
Jovial Baim Erlangga atau biasa dipanggil dengan Jo,salah satu dari keluarga Erlangga ,hari ini tiba sudah waktu di mana Jo akan dikirim untuk pergi ke sebuah desa terpencil yang letaknya bahkan tidak di ketahui oleh Jo .
"kakek, kakak ,Mengapa kalian tidak memperboleh kan diri ku untuk membawa mobil sendirian ,aku berjanji bahwa aku tidak akan pulang ke sini sebelum waktu yang di tentu kan telah tiba ,jadi biar kan aku membawa mobil ku sendiri ,untuk pergi ke desa tersebut ,beri kan saja alamat nya ke pada ku ,Aku akan mengemudi dengan membawa mobil ku sendiri , Padahal aku ingin membawa mobil ku sendiri bukan untuk melari kan diri ,jika nanti di sana ,Aku akan lebih mudah untuk pergi ke sana kemari jika aku mempunyai mobil sendiri, Mengapa aku harus di antar oleh salah satu sopir pribadi keluarga Erlangga ,Aku tidak mau berangkat mengguna kan supir pribadi keluarga Erlangga ,Aku mau membawa mobil sendiri untuk pergi ke sana ,ini terlalu berlebihan , tidak hanya mengirim diriku untuk pergi ke sebuah desa terpencil , dan juga memberi ku uang hanya senilai 10 juta ,Kalian juga ingin membuat diriku tidak bisa pergi kemana-mana , bahkan mungkin ke warung atau toko terdekat sekalipun ,dengan kalian tidak memboleh kan aku untuk membawa mobil pribadi ku sendiri ke sana .!" ucap jovial Baim Erlangga kepada dua orang yang sangat berkuasa di keluarga nya , yaitu David Durant Erlangga yang merupa kan kakek nya, dan juga Gilbert Ray Erlangga yang merupa kan kakak kandung nya sendiri .
"Baiklah jika kamu tidak mau pergi ke sana dengan menggunakan sopir pribadi keluarga Erlangga ,maka sila kan kamu pergi ke sana dengan menggunakan bus umum ,ada bus yang setiap hari pergi ke dekat sana, nanti saat bus itu telah sampai terminal nya ,yang ada di dekat Desa sana maka segera menelpon, maka aku akan meminta orangku untuk menjemput mu di sana , dan akan membawa dirimu ke desa yang akan kau tuju ,tidak ada mobil pribadi,silakan kau pikirkan aku memberimu waktu 30 menit mau menggunakan mobil pribadi keluarga Erlangga dan diantar oleh sopir pribadi keluarga Erlangga atau mau menggunakan bus umum yang pergi ke sana setiap hari ,tidak ada penawaran lainnya hanya ada dua pilihan itu saja.!" ucap Ray kepada jovial Baim Erlangga yang sukses membuat adik nya semakin membulat kan mata ,kakak nya itu benar-benar keras kepala dan tidak bisa untuk di bantah keputusan nya .
__ADS_1
Tidak memerlukan waktu 30 menit untuk Jo berpikir , saat ini Sopir dari keluarga Erlangga telah mengangkat - angkat barang dan memasuk kan segala barang bawaan jovial Baim Erlangga ke dalam bagasi mobil pribadi keluarga Erlangga ,tentu saja jika pilihan nya hanya ada dua, sudah pasti jovial akan lebih memilih untuk diantar mengguna kan mobil pribadi keluarga Erlangga ,meskipun diantar oleh sopir pribadi nya bukan dia yang mengendarai mobil tersebut sendirian .
Sudah kurang lebih 2 jam lamanya Jo berada di dalam mobil ,namun saat dia menanyakan kepada sopir apakah masih lama ,Sopir itu malah menjawab masih cukup lama dan dia malah diminta untuk tidur lebih dulu ,jawaban benar-benar frustasi ternyata desa yang akan di tuju oleh nya sangat lah jauh dari tempat tinggal dia saat ini ,tanpa terasa sudah 4 jam berlalu ,namun Jo tetap belum sampai ke tempat yang di tuju nya ,Jo benar-benar tidak habis pikir sejauh apa desa yang mau di kunjungi nya .
"Sebenar nya Kakak sama kakek ingin memintaku untuk meninjau perkebunan sawit ,atau mengasingkan diriku ke sebuah hutan yang letak nya entah di mana .!ucap Jo di dalam hati nya.
__ADS_1
"Pak Karno ,apakah Bapak yakin kita sudah berada di jalan yang benar ,apakah Bapak yakin bahwa kita tidak tersesat ataupun salah jalan ,Mengapa tidak ada tanda-tanda Sepertinya di sini adalah sebuah desa yang dihuni oleh para penduduk, tempat ini lebih terlihat seperti hutan Pak ,Namun karena yang berdiri di sini semuanya adalah pohon sawit jadi sudah bisa di pasti kan ini hanyalah perkebunan sawit bukan sebuah desa yang dihuni oleh penduduk, apa kita tidak salah masuk ke dalam sini pak ."ucap Jo kepada Pak Karno yang merupakan sopir pribadi keluarga Erlangga ,ya Jo hanya ingin memastikan bahwa pak karno tidak salah jalan karena yang dilewati nya bukan lah sebuah perdesaan ,melain kan sebuah perkebunan sawit yang tidak ada satupun rumah penduduk di sana .
"Tidak tuan muda ,kita tidak salah jalan , ini benar ini adalah jalan yang akan menuju rumah Pak Lukman ,setelah kita melewati perkebunan sawit ini sejauh 900 meter ke depan, maka kita akan sampai di desa tempat di mana keluarga Pak Lukman berada, dan Tuan muda Jo akan berada di sana selama kurang lebih 1 bulan .!" Ucap pak karno yang sukses membuat Jo semakin frustasi ,Cepat Jo mengambil ponselnya untuk menelpon kakak nya ataupun kakek nya ,namun apa yang terjadi , ternyata ponsel Jo tidak memiliki sinyal sama sekali, bahkan jaringan internet tidak ada sedikitpun juga, Jo benar-benar frustasi ,Iya benar-benar diasing kan oleh kakek dan juga kakak nya, ke sebuah desa terpencil yang letaknya antah berantah di mana tidak di ketahui oleh diri nya .
Setelah beberapa saat menempuh perjalanan akhirnya Jo telah tiba di desa yang ditujunya ,
__ADS_1
"Tuan muda , Mohon maaf saya harus segera kembali ,dan Saya hanya bisa mengantar tuan muda sampai di sini,Lihatlah ke depan sana ,apakah tuan muda bisa melihat di sana ada Pak Lukman ,yang sedang menunggu tuan muda ,saya akan melambai-lambai kan tangan terlebih dahulu agar Pak Lukman bisa melihat kita di sini, dan dia akan menjemput tuan muda di sini,maaf Saya hanya bisa mengantar sampai di sini ,karena ke dalam mobil tidak bisa masuk ,karena jalannya sangat lecet dan mobil dilarang untuk masuk ke sana Karena akan merusak jalan yang sudah rusak .!"Ucap pak karno kepada Jo ,ucapan yang semakin membuat dirinya frustasi ,namun mau marah pun marah kepada siapa, mau mengeluh pun semua sudah percuma ,mau tidak mau dia harus menerima nasibnya .