Pernikahan Tanpa Rencana dengan Pria kaya Arogan

Pernikahan Tanpa Rencana dengan Pria kaya Arogan
Indonesia I'm back


__ADS_3

"*Maaf ya Dric, apa loe udah lama nunggu gue sama Cent, tadi gue jemput Cent dulu soalnya.!" ucap Ria kepada Edric yang sudah berada di rumah nya


"Ga papa kok, gue juga baru sampai sih, sini jagoan uncle gendong sama uncle dulu, mommy mau beres-beres barang nya, kita akan naik pesawat loh, apa Cent suka." ucap Edric.


"*Petawat, apa Cent akan naik petawat yang terbang.?" ucap Cent yang bertanya kepada Edric, sedang kan Ria mengemasi barang-barang yang akan di bawa nya, Ya kemarin malam Ria mendapat telpon dari Edric bahwa papa Ria sedang di rawat di rumah sakit, dan tanpa berfikir panjang Ria pun ingin segera kembali ke indonesia dan menemui sang papa, mungkin ini sudah saat nya untuk Ria membalas kan dendam nya kepada ibu tiri dan juga sang kakak tiri.


"Iya, Cent akan naik pesawat yang bisa terbang, nanti Cent naik nya sama Uncle dan Mommy ya.!" ucap Edric dengan lembut kepada Cent.


Setelah kurang lebih setengah jam , Ria pun selesai mengemasi barang-barang nya, dan tentu saja Edric dan Cent juga bicara banyak hal.


Ya Edric dan Cent sangat dekat Ria tidak merasa heran, karna Edric memang setiap akhir pekan akan mengunjungi Ria dan Cent, hanya baru 2 minggu ini Edric yang tidak datang ke rumah Ria yang ada di London, karna dalam 2 minggu ini Edric dan juga om Robert sangat sibuk.


Ria, Edric, dan juga Cent pun memasuki sebuah mobil, yang tentu saja mobil itu membawa mereka menuju ke bandara.


"Ria, loe ada masalah.?" ucap Edric yang bertanya kepada Ria, ya karna Edric melihat mata Ria seperti habis menangis.

__ADS_1


"Ga kok, gue ga ada masalah.!" ucap Ria yang menghindari tatapan mata Edric.


"Loe ga perlu bohong, ceritain aja kalau ada masalah, gue tahu kok loe habis nangis kan.!" ucap Edric kepada Ria.


"Hah ,loe tahu ya gue habis nangis, apa kelihatan sejelas itu, ya memang benar gue nangis, tapi bukan karna ada masalah, gue hanya sedih aja harus ninggalin teman-teman gue disini.!"ucap Ria dengan penuh sandiwara, dan tentu saja tidak lah sulit untuk seorang Ria yang sudah sering melakukan akting di depan kamera, selain menjadi seorang model, Ria juga terkadang membintangi sebuah drama-drama.


Dan dengan sifat Ria yang baik, tentu saja Edric percaya bahwa itu adalah alasan Ria menangis, meskipun benar Ria sedih harus berpisah untuk sementara waktu dengan teman-teman nya, terutama Briana, tapi bukan itu alasan Ria menangis, alasan nya adalah, mengapa dia tak bisa menjaga diri nya, mengapa dia *tak menolak saat di cium oleh Ray, bahkan lebih parah nya Ria membalas ciuman itu.


Melihat respon Edric saat ini, pasti dia tidak tahu tentang Ray, dan Ria bersyukur Cent tidak mengata kan apa pun tentang Ray, ya saat menuju jalan pulang kerumah nya Ria mengingat kan Cent untuk jangan bercerita apa pun tentang Uncle Ray, apalagi tentang Cent yang memanggil Ray dengan panggilan Daddy, Ria tidak mau melihat respon heboh dari sahabat nya Edric , jika saja Edric mengetahui Cent memanggil seseorang yang baru 1 minggu mereka kenal, dan Cent memanggil nya dengan sebutan Daddy, sudah bisa di pasti kan Ria akan di hujani oleh berbagai pertanyaan , dari Edric.


Namun sebelum itu, Ria akan lebih dulu menjenguk sang papa yang saat ini sedang berada di rumah sakit.


Setelah beberapa jam menghabis kan waktu di dalam pesawat, Edric,Ria dan Cent pun telah tiba di bandara Soekarno Hatta.


"Indonesia I'm back.!" ucap Ria sambil tersenyum lebar, ya meskipun Ria juga sedih karna kepulangan nya ini , untuk menemui papa nya yang sedang terbaring di rumah sakit.

__ADS_1


Namun Ria tetap tersenyum lebar, karna tiga tahun yang lalu, saat Ria menginjak kan kaki nya di bandara Soekarno Hatta ini, lebih tepat nya itu saat Ria ingin pergi ke London, saat itu ,Ria di bandara ini, penuh dengan tangis , namun kali ini Ria kembali menginjak kan kaki nya di bandara ini , tapi yang berbeda , kali ini Ria kembali dengan senyum di bibir nya , tanpa ada nya air mata yang mengalir.


Edric, Ria dan Cent pun berjalan keluar dari bandara Soekarno Hatta, hingga beberapa saat kemudia setelah mereka sampai di luar, mereka melihat seorang pria paruh baya yang sedang melambaikan tangan ke arah mereka, dan ya tentu saja, pria paruh baya itu adalah Robert, yang merupa kan papa Edric.


"Grandpa, Grandpa.!" panggil Cent sambil berteriak saat melihat Robert .


Dan Robert pun tak kalah heboh nya dari Cent, Robert pun berjalan dengan cepat ke arah Cent.


"Wow, Grandpa's hero is getting bigger, Cent is also getting more handsome, Grandpa sangat kangen sama Cent.!" ucap Robert yang saat ini sedang menggendong Cent.


Ya Cent sangat dekat dengan Robert maupun Edric, mereka sudah kelihatan seperti keluarga sungguhan, dan sudah beberapa kali juga Edric mengajak Ria untuk menikah dengan nya,dan Edric juga ingin menjadi Daddy Cent yang sesungguh nya, namun di setiap kali Edric melamar Ria, lagi-lagi Edric harus menahan rasa kecewa, jawaban Ria tetap sama seperti 3 tabun lalu, dan setiap Edric melamar Ria, Ria pasti akan menyuruh Edric mencari wanita lain untuk di nikahi.


Saat ini mereka berempat sedang berada di dalam mobil milik Robert, ya mereka sedang menuju kerumah sakit , untuk mengunjungi papa nya Ria.


Sementara di tempat lain.

__ADS_1


"Brengsek, dasar tua bangka tak tahu diri, padahal aku yang merawat nya selama ini, bisa-bisa nya dia tidak memberi kan warisan nya kepada ku, dia malah memberi kan nya kepada anak nya yang kurang ajar itu,lihat saja, aku pasti akan secepat nya membuat surat kematian tentang putri mu yang bodoh itu."! ucap seorang wanita yang sedang marah, karna suami nya hanya menulis nama putri nya dan putra nya sebagai ahli waris dari semua harta nya*.


__ADS_2