Pernikahan Tanpa Rencana dengan Pria kaya Arogan

Pernikahan Tanpa Rencana dengan Pria kaya Arogan
kelahiran Vincent Anderson


__ADS_3

Tanpa terasa usia kandungan Ria sekarang sudah sembilan bulan, dan hari ini adalah H P L Ria, saat ini Ria sedang berada di rumah sakit, ya mulai dari kemarin mulas-mulas yang di rasakan oleh Ria semangkin sering dari pada biasa nya, Ria lebih sering buang air dari pada biasa nya.


Kehidupan Ria sama seperti ibu hamil pada umum nya, Ria sering bangun di tengah malam untuk buang air kecil, Ria sering merasa kesulitan untuk tidur, bahkan saat usia kandungan nya sudah membesar, tak jarang Ria terbangun di tengah malam hanya karna ingin buang air kecil, namun meskipun begitu Ria sangat bahagia di saat-saat kehamilan nya , lelah ya tentu saja Ria merasa sangat lelah , setiap hari Ria berjalan dengan membawa perut besar nya yang cukup berat, setiap malam harus bangun tengah malam untuk ke kamar mandi, namun Ria juga bahagia tuhan hadir kan se seorang yang akan menemani Ria kelak, Kelak Ria tidak akan kesepian lagi, meskipun anak itu hadir dari sebuah kesalahan, namun Ria tak bisa membenci nya terlepas dari apapun anak itu adalah anak kandung Ria , darah daging Ria.


Dan beruntung nya Ria saat hamil dia hanya mengidam dan pilih-pilih makan sampai usia kandungan nya 4 bulan saja , meskipun begitu mood nya sangat sering berubah-ubah , tak jarang Ria menangis hanya karna hal-hal kecil, tentu saja dia menangis ketika dia sendirian, karna Ria tidak ingin membuat yang lain mengkhawatir kan diri nya , bahkan Ria pernah menangis hanya karna tidak bisa memakan, makanan yang di ingin kan nya.


Setelah beberapa jam menunggu di ruang bersalin dan melakukan setiap arahan sang dokter ,Ria mulai merasa kan rasa sakit dan kram secara bersamaan , semangkin lama rasa sakit yang di rasakan semangkin sering datang nya, saat ini Ria tengah pembukaan 6 , Ria terus mengikuti arahan dokter.


Tak lama kemudian jalan lahir pun sudah terbuka dengan sempurna,baik Ria maupun sang dokter mereka masing-masing membenar kan posisi mereka, Ria pun mulai mengejan sesuai arahan sang dokter.


Akhhhh....hoshh...hoshh...


Akhhhhhh..... suara Ria mengejan , setelah beberapa saat Ria mengejan , akhir nya si mungil yang selama ini selalu Ria bawa kemana pun Ria pergi, selalu Ria jaga , dan selalu Ria nantikan kehadiran nya itu, akhir nya dia hari ini terlahir kedunia, Ria pun akhir nya bisa bertemu dengan sosok yang selama 9 bulan ini membuat tidur nya tidak nyenyak.


Oekk....Oek...Oekk.... suara tangisan bayi.


"Congratulations your baby boy.!" ucap sang dokter yang memberi ucapan selamat kepada Ria atas kelahiran bayi laki-laki Ria.

__ADS_1


Ria sangat terharu, dia sangat bahagia, meskipun awal nya anak itu bukan lah anak yang benar-benar di ingin kan, namun anak itu hadir di saat Ria sedang sendirian, anak itu menjadi penyemangat hidup Ria.


Sedang kan di depan ruangan bersalin seorang pria sedang mondar mandir menunggu kabar dari sang dokter, ya orang itu adalah Edric dia sangat khawatir dengan keadaan Ria di dalam sana.


Tak lama kemudian sang dokter pun keluar dari dalam ruang dimana Ria berada , Edric langsung berlari menghampiri sang dokter.


Edric yang melihat itu langsung menanyakan keadaan Ria dan bayi nya kepada sang dokter.


Dan tentu saja sang dokter langsung memberi jawaban kepada Edric, dan jawaban yang dokter berikan pun sukses membuat Edric bisa bernapas lega.


Edric pun lsngsung masuk dan menemui Ria.


"Terima kasih atas ucapan selamat nya, Dric boleh bawa anak gue kesini nggak.?" tanya Ria kepada Edric.


Beberapa menit kemudian Edric pun masuk lagi di temani perawat yang membawa bayi Ria.


"Dia tampan ya Dric, mata nya bulat ,hidung nya sangat mancung, bukan kah dia sangat menggemaskan." ucap Ria kepada Edric.

__ADS_1


"Ya, iyalah dia tampan, bukan kah dia sangat mirip sama gue, nanti dia pasti bakal jadi incaran para cewek seperti gue ini." ucap Edric dengan percaya diri.


"Emang loe siapa nya Dric, loe jangan mengarang, warna bola mata nya saja sangat beda jauh dari loe, mungkin dia mirip Daddy nya, mungkin saja Daddy nya orang yang tampan.!'' ucap Ria dan terlintas raut kesedihan dari mata nya, ya bagaimana tidak sedih, dia melahirkan seorang anak tanpa seorang Daddy, bahkan dia ga kenal gimana rupa Daddy dari anak nya.


"Apa loe udah nyiapin nama buat dia .?" tanya Edric memecah keheningan.


"Udah Dric, nama nya Vincent Anderson .!" ucap Ria.


"Hallo Vincent ponakan Uncle , nanti Vincent kalau udah gede harus bisa jagain mommy ya.!" ucap Edric seolah-olah bayi mungil itu mengerti apa yang di kata kan nya.


S*etelah keadaan Ria sudah mulai pulih, Ria dan bayi nya pun di ijinkan untuk pulang oleh sang dokter , Ria sangat senang akhir nya dia sudah di perboleh kan untuk pulang, Edric pun tak kalah senang nya, begitu juga dengan seorang pria paruh baya yang ada di indonesia, ya pria itu adalah Robert, Robert sangat senang saat dia menerima kabar bahwa Ria telah melahir kan , apalagi ibu dan anak itu kedua nya sehat dan selamat , namun sangat di sayang kan Robert mempunyai meating sangat penting, yang tidak bisa untuk di tinggal kan.


"Hallo Ria, maaf om tidak bisa datang kesana, tapi om sangat bahagia karna Ria dan baby boy Ria sehat dan selamat kedua nya, nanti habis meating om bakal ke sana, apa Ria perlu babysisters .?" ucap Robert yang saat ini sedang Video call dengan Ria.


"Hallo om, gak papa om, om nanti ga perlu datang kesini, Ria baik-baik aja kok, dan lagi Ria ga perlu babysisters om,jika om mau kesini pas om ada cuti aja, Ria ga mau ngerepotin om, dan lagi disini sudah ada bi surti, jadi Ria pasti bakal baik-baik aja dan ga akan kerepotan.!" ucap Ria yang saat ini sedang video call dengan Robert.


"Siapa nama nya nak?"ucap Robert yang menanyakan nama bayi yang sedang ada di gendongan Ria.

__ADS_1


"Nama nya Vincent Anderson om.!" ucap Ria*.


__ADS_2