siang pukul jam 11:00 siang baru sampai di indonesia, kemarin gue ada urusan mendesak dan pergi ke singapura.!" Ucap Edric frustasi dia benar-benar ga tahu apa yang terjadi dengan Ria.
Edric pun menceritakan apa yang terjadi dengan Ria.
Vian sangat terkejut mendengar apa yang di kata kan oleh Edric kepada nya.
"Ria, mungkin dia telah ... , terdapat sisa-sisa obat peransang di dalam darah nya saat gue melakukan tes.!" Ucap Vian mengiba. jika bukan Edric lalu siapa yang melakukan nya , ria tak mempunyai banyak teman apalagi kekasih, mereka tidak pernah melihat Ria bersama laki-laki lain, selain Edric.
Tapi tidak mungkin juga orang asing yang melakukan nya, karna Ria tidak pernah mau memakan atau meminum , makanan dan minuman yang di berikan orang asing.
Seketika , rasa nya dunia Edric runtuh saat mendengar apa yang di katakan oleh Vian.
__ADS_1
"Vian loe jangan bicara sembarangan.!" Ucap Edric sambil mencengkram kerah baju Vian.
"Dric sadar woi, loe fikir ini hal yang bisa di jadiin bahan becandaan, Gue serius Dric, Ria dia mungkin sudah di sentuh oleh seseorang.!" Ucap Vian sambil melepaskan cengkraman tangan Edric pada kerah baju nya.
"No , ini ga mungkin kan , I failed , I failed Vian, gue gagal ngelindungi Ria, baik sebagai seorang kakak atau pun sebagai orang yang mencintai Ria, gue benar-benar gagal Vian.!" Ucap Edric frustasi.
"Loe yang sabar Dric.!" Ucap Vian mencoba untuk menenangkan Edric.
"Bagaimana cara nya gue harus sabar Vian, Gue benar-benar ga berguna, gue selalu ga ada di saat Ria benar-benar ngebutuhin gue.!" Ucap Edric sambil mengacak-acak rambutnya.
Setelah beberapa saat, akhir nya Edric pun mencoba untuk nerima kenyataan.
"Ria, maafin gue ya, gue ga ada saat loe butuh bantuan gue, tapi loe tenang aja, gue pasti bakal ngebalas orang-orang yang telah ngebuat loe seperti ini.!" Ucap Edric kepada Ria, saat ini Ria sedang tertidur dan Edric sedang duduk di samping tempat tidur nya.
Ya, di fikiran Edric hanya satu orang yang bisa melakukan hal ini kepada Ria, orang yang terlintas di kepala Edric adalah ibu tiri nya Ria.
"Ti_tidakkk....." Teriak Ria ketakutan dan akhir nya terbangun dari tidur nya.
Edric langsung memeluk Ria saat Ria terbangun dari tidur nya, Ria pun kembali menangis sejadi-jadi nya saat di dalam pelukan Edric.
__ADS_1